Penyakit Lainnya

Cedera Brachial Plexus

Diterbitkan: 07 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Cedera Brachial Plexus
Brachial plexus dapat menimpa orang dewasa hingga bayi.
Cedera brachial plexus adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan saraf brachial plexus. Cedera tersebut dapat terjadi diakibatkan saraf yang tertekan, tertarik, robek, atau putus.Brachial plexus merupakan sekelompok jaringan saraf yang saling bertautan dan berada di leher, dada bagian atas, dan ketiak. Brachial plexus tersusun atas lima saraf yang memiliki fungsi berbeda-beda.Fungsi saraf tersebut berperan dalam pergerakan dan sensor tangan, lengan, serta bahu. Cedera pada saraf yang satu akan memberikan keluhan yang berbeda dengan cedera pada saraf lainya.Cedera brachial plexus tingkat ringan umum terjadi pada atlet olahraga yang banyak melibatkan adu badan antar pemain, seperti gulat atau bisbol. Namun brachial plexus pada bayi juga dapat terjadi saat proses kelahiran.Sementara cedera brachial plexus tingkat berat biasanya dialami oleh korban kecelakaan kendaraan bermotor. Lebih lanjut, ada beberapa jenis cedera brachial plexus, yaitu:
  • Brachial plexus neuropraxia
Kondisi ini terjadi saat saraf meregang hingga menimbulkan cedera. Ada dua penyebab utama kondisi ini terjadi, yaitu karena tekanan dan tarikan. Brachial plexus karena tekanan biasa terjadi pada orang yang lebih tua, sementara yang disebabkan karena tarikan biasa terjadi pada anak muda.
  • Brachial plexus rupture (sobek)
Kondisi ini terjadi saat saraf meregang sampai robek. Robekan tersebut dapat terjadi pada sebagian atau seluruh saraf. Kondisi ini lebih parah dibanding brachial plexus neuropraxia karena sobeknya jaringan saraf dapat menyebabkan otot-otot tertentu tak dapat digunakan. Kondisi ini lebih sering diobati melalui operasi.
  • Brachial plexus neuroma
Kadang-kadang saat jaringan saraf cedera, misalnya saat luka karena operasi, jaringan luka dapat terbentuk ketika saraf sedang dalam proses penyembuhan. Jaringan luka tadi disebut neuroma, dan dapat menyebabkan saraf kusut yang menghasilkan rasa sakit pada salah satu jaringan saraf brachial plexus. Kondisi ini sering ditangani lewat operasi, di mana jaringan saraf yang luka akan diangkat.
  • Brachial neuritis
Kondisi ini disebut juga sindrom Parsonage Turner. Brachial neuritis merupakan kondisi yang langka terjadi dan dapat mengakibatkan munculnya rasa sakit pada bahu dan lengan bagian atas. Rasa sakit ini kemudian akan membuat otot melemah dan kehilangan massa otot, Sindrom ini biasanya juga menyebar pada kaki dan diafragma (rongga dada). Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, tapi kemungkinan terkait pada respons autoimun yang dipicu oleh infeksi, cedera, kelahiran, atau faktor lain.
  •  Brachial plexus avulsion
Kondisi ini terjadi saat urat saraf terpisah secara utuh dari saraf tulang belakang. Cedera ini biasanya disebabkan oleh benturan karena kecelakaan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit yang amat sangat. Terpisahnya urat saraf dari saraf tulang belakang merupakan hal yang amat sangat sulit disembuhkan, kondisi ini biasanya berujung pada kelumpuhan atau hilangnya sensasi pada otot secara permanen.Baca juga: Mengenal Sistem Saraf pada Manusia dan Cara Kerjanya
 
Cedera Brachial Plexus
Dokter spesialis Saraf, Ortopedi
GejalaKelemahan pada bahu, tidak dapat mengangkat lengan, sensasi mati rasa pada bahu
Faktor risikoOlahraga kontak, kecelakaan kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, elektromiografi (EMG), MRI
PengobatanFisioterapi, operasi
ObatKortikostreoid, antinyeri
 
KomplikasiSendi kaku, mati rasa, atrofi otot
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala cedera brachial plexus
Gejala cedera brachial plexus berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera. Mari simak penjelasannya di bawah ini:
  • Upper-trunk palsy injury
Keluhan pada tipe ini meliputi kelemahan pada bahu untuk mengangkat lengan. Penderita tidak dapat mengangkat lengan dan muncul sensasi mati rasa pada bahu. 
  • Lower-trunk palsy injury
Gejala cedera ini bisa berupa penderita yang tidak bisa menggerakkan tangannya. Sementara fungsi lengan dan sikunya masih normal, namun akan berangsur-angsur menurun.Jari tangan penderita juga sulit untuk digerakkan, jari manis dan kelingkingnya akan mati rasa. Lama-kelamaan, jari-jari tangan penderita akan membentuk posisi seperti mencakar.
  • Pan-plexus palsy injury
Kerusakan pada saraf ini tergolong sangat parah. Akibatnya, penderita sama sekali tidak mampu menggerakkan lengan maupun tangannya.Baca jawaban dokter: Kenapa bahu saya nyeri dan mati rasa sampai dengan jari tangan?
 
Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab sekaligus faktor risiko dari cedera brachial plexus meliputi:
  • Olahraga yang banyak melibatkan adu badan
Olahraga jenis ini disebut contact sport. Contohnya, gulat, basket, sepak bola, football, dan banyak lagi.
  • Trauma fisik
Cedera brachial plexus juga umum disebabkan oleh trauma fisik. Mulai dari kecelakaan bermotor, terjatuh, hingga luka tembak.
  • Proses melahirkan yang sulit
Brachial plexus bisa pula terjadi pada bayi saat proses kelahiran yang sulit. Misalnya, bayi sungsang atau ukuran bayi yang besar dan pinggul ibu yang sempit.
  • Tumor dan pengobatan kanker
Apabila ada tumor yang tumbuh di dekat brachial plexus, bukan tidak mungkin tumor ini akan menekan saraf-saraf di sekitarnya. Selain itu, pengobatan untuk mengatasi kanker juga bisa memiliki efek samping terhadap brachial plexus berupa kerusakan saraf.
Sama seperti penyakit lainnya, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami secara mendetail pada awal pemeriksaan. Demikian pula dengan faktor risiko dari cedera brachial plexus yang mungkin Anda miliki.Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat fungsi saraf. Serangkaian pemeriksaan penunjang berikut juga mungkin dilakukan guna memastikan diagnosis cedera brachial plexus:
  • Electromyography (EMG)
Electromyography dilakukan dengan menusukkan jarum elektroda ke otot-otot yang akan diperiksa. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat meninjau aktivitas listrik yang dihasilkan ketika otot bergerak dalam fase kontraksi dan relaksasi.
  • MRI
Pemeriksaan ini dapat menunjukkan struktur saraf dan seberapa besar kerusakan yang dialami oleh saraf.
  • Computerized tomography (CT) myelography
Ketika hasil MRI kurang jelas, CT myelography akan dilakukan. Pasalnya, fungsi pemeriksaan ini sama dengan MRI, namun dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan saraf Anda.Sebelum menjalani CT myelography, dokter akan menyuntikkan cairan kontras ke saraf tulang belakang. Cairan ini akan tampak pada serangkaian foto X-ray yang akan diambil.
Pengobatan cedera brachial plexus tergantung pada tingkat keparahan cedera. Secara umum, penanganannya dibagi menjadi dua kategori, yakni dengan operasi dan tanpa operasi. 

Penanganan tanpa operasi

Cedera brachial plexus ringan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan operasi. Sebagai gantinya, pasien dapat melakukan fisioterapi untuk mencegah otot menjadi kaku.Fisioterapi harus dilakukan dengan bimbingan fisioterapis profesional dan berlisensi, serta pengawasan dokter. Dengan ini, proses penyembuhan bisa berjalan dengan lancar.Selain itu, ada juga beberapa cara pengobatan yang dapat membantu pada proses penyembuhan, antara lain:
  • Penggunaan krim atau suntikan kortikosteroid untuk membantu meredakan rasa nyeri saat proses penyembuhan.
  • Alat-alat bantu gerak anggota tubuh seperti splint untuk tangan
  • Obat-obatan antinyeri untuk meredakan rasa sakit
  • Terapi khusus yang berfokus pada kegiatan sehari-hari seperti memakai baju dan memasak, biasanya diterapkan pada cedera brachial plexus

Penanganan dengan operasi

Cedera brachial plexus yang berat akan membutuhkan operasi. Beberapa jenis operasi yang bisa disarankan oleh dokter meliputi:
  • Nerve repair
Dalam prosedur ini, ahli bedah memasang kembali dua tepi saraf yang terputus. Perbaikan saraf biasanya dilakukan segera, seperti pada cedera akibat luka tusuk. 
  • Cangkok saraf alias nerve graft
Sebagian saraf yang rusak akan diambil dan diganti dengan saraf yang sehat dari bagian tubuh lain penderita.
  • Cangkok saraf atau nerve transfer
Operasi ini dilakukan bila ada saraf yang terputus dari saraf tulang belakang. Saraf ini akan diangkat dan diganti dengan saraf lain. Saraf pengganti yang masih berfungsi akan disambungkan ke saraf yang bermasalah.
  • Cangkok tendon dan otot (tendon and muscle transfer)
Operasi ini dilakukan dengan mencangkok otot maupun tendon dari bagian lain tubuh, lalu menyambungkannya ke saraf dan pembuluh darah di lengan Anda yang bermasalah. Dengan ini, fungsi lengan pun bisa diselamatkan.

Komplikasi

Jika tidak diobati dengan baik, brachial plexus dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Sendi yang kaku
Apabila terjadi kelumpuhan pada lengan atau tangan, sendi-sendi pada bagian tubuh tersebut dapat menjadi kaku. Hal ini akan menyulitkan pergerakan, bahkan saat lengan atau tangan sudah sembuh. Untuk menghindari hal ini terjadi, dokter kemungkinan akan menyarankan terapi fisik selama proses penyembuhan.
  • Rasa nyeri
Rasa nyeri dapat timbul karena kerusakan saraf, dan dapat berujung kronis.
  • Mati rasa atau kebas
Jika lengan atau tangan kebas, ada risiko mengalami luka tanpa terasa/sadar.
  • Atrofia pada otot
Saraf tumbuh dengan lambat, bisa mencapai beberapa tahun dalam penyembuhannya. Selama itu, kurangnya penggunaan saraf pada anggota tubuh yang terluka dapat menyebabkan otot anggota tubuh tersebut mengalami kerusakan.
  • Cacat permanen
Proses penyembuhan setelah cedera pada brachial plexus bergantung pada beberapa faktor pada pasien seperti umur serta tipe, lokasi, dan tingkat keparahan pada cedera. Bahkan setelah operasi, kejadian seperti melemahnya otot atau kelumpuhan otot secara permanen dapat terjadi pada beberapa pasien.Baca juga: Gejala Gangguan Saraf dan Pilihan Pengobatannya
 
Cedera brachial plexus seringkali terjadi karena kecelakaan. Oleh karena itu, pencegahan cedera brachial plexus yang bisa Anda lakukan hanyalah meningkatkan kewaspadaan ketika berolahraga maupun berkendara.Pastikan Anda menggunakan alat pelindung yang diperlukan. Misalnya, helm saat mengendarai motor.Sementara untuk mencegah komplikasi kekakuan otot akibat cedera ini, Anda disarankan untuk menjalani fisioterapi dan latihan otot di bawah bimbingan fisioterapis profesional dan pengawasan dokter.
 
Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala cedera brachial plexus maupun cedera pada umumnya.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cedera brachial plexus, misalnya terjatuh atau kecelakaan?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis cedera brachial plexus. Dengan ini, penanganan yang tepat pun bisa dilakukan.
Ortho Info. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/brachial-plexus-injuries
Diakses pada 15 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brachial-plexus-injury/symptoms-causes/syc-20350235
Diakses pada 15 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email