Bronkitis adalah istilah untuk peradangan pada bronkus. Bronkus sendiri merupakan saluran napas yang membawa udara ke paru.

Terdapat dua macam bronkitis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis. Bronkitis kronis adalah salah satu jenis dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). 

Bronkitis kronis berlangsung untuk waktu yang lama dan sering kambuh. Peradangan bronkus dalam waktu lama ini menyebabkan terbentuknya mukus lengket pada saluran napas. Hal ini dapat memicu gangguan pernapasan.

Gejala bronkitis kronis bisa meliputi:

  • Batuk berdahak yang persisten

Batuk berdahak yang parah dan tidak kunjung sembuh. Ini merupakan gejala khas bronkitis kronis. Warna dahak bisa kuning, hijau, atau bening. 

Gejala batuk pada bronkitis kronis dapat bersifat hilang dan timbul. Misalnya, batuk penderita bisa berhenti selama beberapa hari, namun kemudian kambuh. 

  • Sesak napas dan mengi

Semakin lama bronkitis kronis diderita, produksi dahak pun akan semakin banyak sampai akhirnya menyumbat aliran udara dan menyebabkan penderita sulit bernapas.

Sesak napas juga dapat disertai mengi, yakni muncul bunyi ‘ngik’ pada tiap tarikan napas. Mengi akan memburuk ketika penderita melakukan aktivitas.

  • Gejala lainnya

Indikasi bronkitis kronis lainnya dapat berupa:

  • Lelah.
  • Demam atau menggigil.
  • Rasa tidak nyaman pada dada.
  • Rasa tersumbat pada rongga hidung (sinus).
  • Bau mulut.

Pada bronkitis kronis stadium lanjut, penderita bisa mengalami kulit dan bibir yang membiru. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya oksigen dalam darah. 

Rendahnya kadar oksigen dalam darah juga dapat menyebabkan pembengkakan ujung-ujung jari atau yang juga disebut clubbing finger.

Penyebab bronkitis kronis yang utama adalah merokok. Merokok atau menghirup asap rokok dapat melumpuhkan silia, yakni struktur seperti rambut pada saluran napas yang membantu membersihkan kotoran dan iritan pada saluran pernapasan.

Sementara penyebab lain dari bronkitis kronis meliputi paparan polusi udara, asap kimiawi, serta gas beracun, dalam waktu lama.

Infeksi paru dan infeksi saluran napas berulang juga bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Kondisi ini lalu membuat gejala bronkitis kronis memburuk.

Pada tahap awal, dokter akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus pada area dada, termasuk mendengarkan suara pernapasan Anda dengan stetoskop.

Dokter juga bisa menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis bronkitis kronis. Pemeriksaan ini umumnya meliputi:

  • Evaluasi fungsi paru yang bertujuan mengecek seberapa banyak udara yang dapat ditampung dan dikeluarkan oleh paru-paru.
  • Rontgen dada untuk mengevaluasi kondisi paru dan jantung.
  • CT scan dada yang dapat mengevaluasi keadaan paru-paru secara lebih mendetail daripada rontgen dada.
  • Pemeriksaan sampel dahak untuk mengidentifikasi keberadaan maupun jenis bakteri yang mungkin menyebabkan bronkitis kronis.

Terdapat sederet langkah penanganan yang bisa dianjurkan oleh dokter untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi penyakit ini. 

Pilihan penanganan bronkitis kronis dapat dibagi menjadi dua langkah, yaitu terapi dengan obat-obatan, terapi, dan perubahan pola hidup. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang umumnya diresepkan oleh dokter meliputi:

  • Obat bronkodilator

Obat ini digunakan dengan cara dihirup untuk membuka saluran napas pada paru, sehingga penderita bisa bernapas lebih lega.

  • Obat teofilin

Obat ini berfungsi membuat otot saluran napas menjadi rileks supaya lebih terbuka dan melegakan napas.

  • Obat steroid

Steroid mungkin diresepkan bila gejala yang Anda alami tidak membaik meski sudah menggunakan bronkodilator atau teofilin. 

Program rehabilitasi paru

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan fungsi pernapasan dan kesehatan secara umum. Yang termasuk dalam program rehabilitasi paru adalah olahraga, konseling nutrisi, dan latihan atau strategi bernapas yang baik. 

Pola hidup

Perubahan pola hidup yang biasanya dianjurkan oleh dokter bertujuan mengurangi gejala bronkitis kronis. Apa sajakah perubahan tersebut?

  • Menggunakan humidifier

Bernapas dalam ruangan yang hangat dan lembap dapat mengurangi batuk maupun mengencerkan dahak di saluran napas. Anda bisa menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan. Namun pastikan Anda membersihkan alat ini secara rutin.

  • Berhenti merokok

Tidak hanya menyehatkan organ napas, berhenti merokok juga dapat mengurangi berbagai risiko gangguan medis lainnya. Misalnya, sakit jantung.

  • Mengenakan masker

Masker sebaiknya Anda gunakan ketika berada di area dengan tingkat polutan tinggi atau bila Anda bekerja di tempat yang banyak debu, asap, atau zat kimiawi.

  • Teratur berolahraga

Olahraga dapat menguatkan otot pernapasan. Anda dianjurkan untuk berolahraga selama 30 menit per hari.

  • Melakukan latihan pernapasan

Bernapas dengan mulut mengerucut seperti hendak mencium, kadang dapat membantu dalam meredakan sesak napas. Tekniknya adalah dengan menarik napas dalam dan menghembuskannya lewat mulut mengerucut secara perlahan-lahan.

Teknik pernapasan tersebut dapat mengatur ritme pernapasan Anda dan membuat Anda merasa lebih baik ketika mengalami sesak napas.

Hal paling penting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah bronkitis kronis adalah menghindari asap rokok atau berhenti merokok. Jauhi pula paparan zat-zat pemicu iritasi saluran napas lain. Misalnya, bau cat, gas beracun, dan debu.

Bila profesi Anda mengharuskan Anda terpapar dengan zat-zat tersebut, pakailah masker khusus yang menutupi hidung dan mulut.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala batuk yang:

  • Berlangsung lebih dari tiga minggu.
  • Mengganggu kualitas tidur.
  • Disertai dengan demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celcius).
  • Disertai dahak berwarna kuning, hijau, atau berdarah.
  • Menyebabkan mengi atau sesak napas.

Bila mencurigai kondisi yang Anda alami adalah bronkitis kronis, dokter akan menganjurkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosisnya. 

Dokter juga mungkin merujuk Anda ke dokter spesialis paru dan pusat rehabilitasi paru. Dengan ini, Anda akan mendapat pemeriksaan dan penanganan yang lebih komprehensif. 

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat obat, suplemen, vitamin, atau obat herbal yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan? 
  • Sudah berapa lama gejala timbul dan apakah bersifat kambuhan?
  • Apakah Anda sering terpapar debu atau asap yang memicu iritasi?
  • Apa saja penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter. Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda dapatkan?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis bronkitis kronis. Dengan ini, Anda pun dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/chronicbronchitis.html
Diakses pada 20 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/copd/understanding-chronic-bronchitis
Diakses pada 20 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/copd/copd-chronic-bronchitis#1
Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait