Bunion

Ditulis oleh Grace Ratnasari
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Bunion

Bunion adalah tulang menonjol keluar yang muncul di samping ruas kedua pada ibu jari kaki. Tonjolan tulang ini terjadi karena posisi jempol kaki yang mendorong jari kaki di sebelahnya.

Umumnya, bunion tidak menimbulkan rasa sakit. Namun dari waktu ke waktu, kondisi tonjolan ini dapat menjadi semakin parah dan berpotensi menimbulkan rasa sakit pada penderitanya.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Selain tonjolan tulang pada jempol kaki, gejala bunion juga bisa berupa:

  • Posisi jempol kaki yang lebih condong dan mengarah ke jari kaki di sebelahnya.
  • Kulit yang memerah pada sisi luar jempol kaki. Kulit di bagian ini juga bisa mengalami peradangan.
  • Kulit di bagian bawah ibu jari kaki yang menebal.
  • Jari kaki di sebelah jempol kaki yang mengalami kapalan.
  • Kesulitan menggerakkan jempol kaki.
  • Muncul rasa sakit pada bagian kaki. Gejala ini bisa terjadi sesekali maupun terus-menerus.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab bunion beum diketahui dengan pasti. Para pakar menduga bahwa pemicu utamanya adalah masalah pada bentuk kaki yang dipengaruhi oleh faktor keturunan. Berikut beberapa contohnya:

  • Ligamen-ligamen (penyambung antara tulang dan tulang) yang terlalu lentur atau fleksibel.
  • Flat feet, yaitu bentuk telapak kaki yang datar, di mana bagian lengkung pada bagian telapak kaki memiliki derajat yang rendah atau bahkan menyentuh lantai.
  • Struktur tulang yang abnormal.

Apabila Anda memiliki bunion pada kaki, kondisinya bisa bertambah parah akibat faktor-faktor di bawah ini:

  • Berdiri dalam waktu yang lama.
  • Mengenakan sepatu yang berujung lancip, dengan ukuran yang kekecilan, atau berhak tinggi. Sepatu seperti ini menyebabkan jari-jari kaki ‘dipaksa’ berkumpul dan jempol kaki menjadi semakin tertekan.
  • Mengalami gejala arthritis atau radang sendi pada kaki.

Diagnosis

Dengan melihat bentuknya, dokter biasanya sudah bisa memperkirakan kondisi bunion. Dokter juga akan menanyakan gejala serta faktor-faktor penyebab lain yang mungkin berhubungan dengan terbentuknya bunion.

Bila perlu, dokter akan meminta Anda untuk melakukan rontgen kaki yang mengalami bunion. Langkah ini bertujuan untuk melihat tingkat keparahannya.

Pengobatan

Terdapat dua pilihan untuk mengobati bunion, yaitu tanpa operasi dan melalui prosedur operasi. Dokter akan menyarankan pengobatan yang tepat untuk Anda, tergantung dari tingkat keparahan bunion dan rasa sakit yang Anda alami. Berikut penjelasannya:

Tanpa operasi

Beberapa langkah penanganan tanpa operasi bisa meliputi:

  • Mengganti sepatu yang biasa digunakan dengan sepatu yang lebih lebar dan nyaman dipakai.
  • Menggunakan bantalan khusus untuk bunion. Bantalan ini bisa disisipkan dalam sepatu.
  • Meminum obat-obatan untuk membantu meredakan rasa sakit, seperti acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen sodium.
  • Mengompres bunion dengan es batu berlapis kain atau handuk, guna meringankan rasa sakit dan peradangan.

Melalui prosedur operasi

Jika pengobatan tanpa operasi tidak efektif dalam meringankan rasa sakit akibat bunion, dokter mungkin dapat menyarankan prosedur operasi untuk Anda. Melalui operasi, dokter akan:

  • Mengangkat jaringan yang bengkak dari sekitar persendian jempol kaki.
  • Meluruskan jempol kaki dengan mengangkat bagian tulang yang menonjol.
  • Menyejajarkan tulang panjang pada bagian belakang kaki dengan jempol kaki untuk meluruskan sudut abnormal pada sendi jempol kaki.
  • Menggabungkan tulang pada sendi yang terkena bunion secara permanen.

Jika tidak ditangani dengan benar, bunion dapat menyebabkan iritasi pada bursa (kantung berisi cairan yang melindungi area sendi). Bursa dapat mengalami inflamasi dan pembengkakan, yang memicu rasa sakit.

Kondisi tersebut dinamakan bursitis. Sebagai akibat bursitis, pergerakan sendi-sendi lain di kaki akan menjadi terbatas.

Komplikasi lain dari bunion yang tidak diobati adalah kelainan bentuk pada jari kaki, jari-jari kaki yang menjadi kaku, dan sakit jari kaki kronis.

Pencegahan

Bunion berkembang secara perlahan-lahan, sejak masa kanak-kanak. Untuk mencegah bunion, Anda bisa mencoba cara-cara berikut:

  • Melatih jari-jari kaki, misalnya dengan mengambil benda-benda kecil (seperti pensil atau kerikil) menggunakan jari-jari kaki.
  • Mengenakan ukuran sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki agar jari-jari kaki tidak terjepit.
  • Menghindari penggunaan sepatu berhak tinggi atau berujung lancip.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami bunion yang terasa mengganggu hingga menghalangi rutinitas Anda. Misalnya, terasa sakit atau mengalami inflamasi.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum menjalani pemeriksaan medis dari dokter, siapkan catatan riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Anda juga mungkin perlu menyiapkan beberapa pertanyaan yang ingin diajukan. Berikut contohnya:

  • Apa yang menyebabkan bunion?
  • Apakah kondisi bunion bersifat sementara atau permanen?
  • Apa jenis pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter?
  • Apakah perlu prosedur operasi?
  • Apakah ada langkah perawatan yang mungkin dapat memperbaiki kondisi bunion?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya akan mengajukan sederet pertanyaan di bawah ini:

  • Kapan Anda mulai mengalami masalah pada kaki Anda?
  • Separah apa rasa sakit yang Anda rasakan pada kaki Anda?
  • Di mana rasa sakit tersebut muncul?
  • Apa ada hal-hal tertentu yang tampaknya mengurangi atau memperburuk gejala bunion?
  • Jenis sepatu seperti apa yang sering Anda kenakan?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/bunion
Diakses pada 26 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bunion/symptoms-causes/syc-20354799
Diakses pada 26 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-bunion-basics
Diakses pada 29 Juli 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bunion/
Diakses pada 29 Juli 2019

Back to Top