Penggunaan masker saat bekerja dengan kapas, dapat mengurangi risiko terhadap bisinosis.
Gejala bisinosis dapat muncul selama seminggu penuh.

Bisinosis merupakan penyakit paru-paru yang langka. Bisinosis disebabkan akibat menghirup partikel atau serat yang berasal dari rami (hemp), flax, dan kapas. Oleh karena itu bisinosis seringkali disebut sebagai “brown lung disease”. Di Amerika Serikat, bisinosis kerap menyerang orang-orang yang bekerja dengan kapas yang belum diproses atau akan diolah. Para pekerja yang membuka bola-bola kapas pada saat tahap pertama, memiliki risiko paling tinggi terhadap bisinosis.

Gejala dari bisinosis umumnya muncul pada awal minggu pertama bekerja dan akan membaik pada akhir minggu. Oleh karena itu, bisinosis juga sering disebut sebagai Monday fever. Apabila seseorang terpapar oleh partikel bahan-bahan yang menyebabkan bisinosis, gejala dari bisinosis dapat muncul selama satu minggu penuh. Gejala dari bisinosis mirip dengan gejala asma seperti rasa seperti tertekan di dada, mengi, dan batuk. Pada kasus bisinosis yang berat, dapat muncul gejala seperti:

Dengan gejala tersebut, seringkali pasien dengan bisinosis mengalami salah diagnosis sebagai penyakit paru obstruktif kronik. Perlu diingat, gejala dari bisinosis umumnya menghilang dengan sendirinya apabila penderitanya sudah tidak terpapar oleh partikel-partikel penyebab penyakit tersebut. Namun, gangguan fungsi paru permanen dapat terjadi apabila para penderitanya mendapatkan paparan secara berulang dan kronik.

Bisinosis umum terjadi di negara industri tekstil yang menggunakan kapas, seperti India, Paksitan, Nepal, Sri Langka, Bangladesh, dan Indonesia. Selain terjadi akibat inhalasi partikel atau serat kapas, menghirup partikel dan serat dari rami, flax, materi kecil lainnya, paparan terhadap endotoxin dari bakteri Gram negatif juga berkontribusi terhadap terjadinya bisinosis. Endotoksin dari bakteri Gram negatif mudah ditemukan pada partikel kapas yang terhirup. Selain dari hal-hal tersebut, merokok, memiliki riwayat asma, maupun riwayat alergi, meningkatkan risiko terjadinya bisinosis.

Untuk dapat mendiagnosis bisinosis, dokter akan menggali lebih dalam mengenai gejala yang Anda rasakan, riwayat aktivitas harian, serta riwayat paparan terhadap partikel atau serat di dalam industri tekstil. Berbeda dari asma akibat kerja yang terjadi pada akhir minggu, bisinosis terjadi lebih cepat pada hari-hari awal minggu bekerja.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kesehatan paru-paru dan mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen dada atau CT scan pada daerah paru-paru. Langkah ini diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain selain bisinosis.

Selain itu, tes fungsi paru selama satu minggu penuh juga dapat dilakukan untuk memprediksi waktu mulai terjadinya fungsi paru serta penurunan kinerja organ tersebut, selama satu minggu bekerja. Umumnya pada bisinosis, penurunan fungsi paru sudah terjadi pada awal minggu pertama bekerja.

Penanganan utama dari bisinosis adalah dengan menghindari paparan partikel atau serat penyebab bisinosis. Untuk mengurangi gejala dengan tingkat ringan-sedang, dokter akan meresepkan obat-obatan bronkodilator inhalasi untuk melebarkan saluran pernapasan. Pada kasus bisinosis berat, obat-obatan bronkodilator dapat dikombinasikan dengan obat-obatan kortikosteroid inhalasi.

Perlu diingat, obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dapat menyebabkan infeksi jamur pada mulut dan tenggorokkan. Anda dapat mencegah timbulnya infeksi jamur dengan berkumur setelah menggunakan obat-obatan kortikosteroid inhalasi.

Apabila Anda mengalami penurunan kadar oksigen di dalam darah, dokter dapat memberikan tambahan terapi oksigen. Pada kasus bisinosis kronik, penggunaan nebulizer atau alat lainnya dapat direkomendasikan. Pasien bisinosis disarankan untuk berhenti merokok, melakukan latihan pernapasan, serta meningkatkan aktivitas fisik untuk dapat meningkatkan kesehatan dan fungsi paru-paru.

Bisinosis merupakan penyakit yang dapat dicegah. Jika Anda merupakan para pekerja yang rentan terhadap paparan partikel bisinosis, gunakanlah masker atau alat pelindung lainnya pada saat bekerja. Terkait dengan keselamatan kerja, Anda harus memastikan bahwa lingkungan kerja memiliki ventilasi yang baik, dilengkapi kipas exhaust.

Pastikan juga produk kapas telah menjalani proses terapi antibakteri untuk menghindari paparan endotoksin. Selain itu, selalu menjalani medical check-up tahunan, terutama untuk memantau status bisinosis, dan menghentikan kebiasaan merokok, penting untuk dilakukan.

Berkonsultasilah dengan dokter, apabila Anda:

  • Merupakan pekerja yang rentan mengalami bisinosis dan merasakan gejala bisinosis, terutama pada awal minggu bekerja
  • Merasakan gejala bisinosis setelah mengunjungi industri tekstil yang menggunakan bahan-bahan pemicu bisinosis
  • Mengalami gejala bisinosis dan memiliki riwayat alergi atau asma

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar informasi mengenai gejala yang Anda rasakan.
  • Catat informasi mengenai waktu kemunculan gejala bisinosis muncul dan kaitannya terhadap paparan di tempat kerja.
  • Catat riwayat alergi atau asma, maupun riwayat kebiasaan merokok Anda.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda ketika berkonsultasi dengan dokter. Sebab, mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban dengan jelas, untuk membantu mendiagnosis dengan lebih baik.

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah gejala tersebut timbul pada saat Anda bekerja di industri tekstil atau di sekitar bahan-bahan yang dapat memicu bisinosis?
  • Apakah Anda memiliki riwayat alergi, asma, atau merokok?
  • Apakah Anda telah menggunakan alat pelindung saat bekerja?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah dijalani?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis bisinosis.

Healthline. https://www.healthline.com/health/byssinosis#symptoms
Diakses pada 12 November 2019

Statpearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519549/
Diakses pada 12 November 2019

Artikel Terkait