Pernapasan

Bisinosis

14 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Bisinosis
Gejala bisinosis dapat muncul selama seminggu penuh
Bisinosis adalah penyakit paru-paru yang langka. Penyakit ini disebabkan akibat menghirup partikel atau serat yang berasal dari rami (hemp), flax, dan kapas. Oleh karena itu bisinosis seringkali disebut sebagai brown lung disease.Di Amerika Serikat, bisinosis kerap menyerang orang-orang yang bekerja dengan kapas yang belum diproses atau akan diolah. Para pekerja yang membuka bola-bola kapas pada saat tahap pertama, memiliki risiko paling tinggi terhadap bisinosis.Seseorang bisa terkena dampak setelah mengerjakan kapas secara langsung. Namun, penyakit ini biasanya baru berkembang dalam tubuh setelah 10 tahun atau lebih.Penyakit ini disebabkan oleh racun yang dihasilkan dari bakteri dalam kapas mentah yang bercampur dengan debu kapas. Hal ini kemudian menyebabkan saluran pernapasan seseorang rentan menyempit. 
Bisinosis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaRasa tertekan di dada, mengi, batuk
Faktor risikoMerokok, alergi, asma
Metode diagnosisTanya jawab, CT scan, tes fungsi paru
PengobatanObat-obatan, terapi oksigen
ObatObat bronkodilator, obat kortiskoteroid
KomplikasiFibrosis paru, ketergantungan oksigen
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala bisinosis
Gejala bisinosis umumnya muncul pada awal minggu pertama bekerja dan akan membaik pada akhir minggu. Oleh karena itu, bisinosis juga sering disebut sebagai Monday fever.

Gejala bisinosis yang umum

  • Rasa tertekan di dada
  • Mengi
  • Batuk

Gejala bisinosis yang parah

 
Penyebab utama bisinosis adalah menghirup rami mentah, rami, debu kapas. Selain itu, endotoksin dari bakteri Gram negatif pada partikel kapas yang terhirup juga bisa menyebabkan bisinosis. 

Faktor risiko bisinosis

Beberapa faktor risiko bisinosis meliputi:
 
Diagnosis bisinosis dilakukan dengan cara tanya jawab, tes tambahan, dan peak flow meter. Berikut penjelasannya.

Tanya jawab

Untuk dapat mendiagnosis bisinosis, dokter akan menggali lebih dalam mengenai gejala yang Anda rasakan, riwayat aktivitas harian, serta riwayat paparan terhadap partikel atau serat di dalam industri tekstil.

Tes tambahan

Beberapa tes tambahan yang mungkin disarankan dokter, yaitu:
 
Cara mengobati bisinosis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan cara mengobati bisinosis yang biasanya disarankan dokter adalah:
  • Konsumsi obat-obatan bronkodilator dan kortikosteroid inhalasi

Namun perlu diingat, obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dapat menyebabkan infeksi jamur pada mulut dan tenggorokkan. Anda dapat mencegah timbulnya infeksi jamur dengan berkumur setelah menggunakan obat-obatan kortikosteroid inhalasi.
  • Terapi oksigen

Apabila Anda mengalami penurunan kadar oksigen di dalam darah, dokter dapat memberikan tambahan terapi oksigen. Pada kasus bisinosis kronik, penggunaan nebulizer atau alat lainnya dapat direkomendasikan.Pasien bisinosis disarankan untuk berhenti merokok, melakukan latihan pernapasan, serta meningkatkan aktivitas fisik untuk dapat meningkatkan kesehatan dan fungsi paru-paru. 

Komplikasi bisinosis

Jika tidak ditangani dengan optimal, bisinosis dapat menyebabkan komplikasi yang meliputi:
  • Fibrosis paru
  • Ketergantungan oksigen
  • Disabilitas
  • Toleransi olahraga berkurang
 
Cara mencegah bisinosis yang bisa dilakukan meliputi:
 
Berkonsultasilah dengan dokter, apabila Anda:
  • Merupakan pekerja yang rentan mengalami bisinosis dan merasakan gejala bisinosis, terutama pada awal minggu bekerja
  • Merasakan gejala bisinosis setelah mengunjungi industri tekstil yang menggunakan bahan-bahan pemicu bisinosis
  • Mengalami gejala bisinosis dan memiliki riwayat alergi atau asma
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar informasi mengenai gejala yang Anda rasakan.
  • Catat informasi mengenai waktu kemunculan gejala bisinosis muncul dan kaitannya terhadap paparan di tempat kerja.
  • Catat riwayat alergi atau asma, maupun riwayat kebiasaan merokok Anda.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda ketika berkonsultasi dengan dokter. Sebab, mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban dengan jelas, untuk membantu mendiagnosis dengan lebih baik.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah gejala tersebut timbul pada saat Anda bekerja di industri tekstil atau di sekitar bahan-bahan yang dapat memicu bisinosis?
  • Apakah Anda memiliki riwayat alergi, asma, atau merokok?
  • Apakah Anda telah menggunakan alat pelindung saat bekerja?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah dijalani?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis bisinosis. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/byssinosis#symptoms
Diakses pada 12 November 2019
Statpearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519549/
Diakses pada 12 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519549/
Diakses pada 14 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/byssinosis
Diakses pada 14 Juli 2021
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/lung-and-airway-disorders/environmental-lung-diseases/byssinosis
Diakses pada 14 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email