Cedera Engkel

Diterbitkan: 12 Nov 2019 | dr. Reisia Palmina Brahmana
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Cedera engkel atau disebut juga ankle sprain adalah cedera pada jaringan ligamen yang ada pada pergelangan kaki. Ligamen ini berfungsi untuk membantu Anda berjalan secara stabil dan juga membantu pergerakan engkel. Itu sebabnya ketika ligamen tersebut cedera, Anda jadi kesulitan berjalan. Penyebab cedera ini adalah ketika ligamen tersebut dipaksa untuk bergerak di luar batas pergerakan normalnya.

Gejala utama cedera ini adalah nyeri pada engkel yang terjadi tiba-tiba. Berikut beberapa gejala yang menyertai cedera engkel:

  • Nyeri timbul setelah cedera dan berbunyi ‘pop’ ketika bergerak
  • Pergelangan kaki sakit jika disentuh.
  • Merah dan bengkak pada engkel.
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan engkel.
  • Tidak dapat berjalan dengan stabil.

Cedera terjadi ketika ligamen yang ada dalam engkel dipaksa untuk bergerak di luar batas pergerakannya. Hal ini umum terjadi pada kondisi:

  • Terjatuh dengan sepatu hak tinggi.
  • Terjatuh dengan posisi pergelangan kaki yang tidak sesuai
  • Olahraga yang banyak menggunakan pergerakan kaki seperti sepak bola.
  • Olahraga atau berjalan pada permukaan yang tidak rata.

Risiko Anda mengalami cedera engkel akan meningkat jika Anda pernah mengalami cedera pergelangan  kaki sebelumnya.

Dokter akan melakukan tanya jawab dan pemeriksaan fisik untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan fisik yang dilakukan adalah:

  • Palpasi: Dokter akan meraba engkel yang cedera.
  • Pergerakan: Dokter akan melihat apakah engkel dapat bergerak secara normal atau tidak

Pemeriksaan yang mungkin dianjurkan adalah foto sinar X, USG, CT Scan atau MRI namun pemeriksaan ini tidak selalu diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Penanganan terhadap kondisi ini dapat dilakukan di rumah. Penanganan tersebut disebut sebagai metode R.I.C.E, yang kepanjangannya adalah:

  • Rest / Istirahat

Mengistirahatkan engkel yang mengalami cedera dan tidak sering menggerakannya. Waktu istirahat yang diperlukan umumnya hingga tiga hari.

  • Ice/ Es

Kompres engkel dengan kain dan es batu. Es batu memberikan efek dingin yang dapat meredakan bengkak dan kemerahan pada engkel.

  • Compression/ Penekanan

Engkel dibalut dengan perban dengan tujuan meredakan bengkak pada engkel.

  • Elevation/ Penaikan

Menaikan kaki lebih tinggi dari jantung saat berbaring dapat membantu meredakan bengkak.

Dokter juga akan memberikan obat minum yang berfungsi sebagai pereda rasa sakit. Obat yang umumnya diberikan adalah golongan NSAIDs (non-steroidal anti inflammatory drugs) seperti ibuprofen. Selain itu, dokter juga dapat menyarankan penggunaan tongkat atau alat bantu berjalan lainnya.

Selain dengan obat-obatan, penanganan dengan tindakan operasi dapat dilakukan apabila cedera tidak kunjung membaik dengan obat-obatan, tindakan yang dapat dilakukan adalah:

  • Artroskopi: prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jaringan, caranya adalah dengan menggunakan selang elastis dengan kamera pada bagian ujungnya.
  • Tindakan operasi pembedahan: jika terdapat robekan pada jaringan maka akan dilakukan penggantian jaringan.

Proses pemulihan engkel yang cedera dapat dioptimalkan dengan fisioterapi, biasanya membutuhkan waktu 6-12 minggu untuk kembali seperti semula.

Hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah cedera engkel adalah:

  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga.
  • Gunakan sepatu yang ukuranya tepat untuk Anda.
  • Gunakan sepatu olahraga ketika berolahraga.
  • Gunakan ankle support pada saat berolahraga jika Anda pernah mengalami cedera engkel sebelumnya.

Segeralah mencari pertolongan medis bila Anda mengalami gejala cedera engkel seperti di atas.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami cedera engkel?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.

Mayoclinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sprained-ankle/symptoms-causes/syc-20353225.
Diakses 8 November 2019

Orthoinfo. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/sprained-ankle/
Diakses 8 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/ankle-sprain#2
Diakses 8 November 2019

Planchar Orthopedic Sport and Medicine. https://plancherortho.com/exercise-after-an-ankle-sprain/.
Diakses 8 November 2019

Artikel Terkait