Mata

Bulu Mata Rontok

30 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bulu Mata Rontok
Bulu mata rontok dalam bahasa medis disebut dengan madarosis
Madarosis adalah istilah medis yang mengacu pada kerontokan bulu mata atau alis, pada salah satu sisi wajah atau keduanya. Kondisi ini biasanya muncul sebagai gejala suatu penyakit, seperti penyakit kulit yang bersifat lokal (hanya di area tertentu) hingga penyakit sistemik yang kompleks.Beberapa orang yang mengalami kondisi ini dapat kehilangan semua rambut di bulu mata dan alis (botak), atau mungkin hanya kehilangan sebagian (rontok).Bentuk gejala madarosis terbagi menjadi jaringan parut dan non jaringan parut. Pada madarosis yang tidak terbentuk jaringan parut, struktur rambut di dalamnya tidak berubah, sehingga rambut dapat tumbuh kembali seperti semula. Sebaliknya, apabila telah terbentuk jaringan parut, kerontokan rambut di alis atau bulu mata bisa bersifat permanen.  Bulu mata rontok bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, tua dan muda. Namun,  paling sering terjadi pada manula.
Bulu Mata Rontok
Dokter spesialis Kulit
GejalaBulu mata dan alis rontok, gatal, kemerahan, pembengkakan
Faktor risikoManula
Metode diagnosisTrichoscopy, tes darah, skin swab, skin scraping
PengobatanObat-obatan, tindakan medis, modifikasi kosmetik
ObatMinoxidil, bimatoprost
KomplikasiMata rentan iritasi, kepercayaan diri menurun
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami berbagai gejala madarosis
Gejala madarosis yang paling umum adalah kerontokan rambut di alis dan bulu mata. Selain itu, beberapa gejala tambahan yang mungkin muncul mencakup:
  • Kemerahan di area kerontokan
  • Gatal-gatal
  • Sensasi terbakar 
  • Pembengkakan 
Baca jawaban dokter: Tindakan awal apa saat mata terkena lem bulu mata?
Banyak hal yang dapat menjadi penyebab bulu mata rontok. Berikut adalah sejumlah kondisi yang dapat mengakibatkan madarosis, dari yang paling umum hingga yang paling jarang.
  • Alopecia areata
    Madarosis tipe non-jaringan parut umumnya terlihat pada pasien alopecia areata yang merupakan penyakit autoimun. Penyakit ini dapat menyebabkan kerontokan rambut yang tidak merata, termasuk di area alis dan bulu mata. Alopecia dapat menyerang segala kelompok usia, dari orang dewasa, anak-anak hingga bayi.
  • Cedera
    Trauma fisik seperti cedera, kecelakaan atau luka bakar yang terjadi pada bulu mata dan alis bisa membuatnya rontok.
  • Gangguan tiroid
    Penyakit tiroid adalah penyebab umum kerontokan alis ataupun bulu mata. Ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid (hipotiroidisme) atau terlalu banyak (hipertiroidisme) proses metabolisme tubuh dapat terganggu, termasuk memengaruhi pertumbuhan rambut.
  • Eksim (dermatitis atopik)
    Eksim adalah peradangan pada kulit karena sistem kekebalan yang terlalu sensitif.
    Dikarenakan folikel rambut tertanam di kulit, eksim juga dapat mengganggu pertumbuhan rambut.
  • Psoriasis
    Psoriasis adalah gangguan autoimun yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh begitu cepat sehingga terbentuk bercak merah, tebal, bersisik, dan menyakitkan. Bercak tersebut dapat menghalangi folikel rambut dan menghentikan pertumbuhannya hingga menyebabkan kerontokan atau kebotakan.
  • Dermatitis kontak
    Dermatitis kontak adalah peradangan di kulit yang disebabkan oleh kontak dengan alergen (zat pemicu alergi) atau iritasi akibat zat toksik. Gejalanya yang paling umum adalah gatal-gatal dan sensasi terbakar. Jika area di dekat bulu mata terpengaruh, peradangan tersebut bisa menghambat pertumbuhan rambut.
  • Dermatitis seboroik
    Para ilmuwan percaya dermatitis seboroik disebabkan oleh jamur atau kelebihan produksi minyak di kulit. Kondisi ini dapat menghasilkan ketombe, bahkan di bulu mata dan alis.
  • Stres dan gangguan kecemasan
    Stres dan kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan aliran oksigen ke folikel rambut berkurang dan fluktuasi kadar hormon yang berkontribusi terhadap kerontokan bulu mata dan alis.
  • Kehamilan dan persalinan
    Kehamilan dan persalinan juga dapat membuat hormon dalam tubuh kehilangan keseimbangannya. Hal ini bisa mengacaukan siklus pertumbuhan rambut dan menyebabkan kerontokan rambut.
  • Kerontokan pada bayi
    Bulu mata bayi rontok biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir. Hal ini adalah proses yang normal terjadi di bulan-bulan pertama usia mereka. Rambut dan bulu mata yang rontok tersebut nantinya akan digantikan oleh rambut permanen.
  • Kusta
    Madarosis sering terjadi pada penderita kusta, yang juga dikenal sebagai penyakit Hansen. Penyakit ini merupakan infeksi bakteri yang mempengaruhi kulit, mata, hidung, dan saraf.
  • Blefaritis
    Blefaritis adalah peradangan yang mempengaruhi kelopak mata dan dapat menghasilkan bulu mata rontok.
  • Trikotilomania
    Trikotilomania adalah gangguan mental yang diindikasikan dengan dorongan tidak tertahankan untuk menarik rambut yang terdapat di kepala, alis mata, ataupun rambut pada area lain di tubuh.
  • Infeksi
    Infeksi bakteri, jamur, virus, bahkan parasit dapat menyebabkan madarosis. Beberapa infeksi yang dapat menyebabkan kerontokan bulu mata adalah infeksi virus herpes simpleks, HIV, infeksi bakteri Staphylococcus, sifilis, dan infeksi parasit dari tungau D. folliculorum yang menyerang bulu mata.
  • Tinea capitis (kurap)
    Tinea capitis, yang dikenal sebagai kurap, dapat menghasilkan bercak merah seperti cincin yang gatal. Ketika bercak ini muncul di atas alis atau di kelopak mata, rambut yang tumbuh di area tersebut akan rontok dan meninggalkan area yang pitak.
  • Malnutrisi
    Beberapa penyakit yang diakibatkan kekurangan gizi dapat memicu kerontokan rambut. Misalnya pada penyakit hypoproteinemia akibat kadar protein yang sangat rendah, defisiensi zinc atau biotin (vitamin B7).
  • Kanker kulit
    Dalam beberapa kasus, madarosis bisa menjadi gejala kanker kulit dengan tumor yang ganas.
  • Discoid lupus erythematosus (DLE)
    DLE adalah salah satu tipe  penyakit lupus, yakni kondisi autoimun yang dapat menyebabkan terbentuknya plak dengan penyumbatan folikel. Jika hal ini terjadi di kelopak mata, maka kondisi tersebut dapat berkembang menjadi madarosis.
  • En coup de sabre
    En coup de sabre adalah bentuk dari skleroderma yang merupakan penyakit autoimun. Penyakit ini dapat memicu pengerasan dan penebalan pada kulit. Beberapa kasus yang lebih parah bisa menimbulkan jaringan parut di dahi yang memicu kerontokan rambut di area tersebut.
  • Sindrom Graham-Little
    Sindrom Graham-Little adalah varian dari lichen planopilaris yang dapat menghancurkan folikel rambut dan kemudian menggantinya dengan jaringan parut, sehingga mengakibatkan kerontokan rambut permanen.
  • Sindrom Parry-Romberg
    Sindrom Parry-Romberg adalah penyakit langka yang memengaruhi penyusutan pada jaringan kulit. Salah satu gejalanya adalah hilangnya alis dan bulu mata.
  • Penyakit Vogt-Koyanagi-Harada
    Penyakit Vogt-Koyanagi-Harada adalah kelainan langka yang mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk mata, telinga, kulit, sumsum tulang belakang (meninges). Gejala yang paling terlihat adalah kehilangan penglihatan yang cepat dan hilangnya rambut.
  • Penyebab lain
    Penyebab lain yang tidak terkait penyakit juga dapat menyebabkan rontoknya bulu mata maupun alis. Penyalahgunaan narkoba, efek samping radioterapi, kemoterapi, dan obat-obat tertentu seperti retinoid, heparin atau obat dari golongan antikonvulsan diketahui dapat menjadi penyebab madarosis.
Dalam mendiagnosis madarosis, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan seperti:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
    Dokter akan menanyakan gejala dan keluhan fisik yang dirasakan serta riwayat kesehatan pasien. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat area bulu mata dan alis.
  • Trichoscopy (dermoskopi rambut)
    Trikoskopi adalah metode evaluasi yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit rambut dan kulit kepala. Tindakan ini dilakukan dengan memvisualisasikan rambut dan struktur kulit kepala dalam ukuran yang berlipat ganda dari aslinya agar dokter dapat menganalisa dengan lebih jelas.
  • Tes darah
    Untuk menguji kadar vitamin atau fungsi tiroid.
  • Tes usap kulit (skin swab)
    Metode skin swab dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri.
  • Pemeriksaan kerokan kulit (skin scraping)
    Umumnya digunakan untuk menganalisa keberadaan infeksi jamur.
  • Tes polymerase chain reaction (PCR)
    Pemeriksaan PCR digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi virus
Perawatan spesifik yang direkomendasikan untuk madarosis tergantung pada penyebab yang mendasarinya. misalnya, antibiotik akan diresepkan untuk madarosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, terapi psikologis jika penyebabnya stres, serta obat-obatan khusus bagi masing-masing penyakit yang menyebabkan kondisi ini. Jika penyebab madarosis tidak dapat ditentukan atau tidak merespon pengobatan yang telah diberikan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menyamarkan kerontokan bulu mata dan alis, antara lain:
  • Menggunakan larutan penumbuh rambut, biasanya yang mengandung minoxidil.
  • Menggunakan obat topikal untuk pertumbuhan rambut, contohnya bimatoprost.
  • Memakai bulu mata dan alis palsu.
  • Menggunakan riasan untuk membuat bulu mata dan alis.
  • Tato alis.
  • Transplantasi rambut untuk alis.
  • Cangkok bulu mata.
Baca juga: Tanpa Extension, Ini 5 Cara Melentikkan Bulu Mata Secara Alami

Komplikasi 

Bulu mata dapat melindungi bola mata dari benda asing dan iritasi. Oleh karena itu, bulu mata rontok atau bulu mata botak dapat menjadikan mata rentan terkena iritasi dan infeksi.Di samping itu, keberadaan bulu mata ataupun alis bisa memengaruhi tampilan wajah seseorang. Bulu mata dan alis juga memainkan fungsi yang sangat penting dalam ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Ketiadaan bulu mata atau alis bisa berdampak pada kepercayaan diri yang menurun. 
Pencegahan bulu mata rontok dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan bulu mata melalui cara berikut ini:
  • Cuci muka dan kelopak mata setiap harinya dengan air dan sabun yang lembut. Kelenjar di kelopak mata secara alami akan melumasi bulu mata, jadi losion dan kondisioner tidak diperlukan kecuali bulu mata terasa terlalu kering. 
  • Jalani diet sehat dengan memenuhi asupan protein, buah-buahan, sayuran dan zat besi yang cukup. Hal ini dapat menjaga kesehatan dan pemeliharaan bulu mata yang panjang dan lebat.
  • Temukan cara untuk bersantai dan hindari stres. Lakukan pijat atau meditasi yang bisa membantu tubuh lebih rileks.
  • Tahan keinginan untuk mencabuti alis secara berlebihan, konsultasikan pada psikolog atau psikiater jika hal ini sulit diatasi sendiri.
  • Hindari penggunaan kosmetik atau produk perawatan muka yang mengandung bahan kimia keras.
  • Jika Anda hendak menggunakan produk yang mengandung tretinoin, hidrokuinon, asam glikolat, serta ingin mengecat atau bleaching rambut pastikan untuk melindungi bulu mata dan alis terlebih dahulu dengan pelembap seperti petroleum jelly sebelum mengaplikasikannya.
Baca juga: Mengenal Manfaat Serum Bulu Mata dan Efek Sampingnya Di baliknya
Jika Anda mulai mengalami bulu mata rontok, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Pasalnya, kondisi ini bisa menandakan adanya berbagai penyakit yang mungkin memerlukan diagnosis sedini mungkin. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait bulu mata rontok?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis bulu mata rontok agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
International Journal of Trichology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3358936/
Diakses pada 10 September 2021
Dermnetnz. https://dermnetnz.org/topics/madarosis
Diakses pada 10 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/madarosis
Diakses pada 10 September 2021
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/why-are-my-eyelashes-falling-out
Diakses pada 10 September 2021
Healthjade. https://healthjade.net/madarosis/
Diakses pada 10 September 2021
Raredisease. https://rarediseases.org/rare-diseases/vogt-koyanagi-harada-disease/
Diakses pada 10 September 2021
American International Medical University. https://www.aimu.us/2018/06/01/madarosis-symptoms-causes-diagnosis-management/
Diakses pada 10 September 2021
The Journal français d'ophtalmologie. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S018155121300291X
Diakses pada 10 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email