Cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL)

Diterbitkan: 25 Nov 2019 | dr. Reisia Palmina Brahmana
Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Posterior cruciate ligament (PCL) adalah jaringan di lutut yang menghubungkan tulang paha dan tulang kering. Jaringan ini berfungsi mencegah tulang kering (tibia) bergeser terlalu ke belakang.

Cedera posterior cruciate ligament umumnya disertai dengan cedera pada struktur lain. Misalnya, tulang rawan, tulang, dan ligamen. Cedera pada ligamen biasanya digolongkan berdasarkan tingkat keparahan sebagai berikut:

  • Derajat 1

Tipe ini merupakan cedera ringan. Ligamen sedikit meregang, namun masih dapat menjaga kestabilan posisi tulang.

  • Derajat 2

Pada cedera ini, ligamen menjadi kendur. Terlilir derajat 2 disebut juga sebagai ligamen robek sebagian atau partial tear.

  • Derajat 3

Pada derajat 3, ligamen robek total dan sendi lutut menjadi tidak stabil.

Gejala cedera posterior cruciate ligament tergantung dari tipenya. Cedera ini dapat dikelompokkan berdasarkan lama waktu kerusakan dan bagian yang rusak. Berikut penjelasannya:

  • Cedera akut

Cedera akut merupakan cedera yang langsung diperiksakan ke dokter dalam waktu kurang dari satu minggu setelah terjadi. Cedera ini terbagi lagi menjadi dua kelompok, yakni isolated injury dan cedera kombinasi.

Isolated injury hanya terjadi pada posterior cruciate ligament tanpa kerusakan pada struktur lain. Gejalanya meliputi nyeri ringan dan pembengkakan pada lutut, namun penderita masih bisa menggerakkan lutut dan berjalan hampir seperti kondisi normal.

Sementara pada cedera kombinasi, cedera tidak hanya pada posterior cruciate ligament, tapi juga pada struktur lain di lutut. Jika mengalami cedera kombinasi, penderita umumnya tidak dapat berjalan dengan stabil, pembengkakan pada lutut, kulit lutut yang tampak memerah atau membiru, serta pergerakan lutut yang terbatas.

  • Cedera kronis

Tipe ini adalah cedera yang sebenarnya telah lama terjadi, namun tidak Anda sadari. Penderita sering tidak tahu kapan tepatnya cedera muncul.

Gejala cedera posterior cruciate ligament kronis bisa berupa rasa tidak nyaman saat lutut ditekuk, misalnya saat naik tangga. Penderita juga terkadang mengeluhkan lutut yang bengkak dan kaku.

Penyebab cedera posterior cruciate ligament umumnya adalah benturan keras pada lutut ketika lutut tertekuk. Contohnya, saat terjatuh dengan posisi lutut tertekuk atau kecelakaan mobil di mana lutut membentur dashboard.

Beberapa jenis olahraga juga dapat menyebabkan cedera posterior cruciate ligament. Misalnya, sepak bola, baseball, maupun ski.

Dokter akan melakukan diagnosis cedera posterior cruciate ligament berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala dan kemungkinan penyebab cedera Anda.

  • Pemeriksaan fisik

Pada tahap ini, beberapa langkah berikut biasanya akan dilakukan oleh dokter:

1. Pengamatan

Dokter akan mengamati apakah ada pembengkakan pada lutut.

2. Penekanan

Dokter akan menekan lutut untuk memeriksa apakah ada nyeri saat ditekan atau tidak.

3. Pergerakan

Dokter akan melakukan sejumlah tes untuk mengecek batas gerak lutut Anda. Salah satunya adalah posterior drawer test.

Pada tes tersebut, Anda akan diminta untuk berbaring dengan lutut ditekuk. Dokter kemudian mencoba mengerakkan tulang kering Anda. Jika tulang kering bergeser, Anda mungkin mengalami robekan pada posterior cruciate ligament.

  • Pemeriksaan penunjang

Jika dianggap perlu, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian pemeriksaan penunjang guna memastikan diangnosis. Jenis-jenis pemeriksaaan ini bisa meliputi:

1. X-ray

X-ray memang tidak bisa menunjukkan kerusakan pada ligamen, tapi dapat memperlihatkan jika ada kerusakan pada tulang. Cedera posterior cruciate ligament kerap disertai kerusakan pada tulang. 

2. MRI

MRI dapat memberikan foto mendetail dari posterior cruciate ligament untuk melihat robekan maupun cedera.

3. Arthroscopy

Jika tingkat keparahan cedera sulit ditentukan, dokter akan membuat sayatan kecil pada lutut dan memasukkan kamera khusus. Kamera ini kemudian menampilkan foto ke monitor agar dokter dapat melihat kondisi ligamen di lutut.

4. Bone scan

Pada kasus kronis, dokter menganjurkan untuk pemeriksaan pemindaian tulang untuk mencari kerusakan pada tulang

Jenis penanganan cedera posterior cruciate ligament akan ditentukan berdasarkan tingkat keparahannya. Sederet langkah penanganan berikut bisa dianjurkan oleh dokter:

  • RICE

RICE memiliki kepanjangan rest ice compress elevation, yang berarti istirahat es kompres elevasi. Tujuan RICE adalah mengurangi peradangan dan pembengkakan pada lutut.

Dokter akan membalut kaki Anda dengan perban elastis, melarang Anda untuk menggunakan kaki yang cedera, mengompresnya dengan kompres dingin, dan menaikkan posisi kaki yang cedera ketika tidur atau duduk. Anda juga mungkin diminta untuk menggunakan tongkat ketika berjalan. 

  • Obat pereda sakit

Anda akan diberi obat minum untuk meredakan rasa sakit. Contoh obatnya meliputi golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) berupa ibuprofen, atau acetominophen.

  • Operasi

Jika cedera posterior cruciate ligament Anda tergolong parah, Anda akan diminta untuk menjalani operasi. Melalui operasi, ligamen yang rusak akan diganti dengan ligamen lain yang diambil dari tubuh penderita atau ligamen dari pendonor.

Setelah menjalani operasi, Anda akan memerlukan waktu pemulihan selama beberapa bulan. 

  • Fisioterapi

Fisioterapi sebaiknya dilakukan oleh semua penderita, baik yang menjalani operasi maupun tidak. Langkah ini akan membantu dalam mengembalikan fungsi lutut dan memperkuat otot. Jika otot kaki Anda kuat, pemulihan akan semakin cepat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah cedera posterior cruciate ligament eliputi:

  • Biasakan diri untuk melakukan pemanasan sebelum dan pendinginan sesudah berolahraga.
  • Lakukan latihan untuk memperkuat otot kaki.
  • Jangan meningkatkan intesitas olahraga secara tiba-tiba. Lakukan langkah ini secara bertahap dan sesuai kemampuan fisik.
  • Kenakan sepatu olahraga dengan ukuran yang sesuai, serta jenis yang cocok dengan kegiatan Anda. Misalnya, pakai sepatu khusus sepak bola bila ingin melakukan polahraga tersebut.

Jika anda mengalami kemerahan, pembengkakan, atau nyeri pada lutut, segera periksakan ke dokter. Cedera posterior cruciate ligament termasuk jenis cedera yang sering tidak disadari oleh penderitanya.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua jenis kegiatan Anda sebelum cedera terjadi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko yang berkaitan dengan cedera posterior cruciate ligament?
  • Apakah Anda pernah mengalami keluhan yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan kemungkinan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis cedera posterior cruciate ligament.

Orthoinfo. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/posterior-cruciate-ligament-injuries/
Diakses pada 25 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/posterior-cruciate-ligament-injury#1
Diakses pada 25 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcl-injury/diagnosis-treatment/drc-20354860
Diakses pada 25 November 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/posterior-cruciate-ligament-pcl-injuries-a-to-z
Diakses pada 25 November 2019

Physiopedia. https://www.physio-pedia.com/Posterior_Cruciate_Ligament_Injury
Diakses pada 25 November 2019

Artikel Terkait