Botak

Ditinjau Giasinta Angguni Pranandhita
Kebotakan dapat menjadi salah satu gejala penyakit tertentu
Kebotakan adalah kondisi hilangnya rambut dan kebanyakan kasusnya terjadi dimulai dari kerontokan rambut

Pengertian Botak

Botak adalah kondisi hilangnya rambut pada sebagian area kepala (alopecia areata), seluruh kepala (alopecia totalis), atau seluruh tubuh (alopecia universalis).

Jumlah rambut kepala normal adalah 100.000 helai. Sementara itu, kerontokan rambut yang masih normal adalah 25-100 helai per hari.

Siklus pertumbuhan rambut dibagi menjadi tiga fase, yaitu:

  • Fase anagen (fase pertumbuhan): berlangsung selama 2-6 tahun, di mana rambut bertumbuh sepanjang 1 cm/28 hari. Semakin lama fase anagen, rambut tumbuh semakin panjang.
  • Fase katagen: merupakan fase transisi yang pendek, berlangsung selama 2-3 minggu. Hanya 3% dari jumlah rambut yang berada pada fase katagen pada satu waktu.
  • Fase telogen: fase istirahat, di mana rambut mengalami rontok. Sekitar 6-8% dari jumlah rambut berada dalam fase ini pada satu waktu. Folikel rambut (bakal tumbuh rambut) menjadi tidak aktif sampai tiga bulan lalu akan memasuki fase anagen dan memulai siklus pertumbuhan rambut baru lagi.

Setiap helai rambut menjalankan siklus pertumbuhan sendiri, tidak berhubungan dengan helai rambut yang lain sehingga rambut tidak akan rontok semua secara bersamaan. Saat siklus pertumbuhan rambut ini terganggu, akan terjadi penipisan ataupun kerontokan rambut.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala kebotakan berdasarkan tipenya:

  • Kebotakan Androgenetik: paling sering dijumpai dan sifatnya diturunkan. Folikel rambut pada fase telogen bertambah banyak. Pada fase awal kebotakan androgenetik, sekitar 40% folikel rambut berada pada fase telogen.
  • Telogen Effluvium (TE): tipe terbanyak kedua. Pada keadaan ini, jumlah folikel rambut yang aktif berkurang secara signifikan pada saat fase istirahat/telogen, maka jumlah rambut yang berada dalam fase telogen akan menjadi banyak. Hal ini menyebabkan rambut banyak yang rontok. Namun, TE bersifat reversibel karena folikel rambut tidak rusak, melainkan hanya terdapat lebih banyak folikel rambut yang berada dalam fase telogen daripada yang seharusnya.

Gejalanya adalah penipisan rambut yang tidak merata. Lokasi paling sering terjadi penipisan adalah area puncak kepala. Namun, biasanya TE tidak menyebabkan kebotakan total, hanya penipisan yang bisa sangat terlihat pada TE berat. Meskipun biasanya TE terbatas pada rambut kepala, namun dapat juga terjadi pada area lain, misalnya pada alis atau rambut kemaluan.

  • Alopecia Areata (AA): kebotakan pada area tertentu, biasanya berbentuk bulat dan batasnya tegas, tanpa disertai gejala. Hanya sedikit orang yang disertai dengan rasa gatal atau nyeri di area yang botak. Kerontokan rambut dapat terjadi secara tiba-tiba dan cepat, di daerah kepala manapun. Tipe ini merupakan tipe kebotakan terbanyak ketiga, di mana dua dari 100 orang akan menderita AA. Pada orang dengan satu sampai dua area kebotakan, biasanya akan sembuh dalam dua tahun dengan atau tanpa pengobatan, sementara 30% dari penderita akan mengalami AA menetap atau hilang timbul.

Tinea Kapitis (Ringworm alopecia): biasanya berawal dari jerawat kecil yang membesar, meninggalkan bekas kebotakan bersisik. Rambut menjadi rapuh dan mudah patah. Area yang terkena dapat kemerahan, gatal, bersisik, kadang bisa bernanah. Kemerahan biasanya pada bagian luar, sementara bagian dalam berwarna normal seperti warna kulit aslinya. Penampakan ini menyerupai cincin/ring, sehingga dinamakan ringworm.

Penyebab

  • Telogen Effluvium:
    • Stres: pada trauma fisik seperti kecelakaan, operasi, infeksi. Jika stressor hilang, rambut akan tumbuh kembali.
    • Diet/penurunan berat badan: menyebabkan kekurangan mineral, vitamin, dan asam amino esensial (protein) yang penting untuk pertumbuhan rambut. Hal ini dapat juga terjadi pada vegetarian yang tidak mengonsumsi daging merah sehingga mengalami kekurangan zat besi dan nutrisi penting lain.
    • Perubahan hormonal: menyebabkan folikel rambut inaktif untuk beberapa waktu. Rambut akan tumbuh kembali dengan cepat.
    • Obat-obatan, terutama antidepresan.
    • Penyakit tiroid. Folikel rambut sensitif terhadap hormon tiroid sehingga jika kadar hormon tersebut berubah, maka folikel rambut akan terganggu.
  • Alopecia Aerata: disebabkan oleh penyakit autoimun (imun menyerang sel tubuh yang sehat) seperti artritis rematik, dimana sel imun selain menyerang sendi juga dapat menyerang folikel rambut. Sementara itu, faktor yang dapat memicu AA adalah stres berat, faktor genetik, faktor hormonal, alergi, dan virus.
  • Tinea Kapitis: disebabkan oleh infeksi jamur yang dapat menular lewat hewan, kontak dengan kulit manusia yang terkena, serta kontak dengan sisir, baju, dan barang pribadi penderita.

Selain penyebab di atas, salah satu penyebab tersering kerusakan rambut adalah penggunaan bahan kimia, perming, bleaching. Hal-hal tersebut dapat merusak rambut dan jika terus berlangsung, kerusakan akan bersifat permanen.

Diagnosis

Kebotakan merupakan sebuah gejala, bukan penyakit sehingga diagnosis didasarkan pada penyakit yang menyebabkan kebotakan. Oleh karena itu, untuk menegakkan diagnosis diperlukan beberapa data, seperti:

  • Waktu terjadinya kebotakan, proses terjadinya (tiba-tiba atau perlahan)
  • Pemeriksaan area botak. Pada tahap ini, dapat diambil sampel kulit kepala untuk diuji di laboratorium
  • Pemeriksaan rambut seperti hair-pull test (menarik rambut dan dilihat jika ada rambut yang patah karena penarikan ringan) dan pemeriksaan rambut di bagian tubuh lain
  • Pemeriksaan darah

Pengobatan

Pengobatan botak tergantung dari penyebab yang mendasari. Cara terbaik adalah dengan menghilangkan penyebab. Secara umum, terapi kebotakan adalah:

  • Menghindari stresor
  • Penghentian obat pemicu kebotakan
  • Perbaikan nutrisi dengan mengonsumsi suplemen. Namun, konsumsi suplemen harus sesuai dengan dosis harian karena jika dosis berlebihan, misalnya pada konsumsi zat besi dan vitamin A yang berlebihan dapat menyebabkan kerontokan rambut. Pada dosis yang lebih tinggi lagi, zat besi dapat menyebabkan kematian
  • Mengonsumsi suplemen hormon tiroid jika hasil tes darah menunjukkan penurunan kadar hormon tiroid

Jika penyebab sulit diidentifikasi atau telah dilakukan upaya tersebut di atas dan kebotakan masih menetap, maka terapi yang dapat diberikan adalah:

  • Minoxidil: untuk memicu pertumbuhan dan mencegah penipisan rambut. Jika penyebab dapat dihilangkan, pemakaian obat ini dapat dihentikan
  • Laser: untuk memicu pertumbuhan rambut. Efek jangka panjang dan keamanan dari terapi ini belum diketahui
  • Transplantasi rambut

Pengobatan Alopecia Aerata:

  • Kortikosteroid: dioleskan pada bagian yang botak. Obat ini hanya efektif pada AA ringan. Selain dalam bentuk krim, obat ini dapat diberikan dalam bentuk minum atau injeksi untuk efek yang lebih paten, namun pemberian harus hati-hati sesuai anjuran dokter. Efek samping yang dapat terjadi: penipisan area kulit yang dioles.

Pada AA berat dan menetap, belum ditemukan obat yang efektif.

Pengobatan Tinea Kapitis: tergantung oleh jamur penyebab. Obat yang sering dipakai adalah Griseofulvin. Namun, beberapa jenis jamur tahan terhadap obat ini, sehingga dapat digunakan obat lain seperti Terbinafin, Itrakonazol, dan Flukonazol.

Pencegahan

  • Perawatan rambut: mencuci dan mengeringkan rambut dengan cara yang benar.
  • Mengurangi pemakaian produk kimia yang berlebihan seperti cat rambut, hairspray.
  • Mengurangi pemakaian alat penata rambut seperti pengering rambut, curling iron.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika kerontokan rambut sampai disadari dan mengganggu, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Membuat janji untuk berkonsultasi dengan dokter
  • Mencatat gejala yang dialami saat mulai terjadinya kebotakan, bagaimana proses terjadinya kebotakan (apakah tiba-tiba atau perlahan)
  • Menyiapkan berkas kesehatan

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan lebih detil mengenai proses terjadinya kebotakan, juga pengobatan yang sudah dipakai, alergi, dan diet. Setelah itu dokter akan memeriksa bagian yang botak dan memeriksa rambut.

 

Referensi

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/hair-and-scalp-problems/hair-loss#tips
diakses pada 4 Desember 2018. 

American Hair Loss. http://www.americanhairloss.org/hair_science/
diakses pada 4 Desember 2018.

Health of Children. http://www.healthofchildren.com/A/Alopecia.html
diakses pada 4 Desember 2018.

Journal of Cell Science. http://jcs.biologists.org/content/119/3/391
diakses pada 4 Desember 2018.

Back to Top