Kulit & Kelamin

Cacar Monyet

06 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Cacar Monyet
Gejala cacar monyet muncul 5 sampai 21 hari setelah terinfeksi, diikuti dengan ruam yang dapat berubah menjadi benjolan kecil berisi cairan.
Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit langka yang masuk dalam kategori viral zoonosis. Viral zoonosis berarti virus yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.Gejala yang muncul pada penderita cacar monyet hampir mirip dengan gejala penyakit cacar (smallpox), namun lebih ringan. Penyakit ini  pertama kali ditemukan pada manusia di tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo, Afrika.Sejak ditemukan, kasus terbanyak terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Tetapi cacar monyet yang terjadi di Afrika Tengah umumnya lebih parah jika dibandingkan dengan yang terjadi di Afrika barat. Cacar monyet merupakan penyakit endemis pada kedua daerah tersebut. Dalam sejarahnya, selain di benua Afrika, penyakit ini hanya pernah terjadi di empat negara lainnya, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan Singapura.Kasus cacar monyet yang terakhir dilaporkan di luar Afrika adalah pada Mei 2019 yang lalu di Singapura, yaitu pada seorang pendatang dari Nigeria. 
Cacar Monyet
Dokter spesialis Kulit, Anak
GejalaDemam, sakit kepala, ruam kulit seperti cacar
Faktor risikoKonsumsi daging monyet, digigit monyet, kontak langsung dengan cairan monyet
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, biopsi kulit
PengobatanObat-obatan, vaksinasi cacar
ObatCidofovir
KomplikasiInfeksi sekunder, ronkopneumonia, sepsis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala cacar monyet
Masa inkubasi untuk cacar monyet adalah 5 sampai 21 hari. Masa inkubasi adalah jangka waktu antara kontak dengan orang yang terinfeksi hingga kemunculan gejala. Berikut gejala yang dapat terjadi pada penderita cacar monyet:
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit punggung
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kelelahan
Selain itu, virus penyebabnya juga dapat menimbulkan ruam yang biasanya terbentuk pada satu sampai lima hari setelah gejala muncul. Bintik-bintik akan muncul dimulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain.Ruam kemudian berubah menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan. Lama kelamaan, benjolan tersebut dapat pecah, mengering, kemudian hilang dengan sendirinya. 
Penyakit ini disebabkan oleh virus monkeypox. Menurut laporan WHO, virus monkeypox ini ditemukan di banyak hewan pengerat seperti berbagai spesies tikus, tupai, dan monyet.Penyebaran virus ini dapat terjadi ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi virus ini. Virus kemudian memasuki tubuh melalui luka di kulit, saluran pernapasan, dan selaput lendir di mata, hidung, maupun mulut. Salah satu faktor risiko penularan virus ini adalah memakan daging monyet yang terinfeksi maupun hewan jenis lainnya, tanpa memasaknya hingga tingkat kematangan tertentu.Selain penularan dari hewan ke manusia, virus ini juga dapat menyebar antarmanusia. Caranya melalui:
  • Menyentuh barang-barang penderita, seperti pakaian, sprei, atau handuk yang digunakan.
  • Menyentuh atau terjadi kontak fisik dengan penderita.
  • Terkena percikan air dari batuk atau bersin penderita cacar monyet.
 
Diagnosis cacar monyet secara langsung agak sulit dilakukan karena gejalanya mirip dengan penyakit lain, seperti cacar air. Untuk memastikan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secara fisik maupun di laboratorium.Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dapat berupa uji spesimen dengan memeriksa sampel dari ruam atau luka yang timbul akibat cacar monyet. 
Tidak terdapat perawatan spesifik yang bisa dilakukan untuk mengobati cacar monyet. Penyakit ini juga tidak memiliki vaksin yang khusus sebagai langkah pencegahan. Meski begitu, Anda dapat melakukan langkah-langkah tertentu guna mencegah penyebarannya.Beberapa cara mengobati cacar monyet yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  • Vaksinasi cacar harus diberikan dalam waktu dua minggu setelah terpapar cacar monyet
  • Konsumsi obat antivirus cidofovir
 

Komplikasi cacar monyet

Jika tidak ditangani dengan benar, cacar monyet bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Infeksi sekunder
  • Bronkopneumonia
  • Sepsis
  • Ensefalitis
  • Infeksi kornea
  • Buta
 
Hal yang dapat dilakukan untuk mecegah terjadinya penularan cacar monyet adalah:
  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang dapat menjadi tempat berdiamnya virus cacar monyet, seperti hewan yang sakit atau mati di area yang terdapat infeksi virus ini.
  • Hindari kontak dengan barang-barang yang telah disentuh atau digunakan oleh penderita cacar monyet.
  • Penderita yang positif menderita cacar monyet perlu diisolasi dari orang lain yang berisiko tinggi tertular.
  • Bersihkan tangan atau anggota tubuh lain yang telah mengalami kontak dengan hewan maupun manusia yang terinfeksi virus ini. Cuci tanganlah dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Bila tidak tersedia, Anda juga dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol (hand sanitizer).
  • Bagi para pekerja kesehatan, harus memakai alat pelindung diri (seperti masker dan sarung tangan) ketika berhadapan dengan pasien cacar monyet.
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada cacar monyet. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cacar monyet?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cacar monyet agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/prevention.html
Diakses pada 6 Oktober 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/monkeypox/
Diakses pada 6 Oktober 2021
UK Government. https://www.gov.uk/guidance/monkeypox
Diakses pada 6 Oktober 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox
Diakses pada 6 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email