Cacar monyet adalah infeksi yang disebabkan oleh virus monkeypox
Gejala cacar monyet muncul 5 sampai 21 hari setelah terinfeksi, diikuti dengan ruam yang dapat berubah menjadi benjolan kecil berisi cairan.

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit langka yang masuk dalam kategori viral zoonosis. Viral zoonosis berarti virus yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Gejala yang muncul pada penderita cacar monyet hampir mirip dengan gejala penyakit cacar (smallpox), namun lebih ringan. Penyakit ini paling banyak terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Tetapi cacar monyet yang terjadi di Afrika Tengah umumnya lebih parah jika dibandingkan dengan yang terjadi di Afrika barat.  

Cacar monyet merupakan penyakit endemis pada kedua daerah tersebut. Dalam sejarahnya, selain di benua Afrika, penyakit ini hanya pernah terjadi di tiga negara lainnya, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Israel.

Masa inkubasi untuk cacar monyet adalah 5 sampai 21 hari. Masa inkubasi adalah jangka waktu antara kontak dengan orang yang terinfeksi hingga kemunculan gejala. Berikut gejala yang dapat terjadi pada penderita cacar monyet:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit punggung
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kelelahan

Selain itu, virus penyebabnya juga dapat menimbulkan ruam yang biasanya terbentuk pada satu sampai lima hari setelah gejala muncul. Bintik-bintik akan muncul dimulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain.

Ruam kemudian berubah menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan. Lama kelamaan, benjolan tersebut dapat pecah, mengering, kemudian hilang dengan sendirinya.

Penyakit ini disebabkan oleh virus monkeypox. Penyebaran virus ini dapat terjadi ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi virus ini. Virus kemudian memasuki tubuh melalui luka di kulit, saluran pernapasan, dan selaput lendir di mata, hidung, maupun mulut.

Selain penularan dari hewan ke manusia, virus ini juga dapat menyebar antarmanusia. Caranya melalui:

  • Menyentuh barang-barang penderita, seperti pakaian, sprei, atau handuk yang digunakan.
  • Menyentuh atau terjadi kontak fisik dengan penderita.
  • Terkena percikan air dari batuk atau bersin penderita cacar monyet.

Diagnosis cacar monyet secara langsung agak sulit dilakukan karena gejalanya mirip dengan penyakit lain, seperti cacar air. Untuk memastikan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secara fisik maupun di laboratorium.

Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dapat berupa uji spesimen dengan memeriksa sampel dari ruam atau luka yang timbul akibat cacar monyet.

Tidak terdapat perawatan spesifik yang bisa dilakukan untuk mengobati cacar monyet. Penyakit ini juga tidak memiliki vaksin yang khusus sebagai langkah pencegahan. Meski begitu, Anda dapat melakukan langkah-langkah tertentu guna mencegah penyebarannya.

Hal yang dapat dilakukan untuk mecegah terjadinya penularan cacar monyet adalah:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang dapat menjadi tempat berdiamnya virus cacar monyet, seperti hewan yang sakit atau mati di area yang terdapat infeksi virus ini.
  • Hindari kontak dengan barang-barang yang telah disentuh atau digunakan oleh penderita cacar monyet.
  • Penderita yang positif menderita cacar monyet perlu diisolasi dari orang lain yang berisiko tinggi tertular.
  • Bersihkan tangan atau anggota tubuh lain yang telah mengalami kontak dengan hewan maupun manusia yang terinfeksi virus ini. Cuci tanganlah dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Bila tidak tersedia, Anda juga dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol (hand sanitizer).
  • Bagi para pekerja kesehatan, harus memakai alat pelindung diri (seperti masker dan sarung tangan) ketika berhadapan dengan pasien cacar monyet.

CDC. https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/prevention.html
Diakses pada 10 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/monkeypox/
Diakses pada 10 Mei 2019

UK Government. https://www.gov.uk/guidance/monkeypox
Diakses pada 10 Mei 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox
Diakses pada 10 Mei 2019

Artikel Terkait