Kulit & Kelamin

Cantengan

19 May 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Cantengan
Terlalu sering menggunakan sepatu yang tidak sesuai ukuran dapat menyebabkan cantengan.
Cantengan adalah kondisi kuku yang menancap atau tumbuh ke dalam jari. Cantengan sering menyebabkan sakit, bahkan kadang bisa berkembang menjadi infeksi. Beruntung, kondisi ini bisa diredakan dengan langkah sederhana di rumah.Pada kebanyakan kasus, cantengan dapat sembuh sendiri. Namun saat nyeri cantengan terasa parah atau menyebar, dokter akan mengambil langkah untuk membantu dalam meringankan ketidaknyamanan. Tindakan medis juga sekaligus mencegah komplikasi dari pertumbuhan kuku ke dalam.Jika penderita memiliki diabetes atau kondisi lain yang menyebabkan peredaran darah terhambat, risiko komplikasi cantengan akan lebih tinggi daripada orang tanpa penyait tersebut. 
Cantengan
Dokter spesialis Kulit
GejalaRasa sakit, kemerahan, bengkak di ujung jari kaki
Faktor risikoAtlet, penggunaan sepatu yang terlalu kecil atau besar, kebersihan kaki yang buruk
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, foto rontgen
PengobatanObat-obatan, pengangkatan kuku
ObatAntiperadangan, antibiotik 
KomplikasiInfeksi tulang
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami nyeri, kemerahan, dan terdapat nanah pada ujung jari kaki 
Kuku jari yang tumbuh ke dalam adalah gangguan umum yang sering terjadi dan memengaruhi bagian tepi luar kuku. Ibu jari kaki adalah daerah yang paling sering terjadi. Tanda dan gejala yang paling umum terjadi adalah rasa sakit, kemerahan, dan pembengkakan di ujung kuku kaki.
  • Pada tahap awal, ujung jari kaki menjadi kemerahan dan nyeri dengan pembengkakan ringan. Kulit disekitarnya akan terasa hangat saat disentuh, meskipun belum terdapat nanah dan demam.
  • Pada tahap lanjut, kulit dan jaringan ekstra akan tumbuh di sekitar titik tajam pada kuku. Pembengkakan akan menjadi lebih parah dan terdapat nanah. Pada tahap ini demam dapat terjadi.
 
Sepatu yang tidak pas dengan ukuran kaki dan kuku kaki yang tidak dipotong dengan benar dapat menyebabkan cantengan. Kulit di sekitarnya akan menjadi merah dan infeksi.Cantengan dapat terjadi ketika terdapat tekanan tambahan pada kaki. Tekanan ini disebabkan oleh sepatu yang terlalu ketat atau tidak pas. Sering berjalan atau berolahraga, sepatu yang ketat dan tidak pas tersebut dapat menyebabkan cantengan.Kelainan bentuk kaki juga dapat menambah tekanan pada jari kaki. Selain itu, kuku yang tidak dipotong dengan benar dapat menyebabkan cantengan. Contoh pemotongan kuku yang tidak benar, antara lain:
  • Kuku kaki yang dipotong terlalu pendek, atau jika ujungnya bulat dibandingkan dipotong lurus dapat menyebabkan kuku melengkung dan tumbuh kedalam.
  • Penglihatan yang minim. Ketidakmampuan untuk mencapai kuku kaki dengan mudah atau memiliki kuku yang tebal dapat menyebabkan kesulitan untuk dipotong.
  • Mencabut atau merobek ujung kuku dapat menyebabkan cantengan.
Selain itu, kemungkinan lain yang dapat menyebabkan cantengan adalah:
  • Alas kaki. Sepatu dan kaus kaki yang memadati jari kaki dan kuku dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cantengan.
  • Cedera kuku jari kaki, seperti menjatuhkan sesuatu pada ujung jari kaki, menendang sesuatu yang keras, dan kecelakaan lain.
  • Kelengkungan kaki yang tidak biasa.
  • Postur. Postur ketika seseorang berjalan atau berdiri dapat memengaruhi kemungkinan terjadinya cantengan.
  • Kebersihan kaki yang buruk atau keringat berlebihan. Jika kulit di jari kaki lembap dan hangat, ada kemungkinan kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.
  • Faktor keturunan.
 
Dokter dapat mendiagnosis cantengan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik dari kuku dan kulit di sekitarnya.Dokter akan mengevaluasi kuku kaki dengan bertanya apakah terdapat riwayat cedera, masalah medis lainnya, penggunaan obat-obatan, alergi, dan riwayat vaksin tetanus.Pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter meliputi: 
  • Pemeriksaan tanda-tanda vital, seperti suhu, denyut nadi, dan tekanan darah
  • Pemeriksaan terperinci pada kaki dan kuku kaki
  • Rontgen kaki
  • Tes darah jika terdapat infeksi berat atau riwayat diabetes
 
Pengobatan cantengan bisanya dilakukan mandiri di rumah. Namun, jika perawatan mandiri tersebut tidak membuahkan hasil, maka beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain:
  •  Menaikkan posisi kuku
Untuk cantengan ringan (sakit dan kemerahan tanpa nanah), dokter dengan perlahan akan mengangkat cantengan dan meletakkan kapas atau benang di bawahnya. Hal ini memisahkan kuku dari kulit dan membantu kuku untuk tumbuh di atas kulit. Di rumah, Anda harus merendam kaki dan menggantinya setiap hari.
  • Mengangkat sebagian kuku
Untuk cantengan yang parah (dengan nanah), dokter akan menggunting atau menghilangkan bagian dari cantengan.
  • Mengangkat kuku dan jaringan
Jika memiliki masalah cantengan berulang dengan kuku yang sama, dokter akan menyarankan menghilangkan bagian dari kuku bersama dengan jaringan kulit di bawahnya. Prosedur ini dapat mencegah bagian dari kuku tersebut tumbuh. Dokter akan menggunakan zat kimia, laser, atau metode lain. 

Komplikasi cantengan

Jika tidak diobati, cantengan dapat menginfeksi tulang dan menyebabkan infeksi tulang yang serius. Komplikasi dapat menjadi parah jika penderita juga memiliki diabetes yang dapat menyebabkan tidak lancarnya aliran darah dan kerusakan saraf.Luka kecil dan cantengan yang tidak sembuh dengan benar dapat menjadi infeksi. Luka terbuka yang tidak kunjung sembuh kadang membutuhkan operasi untuk mencegah pembusukan dan kematian jaringan. Gangren (kematian jaringan) terjadi akibat gangguan aliran darah pada area tubuh. 
Untuk mencegah kuku kaki cantengan, tips yang dapat dilakukan adalah:
  • Jangan potong kuku terlalu pendek
  • Potong kuku dalam garis lurus dan tidak membulat di sudut
  • Jangan gunakan sepatu dan kaus kaki yang terlalu sempit atau tidak pas dikaki. Sepatu harus memiliki panjang dan lebar yang tepat sehingga jari-jari kaki tidak berdesakan. Sepatu yang sempit menyebabkan tekanan yang berlebihan
  • Jangan menggunakan sepatu yang terlalu longgar. Jari-jari kaki bisa mengenai ujung sepatu, ini juga dapat menambah tekanan pada kaki
  • Jaga kebersihan kuku dan pastikan dalam keadaan kering
 
Segera kunjungi dokter apabila Anda menderita gejala-gejala berikut:
  • Bila mengalami ketidaknyamanan yang parah pada kaki, nanah, atau kemerahan yang terlihat segera konsultasikan ke dokter
  • Diabetes atau kondisi lain yang menyebabkan tidak lancarnya aliran darah pada kaki dan mengalami sakit atau infeksi.
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cantengan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cantengan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ingrown-toenails/diagnosis-treatment/drc-20355908
Diakses pada 29 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001237.htm
Diakses pada 29 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ingrown-toenail
Diakses pada 29 November 2018
Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/166268.php
Diakses pada 2 September 2019
Emedicine. https://www.emedicinehealth.com/ingrown_toenails/article_em.htm#what_specialists_treat_ingrown_toenails
Diakses pada 3 September 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email