Bulimia Nervosa

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Bulimia adalah gangguan makan serius yang diindikasikan dengan makan yang berlebih lalu memuntahkannya
Kekhawatiran berlebihan akan bertambahnya berat badan bisa menjadi salah satu ciri penderita bulimia.

Pengertian Bulimia Nervosa

Bulimia adalah gangguan makan yang serius dan berpotensi mengancam nyawa. Penderita yang mengalami bulimia mengalami dua periode, yaitu periode saat penderita mengonsumsi makanan dalam porsi yang banyak dengan waktu yang sangat singkat serta tidak terkontrol (binge) dan diikuti dengan periode kompensasi atas konsumsi berlebihan tersebut (purging). Konsumsi makanan yang tidak terkontrol dalam jumlah banyak biasanya dilakukan karena penderita merasa sedih, lapar, dan stres. Sementara, kompensasi biasanya dilakukan karena penderita merasa bersalah, malu, dan takut berat badannya bertambah atau bentuk badannya berubah. Beberapa kompensasi yang biasa dilakukan adalah memuntahkan makanan yang telah dikonsumsi, menggunakan obat pencahar, melakukan olahraga berlebihan, atau kombinasi lainnya. Pada akhirnya perilaku binge dan purging tersebut menjadi suatu siklus yang terus-menerus dilakukan oleh penderita.

Gangguan ini sering terjadi pada wanita muda usia remaja hingga awal dewasa. Penderita bulimia biasanya merasa malu dan jijik dengan dirinya dan pada akhirnya tidak memberitahukan masalah yang dialaminya. Oleh karenanya penting bagi orang-orang di sekitar untuk menyadari gangguan yang dialami oleh penderita dan mendukung penderita untuk menjadi terbuka. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), beberapa kriteria dari gangguan bulimia adalah:

  • Bentuk badan dan berat bedan dapat memengaruhi evaluasi diri individu.
  • Adanya kejadian-kejadian mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak secara cepat dan tidak terkontrol (binge eating). Individu mengonsumsi makanan lebih dari orang normalnya dan dalam waktu periode dua jam serta diikuti dengan perasaan kehilangan kendali. 
  • Adanya perilaku-perilaku kompensasi yang tidak sesuai untuk mengindari kenaikan berat badan secara terus-menerus, misalnya, memuntahkan makanan, berolahraga secara berlebihan, pengunaan obat pencahar, puasa secara berlebihan, dan sebagainya. 
  • Tidak muncul secara spesifik dengan kejadian anorexia nervosa. 
  • Perilaku makan yang diterapkan muncul setidaknya satu kali seminggu dalam periode tiga bulan.

Tanda-tanda lain yang dapat terlihat adalah:

  • Terlalu memperhatikan atau khawatir dengan bentuk dan berat badan.
  • Hidup dalam ketakutan bertambahnya berat badan.
  • Memiliki gambaran tubuh yang negatif.
  • Mengonsumsi makanan dengan jumlah yang tidak biasa dalam sekali makan, terutama makanan yang secara normalnya akan dihindari oleh individu.
  • Tidak ingin makan di depan orang lain.
  • Pergi ke kamar mandi setelah makan, sementara makan, atau untuk periode yang lama.
  • Memiliki gigi dan gusi yang rusak (untuk yang melakukan kompensasi dengan memuntahkan makanan).

Penyebab

Penyebab dari penyakit bulimia tidak dapat diketahui secara pasti. Beberapa faktor yang berpengaruh adalah:

  • Genetik, memiliki anggota keluarga yang mengalami masalah gangguan makan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bulimia karena penurunan gen dari keluarga. Individu yang lebih pencemas, memiliki keberhargaan diri yang rendah, atau perfeksionis juga lebih mungkin untuk mengalami bulimia. 

  • Masalah emosional dan psikologis, stres dan kejadian traumatis juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan bulimia. Selain itu, evaluasi diri yang negatif mungkin dapat menjadi faktor seseorang mengalami bulimia.

  • Sosial, kritik mengenai bentuk badan dari orang-orang sekitar ataupun tuntutan pekerjaan (contoh, model) dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami bulimia.

Diagnosis

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya dapat mendiagnosis penderita bulimia melalui:

  • Tes darah dan urin.
  • Pemeriksaan fisik. 
  • Menanyakan mengenai pola makan, metode penurunan berat badan dan gejala fisik yang dialami. 
  • Pengunaan electrocardiogram untuk mengidentifikasi ada tidaknya masalah di jantung.
  • Evaluasi psikologis yang meliputi diskusi mengenai sikap individu tentang tubuh dan berat badan.
  • Kriteria-kriteria dari diagnosis dari DSM-5.

Pengobatan

Penderita di atas 18 tahun dapat menggunakan program bantuan mandiri yang dipandu seperti membuat catatan harian, rencana makan, dan buku panduan. Selain itu juga dapat dibantu dengan terapi kognitif perilaku sedangkan untuk anak di bawah 18 tahun dapat dibantu dengan melakukan terapi keluarga.

Beberapa penanganan yang dapat diberikan adalah:

  • Psikoterapi, beberapa jenis psikoterapi yang biasanya diberikan adalah:
    • Terapi keluarga, membantu orangtua untuk menghentikan anaknya untuk melakukan perilaku makan secara tidak sehat, membantu anak untuk dapat mengontrol pola makannya, serta membantu keluarga untuk menghadapi masalah pada perkembangan anak dan keluarga karena bulimia. Anak-anak di bawah 18 tahun dapat dibantu menggunakan terapi ini.
    • Psikoterapi interpersonal, meliputi mendiskusikan masalah-masalah dalam hubungan penderita dengan orang-orang terdekat, meningkatkan komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah penderita. 
    • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy), membantu membuat pola makan penderita menjadi normal kembali, serta membantu mengidentifikasi perilaku dan keyakinan negatif  dan tidak sehat yang dimiliki dan menggantinya menjadi lebih positif dan sehat. 

  • Medikasi, berupa antidepresan yang dapat mengurangi gejala dari bulimia.

  • Rawat inap, jika penderita sudah mengalami efek dari gangguan yang parah hingga memengaruhi fisiknya, seperti malnutrisi, dan sebagainya. 

  • Edukasi nutrisi, membantu membentuk pola makan yang benar. 

Jika Anda mengalami bulimia, beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Tetap mengikuti penanganan yang diberikan.
  • Jangan terus-menerus mengecek timbangan atau melihat diri di cermin.
  • Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi secara cukup, istirahat yang cukup, serta berolahraga secara teratur dan secukupnya.
  • Mempelajari mengenai kondisi yang dialami.
  • Bercerita dengan orang-orang terdekat mengenai masalah yang dihadapi atau mengikuti komunitas-komunitas dengan orang-orang yang mengalami hal yang serupa agar dapat saling berdiskusi dan mendukung satu sama lainnya. 
  • Membuat jadwal dan porsi makan yang realistis dan sesuai. 
  • Mengidentifikasi hal-hal yang dapat memicu gangguan bulimia agar Anda dapat menghadapinya secara efektif.
  • Menerapkan teknik-teknik menangani stres dan rileksasi, seperti meditasi, yoga, dan sebagainya. 
  • Ingatkan diri Anda apa arti dari berat badan yang sehat untuk tubuh Anda.
  • Lawan dorongan untuk diet berlebihan atau tidak makan.
  • Membangun keberhargaan diri dengan memaafkan diri sendiri, fokus pada hal-hal positif pada diri Anda, dan memberikan penghargaan kepada diri Anda. 
  • Mencari sosok panutan yang positif untuk meningkatkan keberhargaan diri.
  • Jangan mengunjungi website yang mendukung gangguan makan.

Pencegahan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah bulimia. Namun, terdapat beberapa cara untuk mencegah kambuhnya bulimia, yaitu:

  • Jangan mendukung diet yang melibatkan perilaku mengontrol berat badan secara berlebihan, seperti berpuasa secara berlebihan, memuntahkan makanan, dan sebagainya. 
  • Jangan terlalu sering membicaran berat badan di rumah, fokus ke pola hidup yang sehat.
  • Usahakan untuk mengadakan makan bersama satu keluarga. 
  • Bangun dan tekankan gambaran tubuh yang sehat kepada anak-anak Anda.
  • Ajak orang-orang terdekat Anda yang memiliki kemungkinan gangguan makan dan berikan dukungan kepadanya serta rujuk ke dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. 
  • Berdiskusi dengan dokter dan ahli kesehatan mental Anda untuk dapat mengetahui tanda-tanda dari gangguan makan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala di atas dan merasa gejala tersebut menganggu kehidupan sehari-hari, bahkan sampai Anda atau orang-orang terdekat Anda memiliki keinginan untuk bunuh diri atau melakukan percobaan diri, segera konsultasikan kepada dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, Anda dapat mebuat dafta gejala-gejala yang dialami, informasi mengenai perubahan hidup atau masalah hidup yang dialami akhir-akhir ini, semua jenis obat dan zat-zat yang Anda konsumsi, serta pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan pada dokter da ahli kesehatan mental lainnya, seperti:

  • Jenis tes apa yang harus saya lakukan? Apakah tes-tes ini memerlukan persiapan khusus?
  • Penanganan apa yang direkomendasikan?
  • Apakah terdapat brosur, website, atau materi-materi tercetak yang bisa saya peroleh seputar kondisi yang saya alami?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Apakah Anda sering berolahraga? Jika ya, seberapa sering Anda berolahraga?
  • Apakah Anda pernah mengonsumsi obat-obatan untuk menurunkan berat badan?
  • Berapa lama Anda mengkhawatirkan berat badan Anda?
  • Apakah Anda sering memikirkan tentang makanan?
  • Apakah Anda pernah makan dalam jumlah banyak yang berlebihan secara diam-diam?
  • Pernahkah Anda muntah karena Anda merasa tidak nyaman?
  • Pernahkah Anda meminum obat untuk menurunkan berat badan?
  • Sudahkah Anda menemukan cara lain untuk menurunkan berat badan?
  • Apakah Anda mengalami gejala-gejala fisik?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang pernah mengalami gejala gangguan makan, atau pernah didiagnosis mengalami gangguan makan?
Referensi

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bulimia/symptoms-causes/syc-20353615
Diakses pada 11 November 2018

Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/286485-overview
Diakses pada 20 Maret 2019

NHS.  
https://www.nhs.uk/conditions/bulimia/
Diakses pada 11 November 2018

Back to Top