Penyakit Lainnya

Bronkitis kronis

14 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Bronkitis kronis
Bronkitis kronis berlangsung lama dan sering kambuh
Bronkitis kronis adalah peradangan (pembengkakan) dan iritasi pada saluran bronkus. Saluran ini merupakan saluran udara yang membawa udara ke dan dari kantung udara di paru-paru.Iritasi pada saluran bronkus menyebabkan lendir menumpuk. Lendir dan pembengkakan saluran mempersulit paru-paru Anda untuk memindahkan oksigen masuk dan karbon dioksida keluar dari tubuh.Bronkitis kronis merupakan salah satu jenis penyakit bronkitis. Karena pada dasarnya ada dua jenis bronkitis, yaitu bronkitis kronis dan bronkitis akut. Kedua penyakit ini memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu bronkitis biasanya hanya berlangsung selama beberapa minggu dan biasanya tidak menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan di masa mendatang.Sedangkan bronkitis kronis merupakan kondisi yang lebih serius dan umumnya terjadi selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Peradangan bronkus dalam waktu lama ini menyebabkan terbentuknya mukus lengket pada saluran napas. Hal ini dapat memicu gangguan pernapasan.Bronkitis kronis merupakan salah satu jenis dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).  
Bronkitis kronis
Dokter spesialis Paru
GejalaBatuk berdahak, sesak napas, demam
Faktor risikoUsia 40 tahun ke atas, faktor keturunan
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes fungsi paru
PengobatanObat-obatan, rehabilitasi paru, berhenti merokok
ObatBronkiliator, teofilin, steroid
KomplikasiGagal napas, kematian
Kapan harus ke dokter?Mengalami batuk lebih dari tiga minggu, batuk yang mengganggu tidur
Gejala bronkitis kronis bisa meliputi:

Batuk berdahak yang persisten

Batuk berdahak yang parah dan tidak kunjung sembuh. Ini merupakan gejala khas bronkitis kronis. Warna dahak bisa kuning, hijau, atau bening. Gejala batuk pada bronkitis kronis dapat bersifat hilang dan timbul. Misalnya, batuk penderita bisa berhenti selama beberapa hari, namun kemudian kambuh. 

Sesak napas dan mengi

Semakin lama bronkitis kronis diderita, produksi dahak pun akan semakin banyak sampai akhirnya menyumbat aliran udara dan menyebabkan penderita sulit bernapas.Sesak napas juga dapat disertai mengi, yakni muncul bunyi ‘ngik’ pada tiap tarikan napas. Mengi akan memburuk ketika penderita melakukan aktivitas.

Gejala lainnya

Indikasi bronkitis kronis lainnya dapat berupa:
  • Lelah.
  • Demam atau menggigil.
  • Rasa tidak nyaman pada dada.
  • Rasa tersumbat pada rongga hidung (sinus).
  • Bau mulut.
Pada bronkitis kronis stadium lanjut, penderita bisa mengalami kulit dan bibir yang membiru. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya oksigen dalam darah. Rendahnya kadar oksigen dalam darah juga dapat menyebabkan pembengkakan ujung-ujung jari atau yang juga disebut clubbing finger. 
Penyebab bronkitis kronis yang utama adalah merokok. Merokok atau menghirup asap rokok dapat melumpuhkan silia, yakni struktur seperti rambut pada saluran napas yang membantu membersihkan kotoran dan iritan pada saluran pernapasan.Sementara penyebab lain dari bronkitis kronis meliputi paparan polusi udara, asap kimiawi, serta gas beracun, dalam waktu lama.Infeksi paru dan infeksi saluran napas berulang juga bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Kondisi ini lalu membuat gejala bronkitis kronis memburuk. 

Faktor risiko bronkitis kronis

Beberapa faktor risiko bronkitis kronis meliputi:
  • Usia 40 tahun ke atas
  • Faktor keturunan
  • Pernah menderita infeksi pernapasan. Seperti pilek, flu, atau pneumonia
 
Diagnosis kronis dilakukan dengan cara tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan beberapa tes tambahan. Berikut penjelasannya.

Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami.

Pemeriksaan fisik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus pada area dada, termasuk mendengarkan suara pernapasan Anda dengan stetoskop.

Tes tambahan

Selain itu, dokter biasanya akan menyarankan Anda melakukan beberapa tes tambahan berikut ini:
  • Tes fungsi paru yang bertujuan mengecek seberapa baik fungsi paru-paru Anda.
  • Rontgen dada untuk membantu menyingkirkan kondisi paru-paru lainnya, seperti pneumonia, yang mungkin menyebabkan batuk.
  • CT scan pada dada yang dapat mengevaluasi keadaan paru-paru secara lebih mendetail.
  • Pemeriksaan sampel dahak untuk mengidentifikasi keberadaan maupun jenis bakteri yang mungkin menyebabkan bronkitis kronis.
 
Terdapat sederet langkah penanganan yang bisa dianjurkan oleh dokter untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi penyakit ini. Pilihan penanganan bronkitis kronis dapat dibagi menjadi dua langkah, yaitu terapi dengan obat-obatan, terapi, dan perubahan pola hidup. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang umumnya diresepkan oleh dokter meliputi:
  • Obat bronkodilator
Obat ini digunakan dengan cara dihirup untuk membuka saluran napas pada paru, sehingga penderita bisa bernapas lebih lega.
  • Obat teofilin
Obat ini berfungsi membuat otot saluran napas menjadi rileks supaya lebih terbuka dan melegakan napas.
  • Obat steroid
Steroid mungkin diresepkan bila gejala yang Anda alami tidak membaik meski sudah menggunakan bronkodilator atau teofilin. 

Program rehabilitasi paru

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan fungsi pernapasan dan kesehatan secara umum. Yang termasuk dalam program rehabilitasi paru adalah olahraga, konseling nutrisi, dan latihan atau strategi bernapas yang baik. 

Pola hidup

Perubahan pola hidup yang biasanya dianjurkan oleh dokter bertujuan mengurangi gejala bronkitis kronis. Apa sajakah perubahan tersebut?
  • Menggunakan humidifier
Bernapas dalam ruangan yang hangat dan lembap dapat mengurangi batuk maupun mengencerkan dahak di saluran napas. Anda bisa menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan. Namun pastikan Anda membersihkan alat ini secara rutin.
  • Berhenti merokok
Tidak hanya menyehatkan organ napas, berhenti merokok juga dapat mengurangi berbagai risiko gangguan medis lainnya. Misalnya, sakit jantung.
  • Mengenakan masker
Masker sebaiknya Anda gunakan ketika berada di area dengan tingkat polutan tinggi atau bila Anda bekerja di tempat yang banyak debu, asap, atau zat kimiawi.
  • Teratur berolahraga
Olahraga dapat menguatkan otot pernapasan. Anda dianjurkan untuk berolahraga selama 30 menit per hari.
  • Melakukan latihan pernapasan
Bernapas dengan mulut mengerucut seperti hendak mencium, kadang dapat membantu dalam meredakan sesak napas. Tekniknya adalah dengan menarik napas dalam dan menghembuskannya lewat mulut mengerucut secara perlahan-lahan.Teknik pernapasan tersebut dapat mengatur ritme pernapasan Anda dan membuat Anda merasa lebih baik ketika mengalami sesak napas. 

Komplikasi bronkitis kronis

Jika tidak ditangani dengan optimal, bronkitis kronis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
 
Cara mencegah bronkitis kronis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Menghindari asap rokok atau berhenti merokok.
  • Jauhi pula paparan zat-zat pemicu iritasi saluran napas lain. Misalnya, bau cat, asap beracun, dan debu. Bila profesi Anda mengharuskan Anda terpapar dengan zat-zat tersebut, pakailah masker khusus yang menutupi hidung dan mulut.
 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala batuk yang:
  • Berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Mengganggu kualitas tidur
  • Disertai dengan demam tinggi (lebih dari 38 derajat Celcius)
  • Disertai dahak berwarna kuning, hijau, atau berdarah
  • Menyebabkan mengi atau sesak napas
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan? 
  • Sudah berapa lama gejala timbul dan apakah bersifat kambuhan?
  • Apakah Anda sering terpapar debu atau asap yang memicu iritasi?
  • Apa saja penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter. Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda dapatkan?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis bronkitis kronis. Dengan ini, Anda pun dapat memperoleh penanganan yang tepat. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/chronicbronchitis.html
Diakses pada 20 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/copd/understanding-chronic-bronchitis
Diakses pada 20 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/lung/copd/copd-chronic-bronchitis#1
Diakses pada 20 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email