Campak

Ditinjau dr. Reni Utari
Campak adalah infeksi virus rubeola yang umum terjadi pada anak-anak
Demam, ruam pada kulit, maupun sakit tenggorokan merupakan gejala umum dari penyakit campak.

Pengertian Campak

Campak adalah infeksi pada anak yang disebabkan oleh virus. Dahulu campak merupakan penyakit yang umum dialami oleh setiap anak, namun saat ini dapat dicegah dengan vaksinasi. Penyakit ini disebut juga rubeola. Campak dapat menjadi serius, bahkan mematikan untuk anak-anak. Semua orang dapat terkena campak terutama apabila mereka belum di vaksinasi atau belum pernah terkena campak sebelumnya. Meskipun penyakit ini umum terjadi pada anak. Infeksi biasanya sembuh sekitar 7 sampai 10 hari.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala dan tanda infeksi campak akan muncul sekitar 10–14 hari setelah terkena virus. Gejala tersebut meliputi :

  • Demam
  • Batuk kering
  • Hidung yang berair
  • Sakit tenggorokan
  • Mata meradang (konjungtivitis)
  • Terdapat bercak pada langit-langit mulut berupa titik-titik putih keabuan dengan bagian tengah kemerahan yang kemudian dapat menyebar ke seluruh mukosa mulut dan bibir, yang disebut sebagai bercak koplik
  • Ruam kulit yang besar, bercak yang akan terus muncul pada tubuh

Infeksi virus yang menyebabkan penyakit campak memiliki beberapa tahap dalam 2-3 minggu:

  • Infeksi dan inkubasi. Untuk 10-14 hari pertama setelah seseorang terinfeksi dengan virus campak, penderita mengalami masa inkubasi (masa dari penularan penyakit sampai munculnya gejala) terutama apabila penderita tidak menunjukkan tanda atau gejala dari campak dalam masa-masa ini.
  • Tanda dan gejala yang tidak spesifik. Campak dimulai dengan demam yang ringan, sering disertai dengan batuk, hidung berair, mata meradang dan sakit tenggorokan. Gejala ini biasanya muncul selama 2-3 hari.
  • Sakit dan ruam. Ruam terdiri dari titik merah kecil, beberapa terlihat seperti bercak. Titik dan bercak tersebut mengelompok satu sama lain yang menyebabkan kulit berwarna merah. Campak akan muncul pertama pada wajah. Dalam beberapa hari, ruam akan menyebar ke tangan dan tubuh, kemudian ke paha, betis dan juga telapak kaki. Saat yang sama, penderita juga akan mengalami demam yang naik secara drastis sekitar 40- 41C. Ruam campak akan surut, dimulai dari wajah dan yang terakhir adalah paha dan telapak kaki.
  • Periode penularan. Orang dengan campak dapat menyebarkan virus campak kepada orang lain dalam waktu 8 hari, penyebaran dimulai 4 hari sebelum ruam muncul dan berakhir 4 hari setelah ruam muncul.

Penyebab

Campak disebabkan oleh infeksi virus rubeola. Virus ini hidup di lendir hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi. Penyakit ini menular selama 4 hari sebelum ruam muncul, dan terus menular sekitar 4 hingga 5 hari setelahnya. Ketika penderita campak batuk, bersin atau berbicara, titik udara yang terinfeksi akan disemprotkan ke udara di mana orang lain dapat menghirup mereka. Titik udara yang terinfeksi juga dapat menetap di permukaan suatu benda, dimana mereka akan tetap aktif (hidup) dan menular untuk beberapa jam. Seseorang dapat melakukan kontak dengan virus tersebut dengan meletakan jari ke dalam mulut, atau hidung atau mengusap mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi. 90 persen orang yang rentan dan melakukan kontak terhadap penderita campak, maka akan terinfeksi virus.

Faktor risiko

  • Tidak divaksin. Jika seseorang belum pernah divaksin untuk campak, orang tersebut akan mengembangkan virus campak
  • Bepergian keluar negeri. Jika seseorang bepergian ke negara berkembang, dimana campak sangat umum ditemui, orang tersebut akan memiliki risiko tinggi terkena virus campak.
  • Kekurangan vitamin A. Jika seseorang tidak memiliki vitamin A yang cukup, orang tersebut akan mengalami gejala yang lebih buruk dan komplikasi apabila tertular campak

Komplikasi

  • Infeksi telinga. Salah satu komplikasi yang paling umum pada campak adalah infeksi telinga
  • Bronkitis, laringitis atau croup. Campak akan menyebabkan peradangan pada kotak suara (laring) atau peradangan pada dinding bagian dalam saluran udara dari paru-paru (pipa bronkus)
  • Pneumonia atau radang paru-paru. Pneumonia adalah komplikasi umum dari campak. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah dapat mengembangkan pneumonia dengan mudah dan terkadang menjadi fatal.
  • Ensefalitis (Peradangan otak). Sekitar 1 dari 1000 orang dengan campak mengembangkan komplikasi yang disebut ensefalitis. Ensefalitis terjadi tepat setelah campak atau mungkin tidak terjadi sampai berbulan bulan kemudian.
  • Masalah kehamilan. Wanita yang sedang hamil memerlukan perawatan khusus karena penyakit ini dapat mengakibatkan kelahiran prematur dengan berat yang rendah dan kemungkinan kematian.

Diagnosis

Dokter mendiagnosis campak dengan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat tanda dan gejalanya. Tes darah mungkin dilakukan untuk mengonfirmasi keberadaan virus rubeola.

Pengobatan

Tidak ada perawatan yang khusus untuk campak. Kondisi campak biasanya membaik dalam 7–10 hari. Dokter akan menyarankan untuk melakukan perawatan di rumah sampai penderita merasa lebih baik. Tetap berada di rumah selama 4 hari dari saat munculnya ruam untuk mengurangi risiko penularan campak. Penderita juga harus mencoba mengurangi kontak dengan orang yang rentan terhadap infeksi, seperti anak kecil dan wanita hamil. Jika gejala dari campak menyebabkan rasa tidak nyaman pada penderita, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati gejala ini sembari menunggu sistem kekebalan tubuh yang melawan virus.

  • Obat penurun demam. Parasetamol dan ibuprofen dapat mengurangi demam dan ketidaknyamanan akibat gatal atau sakit. Parasetamol dalam bentuk cairan dapat digunakan untuk anak kecil. Aspirin tidak disarankan untuk anak di bawah 16 tahun. Konsultasikan dengan apoteker jika tidak yakin obat yang cocok untuk anak-anak.
  • Minum banyak cairan. Jika anak memiliki suhu tubuh tinggi, pastikan mereka minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Minum banyak cairan akan mengurangi ketidaknyamanan pada tenggorokan akibat batuk.
  • Mengobati mata sakit atau bengkak. Penderita dapat membersihkan lipatan mata dan bulu mata dengan cotton bud yang dimasukan ke dalam air.
  • Meredakan gejala pilek. Melembabkan udara membantu meringankan gejala pilek dan batuk. Mengonsumsi minuman yang hangat, terutama yang mengandung lemon atau madu, juga dapat membantu merelaksasi saluran udara, lendir dan mengurangi batuk. Madu tidak disarankan untuk bayi yang kurang dari 12 bulan.

Pencegahan

Jika seseorang dalam satu tempat tinggal terkena campak, lakukan beberapa tindakan pencegahan untuk melindungi teman dan keluarga dari infeksi campak:

  • Vaksinasi. Pastikan bahwa orang yang memiliki risiko terinfeksi campak dan belum sepenuhnya menerima vaksinasi, untuk mendapatkan vaksin secepatnya.
  • Isolasi. Karena campak sangat menular sebelum 4 hari sampai 4 hari sesudah keluarnya ruam, orang dengan campak tidak seharusnya melakukan aktivitas yang berhubungan dengan orang lain dalam waktu ini. Hal ini juga penting untuk menjaga orang yang tidak di imunisasi untuk tetap jauh dari orang yang terinfeksi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penderita harus menghubungi dokter secepatnya setelah merasa terkena campak. Ada baiknya untuk menghubungi terlebih dahulu, karena dokter akan membuat waktu khusus agar virus campak tidak menular kepada yang lain. Seseorang harus menemui dokter apabila melakukan kontak dengan penderita campak terutama apabila orang tersebut :

  • Tidak mengikuti prosedur vaksinasi secara berkala, dalam kasus ini 2 dosis vaksin MMR
  • Tidak pernah terkena campak sebelumnya

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda atau anak Anda menderita campak, segera kunjungi dokter. Beberapa hal yang dapat Anda siapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter misalnya:

  1. Tuliskan semua gejala yang Anda atau anak Anda alami
  2. Jelaskan mengenai informasi pribadi, termasuk riwayat perjalanan terakhir
  3. Tulislah daftar obat, vitamin atau suplemen yang Anda atau anak Anda minum
  4. Siapkan pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter, di antaranya:
    • Apa yang menjadi penyebab gejala campak?
    • Apakah ada kemungkinan penyebab lain?
    • Perawatan apa yang tersedia, dan mana yang dokter rekomendasikan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin meminta Anda untuk datang sebelum atau sesudah jam kerja untuk mengurangi risiko penularan terhadap orang banyak. Dokter kemungkinan akan menanyakan sejumlah pertanyaan kepada, seperti:

  • Apakah Anda atau anak Anda sudah divaksinasi campak?
  • Kapan Anda atau anak Anda vaksin campak?
  • Apakah Anda atau anak Anda ke luar negeri baru-baru ini?
  • Apakah keluarga di rumah sudah divaksinasi campak?
Referensi

CDC. https://www.cdc.gov/measles/about/signs-symptoms.html
Diakses pada 2 April 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298
Diakses pada 2 April 2019.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/37135.php
Diakses pada 2 April 2019.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/measles/treatment/
Diakses pada 2 April 2019.

Back to Top