Kulit & Kelamin

Cacar Api (Herpes Zoster)

Diterbitkan: 21 Oct 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Cacar Api (Herpes Zoster)
Ruam, rasa gatal dan nyeri adalah gejala umum dari cacar api attau herpes zoster
Cacar api atau herpes zoster adalah infeksi virus varicella zoster dengan gejala berupa ruam kemerahan pada kulit dan dapat terasa nyeri. Ruam ini dapat berubah menjadi lepuhan pada satu sisi tubuh, biasanya di badan, leher, dan wajah.Virus penyebab cacar api sama dengan pemicu cacar air. Virus ini dapat hidup dalam sistem saraf selama bertahun-tahun, bahkan setelah infeksi cacar air sembuh.Pada kondisi tertentu, virus dapat kembali aktif dan menyebabkan cacar api alias herpes zoster. Penyakit ini juga disebut cacar ular di Indonesia.Sebagian besar kasus cacar api dapat sembuh dalam 2-3 minggu dan tidak berbahaya. Namun infeksi ini bisa menular dan menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok orang yang rentan.Penanganan cacar api terdiri dari pemberian obat antivirus, obat pereda nyeri, dan perawatan mandiri di rumah.  
Cacar Api (Herpes Zoster)
Dokter spesialis Kulit
GejalaBintil-bintil di satu sisi tubuh, luka lepuh hingga koreng, nyeri kronis
Faktor risikoUsia tua, kekebalan tubuh rendah, stres berat
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanObat, perawatan mandiri di rumah
ObatAcyclovir, gabapentin, kortikosteroid
KomplikasiNyeri pascaherpes zoster, pneumonia, radang otak
Kapan harus ke dokter?Ruam kulit di sekitar mata, ruam kulit yang luas
Cacar api melepuh dan perih
Secara umum, gejala cacar api meliputi:
  • Bintil yang muncul pada satu sisi tubuh
  • Luka lepuh dan dapat pecah hingga menjadi kerak
  • Gatal
  • Rasa terbakar
  • Perih
  • Demam
  • Lemas
  • Sakit kepala
Sebelum timbul ruam kulit, pengidap cacar api biasa akan mengalami sensasi terbakar dan kesemutan pada kulit, sakit kepala, serta perasaan tidak enak badan (malaise).Ruam kulit kemudian muncul pada beberapa hari setelah gejala tersebut. Biasanya, ruam cacar api muncul pada area dada dan perut, tapi bisa juga timbul di area wajah, mata, serta kelamin. 
Penyebab cacar api adalah virus varicella zoster, yang juga menjadi pemicu cacar air. Saat cacar air telah sembuh, virus varicella zoster tidak menghilang begitu saja. Virus ini akan berdiam di dalam sel saraf.Virus varicella zoster dapat kembali aktif dalam beberapa tahun berikutnya ketika sistem imun penderita melemah dan terjadilah cacar api.Cacar api tidak akan menular dari satu orang ke orang lain. Yang dapat menular adalah cacar air.Namun penderita cacar api dapat menularkan virus varicella zoster pada orang lain, yang belum pernah mengalami cacar air.Virus varicella zoster dapat menyebar lewat kontak erat atau menyentuh lepuhan pada kulit. Tapi apabila lepuh ini ditutup atau telah membentuk koreng, virus tidak akan menular lagi.Perlu diketahui bahwa penyakit ini tidak berkaitan dengan virus yang menyebabkan herpes kelamin meski nama virusnya mirip. 

Faktor risiko cacar api

Beberapa faktor risiko terjadinya cacar api atau cacar ular meliputi:
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pengidap HIV/AIDS, pengidap kanker yang menjalani kemoterapi, dan orang yang mengkonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan)
  • Mengalami stres berat
  • Menderita cedera fisik yang berat
 
Diagnosis cacar api dapat dipastikan melalui:
  • Wawancara

Dokter akan menanyakan mengenai gejala dan faktor risiko cacar api yang dimiliki oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian memeriksa kulit pasien untuk mencari tanda dan gejala cacar api, terutama ruam kulit.
  • Biopsi

Pada beberapa kasus, dokter bisa mengambil sampel jaringan atau cairan dari ruam. sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop. 
Cara mengobati cacar api atau cacar ular umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa metode penanganan cacar api antara lain:

1. Obat-obatan

Pilihan obat-obatan yang biasanya diberikan oleh dokter untuk mengatasi cacar api meliputi:
  • Obat antivirus

Obat antivirus paling efektif apabila dikonsumsi dalam tiga hari sejak ruam kulit muncul. Contoh obat ini meliputi acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir.
  • Obat pereda nyeri

Dokter juga bisa meresepkan sederet obat di bawah ini guna mengatasi nyeri kronis akibat cacar ular gabapentin, amitriptilin, paracetamol, ibuprofen, kodein, kortikosteroid, bius lokal, dan capsaicin.

2. Perawatan mandiri di rumah

Pasien juga bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk mempercepat penyembuhan cacar api:
  • Mandi air dingin.
  • Menempelkan kompres dingin pada area lepuhan kulit untuk meredakan gatal dan nyeri.
  • Jangan masuk sekolah atau kerja dulu selama bintil masih ada dan mengeluarkan cairan agar penularan bisa dicegah. Pasien baru boleh bersekolah atau masuk kerja saat lepuhan sudah kering dan menjadi koreng.
  • Menutup lepuhan agar tidak tergesek maupun menulari orang lain.
  • Mengatasi stres, misalnya dengan meditasi, yoga, melakukan hobi.
 

Komplikasi cacar api

Jika tidak ditangani dengan benar, cacar api dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Post herpetic neuralgia

Nyeri akibat infeksi virus herpes zoster dapat berlangsung lama, yakni dalam hitungan bulan hingga tahun. Komplikasi ini paling sering dialami oleh penderita lanjut usia.Komplikasi nyeri dapat sangat mengganggu. Pada beberapa kasus, nyeri bahkan bisa menghalangi pengidap untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri bisa terjadi ketika ruam pecah. Pasalnya, luka ini dapat menjadi pintu masuknya bakteri.
  • Buta

Ruam yang muncul di sekitar mata dapat memicu gangguan saraf mata, sehingga berisiko menyebabkan kebutaan.
  • Gangguan pendengaran

Meski jarang, virus cacara api bisa saja menyerang saraf telinga dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Kelemahan otot

Jika mengenai saraf otot, penurunan kekuatan otot akan terjadi.
  • Komplikasi lain

Pneumonia, peradangan otak atau ensefalitis, serta kematian pun bisa terjadi. 

Siapa saja yang berisiko mengalami komplikasi cacar api?

Orang-orang yang rentan mengalami cacar api dan komplikasinya meliputi:
  • Wanita hamil yang belum pernah mengalami cacar air
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Bayi berusia di bawah satu bulan
 
Vaksin cacar api
Cara mencegah cacar api yang utama adalah menjalani imunisasi. Terdapat vaksin yang dapat mencegah cacar api atau mengurangi efeknya.Vaksin cacar api tidak menjamin perlindunganOrang dewasa berusia 50 tahun ke bawah dianjurkan untuk menjalani vaksin sebanyak dua kali, yang diberikan dengan jarak 2-6 bulan di antara vaksin.

Pencegahan penularan

Jika sedang mengalami cacar api, beberapa cara berikut bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus pada orang lain:
  • Tidak menggaruk ruam cacar api
  • Menutup ruam kulit agar tidak tersentuh orang lain
  • Jangan melakukan kontak dengan ibu hamil, bayi, dan orang dengan sistem imun tubuh yang lemah
  • Senantiasa menjaga kebersihan diri, misalnya sering mencuci tangan
 
Berkonsultasilah dengan dokter bila apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Ruam kulit dan rasa nyeri timbul sekitar mata. Bila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan lerusakan permanen mata.
  • Berusia 60 tahun atau lebih karena semakin tua usia seseorang akan semakin meningkatkan riisko komplikasi cacar api
  • Mengalami kelemahan sistem imun
  • Ruam kulit sangat luas dan menyebabkan rasa nyeri
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cacar api?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cacar api agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medlineplus. https://medlineplus.gov/shingles.html
Diakses pada 29 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/shingles
Diakses pada 29 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/shingles/ss/slideshow-shingles-pictures
Diakses pada 29 November 2018
CDC. https://www.cdc.gov/shingles/about/complications.html
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Cara Mengobati Eksim yang Mudah Dilakukan di Rumah

Penyakit kulit eksim adalah penyakit yang bisa kambuh sewaktu-waktu. Berikut ini adalah cara mengobati eksim saat kambuh yang bisa dilakukan di rumah.
30 Jul 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Cara mengobati eksim salah satunya adalah memakai salep pelembap

11 Tes Kesehatan dan Vaksin Bagi Lansia

Ketika lanjut usia, biasanya kebutuhan pemeriksaan medis biasanya semakin meningkat. Penting bagi lansia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksin. Diantaranya adalah tes tekanan darah, tes kadar kolestrol, tes mata, dan vaksinasi.
13 Jun 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Penting bagi lansia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tekanan darah, kadar kolestrol, dan vaksin

Alergi Ayam Dapat Dicegah dan Diobati dengan Hal Ini!

Alergi ayam tidak boleh diremehkan. Sebab, gejalanya bermacam-macam, mulai dari sesak napas hingga hilangnya kesadaran.
31 Aug 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Alergi ayam dapat menyebabkan anafilaksis. Berhati-hatilah!