Bronkitis adalah istilah untuk peradangan pada bronkus yang bertugas membawa udara ke paru. Terdapat dua jenis bronkitis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis.

Perbedaannya, bronkitis akut dapat sembuh dalam waktu singkat. Sedangkan bronkitis kronis bisa berlangsung dalam waktu lama dan dapat kambuh. 

Bronkitis akut cukup sering terjadi karena merupakan kelanjutan dari pilek atau jenis infeksi lain pada saluran pernapasan. Gejala bronkitis jenis ini biasanya akan membaik dalam waktu 7 sampai 10 hari tanpa komplikasi.

Gejala bronkitis akut umumnya meliputi:

  • Rasa sesak di dada.
  • Batuk berdahak. Warna dahak bisa bening atau kuning.
  • Mengi, yaitu muncul bungi ‘ngik’ di tiap tarikan napas.
  • Sakit tenggorokan.
  • Demam yang disertai menggigil.
  • Pegal-pegal.

Gejala batuk pada bronkitis dapat berlangsung selama beberapa minggu atau lebih. Pasalnya, saluran bronkus butuh waktu yang lebih lama untuk sembuh. 

Namun bila batuk Anda tidak kunjung membaik atau sembuh, kondisi ini mungkin saja menandakan masalah pernapasan lain. Misalnya, asma atau pneumonia.

Penyebab bronkitis akut yang utama biasanya adalah infeksi virus. Jenis virusnya juga sering sama dengan penyebab batuk dan pilek.

Meski begitu, infeksi akibat bakteri juga terkadang dapat menyebabkan bronkitis akut. 

Baik infeksi virus maupun bakteri, keduanya dapat memicu pembengkakan pada bronkus dan membuatnya menghasilkan lebih banyak lendir. Sebagai akibatnya, penderita akan sulit bernapas. 

Ada pula sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko Anda untuk mengalami bronkitis akut. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Sistem imun yang lemah. Contohnya, bayi, anak-anak, kalangan lanjut usia (lansia), penderita HIV/AIDS, maupun orang yang menjalani kemoterapi untuk mengatasi kanker.
  • Paparan asap rokok, baik pada perokok aktif maupun pasif.
  • Mengidap gastroesophageal reflux disease (GERD). Nyeri ulu hati (heartburn) yang menjadi salah satu gejala GERD bisa memicu iritasi pada tenggorokan dan mempertinggi risiko bronkitis.
  • Profesi tertentu, misalnya buruh bangunan yang sering terpapar debu atau tukang parkir yang sering terpapar asap.

Dokter biasanya dapat menentukan diagnosis bronkitis akut dengan menanyakan gejala-gejala Anda, dan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. 

Tanya jawab

Dokter akan menanyakan tentang gejala batuk Anda. Misalnya, sudah berapa lama Anda batuk atau warna dahak.

Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik dengan stetoskop untuk mendengarkan suara paru-paru Anda. Langkah ini bertujuan mengecek apakah ada mengi atau tidak.

Pemeriksaan penunjang 

Dokter juga bisa menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang di bawah ini:

  • Pemeriksaan kadar oksigen dalam darah

Tes ini dilakukan dengan pulse oximetry. Alat sensor ini akan dipasang pada jari tangan atau kaki Anda.

  • Pemeriksaan fungsi paru dengan spirometer

Anda akan diminta untuk meniup ke dalam corong khusus guna menilai ada tidaknya kondisi emfisema dan asma.

  • Rontgen paru

Pemindaian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya tanda-tanda pneumonia atau penyakit lain yang menyebabkan gejala batuk.

  • Tes darah

Tes ini dilakukan untuk mencari tanda infeksi sekaligus mengecek kadar karbondioksida maupun komponen gas darah Anda.

  • Pemeriksaan sampel dahak

Pemeriksaan ini dilakukan guna menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri, seperti batuk rejan.

Karena kebanyakan kasus disebabkan oleh virus, bronkitis akut dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Penyembuhan ini berjalan dalam waktu beberapa minggu.

Meski begitu, dokter juga bisa memberikan penanganan medis bila diperlukan. Berikut contohnya:

  • Jika penyebab bronkitis akut Anda adalah bakteri, dokter akan memberikan antibiotik.
  • Bila Anda mengalami asma, alergi atau mengi, dokter akan meresepkan obat hirup (inhaler). Obat ini dapat membantu dalam membuka jalur napas Anda agar Anda lebih mudah bernapas.
  • Dokter juga mungkin meresepkan obat pengencer dahak dan obat pereda nyeri (seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen).

Untuk mempercepat penyembuhan bronkitis akut, Anda dapat melakukan cara-cara di bawah ini:

  • Beristirahat yang cukup.
  • Minum banyak cairan, setidaknya 2 liter per hari. Langkah ini akan membantu dalam mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  • Gunakan humidifier atau alat pelembap udara dalam ruangan. Langkah ini juga bertujuan mengencerkan dahak sekaligus melegakan pernapasan.

Bronkitis harus segera ditangani dan dicegah agar tidak sering kambuh. Pasalnya, penyakit ini dapat memicu pneumonia pada sebagian orang bila kerap terjadi.

Kondisi bronkitis kambuhan juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa Anda berpotensi mengalami penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK.

Hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah bronkitis akut meliputi:

  • Biasakan mencuci tangan, khususnya sebelum makan atau menyiapkan makanan, serta setelah ke toilet atau bepergian.
  • Tidak merokok dan menjauhi asap rokok.
  • Gunakan masker ketika Anda berada bepergian atau berada di tempat berdebu.
  • Menerima vaksin influenza karena salah satu penyebab bronkitis akut adalah virus flu.
  • Menerima vaksin pertusis untuk mencegah batuk rejan. Vaksin ini termasuk dalam imunisasi DPT, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda bila Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  • Batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu.
  • Demam yang berlangsung tiga hari.
  • Terdapat darah pada dahak.
  • Napas cepat.
  • Nyeri dada.
  • Rasa kantuk yang berlebihan.
  • Kebingungan atau linglung
  • Memiliki penyakit jantung.

Bila mencurigai kondisi yang Anda alami adalah bronkitis akut, dokter akan menganjurkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. 

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita. Demikain pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat obat-obatan, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan? 
  • Sudah berapa lama gejala tersebut berlangsung dan apakah bersifat kambuhan?
  • Apakah Anda sering terpapar debu atau asap yang memicu iritasi pasa saluran napas?
  • Apa saja penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang Anda sudah coba?

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis bronkitis akut. Setelah diagnosis ditentukan, dokter bisa memberikan penanganan yang sesuai. 

Medline Plus. https://medlineplus.gov/acutebronchitis.html
Diakses pada 19 November 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/acute-bronchitis/
Diakses pada 19 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566
Diakses pada 19 November 2019

Artikel Terkait