Infeksi

Campak

Diterbitkan: 23 Apr 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Campak
Demam, ruam pada kulit, maupun sakit tenggorokan merupakan gejala umum dari penyakit campak.
Campak adalah penyakit menular yang mempunyai ciri khas munculnya ruam merah datar di seluruh tubuh penderitanya. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan bahkan fatal, terutama pada bayi dan anak kecil.Penularan virus campak bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita dan lewat udara. Virus campak pertama akan masuk ke saluran pernapasan, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.Gejala pertama penyakit ini biasanya dimulai dengan demam selama 4-7 hari, diikuti dengan batuk serta hidung meler. Ruam merah datar kemudian mulai muncul di leher dan wajah, dan menyebar ke seluruh tubuh.Sebelum ditemukan vaksin campak pada tahun 1963, epidemik terjadi di seluruh dunia tiap 2-3 tahun sekali. Diperkirakan terdapat 2,6 juta kematian setiap tahunnya akibat campak.Saat ini, penyakit campak bisa dicegah dengan menjalani vaksinasi. Meskipun angka penyakit sudah turun drastis, jumlah kematian akibat campak diperkirakan 100.000 jiwa per tahun, dengan angka kematian tertinggi pada anak berusia di bawah lima tahun (balita).Baca juga: Mengenal Pentingnya Imunisasi Campak pada Bayi 
Campak
Dokter spesialis Anak, Umum
GejalaDemam, batuk, ruam kulit
Faktor risikoTidak menerima vaksin campak, defisiensi vitamin A
Metode diagnosisTes darah, swab tenggorokan
PengobatanCukup istirahat, memenuhi kebutuhan cairan
KomplikasiInfeksi telinga, pneumonia, ensefalitis
Kapan harus ke dokter?Demam, batuk, ruam kulit
Gejala campak dapat berbeda-beda sesuai usia penderita dan penyebabnya. Namun secara umum, gejalanya berupa:
  • Demam
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Nyeri tenggorokan
  • Mata merah
  • Bercak putih dengan warna kebiruan di bagian tengah. Bercak ini muncul di dalam mulut dan dikenal sebagai bercak Koplik.
  • Muncul ruam kulit datar berwarna merah yang kadang menyatu satu sama lain
Mungkin saja ada tanda dan gejala campak yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu yang mendera Anda, konsultasikanlah dengan dokter.

Tahap perkembangan campak

Infeksi virus yang menyebabkan penyakit campak memiliki beberapa tahap yang berkembang dalam 2-3 minggu. Tahap-tahap tersebut meliputi:
  • Infeksi dan inkubasi

Pada 10-14 hari pertama setelah infeksi virus campak terjadi, penderita akan mengalami masa inkubasi (durasi dari penularan penyakit hingga muncul gejala). Pada saat inkubasi ini, tidak ada gejala yang dirasakan penderita.
  • Tanda dan gejala yang tidak spesifik

Campak dimulai dengan gejala demam ringan yang sering disertai oleh batuk, hidung berair, mata merah, dan sakit tenggorokan. Gejala ini biasanya muncul selama 2-3 hari.
  • Sakit dan ruam

Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil, dan sebagian terlihat seperti bercak. Titik dan bercak ini mengelompok dan menyebabkan kulit tampak berwarna merah.Campak akan muncul pertama kali pada wajah. Dalam beberapa hari, ruam akan menyebar ke tangan dan tubuh, lalu ke paha, betis serta telapak kaki.Di saat yang sama, penderita akan mengalami demam yang naik secara drastis sekitar 40-41 derajat Celcius.Ruam campak lalu mulai menghilang dari wajah, dan yang terakhir di paha dan telapak kaki.
  • Periode penularan

Penderita dapat menularkan virus campak pada orang lain dalam waktu delapan hari. Penyebaran ini dimulai empat hari sebelum ruam muncul dan berakhir pada empat hari setelahnya.Baca juga: Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Gejala Tipes, DBD, dan Campak 
Penyebab utama campak adalah infeksi virus rubeola yang berasal dari family paramyxovirus. Virus ini hidup di lendir hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi.Ketika penderita campak batuk, bersin, atau berbicara, percikan air liur atau ingusnya akan muncrat ke udara. Orang lain bisa tak sengaja menghirup percikan tersebut dan tertular.Percikan cairan juga bisa hinggap dan menempel di permukaan benda-benda, dan dapat bertahan hingga beberapa jam.Apabila Anda menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus campak tersebut dan memegang mata, hidung, atau mulut, Anda dapat terinfeksi.Di samping mewaspadai proses penularan tersebut, beberapa faktor risiko campak di bawah ini juga perlu diwaspadai:
  • Tidak mendapat vaksin campak
  • Melancong ke daerah yang memiliki angka kasus campak yang tinggi
  • Mengalami kekurangan vitamin A. Penderita kondisi ini akan mengalami gejala campak yang lebih parah dan lebih rentan terkena komplikasi.
Baca juga: 7 Pantangan Penyakit Campak pada Anak, Jangan Sampai Kecolongan! 
Diagnosis campak dipastikan oleh dokter dengan cara:
  • Wawancara mengenai gejala yang dialami dan riwayat penyakit yang diderita oleh pasien serta keluarga.
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa ruam kulit dan ada tidaknya tanda khas campak, seperti bercak Koplik, demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.
  • Tes darah
  • Swab tenggorokan untuk mendeteksi virus campak.
 
Cara mengobati campak umumnya tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien mengalami kondisi tersebut.Sama seperti infeksi virus lainnya, tidak ada penanganan spesifik untuk mengatasi penyakit campak. Pengobatan yang diberikan bertujuan meredakan gejala.Dokter dapat menganjurkan penderita untuk beristirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan cairan. Kondisi penderita biasanya akan membaik dalam waktu 7–10 hari. Bila diperlukan, dokter juga bisa meresepkan obat-obatan untuk mengatasi campak sekaligus mencegah komplikasi. Obat ini meliputi:
  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi mata dan telinga serta pneumonia yang mungkin terjadi
  • Suplemen vitamin A untuk semua anak yang menderita campak guna mencegah komplikasi berupa gangguan fungsi mata

Komplikasi campak

Campak yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan beberapa komplikasi di bawah ini:
  • Infeksi telinga. Ini merupakan salah satu komplikasi campak yang paling umum terjadi.
  • Radang saluran napas atas dan bawah. Campak dapat memicu laringitis atau bronkitis.
  • Pneumonia
  • Radang otak atau ensefalitis. Komplikasi ini dapat muncul segera setelah campak atau berbulan-bulan kemudian.
  • Masalah kehamilan. Jika ibu hamil terkena campak, ia bisa mengalami komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, bahkan kematian sang ibu.
Baca juga: Terbuat Dari Bahan Alami, Ini Obat Tradisional Campak yang Bisa Anda Coba 
Cara mencegah campak yang paling efektif adalah vaksinasi. Vaksin ini diberikan pada:
  • Bayi dan anak

Dosis vaksin campak pertama biasanya diberikan saat bayi berusia 12-15 bulan, dan dosis kedua pada anak berusia 4-6 tahun.
  • Bayi berusia 6-11 bulan

Bayi pada usia ini hanya boleh menerima vaksin bila kedua orangtuanya berencana membawa sang bayi bepergian ke negeri lain dengan tingkat kasus campak yang tinggi.
  • Anak dan remaja

Anak dan remaja yang belum pernah mendapatkan vaksin campak sebaiknya menjalaninya dua kali, dengan jarak pemberian empat minggu di antara dosis pertama dan kedua. 
  • Orang dewasa yang berisiko tinggi

Orang dewasa yang berencana melancong ke luar negeri dengan angka kasus campak yang tinggi maupun yang bekerja di rumah sakit, membutuhkan vaksinasi campak.Selain menghindari penyakit campak dengan vaksinasi, pencegahan penularan juga perlu dilakukan. Bagi penderita campak yang tinggal serumah dengan orang lain, cegahlah penyebaran penyakit ini dengan melakukan isolasi diri.Campak sangat menular pada emat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam timbul. Karena itu, penderita membatasi kontak dengan orang lain selama masa-masa ini.Baca jawaban dokter: Kenapa sudah imunisasi masih kena campak? 
Segera periksakan diri ke dokter bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala campak yang meliputi demam, batuk, mata merah, serta ruam merah di kulit.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait campak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis campak agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
CDC. https://www.cdc.gov/measles/about/signs-symptoms.html
Diakses pada 2 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298
Diakses pada 2 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/37135.php
Diakses pada 2 April 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/measles/treatment/
Diakses pada 2 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Perlukah Orang Dewasa Mendapatkan Vaksin Campak?

Pemberian vaksin campak tidak hanya perlu diakukan oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Hal itu disebabkan orang dewasa lebih berisiko mengalami komplikasi akibat campak. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan orang dewasa perlu mendapatkan vaksin campak. Anda perlu berkonsultasi ke dokter sebelum melakukan vaksin campak.
24 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Komplikasi campak lebih berisiko pada orang dewasa sehingga vaksin campak masih harus dilakukan

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Gejala Tipes, DBD, dan Campak

Gejala DBD, tipes dan campak perlu diketahui perbedaannya. Hal ini penting untuk memudahkan proses pengobatan serta mencegah penyakit menjadi semakin parah.
13 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Gejala DBD, tipes dan campak umumnya ditandai dengan demam

Imunisasi Campak, Kenali Pentingnya untuk Bayi

Imunisasi campak pada bayi perlu dilakukan untuk mencegah penularan dari infeksi virus campak.Jadwal pemberian vaksin ini bisa dimulai sejak anak berusia di bawah 1 tahunBaca selengkapnya
Imunisasi campak wajib diberikan sejak anak berusia di bawah 1 tahun