Mata

Buta Warna

Diterbitkan: 12 Mar 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Buta Warna
Penderita buta warna tidak dapat membedakan warna dengan baik.
Buta warna adalah kondisi yang terjadi ketika penderitanya tidak mampu untuk melihat perbedaan antara warna-warna tertentu. Buta warna biasanya diwariskan dari keluarga. Sebagian besar penderita buta warna tidak dapat membedakan antara beberapa warna merah dan hijau.Terdapat tiga jenis buta warna yang dapat diketahui, antara lain sebagai berikut ini:
  • Buta warna merah-hijau (red-green color blindness), yaitu saat photopigment di kerucut merah mata atau kerucut hijau tidak dapat berfungsi dengan baik. Ada beberapa tipe yang masuk dalam kategori ini, yaitu:
    • Deuteranomaly
      Terjadi ketika photopigment kerucut hijau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. kuning dan hijau terlihat lebih merah, dan sulit untuk membedakannya dari warna ungu,
    • Protanomaly
      Terjadi ketika photopigment kerucut merah tidak berfungsi dengan baik. Oranye, merah, dan kuning terlihat lebih hijau, dan warnanya kurang cerah.
    • Protanopia
      Terjadi ketika penderita tidak memiliki sel kerucut merah yang berfungsi. Warna merah terlihat hitam. Beberapa warna oranye, kuning, dan hijau terlihat kuning.
    • Deuteranopia
      Terjadi ketika penderita tidak memiliki sel kerucut hijau yang berfungsi. Merah mungkin terlihat kuning kecoklatan, dan hijau mungkin terlihat krem).
 
  • Buta warna biru-kuning (Blue-Yellow Color Blindness), yaitu saat photopigment kerucut biru mata Anda hilang atau tidak berfungsi dengan benar. Ada dua tipe yaitu:
    • Tritanomaly
      Terjadi ketika sel kerucut biru Anda hanya berfungsi secara terbatas. Biru terlihat lebih hijau, dan bisa jadi sulit membedakan warna merah muda dari kuning dan merah
    • Tritanopia
      Terjadi ketika Anda tidak memiliki sel kerucut biru. Biru tampak hijau, dan kuning terlihat abu-abu muda atau ungu.
  • Buta warna total (Complete Color Blindness), yaitu ketika penderitanya tidak dapat melihat warna sama sekali dan penglihatan mungkin tidak terlalu jelas. Terdapat dua tipe, yakni:
    • Cone monochromacy
      Terjadi ketika dua dari tiga foto sel kerucut: merah, hijau, atau biru, tidak berfungsi. Saat hanya satu jenis kerucut yang berfungsi, Anda akan mengalami kesulitan untuk membedakan satu warna dari yang lain.
    • Rod monochromacy
      Terjadi ketika Anda tidak memiliki sel kerucut dengan photopigment yang dengan fungsi yang baik. Akibatnya, dunia hanya nampak dalam warna hitam, putih, dan abu-abu. Cahaya terang dapat menyakiti mata, dan Anda mungkin memiliki gerakan mata yang tidak terkendali.
Buta Warna
Dokter spesialis Mata
GejalaSulit membedakan warna, warna terlihat lebih kusam, sulit membedakan warna ungu
Faktor risikoGenetik, parkinson, katarak.
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes Ishihara
PengobatanKacamata dan lensa kontak khusus, alat peraga
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Gejala-gejala yang dialami penderita buta warna, antara lain:
  • Merasa kesulitan untuk membedakan warna merah, orange, kuning, cokelat, dan hijau
  • Warna-warna terlihat lebih kusam daripada yang terlihat oleh seseorang dengan penglihatan normal
  • Memiliki kesulitan membedakan warna ungu
  • Merasa bingung untuk membedakan warna merah dengan hitam
Buta warna terjadi ketika sel-sel peka cahaya (fotoreseptor) di retina yang memungkinkan orang melihat serangkaian warna, gagal merespons variasi panjang gelombang cahaya yang memungkinkan orang melihat serangkaian warna.Fotoreseptor dalam retina disebut batang dan kerucut. Bentuk-bentuk kebutaan warna yang diwariskan seringkali berkaitan dengan defisiensi pada jenis kerucut tertentu atau ketiadaan kerucut tersebut.Selain perbedaan dalam susunan genetik, buta warna juga dapat disebabkan oleh kondisi berikut ini:
  • Penyakit Parkinson
    Parkinson adalah penyakit yang disebabkan kelainan saraf. Sel-sel saraf peka cahaya yang berada di retina bisa ikut terpengaruh ketika Anda mengidap penyakit ini. Retina sebagai tempat pemrosesan penglihatan pun bisa ikut rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

  • Kerutan lensa alami pada mata dengan katarak dapat membuat warna jadi jauh lebih terang dari sebenarnya.
  • Obat-obatan tertentu.
    Efek samping dari obat seperti digoxin, etambutol, chloroquine, hydroxychloroqine, phenytoin, sildenafil, dan paparan bahan kimia berbahaya seperti karbon disulfida dan styrene dapat menyebabkan kebutaan warna pada seseorang.
    Selain itu, penggunaan obat antikejang yang disebut tiagabine telah terbukti mengurangi penglihatan warna pada sekitar 41% orang yang menggunakan obat ini, meskipun efeknya tampaknya tidak permanen.
  • Leber's hereditary optic neuropathy (LHON).
    LHON adalah penyakit saraf mata bawaan. Penyakit ini biasanya menyebabkan penderitanya mengalami buta warna merah-hijau. Seseorang bisa saja tidak mengalami gejala buta warna tetapi menjadi pembawa (carriers) dan tetap memiliki tingkat buta warna tertentu.
  • Sindrom Kallman.
    Kelainan genetik yang membuat tubuh tidak bisa atau sedikit memproduksi gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Buta warna dapat menjadi salah satu gejala dari kondisi ini.
  • Diabetes
  • Glaukoma
  • multiple sclerosis
  • Buta warna juga dapat terjadi karena proses penuaan merusak sel retina juga cedera pada area otak tempat pemrosesan penglihatan
Dokter mata akan mendiagnosis kondisi buta warna dengan memberikan tes berupa gambar yang dirancang khusus (tes Ishihara) terbuat dari titik-titik berwarna dengan angka atau bentuk dalam warna berbeda yang tersembunyi. Penderita buta warna akan merasa kesulitan untuk melihat beberapa pola yang terdapat di dalam titik-titik tersebut. 
Tidak ada pengobatan khusus untuk kebanyakan jenis buta warna, kecuali kondisi buta warna yang berkaitan dengan pemakaian obat-obatan tertentu atau kondisi mata tertentu. Dengan menghentikan pemakaian obat tersebut atau mengobati penyakit mata yang mendasarinya dapat menghasilkan penglihatan warna yang lebih baik.Namun, kini telah hadir perangkat dan teknologi yang dapat memudahkan orang dengan buta warna untuk melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk:
  • Kacamata dan lensa kontak khusus
    Lensa kontak dan kacamata khusus untuk penderita buta warna dapat membantu memberi penglihatan yang dapat membedakan warna dengan jelas.
  • Alat peraga.
    Anda dapat menggunakan alat bantu visual, aplikasi, dan teknologi lainnya untuk membantu menjalani kegiatan sehari-hari. Misalnya, ada aplikasi yang dapat memberi tahu tentang warna yang sebenarnya Anda lihat ketika mengambil foto dengan aplikasi tersebut.
 
Tidak ada cara untuk mencegah kebutaan warna yang diwariskan.
Jika mempunyai masalah dalam membedakan warna-warna tertentu, Anda sebaiknya menemui dokter mata untuk diperiksa. Selain itu, penting bagi anak-anak untuk mendapat pemeriksaan mata secara lengkap, termasuk tes penglihatan warna sebelum mulai bersekolah.
Sebelum mengunjungi dokter mata, Anda dapat mempersiapkan daftar pertanyaan seperti berikut ini:
  • Bagaimana buta warna dapat memengaruhi hidup saya?
  • Apakah buta warna akan memengaruhi pekerjaan saya saat ini atau di masa depan?
  • Apakah ada perawatan untuk buta warna?
  • Apakah referensi bacaan yang direkomendasikan?
  • Apakah ada kacamata khusus atau lensa kontak yang bisa saya pakai untuk meningkatkan penglihatan dalam melihat warna?
 Dokter mata mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:
  • Kapan Anda pertama kali mengalami kesulitan melihat warna-warna tertentu?
  • Apakah itu memengaruhi satu mata atau keduanya?
  • Apakah ada keluarga Anda (termasuk orangtua dan kakek nenek) yang juga mengalami buta warna?
  • Apakah Anda memiliki kondisi medis tertentu?
  • Apakah Anda terpapar bahan kimia di tempat kerja?
  • Apakah Anda sedang mengonsumsi obat atau suplemen tertentu?
NEI. https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/color-blindness
Diakses pada 16 Juli 2020
Allaboutvision. https://www.allaboutvision.com/conditions/colordeficiency.htm
Diakses pada 16 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/poor-color-vision/diagnosis-treatment/drc-20354991
Diakses pada 16 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/poor-color-vision/symptoms-causes/syc-20354988
Diakses pada 14 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/colour-vision-deficiency/#
Diakses pada 14 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Dokter Terkait

Artikel Terkait

Kenali Berbagai Gejala Glaukoma yang Bisa Serang Lansia

Glaukoma merupakan sebuah kondisi yang merusak saraf optik mata, dan akan memburuk seiring berjalannya waktu. Gejala glaukoma sering tidak dirasakan penderitanya.
11 Apr 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Penyakit glaukoma merusak saraf optik mata, yang bisa menyerang lansia.

Tes Mata Minus yang Harus Dijalani Sebelum Pakai Kacamata

Tes mata minus adalah serangkaian tes berupa pemeriksaan ketajaman penglihatan, retinoskopi, dan pinhole test. Tes ini sebaiknya segera dijalani jika Anda sudah merasakan gejala seperti pusing, mata cepat lelah, dan kesulitan melihat objek yang jauh.
07 Nov 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Tes mata minus ada tiga jenis, yaitu ketajaman penglihatan, retinoskopi, dan pinhole test

4 Penyakit Mata pada Lansia yang Mungkin Menyerang

Penyakit mata pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan utama. Penyakit mata yang umum terjadi pada orang dengan usia senja adalah katarak dan glaukoma.
20 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Glaukoma merupakan penyakit mata pada lansia yang paling umum terjadi