Pernapasan

Bronkiektasis

09 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Bronkiektasis
Pelebaran dan penebalan pada bronkus dapat mengakibatkan penyumbatan saluran napas.
Bronkiektasis adalah kondisi medis ketika bronkus melebar, menebal, dan rusak secara permanen. Bronkus merupakan saluran napas yang merupakan cabang dari tenggorokan.Kerusakan pada saluran napas dapat menyebabkan penumpukan bakteri dan lendir. Kondisi ini bisa berujung pada infeksi dan penyumbatan saluran napas.Gejala umum bronkiektasis meliputi batuk menetap yang sering disertai dengan dahak dan sesak napas.Tingkat keparahan bronkiektasis juga bervariasi. Sebagian penderita hanya memiliki sedikit gejala dengan frekuensi jarang. Sementara sebagian lainnya mengalami gejala setiap hari. Gejala penyakit ini pun bisa memberat bila pengidap menderita infeksi pada paru-paru.Sampai sekarang, belum ada pengobatan khusus untuk bronkiektasis. Namun kondisi ini dapat dikendalikan.Dengan pengobatan yang tepat, pasien bisa menjalani kehidupan dengan normal. Meski begitu, bronkiektasis yang kambuh harus ditangani dengan cepat. Dengan ini, aliran oksigen ke seluruh tubuh tetap terjaga dan kerusakan paru-paru lebih lanjut bisa dicegah. 
Bronkiektasis
Dokter spesialis THT, Paru
GejalaBatuk kronis yang terjadi tiap hari, batuk darah, mengi
Faktor risikoFibrosis kistik, PPOK, infeksi paru kronis atau berat
Metode diagnosisRontgen dada, tes darah, pemeriksaan dahak
PengobatanObat-obatan, terapi oksigen, operasi
ObatAntibiotik, ekspektoran, bronchodilator
KomplikasiBatuk darah dengan volume darar yang banyak
Kapan harus ke dokter?Nyeri pada dada, batuk darah, infeksi saluran napas berulang dan sulit sembuh
Kemunculan gejala bronkiektasis membutuhkan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Secara umum,  gejalanya dapat berupa:
  • Batuk kronis yang dirasakan tiap hari
  • Batuk berdahak setiap hari
  • Bunyi ‘ngik’ ketika bernapas (mengi)
  • Sesak napas
  • Batuk darah
  • Nyeri dada
  • Berat badan menurun
  • Rasa lelah
  • Perubahan struktur jari tangan dan jari kaki yag tampak membengkak (clubbing)
  • Infeksi pernapasan berulang
 
Penyebab bronkiektasis adalah cedera paru-paru, dan penyakit ini dieklompokkan dalam dua jenis berikut:

1. Bronkiektasis yang terkait dengan fibrosis kistik

Fibrosis kistik akan mengganggu fungsi paru-paru dan organ lain, seperti pankreas dan hati. Pada paru-paru, kondisi ini memicu infeksi berulang. Sementara di organ lain, fibrosis kistik menyebabkan gangguan fungsi organ.

2. Bronkiektasis yang terkait dengan penyakit lain

Sejumlah kondisi medis lain juga bisa menjadi faktor risiko bronkiektasis. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Penyakit autoimun
  • Inflammatory bowel disease (IBD)
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Alpha 1-antitrypsin deficiency (penyebab PPOK yang diturunkan)
  • HIV/AIDS
  • Allergic aspergillosis (reaksi alergi terhadap jamur)
  • Infeksi paru-paru, seperti pertusis dan tuberkulosis
  • Masuknya benda asing ke dalam paru-paru (pneumonia aspirasi), misalnya cairan, asam lambung, atau makanan
  • Rheumatoid arthritis
  • Penyakit Crohn
  • Sindrom Sjogren
  • Sumbatan jalan napas karena tumor atau objek lain
 
Untuk memastikan diagnosis bronkiektasis, dokter dpaat melakukan sederet metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko yang dimiliki pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda yang mengarah pada bronkiektasis, seperti mengecek bunyi napas dengan stetoskop.
  • Rontgen dada

Rontgen dada dilakukan untuk memeriksa kondisi paru.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan mencari ada tidaknya infeksi.
  • Pemeriksaan dahak (sputum)

Pemeriksaan ini berfungsi memastikan ada tidaknya mikroorganisme seperti virus, jamur, atau bakteri dalam dahak.
  • Tes fungsi paru

Tes fungsi paru dilakukan untuk mengevaluasi kinerja paru dan mengetahui seberapa banyak kadar udara yang mengalir ke organ ini.
  • Tes tuberkulin kulit turunan protein murni (PPD)

Prosedur ini berfungsi memeriksa apakah pasien mengidap tuberkulosis atau tidak.
  • Bronkoskopi

Pada bronkoskopi, dokter menggunakan alat khusus bernapa bronkoskop untuk mendeteksi kondisi di dalam paru-paru, mengangkat objek yang menyumbat saluran napas, serta mengambil sampel cairan paru. 
Bronkiektasis dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Karena itu, mendeteksi dan mengobatinya sesegera mungkin sangatlah penting.Cara mengobati bronkiektasis dilakukan dengan tujuan mencegah infeksi, memperlambat kerusakan paru, dan mengatasi gejala yang muncul. Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh dokter meliputi:
  • Antibiotik

Dokter bisa meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Misalnya, azitromisin dan klaritromisin.
  • Kortikosteroid

Obat kortikosteroid juga bisa diberikan guna mengatasi peradangan pada jalan napas pasien.
  • Ekspektoran

Dokter bisa memberikan obat golongan ekspektoran untuk mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan.
  • Bronchodilator

Bronchodilator berfungsi membuka jalan napas yang tersumbat. Obat ini yang dihirup lewat inhaler atau nebulizer.
  • Vaksin

Dokter akan menganjurkan pasien untuk menjalani vaksin influenza dan pneumonia guna mencegah infeksi paru lanjutan.
  • Terapi oksigen dan fisioterapi paru

Terapi oksigen dan fisioterapi pastu dapat dilakukan untuk mengeluarkan dahak. Fisioterapi paru ini bisa berupa chest physical therapy (CPT) dan chest clapping (perkusi).Perkusi adalah prosedur mengetuk dada untuk membersihkan bronkus dan paru-paru. Dokter juga akan menggunakan jaket yang dapat dikembangkan untuk membuat dahak naik dan keluar.
  • Operasi

Pada kasus bronkiektasis yang berat, pasien mungkin membutuhkan operasi atau transplantasi paru. 

Komplikasi bronkiektasis

Komplikasi bronkiektasis jarang terjadi, tapi bersifat berat. Secara umum, komplikasi ini bisa berupa batuk darah dengan jumlah darah yang banyak.Batuk darah ini bisa muncul karena pembuluh darah paru-paru yang robek. Kondisi ini akan mengancam nyawa dan membutuhkan operasi darurat untuk mengatasinya. 
Beberapa cara mencegah bronkiektasis yang dapat dilakukan meliputi:
  • Mengobati infeksi paru secepat mungkin
  • Memastikan anak-anak mendapatkan vaksin untuk penyakit tertentu, seperti pertusis dan campak
  • Menjaga agar anak tidak memasukkan benda asing ke dalam mulutnya
  • Segera pertolongan medis bila ada benda asing yang masuk dan menyumbat jalan napasnya
  • Menjauhi paparan zat yang dapat merusak paru-paru, seperti senyawa kimia dan asap rokok
 
Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami beberapa kondisi di bawah ini:
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait bronkiektasis, misalnya penyakit paru kronis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis bronkiektasis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/bronchiectasis
Diakses pada 19 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000144.htm
Diakses pada 19 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bronchiectasis/
Diakses pada 19 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/lung/what-is-bronchiectasis#1
Diakses pada 19 Desember 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21144-bronchiectasis
Diakses pada 9 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email