Cedera Kepala Berat

Ditinjau dr. Widiastuti pada 21 Mar 2019
Cedera kepala berat biasanya disebabkan oleh pukulan keras ke kepala atau tubuh.
Cedera kepala berat biasanya disebabkan oleh pukulan keras ke kepala atau tubuh.

Pengertian Cedera Kepala Berat

Cedera kepala berat membutuhkan perhatian medis segera karena berisiko tinggi terhadap kerusakan otak yang serius. Cedera kepala berat biasanya disebabkan oleh pukulan keras atau sentakan ke kepala atau tubuh. Cedera kepala umumnya termasuk gegar otak, fraktur tengkorak kepala atau luka pada kulit kepala. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya kehilangan kesadaran, pingsan, mata tidak dapat membuka bahkan dengan stimulasi (rangsangan).

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala cedera kepala berat, diantaranya adalah:

  • Kehilangan kesadaran. Ketika seseorang telah jatuh pingsan dan tidak responsif, walaupun dalam jangka waktu yang singkat (dapat berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam)
  • Gegar otak. Kehilangan fungsi mental secara tiba-tiba namun dalam jangka waktu pendek setelah mengalami pukulan atau cedera pada kepala
  • Kejang
  • Masalah dengan panca indera, seperti gangguan pendengaran atau penglihatan ganda
  • Gangguan dalam berbicara
  • Ketidakmampuan untuk bangun dari tidur
  • Sakit kepala yang persisten atau semakin memburuk
  • Muntah atau mual yang berulang
  • Darah atau cairan bening yang keluar dari telinga atau hidung
  • Kehilangan memori (amnesia)
  • Bengkak atau memar di sekitar mata atau di belakang telinga
  • Pupil yang membesar pada satu atau kedua mata
  • Kelemahan atau mati rasa pada jari tangan atau jari kaki
  • Kesulitan berjalan atau gangguan koordinasi

Gejala kognitif atau mental lainnya seperti: kebingungan, agitasi, bicara cadel, kehilangan kesadaran dan koma.

Penyebab

Cedera kepala berat biasanya disebabkan oleh pukulan atau cedera berat lainnya pada kepala atau tubuh. Derajat kerusakan tergantung dari jenis cedera dan kekuatan dari benturan. Beberapa kejadian umum yang dapat menyebabkan cedera kepala/otak berat diantaranya adalah:

  • Jatuh dari tempat tidur, tangga, di kamar mandi dan air terjun adalah penyebab paling umum dari cedera otak berat terutama pada anak-anak dan orang dewasa yang berusia lanjut.
  • Tabrakan yang melibatkan kendaraan, seperti tabrakan mobil, motor, sepeda atau pejalan kaki.
  • Luka tembak, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak misalnya shaken baby syndrome yang terjadi ketika bayi diguncang dengan kencang.
  • Cedera olahraga, seperti tinju, sepak bola dan olahraga yang ekstrim atau yang mengalami benturan hebat. Cedera ini terutama dialami oleh remaja.
  • Ledakan eksplosif dan cedera pada pertempuran terutama pada personel militer.

Faktor risiko:

Individu yang memilki risiko paling tinggi untuk mengalami cedera kepala berat adalah:

  • Anak-anak, terutama bayi baru lahir sampai dengan 4 tahun
  • Dewasa muda yang berusia antara 15-24 tahun
  • Dewasa yang berusia diatas 60 tahun
  • Laki – laki pada semua usia.

Diagnosis

Pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis keadaan pasien adalah:

  • Scan Tomografi Terkomputerisasi (CT Scan) biasanya dilakukan langsung di ruang gawat darurat untuk pasien yang dicurigai menderita cedera kepala. CT Scan digunakan untuk mengidentifikasi fraktur dan perdarahan, memar, gegar otak dan pembengkakan dari jaringan otak.
  • Glasgow Coma Scale (GCS) atau skala untuk menilai tingkat kesadaran seseorang setelah mengalami cedera kepala, dengan skor tertinggi adalah 15. Semakin tinggi nilai seseorang, berarti tingkat kesadaran semakin baik dan cedera yang terjadi semakin ringan. Sebagai contoh, skor 3 menunjukkan tingkat kesadaran terendah.
  • MRI dapat dilakukan jika kondisi pasien telah stabil.

Selain itu, dokter akan menanyakan riwayat yang menyebabkan cedera kepala. Umumnya dokter akan bertanya kepada orang yang menyaksikan peristiwa tersebut untuk menentukan apakah terjadi kehilangan kesadaran dan selama berapa lama hal itu terjadi. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari tanda terjadinya trauma seperti memar dan pembengkakan. Selain itu akan dilakukan pemeriksaan neurologis untuk memeriksa fungsi saraf dengan menilai kontrol dan kekuatan otot, pergerakan mata, sensasi dan pemeriksaan neurologis lainnya.

Pengobatan

Pengobatan dan perawatan dari cedera kepala ditentukan berdasarkan tipe dan beratnya cedera.

Cedera kepala berat membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Perawatan ini melibatkan:

  • Mengamati kondisi untuk setiap perubahan
  • Menjalankan pemeriksaan untuk memeriksa kerusakan lebih lanjut
  • Mengobati luka lainnya
  • Pemberian obat-obatan seperti anti kejang, dan diuretik untuk mengurangi tekanan yang terjadi karena adanya pengumpulan cairan di dalam kepala
  • Menggunakan alat bantuan pernapasan (Ventilator)
  • Melakukan operasi otak dilakukan untuk mengangkat gumpalan darah, memperbaiki tengkorak kepala, dan mengurangi tekanan dalam kepala

Pada orang yang mengalami cedera kepala berat, biasanya akan dibutuhkan rehabilitasi untuk mendapatkan kembali keterampilan dasar seperti berjalan atau berbicara. Jenis dari rehabilitasi akan diberikan berdasarkan kemampuan yang hilang karena cedera kepala berat. Tujuan dari rehabilitasi adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Pencegahan

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko cedera serius, diantaranya:

  • Memastikan Anda dan orang-orang terdekat Anda bebas dari bahaya perjalanan yang dapat menyebabkan cedera kepala berat dengan mengenakan sabuk pengaman pada orang dewasa, dan bagi anak-anak didudukkan pada kursi tengah dengan carseat atau kursi khusus untuk anak-anak. Mobil sebaiknya dilengkapi dengan fitur airbag.
  • Menjaga anak Anda agar tidak jatuh atau melukai kepalanya
  • Menggunakan peralatan keselamatan yang tepat untuk bekerja dan olahraga seperti helm ketika bersepeda
  • Jangan mengemudi dibawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang. Termasuk obat-obatan medis yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengemudi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Cedera kepala berat biasanya disebabkan oleh pukulan atau cedera traumatis pada kepala atau tubuh. Tingkat kerusakan dapat bergantung pada beberapa faktor, termasuk kerasnya benturan. Segera temui dokter jika Anda atau anak Anda mengalami pukulan di kepala atau tubuh yang mengkhawatirkan.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/head-injury
Diakses pada 19 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/traumatic-brain-injury/symptoms-causes/syc-20378557
Diakses pada 19 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/severe-head-injury/
Diakses pada 19 November 2018

Back to Top