Penyakit Lainnya

Bunion

Diterbitkan: 08 Aug 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bunion
Bunion ditandai dengan tulang yang menonjol di jempol kaki
Bunion adalah tulang yang menonjol keluar di sisi luar sendi jempol kaki. Tonjolan tulang ini terjadi karena posisi jempol kaki yang miring dan mendorong jari-jari di sebelahnya.Umumnya, bunion berkembang secara perlahan-lahan, sejak masa kanak-kanak. Tonjolan tulang ini biasa tidak menimbulkan rasa sakit. Namun seiring waktu, benjolannya akan semakin jelas. Bila terus dibiarkan, bunion dapat memicu rasa sakit dan mengalami kulit kemerahan. Penderita juga bisa kesulitan untuk memakai alas kaki.Tak hanya itu, bunion bahkan dapat mengubah struktur tulang kaki penderitanya di kemudian hari. 
Bunion
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaTonjolan tulang di sisi luar jempol kaki, posisi jempol yang bengkok
Faktor risikoMasalah bentuk kaki, flat feet, sepatu hak tinggi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen kaki
PengobatanOperasi
Komplikasi Bursitis, hammertoe, metatarsalgia 
Kapan harus ke dokter?Bunion yang mengganggu kenyamanan
Gejala bunion sangat mudah dikenali, yakni tonjolan tulang pada sisi luar di sendi jempol kaki. Pada tahap awal, tonjolan tulang mungkin tidak menyebabkan keluhan apapun.Namun seiring waktu, bunion bisa memicu gejala berupa:
  • Posisi jempol kaki yang lebih bengkok dan mengarah ke jari kaki di sebelahnya. Posisi ini juga bisa menekan jari-jari lainnya.
  • Kulit yang memerah pada sisi luar jempol kaki. Kulit di bagian ini juga bisa mengalami peradangan.
  • Penebalan pada kulit di telapak kaki bagian bawah jempol kaki yang mengalami bunion.
  • Jari kaki di sebelah jempol kaki yang mengalami kapalan.
  • Kesulitan menggerakkan jempol kaki.
  • Muncul rasa sakit pada bagian kaki. Gejala ini bisa dirasakan sesekali maupun terus-menerus, misalnya ketika memakai sepatu.
 
Hingga saat ini, penyebab bunion belum diketahui dengan pasti. Para pakar menduga bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkat risiko gangguan tulang ini.Beberapa faktor risiko bunion tersebut meliputi:
  • Masalah pada bentuk kaki. Ini merupakan pemicu utama bunion dan yang dipengaruhi oleh faktor keturunan.
  • Memiliki ligamen-ligamen yang terlalu lentur atau fleksibel. Ligamen adalah penyambung antara tulang dan tulang.
  • Memiliki flat feet, yaitu bentuk telapak kaki yang datar, di mana bagian lengkung pada bagian telapak kaki memiliki derajat yang rendah atau bahkan menyentuh lantai.
  • Kerap berdiri untuk waktu yang lama.
  • Mengenakan sepatu yang berujung lancip, dengan ukuran yang kekecilan, atau berhak tinggi. Sepatu seperti ini menyebabkan jari-jari kaki ‘dipaksa’ berkumpul dan jempol kaki semakin tertekan.
  • Mengalami gejala arthritis atau radang sendi pada kaki.
 
Dengan melihat bentuknya, dokter biasa sudah bisa memperkirakan diagnosis bunion. Misalnya, tonjolan tulang dan bentuk ibu jari kaki yang mengarah ke dalam.Dokter dapat meminta pasien untuk menggerakkan jempol dan jari-jari kaki pada kaki yang mengalami bunion, supaya dapat menilai kemampuan geraknya. Pasien juga perlu menjelaskan gejala serta faktor-faktor risiko lain, yang mungkin berhubungan dengan terbentuknya tonjolan tulang ini.Bila perlu, dokter akan meminta Anda untuk menjalani rontgen pada kaki yang mengalami bunion. Langkah ini bertujuan melihat tingkat keparahannya.Tes darah pun bisa dianjurkan untuk memastikan bahwa ada tidaknya radang sendi atau kondisi lain yang dapat memicu munculnya bunion pada pasien. 
Cara mengobati bunion umumnya tergantung pada tingkat keparahan bunion dan rasa sakit yang dialami oleh pasien. Dokter kemudian menentukan langkah penanganan yang sesuai.Secara umum, terdapat dua pilihan penanganan untuk mengobati bunion, yaitu tanpa operasi dan melalui prosedur operasi. Berikut penjelasannya:

Tanpa operasi

Beberapa langkah penanganan tanpa operasi bisa meliputi:
  • Mengganti sepatu yang biasa digunakan dengan sepatu yang lebih lebar dan nyaman dipakai.
  • Jangan memakai sepatu hak tinggi, ketat di kaki, atau berujung lancip.
  • Menggunakan bantalan khusus untuk bunion. Bantalan ini bisa disisipkan dalam sepatu.
  • Meminum obat-obatan untuk membantu dalam meredakan rasa sakit, seperti paracetamol, ibuprofen, atau naproxen.
  • Menempelkan kompres dingin pada bunion dengan es batu berlapis kain atau handuk, guna meringankan rasa sakit dan peradangan.
  • Menurunkan berat badan bagi pasien yang mengalami kelebihan berat badan.

Dengan operasi

Jika pengobatan tanpa operasi tidak efektif untuk meringankan rasa sakit akibat bunion, dokter mungkin dapat merekomendasikan operasi. Melalui pembedahan, dokter akan:
  • Mengangkat jaringan yang bengkak dari sekitar persendian jempol kaki.
  • Meluruskan jempol kaki dengan mengangkat bagian tulang yang menonjol.
  • Menyejajarkan tulang panjang pada bagian belakang kaki dengan jempol kaki, untuk meluruskan sudut abnormal pada sendi jempol kaki.
  • Menggabungkan tulang pada sendi yang terkena bunion secara permanen.
 

Komplikasi bunion

Apabila tidak ditangani dengan benar, bunion dapat menyebabkan komplikasi yang meliputi:
  • Bursitis

Bursitis adalah peradangan pada bursa, yakni kantong berisi cairan yang melindungi area sendi. Kondisi ini akan memicu rasa sakit dan lama-kelamaan bisa membatasi kemampuan gerak sendi-sendi lain di kaki.
  • Hammertoe

Hammertoe merupakan pembengkokan abnormal di sendi tengah dari jari kaki, biasanya jari telunjuk kaki. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan dan rasa sakit.
  • Metatarsalgia

Metatarsalgia ditandai dengan rasa nyeri dan pembengkakan pada telapak kaki bagian depan. 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah bunion juga tidak tersedia. Namun Anda dapat menurunkan risikonya dengan mencoba langkah-langkah di bawah ini:
  • Melatih jari-jari kaki, misalnya dengan mengambil benda-benda kecil (seperti pensil atau kerikil) menggunakan jari-jari kaki
  • Mengenakan sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki agar jari-jari kaki tidak terjepit
  • Menghindari penggunaan sepatu berhak tinggi atau berujung lancip
 
Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami bunion yang terasa mengganggu, hingga menghalangi rutinitas Anda. Contohnya, terasa sakit atau meradang. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan Anda mulai mengalami masalah pada kaki Anda?
  • Separah apa rasa sakit yang Anda rasakan pada kaki Anda?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait bunion?
  • Apa ada hal-hal tertentu yang tampaknya mengurangi atau memperburuk gejala bunion?
  • Jenis sepatu seperti apa yang sering Anda kenakan?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis bunion agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/bunion
Diakses pada 26 Juli 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bunion/symptoms-causes/syc-20354799
Diakses pada 26 Juli 2019
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-bunion-basics
Diakses pada 29 Juli 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bunion/
Diakses pada 29 Juli 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Pastikan Sederet Bahaya Sepatu Hak Tinggi Ini Tak Mengincar Anda

Memakai sepatu hak tinggi untuk waktu lama bisa berpengaruh pada kesehatan. Mulai dari perubahan postur tubuh, gangguan tulang dan sendi, hingga masalah keseimbangan. Bagaimanakah cara menguranginya?
20 Apr 2020|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Sepatu hak tinggi bisa memicu cedera kaki

Tenggorokan Terasa Mengganjal dan Sesak, Mungkin GERD Penyebabnya!

Tenggorokan terasa mengganjal dan sesak? Hati-hati, kondisi ini bisa menandakan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Kenali cara mengatasinya supaya tenggorokan terasa lega!
28 Oct 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Tenggorokan terasa mengganjal dan sesak adalah salah satu gejala GERD.

Penyebab Kaki Pecah-Pecah dan Cara Mengatasinya

Penyebab kaki pecah-pecah bisa karena kulit kering maupun penyakit tertentu. Jika kondisinya tidak parah, Anda cukup mengoleskan pelembap secara rutin untuk mengatasinya.
14 Jul 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Ada beberapa penyebab kaki pecah-pecah