Blok Jantung Komplit

Blok jantung komplit dikenal juga sebagai atrioventricular (AV) block derajat 3 atau complete AV block. Penyakit ini merupakan gangguan pada aliran listrik yang mengerakkan jantung.

Jantung dapat berdetak karena ada aliran listrik yang mengalir di jantung. Aliran listrik ini bersumber dari bagian jantung yang disebut node sinus, dan mengalir dari jantung bagian atas (atrium) ke jantung bagian bawah (ventrikel).

Aliran listrik membuat jantung berdetak dengan normal, sehingga dapat memompa darah dengan baik. Pada penyakit blok jantung komplit, aliran listrik dari atrium ke ventrikel terhambat. Akibatnya, jantung berdetak secara tidak normal. Jika ini terjadi, darah pun tidak dapat dipompa dengan baik dan aliran darah ke seluruh tubuh akan terganggu.

Aliran listrik yang terhambat pada blok jantung kompit akan membuat jantung berdetak secara lambat dan tidak teratur, sehingga mengganggu aliran darah. Aliran darah yang terganggu kemudian menimbulkan gejala blok jantung komplit yang bisa berupa:

  • Pingsan.
  • Penurunan kesadaran.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Mudah lelah, terutama setelah berolahraga.
  • Badan lemas.
  • Pusing.
  • Kemampuan olahraga yang menurun.
  • Linglung.

Gejala blok jantung komplit yang terasa akan tergantung pada tingkat keparahannya. Pada kondisi yang parah, blok jantung komplit bahkan dapat menyebabkan kematian tiba-tiba.

Penyebab blok jantung komplit bisa dari berbagai faktor. Ada sejumlah faktor yang sudah dimiliki oleh penderita sejak lahir, tapi ada sebagian faktor lain yang muncul di kemudian hari.

Faktor-faktor risiko tersebut merusak struktur jantung, sehingga menghambat aliran listrik di jantung. Berikut adalah penyebab dari terhambatnya aliran listrik di jantung:

  • Penyakit degeneratif

Penyakit degeneratif umumnya menyerang kalangan lanjut usia (lansia). Penyakit ini muncul karena perubahan sel yang terus-menerus terjadi.

Beberapa contoh penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan blok jantung komplit meliputi penyakit Lenegre, penyakit Lev, nail-patella syndrome, kardiomiopati nonkompaksi, serta miopati mitokondrial.

  • Infeksi

Infeksi yang terjadi di jantung dapat merusak struktur jantung. Misalnya, lyme borreliosis, miokarditis, infeksi trypanosoma cruzi, demam rematik, penyakit chagas, aspergillus myocarditis, infeksi virus varicella zoster, dan abses cincin katup.

  • Gangguan metabolisme

Ketidakseimbangan zat-zat dalam tubuh berpotensi mengganggu aliran listrik di jantung. Beberapa di antaranya meliputi hipoksia, hiperkalemia, dan hipotiroidisme.

  • Serangan jantung

Serangan jantung bisa menyebabkan kerusakan jaringan pada jantung. Kondisi ini dapat berujung pada blok jantung komplit bila tidak ditangani dengan baik.

  • Obat-obatan

Konsumsi beberapa jenis obat secara berlebihan atau overdosis, dapat mengganggu aliran listrik di jantung. Misalnya, obat-obatan antiaritmia dan obat glikosida jantung.

  • Operasi jantung

Operasi jantung juga dapat memicu komplikasi berupa blok jantung komplit. Contohnya, seperti bedah katup jantung dan percutanous coronary intervention.

Pasalnya, prosedur tersebut bisa saja mengubah struktur jantung, sehingga berisiko mengganggu aliran listrik di jantung.

Diagnosis blok jantung komplit ditetapkan berdasarkan tanya jawab dengan keluarga dan orang terdekat, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat penyakit, dan semua jenis obat yang digunakan oleh penderita pada keluarga maupun orang terdekatnya. Riwayat medis pasien dan keluarga juga akan diperiksa.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan detak jantung dan tekanan darah pasien.

  • Pemeriksaan penunjang

Serangkaian pemeriksaan penunjang juga diperlukan untuk memastikan diagnosis blok jantung komplit. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Elektrokardiogram (EKG)

Alat EKG akan diletakkan di dada, tangan, serta kaki Anda selama kira-kira 15 menit. Alat ini akan membantu dokter untuk mengecek aktivitas listrik di jantung Anda.

  • Holter monitor

Alat ini dipasang selama 24 jam dan berfungsi seperti alat EKG. Holter monitor akan memantau dan mencatat detak jantung sepanjang hari.

  • Exercise stress test

Pada pemeriksaan ini, pasien diminta untuk berlari di atas treadmill sambil detak jantungnya diperiksa.

Penanganan blok jantung komplit bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Perbedaan ini tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya.

Berikut adalah pilihan penanganan blok jantung komplit yang mungkin dianjurkan oleh dokter:

  • Konsumsi obat-obatan

Jenis obat yang diberikan adalah obat golongan antiaritmia. Obat ini akan membantu Anda untuk mengendalikan aliran listrik di jantung, sehingga detak jantung Anda akan lebih teratur.

Selama mengonsumsi obat-obatan tersebut, kondisi Anda juga akan dipantau oleh dokter guna mengecek keefektifan obat dan respons tubuh terhadap obat. Oleh sebab itu, Anda akan diminta untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin maupun berkala.

  • Pacemaker

Pacemaker merupakan alat yang berfungsi memacu jantung ketika detaknya terlalu lamban. Alat ini harus dipasang melalui operasi.

Pencegahan blok jantung komplit umumnya dilakukan dengan mengendalikan penyakit maupun kondisi yang bisa menjadi faktor risikonya. Berikut contohnya:

  • Jika Anda mengalami gangguan metabolisme yang memicu ketidakseimbangan elektrolit tubuh, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengembalikan keseimbangannya agar tidak berujung pada blok jantung komplit.
  • Bagi Anda yang mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi aritmia, selalu pantau kesehatan Anda dengan menjalani pemeriksaan medis secara rutin.
  • Untuk Anda yang mengalami serangan jantung, jalani pengobatan dengan saksama agar tidak terjadi komplikasi yang membahayakan jiwa. Salah satunya blok jantung komplit.

Pasien harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung apabila mengalami gejala maupun keluhan kesehatan yang mencurigakan. Dengan ini, kondisi penderita akan terpantau dengan baik dan pengobatan bisa diberikan secepatnya bila diperlukan.

Sebelum pemeriksaan, keluarga atau orang terdekat pasien dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang dirasakan oleh penderita?
  • Apakah penderita memiliki faktor risiko yang berpotensi memicu blok jantung komplit?
  • Apakah penderita rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah penderita sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah dicoba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini akan memastikan diagnosis dan menentukan pengobatan yang diperlukan oleh penderita.

UCSF Health. https://www.ucsfhealth.org/conditions/complete-heart-block/
Diakses pada 12 November 2019

Cleaveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17056-heart-block
Diakses pada 12 November 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/162007-clinical
Diakses pada 12 November 2019

Artikel Terkait