Infeksi

Bisul di Telinga

Diterbitkan: 10 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bisul di Telinga
Bisul di telinga bisa berupa tonjolan atau benjolan yang kehadirannya disertai rasa sakit. Bisul bisa muncul di dalam atau di sekitar telinga. Kondisi ini biasanya muncul kemerahan dan berupa benjolan keras di kulit.Bisul di dalam telinga bisa muncul mengingat gangguan ini memang lebih sering hadir di area tanpa rambut. Meski telinga memiliki rambut, namun ia ada di lokasi khusus bersama kotoran telinga guna mencegah kotoran tersebut masuk ke gentang telinga.Seringkali bisul menyerupai jerawat atau sebaliknya. Jika terjadi di dalam telinga, mengidentifikasinya secara visual bukan hal yang mudah. Namun jika benjolan lebih besar dari kacang polong dan memiliki cairan nanah di dalamnya, maka kemungkinan besar itu bukan jerawat.Benjolan yang besar, berwarna merah muda atau putih, dengan mata kuning maka kemungkinan besar itu bisul. Bisul di telinga kemungkinan akan disertai gejala nyeri di telinga, rahang, atau kepala. Masalah pendengaran mungkin juga menyertai mengingat benjolan bisa menghalangi saluran telinga. 
Penyebab bisul di telinga atau di bagian lai di tubuh biasanya disebabkan oleh infeksi Staphylococcus aureus. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa gangguan ini disebabkan oleh bakteri atau jamur lain. Bakteri atau jamur lain yang bisa menyebabkan bisul adalah yang hidup di permukaan kulit.Infeksi yang dilakukan penyebab bisul terhadap folikel rambut merupakan awal munculnya gangguan kulit ini. Nanah dan jaringan mati kemudian menumpuk di dalam folikel. Tumpukan nanah dan jaringan mati kemudian mendorong ke permukaan lalu berkembang jadi benjolan sebagaimana bisul pada umumnya.Kondisi ini bisa menular melalui kontak kulit ke kulit. Bakteri juga bisa menyebar melalui benda yang telah terkontaminasi. Namun, kebanyakan kasus infeksi terjadi ketika ada faktor perusak pelindung kulit seperti cedera, gesekan, atau gangguan lainnya.Bisul bisa berkembang di telinga karena seseorang memiliki kondisi berikut:
  • Mengalami kerusakan kulit di dalam atau di sekitar telinga
  • Menggunakan earbud atau headphone kotor
  • Berbagi pemakaian earbud atau headphone dengan seseorang yang terinfeksi
  • Berenang di air yang tidak bersih
  • Punya tindik telinga yang teriritasi atau terinfeksi
  • Terpapar bahan kimia pada rambut atau produk kecantikan
  
Sejatinya bisul bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu perawatann medis. Namun, jika kondisi ini tidak sembuh dalam waktu 2 minggu sebaiknya lakukan kunjungan ke dokter.Untuk bisul di area sensitif, segeralah mencari pertolongan medis. Adapun area sensitif antara lain adalah telinga bagian dalam, tulang belakang, atau wajah. Penting juga untuk memberi tahu dokter jika bisul tiba-tiba membesar atau berubah bentuk atau tekstur.Dokter mungkin akan melakukan operasi minor pada bisul guna mengeluarkan nanah yang menumpuk di dalamnya. Selain itu, pasien mungkin akan diberi antibiotik untuk membantu mengurangi infeksi.Perawatan juga harus dilakukan jika bisul disertai dengan gejala berikut:
  • Bisul sering kambuh
  • Pasien mengalami demam atau mual
  • Bisul yang mendera sangat menyakitkan
Bisul di dalam telingan di dalam telingan jangan digaruk atau disentuh baik oleh jari, pinset, penyeka kapas, atau benda lainnya. Sebab, saluran telinga itu sensitif dan mudah tergores sehingga bisa menyebabkan infeksi lebih lanjut. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/ear-boil
Diakses pada 10 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/ear-boil
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email