Kulit & Kelamin

Cacar Air

Diterbitkan: 04 Feb 2021 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Cacar Air
Cacar air ditandai dengan munculnya bintik merah berisi cairan di kulit.
Cacar air adalah penyakit yang terjadi karena infeksi virus varicella zoster. Gejalanya berupa munculnya bintil-bintil merah berisi cairan pada kulit.Pada kasus dewasa, gejala cacar air umumnya lebih berat daripada cacar air yang dialami oleh anak-anak. Pada kasus tertentu, penyakit ini juga mungkin mengakibatkan komplikasi yang serius.Penyakit cacar air sangat menular, terutama pada orang yang belum pernah mengalaminya atau belum menjalani vaksinasi.Sebelum adanya vaksin cacar air, hampir semua orang pernah terkena cacar air sebelum berumur 18 tahun. Namun sejak adanya vaksin, jumlah kasus cacar air menurun drastis.Vaksin cacar air termasuk aman untuk dijalani dan sangat efektif untuk mencegah cacar air maupun komplikasinya. Karena itu, semua prang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini. 

Cacar air dan kehamilan

Mengalami cacar air saat hamil muda dapat menyebabkan bermacam-macam komplikasi pada janin. Mulai dari berat bayi lahir rendah hingga kecacatan.Apabila sang ibu terkena cacar air pada seminggu atau beberapa hari sebelum melahirkan, bayi bisa terkena infeksi yang serius yang mungkin berakibat fatal.Sementara jika wanita hamil dan tidak memiliki kekebalan terhadap cacar air, ia sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko penularan cacar air pada sang ibu maupun sang bayi. Langkah pencegahan perlu dilakukan dengan saksama. 
Cacar Air
Dokter spesialis Anak, Kulit
GejalaBintik merah di kulit, demam, kehilangan nafsu makan
Faktor risikoBelum pernah kena cacar air maupun menerima vaksin cacar air, tinggal dengan banyak orang
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanIstirahat, minum air putih, obat antinyeri
ObatParacetamol
KomplikasiMasalah kehamilan, dehidrasi, infeksi bakteri di kulit
Kapan harus ke dokter?Ruam, nyeri, detak jantung cepat
Gejala cacar air biasa muncul sekitar 10-21 hari setelah seseorang pertama kali terpapar virus. Keluhan ini umumnya akan sembuh setelah 5-10 hari.Secara umum, gejala cacar air meliputi:
  • Ruam dan bintil-bintil merah di kulit
  • Demam di atas 38ºC
  • Gatal-gatal
  • Pegal-pegal
  • Tidak nafsu makan

Ruam dan bintil cacar air

Bintik-bintik merah akan muncul pada permukaan kulit, bisa di sebagian maupun seluruh tubuh. Bintik ini akan terisi oleh cairan.Gelembung berisi cairan tersebut dapat pecah. Setelah pecah, bintik akan mengering dan menjadi keropeng. 
Penyebab cacar air adalah infeksi virus varicella zoster. Virus ini bisa menyebar dengan sangat cepat.Penularan virus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan ruam cacar air, atau lewat udara saat pengidap cacar air batuk maupun bersin. 

Faktor risiko cacar air

Terdapat beebrapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena cacar air. Faktor-faktor risiko ini meliputi:
  • belum pernah mengalami cacar air
  • Tidak menerima vaksinisai cacar air
  • Tinggal di area padat penduduk atau serumah dengan banyak orang, sehingga memudahkan penyebaran cacar air
Orang yang sudah pernah mengalami cacar air atau menjalani vaksin biasanya telah memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Jika tertular pun, gejalanya akan lebih ringan. Misalnya, jumlah bintil lebih sedikit ruam dan tidak demam.Sebagian orang dapat mengalami cacar air lebih dari dua kali selama hidupnya. Namun kasus ini jarang ditemukan. 
Pemeriksaan fisik umumnya sudah cukup untuk memastikan diagnosis cacar air. Dokter akan mengecek bintil dan ruam kulit yang dialami oleh pasin, kemudian memberikan saran pengobatan.Namun jika diperlukan atau ada keraguan mengenai diagnosis, cacar air dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium. Contohnya, tes darah atau pemeriksaan sampel cairan dari ruam. 
Sama seperti infeksi virus pada umumnya, cacar air bisa sembuh sendiri dengan isitrahat yang cukup. Doker dapat menganjurkan beberapa cara mengobati cacar air di bawah ini untuk mempercepat penyembuhan:
  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Jangan menggaruk ruam meski terasa gatal.
  • Menggunakan losion atau obat antihistamin untuk membantu mengurangi rasa gatal pada ruam
  • Memakai sarung tangan bila perlu. Dengan ini, kuku tidak menggores ruam cacar air dan menimbulkan luka ketika pasien tak sengaja menggaruk. Khususnya pada penderita anak-anak.
  • Memotong kuku untuk menghindari terjadinya luka ketika tidak sengaja menggaruk
  • Mandi dengan air dingin, tapi keringkan kulit dengan lembut dan jangan menggosoknya karena bisa luka
  • Mengenakan baju yang longgar dan berbahan lembut
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol
Dokter juga dapat memberikan obat antivirus untuk mengurangi gejala cacar air pada orang dewasa. Contohnya, asiklovir atau valasiklovir. Obat ini paling efektif digunakan pada 24 jam setelah ruam pertama muncul. 

Komplikasi cacar air

Bila tidak ditangani dengan benar, cacar air bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Infeksi bakteri pada kulit, misalnya karena luka kaibat garukan.
  • Dehidrasi, yakni kekurangan cairan.
  • Bila ibu hamil mengidap cacar air, komplikasinya bisa lebih berbahaya bagi calon bayi. Contohnya, bayi lahir dengan berat badan rendah atau cacat lahir.
 
Cara mencegah cacar air yang bisa dilakukan meliputi:

1. Melakukan vaksinasi cacar air

Vaksinasi cacar air dianjurkan bagi:
  • Anak-anak: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan pemberian vaksinasi cacar air sebanyak satu kali saat anak berusia 1-13 tahun
  • Remaja yang belum pernah divaksin
  • Orang dewasa yang belum pernah divaksin, tapi memiliki risiko tinggi untuk tertular cacar air
Namun ada pula sebagian orang yang tidak boleh menerima vaksin cacar air. Kalangan ini meliputi:
  • Wanita hamil
  • Orang dengan kekebalan tubuh lemah, seperti pengidap HIV atau orang yang mengonsumsi obat imunosupresan, pengidap kanker yang menjalani kemoterapi
  • Orang yang alergi terhadap gelatin atau antibiotik neomycin

2. Menghindari kontak dengan pengidap cacar air

Cacar air dapat menular mulai 1-2 hari sebelum hingga 5-7 hari setelah ruam kulit muncul. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Ruam menyebar pada salah satu atau kedua mata.
  • Ruam yang sangat merah, hangat saat disentuh, dan terasa nyeri. Gejala ini bisa emnandakan infeksi bakteri
  • Ruam disertai dengan detak jantung cepat, napas pendek, tubuh gemetar, kehilangan koordinasi otot, batuk yang memburuk, muntah, otot leher kaku, dan demam
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cacar air?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cacar air agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282
Diakses pada 27 September 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/chickenpox/
Diakses pada 27 September 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/chicken-pox-prevention
Diakses pada 17 Juli 2020
Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/chickenpox-varicella.html
Diakses pada 17 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email