Cedera Ligamen Lutut Anterior

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Anandika Pawitri
Cedera ligamen lutut anterior bisa timbul saat Anda melakukan gerakan tiba-tiba saat berlari atau melompat

Pengertian Cedera Ligamen Lutut Anterior

Terdapat empat ligamen utama pada lutut. Mulai dari ligamen kolateral media dan lateral, ligamen krusiat anterior dan posterior.

Ligamen tersebut berfungsi seperti tali kuat untuk menahan tulang dan menghubungkan tulang tungkai atas dengan tungkai bawah, serta menjaga lutut agar tetap stabil. Khusus untuk ligamen krusiat anterior (ACL), ligamen ini berperan dalam mencegah tulang kering bergeser atau meluncur ke depan.

Cedera cedera ligamen lutut anterior adalah robekan atau tarikan atau regangan berlebihan pada ligamen krusiat anterior pada lutut. Robekan dapat terjadi sebagian atau seluruhnya (total).  

Cedera ACL paling sering terjadi pada olahraga yang melibatkan gerakan berhenti secara tiba-tiba atau berganti arah, meloncat, dan mendarat secara cepat. Misalnya, sepakbola, basket, olahraga ski yang menuruni lereng atau lembah, ataupun pada senam.   

Banyak orang mendengar atau merasakan adanya bunyi ‘pop’ pada lutut ketika terjadi cedera ACL. Lutut akan membengkak, terasa tidak stabil, dan terasa sangat sakit ketika digunakan untuk menopang berat tubuh.  

Tergantung dari tingkat keparahan cedera, pengobatan dapat termasuk beristirahat, latihan dan rehabilitasi untuk menguatkan ligamen dan stabilitas, atau operasi untuk menggantikan ligamen yang robek kemudian diikuti dengan rehabilitasi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala umum dari cedera ligamen lutut anterior meliputi:

  • Bunyi ‘pop’ atau sensasi seperti ada yang lepas pada lutut, segera setelah terjadi robekan atau tarikan. 
  • Nyeri yang parah.
  • Tidak mampu melanjutkan aktivitas.
  • Pembengkakan yang dimulai enam jam setelah cedera.
  • Gerakan menjadi terbatas.
  • Kaki dan lutut menjadi lemas dan tidak sanggup untuk menahan beban tubuh.

Penyebab

Ligamen adalah pita jaringan kuat yang menghubungkan tulang yang satu dengan tulang lainnya.  Ligamen krusiat anterior termasuk dalam dua ligamen yang bersilangan di tengah lutut, menghubungkan tulang paha pada tulang kering, dan membantu kestabilan sendi lutut. 

Cedera ACL seringkali terjadi saat Anda melakukan olahraga dan aktivitas fitness yang meletakkan tekanan atau beban pada lutut, misalnya:

  • Tiba-tiba melambat dan berubah arah.
  • Melakukan gerakan berputar dengan telapak kaki yang tertanam kuat di lantai.
  • Pendaratan yang tidak benar saat melompat.
  • Tiba-tiba berhenti.
  • Menerima pukulan atau tabrakan langsung pada lutut, seperti pada kecelakaan mobil atau melakukan gerakan tackle ketika bermain sepak bola.

Ketika ligamen rusak, terdapat robekan sebagian atau seluruhnya pada jaringan. Luka ringan dapat meregangkan ligamen, tetapi jaringan tetap utuh.

Di samping penyebab di atas, ada juga sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena cedera pada ACL. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Berjenis kelamin wanita. Hal ini kemungkinan karena adanya perbedaan pada anatomi, kekuatan otot, dan pengaruh hormon pada wanita dan pria.
  • Berpartisipasi pada olahraga tertentu, seperti sepakbola, basket, senam, ski, dan lain-lain.
  • Memiliki kondisi tubuh yang buruk ketika berolahraga. 
  • Mengenakan alas kaki yang tidak sesuai, misalnya kekecilan, kebesaran, atau tidak cocok dengan aktivitas yang dilakukan.
  • Menggunakan peralatan olahraga yang kondisinya tidak terawat dengan baik.
  • Berolahraga atau bermain pada lapangan dengan rumput buatan.

Diagnosis

Cedera ligamen lutut anterior dapat diperiksa oleh dokter ahli ortopedi. Dokter akan memeriksa sejarah medis dan menanyakan bagaimana cedera bisa terjadi. Pemeriksaan fisik, termasuk memantau stabilitas lutut dan sejumlah pergerakan Anda.

Dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menyingkirkan penyebab lainnya dan menentukan tingkat keparahan cedera. Jenis-jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • X-ray (rontgen) guna menentukan apakah ada tulang yang patah dan mengenai ligamen. Namun foto rontgen tidak dapat menunjukkan jaringan lunak, seperti tendon dan ligamen.  
  • MRI untuk mendiagnosis tingkat keparahan cedera, melihat kerusakan pada ligamen lain, serta struktur dari lutut (seperti tulang rawan).
  • USG digunakan untuk memeriksa cedera pada ligamen, tendon, dan otot lutut. 
  • CT scan jika khawatir ada retakan atau patahan pada tulang kecil.

Pengobatan

Pengobatan untuk cedera ACL tergantung dari tingkat keparahan cedera, tujuan pengobatan, serta kebutuhan yang spesifik dari pasien. 

Sebagian orang dapat melanjutkan hidup meski memiliki cedera ini, tapi akan menderita dari cedera lutut lainnya. Untuk atlet, operasi dan terapi fisik dapat menjadi alasan terbaik guna melanjutkan kegiatan atletik secepatnya. 

Pada  semua kasus, sangat penting untuk menemui dokter secepatnya untuk memastikan tidak ada tulang yang patah atau rusak pada ligamen lain. Jika lutut berwarna biru, carilah pertolongan medis karena pembuluh darah mungkin mengalami cedera.

Pertolongan pertama

Pertolongan pertama pada cedera dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan segera setelah terjadi cedera pada lutut. Pertolongan pertama ini disebut RICE.

  • Rest (istirahat). Istirahat perlu untuk proses penyembuhan dan mengurangi beban pada lutut.
  • Ice (kompres es). Kompres lutut dengan es paling tidak setiap 2 jam sekali, selama 20 menit.
  • Compression (penekanan pada lokasi cedera). Balut lutut dengan perban kompresi elastis khusus.
  • Elevation (meninggikan lutut ketika berbaring). Posisi lutut sebaiknya lebih tinggi dari jantung ketika Anda berbaring, misalnya Anda bisa menyangga lutut dengan bantal. 

Penanganan secara medis

Rehabilitasi

Pengobatan cedera ACL dimulai dengan terapi rehabilitasi selama beberapa minggu. Terapis fisik akan membantu mengajarkan cara latihan yang benar.

Penggunaan penyangga untuk menstabilkan lutut, atau gunakan kruk untuk sementara guna menghindari meletakkan beban pada lutut.

Tujuan dari rehabilitasi adalah mengurangi rasa sakit dan pembengkakan, mengembalikan rentang gerak dari lutut, dan memperkuat otot. Terapi fisik akan berhasil pada individu yang membatasi gerakannya atau banyak beristirahat, menjalankan latihan dan aktivitas ringan, atau melakukan olahraga dengan beban yang tidak terlalu berat pada lutut.

Operasi

Dokter akan menyarankan operasi jika:

  • Anda adalah atlet dan ingin kembali berolahraga, terutama apabila olahraga tersebut melibatkan gerakan meloncat, berputar, atau manuver menyilang yang melibatkan perubahan arah yang cepat.
  • Cedera lebih dari satu ligamen atau meniscus (bantalan) pada lutut.
  • Cedera menyebabkan lutut terasa lemas ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Setelah operasi dilakukan, akan dilanjutkan dengan terapi rehabilitasi. Operasi rekonstruksi ACL dan terapi rehabilitasi yang benar biasanya dapat mengembalikan stabilitas dan fungsi dari lutut.

Secara umum, diperlukan sekitar satu tahun atau lebih untuk para atlet untuk kembali ke rutinitasnya secara aman. Dokter dan fisioterapis akan melakukan pemeriksaan untuk mengukur stabilitas, kekuatan, fungsi, dan kesiapan lutut untuk kembali melakukan olahraga pada berbagai interval selama masa rehabilitasi.

Pencegahan

Latihan dan olahraga yang tepat dapat membantu mengurangi risiko cedera ligamen lutut anterior. Fisioterapis, pelatih atlet, atau ahli lainnya dalam dunia kedokteran olahraga dapat menyediakan instruksi dan saran untuk membantu dalam mengurangi risiko. 

Program pencegahan untuk mengurangi risiko cedera ini meliputi:

  • Latihan untuk menguatkan otot kaki, terutama latihan hamstring guna memastikan kekuatan otot kaki seimbang.
  • Latihan untuk menguatkan inti tubuh, termasuk pinggul, panggul, dan perut bagian bawah.
  • Latihan dan olahraga yang menekankan teknik yang layak dan benar, serta posisi lutut saat melompat dan mendarat.
  • Latihan untuk meningkatkan teknik berputar dan manuver memotong yang membutuhkan perubahan arah secara cepat ketika berlari. 

Jangan lupa untuk mengenakan alas kaki yang sesuai untuk olahraga untuk membantu mencegah terjadinya cedera.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Carilah pertolongan medis jika terdapat cedera pada lutut yang menunjukkan gejala serupa dengan cedera ligamen lutut anterior. Sendi lutut termasuk struktur rumit yang terdiri dari  tulang, ligamen, tendon dan jaringan lain yang berkerja bersama.

Sangat penting untuk mendapatkan diagnosis cepat dan akurat guna menentukan keparahan dari luka serta mendapatkan pengobatan yang layak.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Rasa nyeri dan disabilitas yang timbul akibat cedera ACL membuat penderitanya akan segera mencari perawatan dokter. Saat berkonsultasi, berikut ini beberapa pernyataan yang bisa Anda ajukan:

  • Kapan cedera mulai terjadi?
  • Apa yang Anda lakukan pada saat itu?
  • Apakah terdengar suara saat Anda menggerakan sendi?
  • Apakah ada pembengkakan yang terjadi?
  • Pernahkah Anda mengalami cedera lutut sebelumnya?
  • Apakah gejala dirasakan terus menerus atau sesekali?
  • Pada saat melakukan gerakan apa gejala dirasa berkurang atau justru terasa makin parah?
  • Apakah Anda pernah merasa lutut seperti terasa terkunci saat mencoba menggerakkannya?
  • Apakah Anda merasa lutut Anda tidak cukup kuat atau stabil untuk menahan berat badan Anda?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/anterior-cruciate-ligament-acl-injury#treatments
Diakses pada 10 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acl-injury/diagnosis-treatment/drc-20350744
Diakses pada 10 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/acl-injuries-directory
Diakses pada 10 Desember 2018

OrthoInfo. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/anterior-cruciate-ligament-acl-injuries/
Diakses pada 10 Desember 2018

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/001074.htm
Diakses pada 10 Desember 2018

Back to Top