Kulit & Kelamin

Cacar Air

Diterbitkan: 15 Nov 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Cacar Air
Cacar air ditandai dengan munculnya bintik merah berisi cairan di kulit.
Cacar air adalah penyakit yang terjadi karena infeksi virus varicella zoster. Gejalanya berupa munculnya bintil-bintil merah berisi cairan pada kulit.Pada kasus dewasa, gejala cacar air umumnya lebih berat daripada cacar air yang dialami oleh anak-anak. Pada kasus tertentu, penyakit ini juga mungkin mengakibatkan komplikasi yang serius.Penyakit cacar air sangat menular, terutama pada orang yang belum pernah mengalaminya atau belum menjalani vaksinasi.Sebelum adanya vaksin cacar air, hampir semua orang pernah terkena cacar air sebelum berumur 18 tahun. Namun sejak adanya vaksin, jumlah kasus cacar air menurun drastis.Vaksin cacar air termasuk aman untuk dijalani dan sangat efektif untuk mencegah cacar air maupun komplikasinya. Karena itu, semua prang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini.Cacar air dan kehamilan Mengalami cacar air saat hamil muda dapat menyebabkan bermacam-macam komplikasi pada janin. Mulai dari berat bayi lahir rendah hingga kecacatan.Apabila sang ibu terkena cacar air pada seminggu atau beberapa hari sebelum melahirkan, bayi bisa terkena infeksi yang serius yang mungkin berakibat fatal.Sementara jika wanita hamil dan tidak memiliki kekebalan terhadap cacar air, ia sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko penularan cacar air pada sang ibu maupun sang bayi. Langkah pencegahan perlu dilakukan dengan saksama. 
Cacar Air
Dokter spesialis Anak, Kulit
GejalaBintik merah di kulit, demam, kehilangan nafsu makan
Faktor risikoBayi baru lahir, ibu hamil, orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes laboratorium
PengobatanIstirahat, banyak minum air putih, konsumsi pereda nyeri, 
ObatParacetamol
KomplikasiInfeksi, dehidrasi, kekurangan sel darah
Kapan harus ke dokter?Ruam menyebar pada mata, ruam menjadi sangat merah, adanya gejala lain seperti pusing dan detak jantung cepat
Gejala cacar air biasa muncul sekitar 10-21 hari setelah pertama terpapar virus, dan infeksi cacar air biasanya akan sembuh setelah 5-10 hari. Gejala cacar air yang paling umum adalah bintik merah di kulit. Sebelum ruam muncul di kulit, gejala lain yang biasa timbul termasuk:
  • Suhu tubuh diatas 38C
  • Gatal dan sakit, biasanya tubuh akan merasa tidak enak
  • Kehilangan nafsu makan
Ketika bintik telah muncul pada kulit, berikut adalah siklus infeksi cacar air:
  • Bintik merah muncul pada permukaan kulit, baik di satu area ataupun di banyak bagian permukaan kulit.
  • Bintik tersebut akan dipenuhi dengan cairan. Gelembung berisi cairan tersebut dapat pecah. Bintik cacar dapat menyebar tetapi bisa juga hanya di satu tempat.
  • Setelah pecah, bintik akan mengering dan menjadi keropeng.
Sejak pertama kali terinfeksi, penderita dapat menyebarkan virus selama lebih dari 48 jam sebelum ruam muncul, dan penderita akan tetap menular sampai semua bintiknya pecah dan membentuk keropeng.
Penyebab utama cacar air adalah virus varicella zoster. Virus ini sangat mudah menular dan menyebar sangat cepat.Virus varicella zoster dapat menular melalui kontak langsung terhadap ruam cacar air,  atau lewat udara saat penderita batuk maupun bersin.Faktor-faktor risiko cacar airRisiko terkena cacar air akan semakin tinggi apabila seseorang:
  • Belum pernah terkena cacar air
  • Tidak menjalani vaksin
  • Berada di tempat ramai, seperti sekolah, perkantoran, atau berada di fasilitas penitipan anak
  • Tinggal dengan anak kecil
Orang yang sudah pernah terkena cacar air, atau telah menerima vaksin biasanya telah memiliki kekebalan terhadap cacar air.Jika Anda pernah divaksin dan terjangkit cacar air, gejala yang muncul akan lebih ringan. Contohnya, mengalami ruam yang lebih sedikit dan tidak demam. Namun kasus orang terkena cacar lebih dari sekali tergolong jarang.
Diagnosis cacar air dapat langsung dipastikan ketika dokter melihat dan mengecek gejala bintil yang muncul di kulit pasien. Namun jika ada keraguan mengenai diagnosis, penyakit ini dapat dikonfirmasi dengan tes laboratorium, termasuk tes darah atau sampel kultur dari cairan ruam. 
Cara mengobati cacar air umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi ini.Seperti penyakit infeksi virus lainnya, cacar air dapat sembuh sendiri. Beberapa hal di bawah ini dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhana:
  • Banyak minum banyak agar tidak dehidrasi
  • Minum obat pereda rasa sakit untuk mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan, seperti paracetamol
  • Memakai sarung tangan saat tidur di malam hari, supaya Anda tidak sengaja menggaruk bintil cacar
  • Memotong kuku
  • Memakai krim pendingin atau gel dari apotek
  • Mandi dengan air dingin dan menepuk-nepuk tubuh untuk mengeringkan kulit, jangan digosok
  • Menggunakan pakaian yang longgar
Komplikasi cacar airPada dasarnya cacar air bukan penyakit yang berat. Tetapi akan membahayakan dan menjadi komplikasi yang berujung pada kematian apabila tidak ditangani dengan benar. Berikut adalah komplikasi pada penyakit cacar air:
  • Infeksi bakteri pada kulit, jaringan yang lembut, tulang, dan sendi atau jaringan darah
  • Dehidrasi
  • Kekurangan sel darah
  • Peradangan pada otak
Risiko terjangkit cacar air akan semakin tinggi pada:
  • Bayi yang baru lahir atau janin yang ibunya tidak pernah terkena cacar air ataupun mendapat vaksin
  • Orang dewasa
  • Ibu hamil yang belum pernah mengalami cacar air sebelumnya
  • Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah akibat perawatan kesehatan, seperti kemoterapi untuk penyembuhan penyakit kanker
  • Orang yang mengonsumsi steroid untuk penyakit lain, seperti asma
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh mereka
Dokter juga biasanya memberikan obat antivirus untuk mengurangi gejala cacar air pada orang dewasa, seperti seperti asiklovir atau valasiklovir. Obat ini paling efektif diberikan dalam 24 jam setelah timbul ruam. 
Cara mencegah cacar air meliputi:Mendapatkan vaksinisasi cacar airIni merupakan langkah pencegahan terbaik. Orang yang telah divaksin pun hanya akan mengalami gejala yang ringan dengan durasi lebih singkat ketika terkena cacar air.Vaksin cacar air direkomendasikan untuk:
  • Anak kecil
  • Remaja yang belum pernah divaksin
  • Orang dewasa yang belum pernah divaksin tetapi memiliki potensi tinggi tertular cacar air
Jika seseorang sudah pernah terkena cacar air, vaksinasi tidak terlalu diperlukan. Orang tersebut akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.Namun harap diingat bahwa vaksin cacar air tidak disarankan untuk:
  • Wanita hamil
  • Orang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah seperti HIV atau orang yang mengonsumsi obat penekan kekebalan tubuh
  • Orang yang alergi terhadap gelatin atau antibiotik neomycin
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Ruam menyebar pada satu atau dua mata
  • Ruam menjadi sangat merah, hangat, lembut dan mengindikasikan kemungkinan infeksi kulit dari bakteri
  • Ruam diikuti dengan pusing, detak jantung cepat, napas pendek, badan gemetaran, kehilangan koordinasi otot, batuk yang memburuk, muntah, otot leher kencang dan demam
Cacar air yang terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun juga perlu konsultasi dokter secepatnya. Pasalnya, kondisi ini dapat berakibat fatal. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cacar air?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cacar air agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282
Diakses pada 27 September 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/chickenpox/
Diakses pada 27 September 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Cara Menghilangkan Kutil dengan Pasta Gigi, Apakah Benar Efektif?

Cara menghilangkan kutil dengan pasta gigi tidak efektif bahkan bisa berbahaya untuk kulit Anda. Bukan menggunakan pasta gigi, ada beberapa cara menghilangkan kutil dengan aman dan efektif yang biasa direkomendasikan oleh dokter kulit.
29 Jul 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Cara menghilangkan kutil dengan pasta gigi belum terbukti efektif secara medis

9 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar yang Patut Anda Coba

Ada beragam cara menghilangkan bopeng bekas cacar, baik secara alami maupun medis. Bopeng dapat terjadi akibat garukan yang berlebihan hingga menyebabkan kerusakan kulit.
30 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Cara menghilangkan bopeng bekas cacar dapat dilakukan dengan terapi laser

Gatal Setelah Berenang di Kolam Terbuka, Bisa Jadi Cercarial Dermatitis

Cercarial dermatitis adalah munculnya gatal setelah berenang akibat cacing parasit. Kontak dengan parasit ini bisa terjadi ketika berenang utamanya di perairan terbuka seperti kolam dangkal.Cacing parasit penyebab cercarial dermatitis ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.
15 Sep 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Berenang di danau adalah faktor utama penyebab cercarial dermatitis