Kebutaan dibagi menjadi buta total dan buta sebagian atau parsial. Buta sebagian menyebabkan seseorang tidak dapat melihat obyek dengan jelas atau kabur. Sedangkan buta total menyebabkan penderita tidak dapat melihat sama sekali, termasuk cahaya.

Secara grobal, diperkirakan ada lebih dari dua juta orang yang mengalami kebutaan atau gangguan penglihatan. Sekitar 80% di antaranya terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas. Penanganan buta tergantung dari penyebab kebutaan.

Pada orang yang mengalami buta total, gejalanya hanyalah sama sekali tidak dapat melihat. Sementara gejala buta sebagian dapat meliputi:

  • Pandangan seperti berkabut.
  • Sukar melihat bentuk obyek.
  • Hanya dapat melihat bayang-bayang.
  • Gangguan penglihatan pada malam hari.
  • Lapang pandang yang menyempit.

Beberapa penyakit mata berikut dapat menjadi penyebab buta:

  • Glaukoma

Penyakit mata ini terjadi akibat adanya gangguan pada saraf mata yang membawa informasi dari mata ke otak.

  • Degenerasi makula

Kondisi ini muncul karena bagian penglihatan yang berfungsi melihat detail-detail kecil mengalami kerusakan.

  • Katarak

Katarak adalah kondisi yang menyebabkan penglihatan berkabut. Keadaan ini paling sering dialami kalangan lanjut usia (lansia).

  • Mata malas

Kondisi ini membuat penderita sulit melihat detail-detail yang kecil.

  • Neuritis optik

Peradangan saraf optik ini dapat menyebabkan kebutaan total maupun sebagian atau sementara.

  • Retinitis pigmentosa

Kerusakan pada retina ini juga menyebabkan kebutaan.

  • Tumor

Bila ada tumor yang tumbuh di retina atau saraf mata, gangguan medis ini bisa menyebabkan komplikasi berupa kondisi buta.

Di samping gangguan medis tersebut, faktor-faktor di bawah ini juga berpotensi memicu kondisi buta:

Pada tahap awal, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala Anda, riwayat penyakit yang pernah dan sedang diderita, serta riwayat operasi mata yang pernah Anda jalani.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kondisi mata, dan menganjurkan pemeriksaan penunjang yang terdiri dari:

  • Pemeriksaan fungsi otot mata.
  • Evaluasi kejernihan penglihatan.
  • Pemeriksaan reaksi pupil terhadap cahaya.

Penanganan buta tergantung dari penyebabnya. Berikut contohnya:

  • Bila kondisi buta atau gangguan penglihatan disebabkan oleh kelainan refraksi, penanganannya adalah dengan memakai kacamata atau operasi mata.
  • Jika masalah nutrisi menjadi penyebabnya, perbaikan gizi merupakan penanganan buta yang tepat.
  • Pada kondisi buta akibat katarak, penanganannya adalah dengan operasi katarak.
  • Untuk buta yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan, dapat ditangani dengan obat minum untuk menghilangkan bakteri, virus atau jamur.
  • Apabila penyebab kebutaan adalah perlukaan pada kornea, transplantasi kornea bisa dipertimbangkan.

Kebanyakan kasus buta sebenarnya dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan mata maupun pemeriksaan rutin pada mata.

Sebagai contoh, buta yang disebabkan oleh malanutrisi dapat dicegah dengan konsumsi makanan dengan kandungan gizi yang baik.

Sementara kebutaan akibat diabetes (seperti glaukoma atau kerusakan saraf mata) bisa dihindari dengan mengendalikan kadar gula darah. Misalnya, dengan rutin minum obat, berolahraga, serta menerapkan pola makan yang seimbang.

Segera berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami gangguan penglihatan. Meski terasa sepele, masalah mata sebaiknya tidak diremehkan.

Sebelum konsultasi, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat obat, suplemen, vitamin, atau obat herbal yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja keluhan yang Anda rasakan?
  • Sudah berapa lama gejala tersebut Anda alami?
  • Apakah gangguan penglihatan yang Anda alami terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan memburuk?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?

Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter. Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Bila Anda memeriksakan diri ke dokter umum dan dokter mencurigai kondisi Anda sebagai buta total, sebagian, atau sementara, dokter bisa merujuk Anda ke dokter spesialis mata. Dengan ini, Anda dapa memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang lebih komprehensif. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/blindness
Diakses pada 20 November 2019

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/blindness-and-visual-impairment
Diakses pada 20 November 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/blindness/article.htm
Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait