Cat Scratch Disease

Cat scratch disease a adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae yang dibawa oleh kucing. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan dan cakaran kucing, atau jilatan kucing pada luka terbuka.

Gejala penyakit yang disbeut juga dengan nama cat scratch fever ini akan muncul dalam 3-14 hari. Pada kebanyakan orang, penyakit ini dapat sembuh sendiri dalam dua hingga empat bulan.

Gejala cat scratch disease biasanya terjadi beberapa hari setelah Anda mengalami gigitan, cakaran, atau jilatan kucing. Indikasi penyakit ini umumnya berupa:

  • Pembengkakan dan kulit kemerahan pada bekas gigitan, cakaran, atau jilatan kucing. Luka ini juga bisa menjadi koreng dan dapat mengandung nanah.
  • Demam. Suhu tubuh penderita umumnya tidak terlalu tinggi, misalnya di bawah 39 derajat Celcius.
  • Sangat lelah.
  • Tidak nafsu makan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini bisa tampak seperti benjolan kecil di dekat dengan area gigitan, cakaran, atau jilatan kucing.

Cat scratch disease umumnya tidak memicu keluhan yang parah. Namun sebagian orang bisa mengalami gejala yang parah. Misalnya pada anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah (seperti penderita HIV dan AIDS maupun orang yang menjalani kemoterapi untuk mengatasi kanker) .

Pada kelompok orang tersebut, cat scratch disease dapat menyebabkan gangguan pada sendi, mata, otak, jantung, tulang dan organ-organ lainnya.

Bakteri penyebab cat scratch disease adalah Bartonella henselae. Kucing membawa bakteri ini dalam air liur dan kukunya.

Bakteri Bartonella henselae berpindah ke tubuh kucing melalui kutu atau ketika terjadi kontak dengan kucing lain yang sudah memiliki bakteri ini.

Mayoritas kucing pembawa bakteri tidak menunjukkan gejala apapun. Namun sebagian di antaranya mungkin mengalami infeksi pada mata, mulut, atau saluran kemih.

Dokter umumnya memastikan diagnosis cat scratch disease berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Proses tanya jawab

Dokter akan menanyakan keluhan yang Anda alami serta riwayat gigitan, cakaran, dan jilatan kucing yang mungkin Anda alami.

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengecek bekas gigitan, cakaran, atau jilatan kucing. Ada tidaknya pembengkakan pada kelenjar getah bening juga akan diperiksa.

  • Pemeriksaan penunjang 

Tes darah bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis cat scratch disease dan pemeriksaan jaringan  yang diambil dari kelenjar getah bening yang terkena.

Kebanyakan kasus cat scratch disease tidak memerlukan antibiotik. Penderita dapat sembuh tanpa obat dalam dua hingga delapan minggu. Namun, untuk kasus yang menyebar ke organ hati,limpa, mata, dan sistem saraf pusat, obat antibiotik diperlukan. 

Pengobatan cat scratch disease bertujuan mengurangi keluhan yang dirasakan oleh pasien. Beberapa contoh obat yang bisa diresepkan oleh dokter meliputi:

Obat kortikosteroid juga terkadang diberikan oleh dokter, namun hanya bila pasien benar-benar membutuhkannya.

Beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah cat scratch disease:

  • Segera mencuci luka bekas gigitan atau cakaran kucing dengan air mengalir dan sabun. Demikian pula dengan jilatan kucing.
  • Selalu mencuci tangan setelah menyentuh kucing.
  • Tidak memelihara anak kucing. Pasalnya, anak kucing lebih sering membawa bakteri Bartonella henselae dibanding kucing dewasa.
  • Rutin memotong kuku kucing peliharaan Anda.
  • Memeriksakan kesehatan kucing secara rutin ke dokter hewan.
  • Tidak membiarkan kucing bermain ke luar rumah.
  • Menggunakan produk antikutu pada kucing.
  • Jangan bermain atau menyentuh kucing liar.

Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami gejala cat scratch disease, terutama apabila: 

  • Gigitan atau cakaran kucing tidak tampak membaik dalam beberapa hari.
  • Anak Anda atau Anda demam selama beberapa hari setelah digigit atau dicakar kucing.
  • Kulit kemerahan di sekitrar gigitan atau cakaran kucing terus menyebar.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang penderita rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda untuk mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah beberapa hari sebelumnya pernah terjadi kontak dengan kucing?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis dan apa saja pengobatan yang telah dicoba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis cat scratch disease. Pengobatan pun bisa diberikan dengan tepat.

CDC. https://www.cdc.gov/healthypets/diseases/cat-scratch.html
Diakses pada 18 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/cat-scratch-fever#1
Diakses pada 18 November 2019

Medscape. hhttps://emedicine.medscape.com/article/214100-overview#a2
Diakses pada 18 November 2019

American Family Physician. https://emedicine.medscape.com/article/214100-overview#a5
Diakses pada 18 November 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/cat-scratch.html
Diakses pada 18 November 2019

Artikel Terkait