Mata

Blefaritis

01 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Blefaritis
Infeksi bakteri adalah penyebab umum blefaritis.
Blefaritis adalah peradangan pada kelenjar minyak yang berada di kelopak mata. Berdasarkan lokasi terjadinya, Blefaritis terdiri dari blefaritis anterior dan posterior.Blefaritis anterior terjadi di luar kelopak mata, tempat bulu mata menempel. Sementara itu blefaritis posterior terjadi di bagian dalam kelopak mata yang menyentuh bola mata. Penyakit ini juga dapat memengaruhi kedua kelopak mata.Blefaritis bukan penyakit menular dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan seseorang. Akan tetapi, penyakit ini dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman karena berbagai gejala yang dirasakan seperti nyeri, gatal dan bengkak pada mata.Kondisi ini juga dapat menghasilkan serpihan seperti ketombe di bulu mata. Pengobatan blefaritis diberikan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. 
Blefaritis
Dokter spesialis Mata
GejalaMata berair, mata merah, sensasi terbakar di mata
Faktor risikoMemiliki ketombe, pengidap rosacea, kulit berminyak
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, uji sampel minyak atau kerak dari kelopak mata
PengobatanKompres hangat, obat-obatan
ObatTetes air mata buatan, antibiotik
KomplikasiPertumbuhan bulu mata tidak normal, gangguan kulit kelopak mata, mata kering
Kapan harus ke dokter?Memiliki tanda dan gejala blefaritis yang tidak kunjung membaik
Secara umum, tanda dan gejala blefaritis meliputi:
  • Mata berair
  • Mata merah
  • Seperti ada yang mengganjal di dalam mata
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Ada sensasi tajam, terbakar atau menyengat di mata
  • Kelopak mata berwarna kemerahan dan membengkak
  • Air mata berbuih atau ada gelembung kecil di dalamnya
  • Kelopak mata yang tampak berminyak
  • Kelopak mata terasa gatal
  • Mata kering
  • Kulit di sekitar mata mengelupas
  • Kelopak mata menempel
  • Mata menjadi lebih sering berkedip
  • Bulu mata atau kelopak mata berkerak saat bangun tidur
Blepharitis juga dapat menyebabkan gejala yang lebih serius berupa:
  • Penglihatan kabur
  • Bulu mata yang rontok
  • Bulu mata tumbuh secara tidak normal (bulu mata salah arah)
  • Pembengkakan pada bagian mata lainnya, seperti kornea
Baca juga: Ini Beda Penyebab Bintitan dan Blefaritis serta Pencegahannya 
Blefaritis dapat disebabkan oleh:
  • Peradangan akibat infeksi bakteri seperti bakteri Staphylococcus
  • Dermatitis seboroik atau rosacea
  • Parasit seperti Demodex, yakni tungau yang hidup di bulu mata
  • Infeksi virus herpes simpleks (HSV)
  • Gangguan pada kelenjar meibom yang berfungsi sebagai kelenjar minyak di kelopak mata
  • Alergi (termasuk alergi terhadap obat mata, lensa kontak, atau riasan mata)
 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terkena blefaritis.
  • Adanya ketombe pada area bulu mata
  • Memiliki kulit kering
  • Berjerawat
  • Mengidap diabetes
  • Kebersihan diri yang buruk
 
Blepharitis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata lengkap. Pemeriksaan dilalukan dengan mendalami pengujian pada kelopak mata dan permukaan depan bola mata, yang teridiri dari:
  • Pemeriksaan riwayat pasien, untuk menentukan gejala dan masalah kesehatan umum yang mungkin menjadi penyebab penyakit ini.
  • Pemeriksaan bagian luar mata, termasuk struktur kelopak mata, tekstur kulit, dan bentuk bulu mata
  • Evaluasi tepi kelopak mata, pangkal bulu mata dan bukaan kelenjar meibom dengan menggunakan cahaya terang dan lensa pembesar
  • Evaluasi kuantitas dan kualitas air mata untuk mendeteksi kelainan
  • Pengumpulan sampel minyak yang terbentuk di kelopak mata penderita, pada kasus tertentu. Sampel ini dapat dianalisis untuk mencari keberadaan bakteri, jamur atau tanda alergi.
 
Penanganan belfaritis bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini.

Perawatan diri

  • Membersihkan Mata
  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat.
  • Bersihkan kelopak mata dengan shampo bayi yang diencerkan, menggunakan bola kapas bersih untuk setiap kelopak.
  • Bilas dengan air dingin dan keringkan dengan handuk bersih.
  • Ulangi proses tersebut dua kali sehari.
  • Kompres hangat pada kelopak mata yang sudah dibersihkan
  • Hindari pemakaian lensa kontak sampai kondisi membaik
  • Tidak menggunakan riasan wajah terlebih dahulu pada tahap awal pengobatan blefaritis

Temui dokter jika kondisi tidak kunjung membaik

Dokter akan memberikan penanganan untuk mengatasi penyebab blefaritis juga obat untuk meredakan gejalanya, seperti dengan
  • Perawatan untuk kondisi yang mendasarinya.

Blepharitis yang disebabkan oleh dermatitis seboroik, rosacea, atau penyakit lain dapat dikontrol dengan mengobati penyakit yang mendasarinya.
  • Antibiotik

Apabila penyebab blefaritis adalah infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik seperti tetrasiklin yang dioleskan pada kelopak mata untuk mengatasi infeksi tersebut. Obat-obatan ini tersedia dalam beberapa bentuk seperti tetes mata, krim, dan salep. Beberapa pasien mungkin memerlukan antibiotik dosis rendah yang diminum seperti doksisiklin.
  • Obat tetes mata atau salep steroid

Tetes mata atau salep yang mengandung steroid dapat diberikan apabila pengobatan lain tidak menunjukkan hasil. Dokter biasanya mengombinasikannya dengan antibiotik.
  • Pengobatan yang memengaruhi sistem kekebalan.

Obat oles yang mengandung siklosporin telah terbukti dapat meredakan beberapa tanda dan gejala blepharitis. 

Komplikasi

Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, blefaritis bisa menimbulkan komplikasi berupa:
  • Masalah bulu mata

Blepharitis dapat menyebabkan bulu mata rontok, tumbuh tidak normal (bulu mata salah arah) atau kehilangan warna.
  • Masalah kulit di kelopak mata

Jaringan parut dapat berkembang di kelopak mata akibat blepharitis jangka panjang. Bahkan, tepi kelopak mata bisa berputar ke dalam atau ke luar.
  • Mata sobek atau kering

Sekresi berminyak yang tidak normal dan kotoran yang terlepas dari kelopak mata dapat mengakibatkan mata sobek atau kering
  • Iritasi mata

Lapisan air mata yang tidak normal akibat blefaritis berisiko mengganggu kelembapan kelopak mata sehingga bisa mengiritasi mata dan menyebabkan gejala mata kering atau menghasilkan air mata berlebih.
  • Bintitan

Bintitan adalah infeksi yang berkembang di dekat pangkal bulu mata. Kemunculan bintit biasanya terasa sakit, kemerahan dan disertai benjolan seperti bisul atau jerawat pada kelopak mata.
  • Kalazion

Chalazion atau kalazion terjadi akibat penyumbatan di salah satu kelenjar minyak kecil di tepi kelopak mata, tepat di belakang bulu mata. Penyumbatan ini menyebabkan peradangan pada kelenjar mata sehingga membuat kelopak mata membengkak dan memerah.
  • Mata merah kronis

Blepharitis bisa menimbulkan serangan mata merah (konjungtivitis) yang terjadi secara berulang.
  • Cedera pada kornea

Iritasi terus-menerus akibat peradangan kelopak mata atau bulu mata yang salah arah dapat menimbulkan luka di kornea mata.Baca jawaban dokter: Benjolan di kelopak mata anak, berbahayakah? 
Cara mencegah blefaritis bisa dilakukan dengan:
  • Menjaga kebersihan kelopak mata seperti membersihkan semua riasan mata sebelum tidur, juga menjaga kebersihan lensa kontak jika menggunakannya
  • Tidak menggunakan eyeliner di ujung belakang kelopak mata atau di belakang bulu mata
  • Mengganti produk riasan yang digunakan di kelopak mata dan sekitarnya ketika ingin kembali merias mata, karena produk yang lama mungkin sudah terkontaminasi.
Baca juga: Mengenal Cara Menjaga Kesehatan Mata Agar Tetap Sehat 
Temuilah dokter mata jika mengalami gejala-gejala blefaritis secara terus-menerus. Dokter akan memeriksa dan mencari tahu kondisi yang mendasarinya atau mungkin akan merujuk ke dokter spesialis mata lainnya. 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter biasanya akan memberikan beberapa pertanyaan berikut ini.
  • Kapan pertama kali mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Apakah gejala tersebut hilang timbul atau menetap?
  • Apakah gejala yang dialami terjadi pada waktu tertentu dalam sehari?
  • Apakah Anda pernah memakai lensa kontak?
  • Apakah Anda mengubah merek kosmetik yang dipakai baru-baru ini?
  • Apakah Anda mengubah merek sabun atau shampo yang dipakai baru-baru ini?
  • Adakah hal-hal yang tampaknya memperbaiki gejala?
  • Adakah hal-hal yang tampaknya memperburuk gejala?
  • Adakah orang dekat yang mengalami infeksi mata baru-baru ini?
  • Pernahkah mengalami penyakit mata, operasi mata, atau cedera mata?
  • Apakah Anda mengalami penyakit atau kondisi lain?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis blefaritis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blepharitis/symptoms-causes/syc-20370141
Diakses pada 22 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/blepharitis/#
Diakses pada 22 Oktober 2018
Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/blepharitis
Diakses pada 22 Oktober 2018
American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/blepharitis?sso=y
Diakses pada 24 November 2020
NEI. https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/blepharitis#
Diakses pada 24 November 2020
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/185155#
Diakses pada 24 November 2020
NHCS. https://www.nhcs.com.sg/patient-care/conditions-treatments/blepharitis/
Diakses pada 24 November 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email