Cedera Hamstring

Ditinjau dr. Widiastuti
Cedera hamstring ditandai dengan gejala seperti rasa sakit secara tiba-tiba dan munculnya bengkak pada bagian belakang paha.
Cedera pada otot hamstring dapat dicegah dengan melakukan peregangan pada otot sebelum dan setelah melakukan aktivitas yang berat.

Pengertian Cedera Hamstring

Cedera hamstring adalah ketika terjadinya tarikan atau robekan pada jaringan penyambung otot dan tulang atau salah satu atau lebih dari otot besar pada bagian belakang paha. Rasa ngilu dan sakit pada bagian belakang kaki mungkin pertanda dari cedera hamstring.

Hamstring merupakan grup yang terdiri dari 3 otot besar yang terletak di belakang paha. Otot hamstring tidak banyak digunakan ketika berdiri atau berjalan, tetapi sangat aktif ketika melakukan aktivitas yang melibatkan menekuk lutut seperti berlari, melompat, memanjat, dan aktivitas yang dimulai dan berhenti mendadak. Tarikan dari otot ini sering terjadi, terutama pada atlet olahraga yang melakukan gerakan lari cepat dengan mulai dan berhenti secara mendadak seperti olahraga sprint, tenis, sepak bola dan basket. Cedera otot hamstring dapat terjadi pula pada penari.

Cedera Hamstring dapat dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu:

  • Tingkat pertama: tarikan ringan pada otot (strain)
  • Tingkat kedua: robekan pada sebagian otot hamstring.
  • Tingkat ketiga: robekan pada seluruh bagian otot hamstring.

Cedera hamstring ringan dapat membaik ketika penderita beristirahat, menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas, dan kompres es, tetapi untuk kasus yang lebih berat membutuhkan beberapa bulan untuk sembuh.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Cedera hamstring biasanya menyebabkan rasa sakit yang tajam dan tiba–tiba pada bagian belakang paha. Penderita juga akan merasakan ‘popping’ (sensasi seperti sesuatu keluar dari tempatnya pada kaki) atau sensasi seperti terobek. Pembengkakan dan rasa sakit pada sentuhan atau tekanan biasanya akan terjadi  dalam beberapa jam. Penderita mungkin juga akan mengalami lebam atau perubahan warna pada bagian belakang kaki, juga kelemahan pada otot atau ketidakmampuan meletakkan beban pada kaki yang cedera.

Penyebab

Otot hamstring adalah kumpulan dari 3 otot yang terdapat di sepanjang bagian belakang paha dari pinggul hingga bagian bawah lutut. Otot ini memungkinkan untuk menjulurkan kaki lurus ke belakang tubuh dan menekuk lutut. Ketika salah satu dari otot ini meregang lebih dari kemampuannya saat aktivitas fisik, maka akan menyebabkan cedera.

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena cedera pada otot hamstring, antara lain:

  • Ketegangan otot. otot yang tegang rentan mengalami tarikan, sehingga atlet harus mengikuti program latihan peregangan harian.
  • Ketidakseimbangan kekuatan otot. Dimana otot quadriceps lebih kuat dibandingkan otot–otot hamstring sehingga dapat menyebabkan cedera atau robekan pada otot hamstring.
  • Kondisi otot yang tidak baik. Jika otot hamstring tersebut lemah, maka kemampuan otot tersebut berkurang dalam menghadapi beban dari olahraga atau latihan tertentu.
  • Cedera hamstring terdahulu. Jika telah pernah mengalami cedera hamstring sebelumnya, maka akan lebih mungkin mengalami cedera hamstring kembali, terutama apabila mencoba untuk melakukan kembali semua aktivitas sebelum terjadi cedera dan sebelum otot tersebut mempunyai waktu untuk sembuh dan membangun kembali kekuatannya.
  • Fleksibilitas atau kelenturan yang tidak baik. Jika memiliki kelenturan yang terbatas, maka otot mungkin tidak akan dapat menanggung beban dengan kekuatan penuh yang diperlukan pada aktivitas tertentu.
  • Kelelahan otot. Karena otot yang lelah tidak dapat menyerap banyak energi, sehingga otot tersebut rentan terhadap cedera.
  • Pilihan kegiatan. Siapapun dapat mengalami cedera otot, tetapi orang dengan kegiatan tertentu lebih berisiko mengalaminya, seperti pada:
    • Atlet yang berpartisipasi dalam olahraga seperti sepak bola, basket, tenis, lari dan lari cepat (sprint) dan olahraga cabang atletik lainnya.
    • Penari
    • Atlet yang telah berumur dengan program latihan utama adalah berjalan.
    • Atlet remaja yang masih bertumbuh. Cedera otot hamstring seringkali terjadi pada remaja karena tulang dan otot tidak tumbuh pada kecepatan yang sama. Pada saat percepatan pertumbuhan, tulang anak mungkin tumbuh lebih cepat daripada otot anak, sehingga tulang tersebut akan menarik otot dan menyebabkan otot menjadi tegang. Meloncat secara tiba – tiba, peregangan atau benturan dapat merobek otot dari tulang.

Diagnosis

  • Cedera otot hamstring seringkali menemui dokter karena mengalami rasa sakit tiba–tiba dibelakang paha yang terjadi ketika berolahraga.
  • Saat pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan tentang cedera tersebut dan memeriksa pembengkakan, kelemahan dan rasa sakit pada sentuhan pada bagian belakang paha. Lokasi dan intensitas nyeri dapat membantu menentukan berat dan sifat dari kerusakan. Dokter akan menggerakan kaki yang terluka ke posisi yang berbeda-beda untuk membantu menentukan otot yang terluka dan jika memiliki kerusakan pada ligamen atau 
  • Pemeriksaan pencitraan

Cedera hamstring yang parah yaitu dimana otot dapat robek atau bahkan lepas dari tempat melekatnya yaitu panggul atau tulang kering. Terkadang, bagian kecil dari tulang dapat tertarik dari tulang utama (fraktur avulsi) ketika proses pelepasan terjadi. Foto rontgen (X-rays) dapat digunakan untuk memeriksa fraktur avulsi, sementara USG dan MRI dapat memvisualisasi robekan pada otot dan tendon dan menentukan beratnya cedera.

Pengobatan

  • Cedera otot hamstring seringkali menemui dokter karena mengalami rasa sakit tiba–tiba dibelakang paha yang terjadi ketika berolahraga.
  • Saat pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan tentang cedera tersebut dan memeriksa pembengkakan, kelemahan dan rasa sakit pada sentuhan pada bagian belakang paha. Lokasi dan intensitas nyeri dapat membantu menentukan berat dan sifat dari kerusakan. Dokter akan menggerakan kaki yang terluka ke posisi yang berbeda-beda untuk membantu menentukan otot yang terluka dan jika memiliki kerusakan pada ligamen atau 
  • Pemeriksaan pencitraan

Cedera hamstring yang parah yaitu dimana otot dapat robek atau bahkan lepas dari tempat melekatnya yaitu tulang panggul atau tulang kering. Terkadang, bagian kecil dari tulang dapat tertarik dari tulang utama (fraktur avulsi) ketika proses pelepasan terjadi. Foto rontgen (X-rays) dapat digunakan untuk memeriksa fraktur avulsi, sementara USG  dan MRI dapat memvisualisasi robekan pada otot dan tendon dan menentukan beratnya cedera.

Pencegahan

Tidak semua cedera otot hamstring dapat dicegah. Anda mungkin terdapat didalam kelompok yang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami cedera hamstring, seperti pada remaja atau orang dewasa yang lebih tua, atau mengalami benturan tiba–tiba yang menyebabkan cedera.

Oleh karena itu, peregangan secara teratur dan latihan penguatan otot dapat membantu menurunkan risiko cedera hamstring.

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera hamstring, antara lain:

  • Lakukan pemanasan sebelum latihan atau berolahraga, dan lakukan latihan pendinginan setelahnya.
  • Berolahraga atau latihan secara teratur untuk mempertahankan kebugaran jantung dan pembuluh darah serta otot, karena dapat membantu mencegah cedera yang berhubungan dengan kelelahan.
  • Luangkan waktu untuk melakukan latihan peregangan dan latihan penguatan otot dalam latihan rutin mingguan, sehingga dapat membantu mencegah ketidakseimbangan kekuatan otot yang dapat menyebabkan cedera.
  • Mempunyai hari untuk beristirahat diantara latihan fisik yang berat untuk memberikan waktu beristirahat yang cukup bagi tubuh.
  • Cobalah untuk menambahkan latihan kecepatan pada rutinitas latihan untuk mempersiapkan otot hamstring untuk tipe kekuatan yang dapat menyebabkan cedera.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Tarikan atau cedera pada hamstring ringan dapat diobati di rumah. Tetapi penderita harus menemui dokter jika tidak dapat menahan beban pada kaki yang cedera atau jika tidak dapat berjalan lebih dari 4 langkah tanpa sakit yang signifikan.

Apa yang dapat dilakukan

  • Deskripsikan secara rinci mengenai gejala yang dialami.
  • Informasi mengenai masalah medis yang dimiliki.
  • Semua obat dan suplemen yang dikonsumsi.
  • Pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

  • Kapan cedera terjadi dan bagaimana terjadinya?
  • Apakah Anda merasakan sensasi seperti robekan?
  • Apakah ada pergerakan tertentu atau posisi yang meringankan atau memperburuk rasa sakit?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/hamstring-pain#pain-relief
Diakses 6 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hamstring-injury/diagnosis-treatment/drc-20372990
Diakses 6 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hamstring-injury/symptoms-causes/syc-20372985
Diakses 6 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hamstring-injury/
Diakses 6 Desember 2018

Orthoinfo. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/hamstring-muscle-injuries/EW
Diakses 6 Desember 2018

Webmd. https://www.webmd.com/fitness-exercise/hamstring-strain
Diakses 6 Desember 2018

Back to Top