Penderita bipolar mempunyai suasana hati yang dapat berubah secara ekstrem
Penderita bipolar mengalami suasana hati (mood) yang berubah-ubah secara ekstrem

Bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem. Gejala kelainan jiwa ini dibagi menjadi episode mania (senang berlebihan) dan episode depresi (sedih berlebihan).

Perubahan mood ekstrem yang dialami oleh penderita bipolar bahkan dapat mengganggu pola tidur, rutinitas, dan kehidupan sosialnya.

Secara umum, bipolar termasuk gangguan mental yang tidak dapat disembuhkan. Namun gejalanya dapat dikendalikan dengan obat-obatan dan psikoterapi, sehingga kualitas hidup penderita bisa diperbaiki.

 

Gangguan Bipolar
Dokter spesialis

Psikolog, Jiwa

Gejala

Perubahan mood, mania, depresi

Faktor risiko

Keturunan, kelainan otak, lingkungan

Metode diagnosis

Wawancara, pemeriksaan fisik, pedoman DSM

Pengobatan

Obat-obatan, psikoterapi

Obat

Lithium, olanzapin, fluoxetin

Komplikasi

Bunuh diri, menyakiti orang lain

Kapan harus ke dokter?

Perubahan mood yang drastis, sering membicarakan bunuh diri

Gejala bipolar yang utama adalah perubahaan suasana hati (mood) yang cepat. Mulai dari senang berlebihan ke sedih yang dalam, atau sebaliknya.

Perasaan senang berlebihan disebut episode mania. Sementara gejala depresi dinamakan episode depresi. Berikut penjelasannya:

Episode mania

Episode ini terbagi antara mania dan hipomania. Keduanya memiliki gejala yang mirip, namun episode mania lebih berat dibandingkan hipomania.

Mania menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial. Sedangkan hipomania tidak separah itu.

Tanda dan gejala bipolar fase mania dan hipomania meliputi:

  • Tidak bisa diam, misalnya sering mondar-mandir
  • Energi yang meningkat dan terkadang disertai rasa gelisah
  • Perasaan senang dan percaya diri yang berlebihan
  • Merasa tidak butuh tidur atau sulit tidur
  • Banyak bicara
  • Pola pikir yang beralih dari satu ide ke ide lain dengan cepat
  • Fokus yang mudah teralihkan
  • Kerap membuat keputusan tidak tepat, seperti membeli barang yang tidak dibutuhkan.

Episode depresi

Sebaliknya, tanda dan gejala bipolar fase depresi bisa berupa:

  • Merasa sedih dan tidak memiliki harapan
  • Merasa tidak berharga
  • Memiliki rasa bersalah yang berlebihan
  • Penurunan kemampuan berpikir atau konsentrasi
  • Sulit mengambil keputusan
  • Kehilangan ketertarikan akan hampir semua aktivitas maupun hobi
  • Penurunan atau peningkatan nafsu makan
  • Sulit tidur atau tidur berlebihan
  • Cepat lelah
  • Pada kasus berat, percobaan bunuh diri dapat terjadi

Mungkin saja, ada tanda dan gejala bipolar yang tidak disebutkan. Bila memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

 

Penyebab bipolar belum diketahui secara pasti sampai sekarang. Namun para peneliti memperkirakan ada beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunculannya.

Sederet faktor risiko bipolar tersebut meliputi:

  • Faktor genetis atau keturunan. Bila orangtua atau saudara Anda mengalami gangguan bipolar, Anda juga memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengidap kondisi serupa.
  • Gangguan struktur dan fungsi otak.
  • Faktor lingkungan, misalnya stres yang parah dan berkepanjangan (seperti ditinggalkan oleh orang yang disayangi), pengalaman yang menyebabkan trauma (seperti pelecehan seksual), dan gangguan kesehatan.
  • Penyalahgunaan obat-obatan maupun alkohol.

 

Diagnosis bipolar dipastikan dengan beberapa pemeriksaan di bawah ini:

  • Wawancara mengenai gejala yang dialami oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik lengkap.
  • Pemeriksaan penunjang. Dokter dapat menganjurkan pasien untuk menjalani tes darah atau tes urine, serta pencitraan bila diperlukan.
  • Membuat jurnal mengenai mood. Bila menduga pasien mengalami gangguan bipolar, dokter akan menyarankannya untuk mencatat apa yang dirasakan, durasi mood, pola tidur, serta pola makan.
  • Menggunakan kriteria diagnosis menurut buku panduan diagnostic and statistical manual of mental disorder (DSM). Dokter dapat menegakkan diagnosis bipolar sesuai kriteria yang tercantum dalam panduan ini.

 

Jenis-jenis gangguan bipolar

Menurut buku panduan DSM, terdapat beberapa macam gangguan bipolar yang meliputi:

  • Gangguan bipolar tipe 1

Bila penderita mengalami setidaknya satu kali episode mania yang diikuti oleh hipomania atau depresi. Pada  beberapa kasus, episode mania dapat mencetuskan gejala psikosis seperti halusinasi.

  • Gangguan bipolar tipe 2

Jika penderita mengalami setidaknya satu kali episode depresi dan setidaknya satu kali episode hipomania, namun tidak pernah mengalami episode mania.

  • Gangguan siklotimia

Apabila penderita sering mengalami episode hipomania dan depresi ringan setidaknya selama dua tahun pada orang dewasa atau satu tahun pada anak-anak dan remaja.

 

Cara mengobati bipolar umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama ia mengalami kondisi tersebut. Secara umum, penanganan gangguan mental ini terdiri dari:

1. Obatan-obatan

Obat bipolar yang diresepkan oleh dokter biasanya meliputi:

  • Mood-stabilizer seperti lithium
  • Obat antipsikotik seperti olanzapin
  • Kombinasi obat antidepresan dan antipsikotik seperti fluoxetin dan olanzapin
  • Obat antidepresan golongan benzodiazepin seperti alprazolam

2. Psikoterapi

Pilihan psikoterapi yang dapat dianjurkan adalah sebagai berikut:

  • Edukasi

Langkah ini merupakan teknik konseling yang membantu penderita dan orang-orang terdekatnya dalam memahami arti gangguan bipolar.

  • Cognitive behavioral therapy (CBT)

Dokter atau terapis akan membantu penderita bipolar untuk memahami pola pikir dan cara menghadapi gejala yang muncul.

  • Interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT)

IPSRT berfokus mengajarkan cara mengatur kebiasaan sehari-hari pada pengidap bipolar. Contohnya, pola tidur, pola makan, dan olahraga.

Dengan menyeimbangkan aktivitas sehari-hari, penderita diharap bisa terbantu untuk mengendalikan gejalanya.

 

Komplikasi gangguan bipolar

Bila tidak ditangani dengan saksama, gangguan bipolar dapat memicu masalah mental yang serius hingga memengaruhi rutinitasnya. Beberapa komplikasi ini meliputi:

  • Mengidap kecanduan obat dan alkohol
  • Melakukan percobaan bunuh diri
  • Melukai orang lain
  • Terlibat dalam masalah hukum dan keuangan
  • Mengalami masalah sosial, seperti asmara atau hubungan dengan orang lain
  • Mengalami masalah yang berhubungan dengan pekerjaan atau sekolah

 

Langkah pencegahan bipolar tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.

Namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh penderita untuk mencegah kambuhnya gejala bipolar. Apa sajakah itu?

  • Memahami gangguan bipolar dengan saksama

Semakin banyak pengetahuan penderita mengenai kondisinya, penderita akan semakin mampu untuk membantu dirinya sendiri dalam mengendalikan gejala bipolar.

  • Mencegah stres berlebihan

Caranya adalah dengan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Penderita juga bisa melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan latihan pernapasan.

  • Mencari dukungan dari orang-orang di sekitarnya

Penting bagi penderita untuk menceritakan masalah atau perasaannya pada orang terdekat maupun keluarga agar mendapatkan dukungan mereka. Dengan ini, penderita akan lebih semangat dalam menjalani pengobatannya.

  • Melakukan pola hidup sehat

Pola hidup sehat yang perlu diterapkan meliputi tidur teratur, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga.

  • Rutin memantau perubahan mood

Memantau mood bisa dilakukan dengan menuangkan semua perasaan yang muncul dalam buku harian. Dengan ini, penderita dapat mendeteksi ada tidaknya perubahan suasana hati yang cepat sehingga mampu mengatasinya sebelum bertambah parah.

 

Penderita bipolar mungkin tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan mental ini. Tidak mengherankan bila penderita biasanya terlambat atau tidak mendapat penanganan yang dibutuhkannya.

Oleh karena itu, penting bagi orang-orang terdekat penderita untuk mengenali gejala bipolar dan membujuk pengidap agar bersedia untuk berkonsultasi ke dokter maupun psikolog. Dengan ini, hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari.

Segera hubungi dokter bila Anda merasa ada orang di sekitar Anda yang mengalami gejala di bawah ini:

  • Sering membicarakan tentang bunuh diri
  • Merencanakan atau melakukan percobaan bunuh diri
  • Memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri maupun orang lain
  • Melakukan hal yang berbahaya bagi dirinya sendiri atau orang lain sekitarnya

 

Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat membantu penderita untuk mempersiapkan beberapa hal berikut:

  • Catat gejala-gejala yang dialami
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarganya.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Dampingi penderita ketika berkonsultasi ke dokter. Anda bisa memberikan dukungan moral maupun membantu penderita dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan gejala pertama kali dialami?
  • Apakah penderita memiliki faktor risiko terkait gangguan bipolar?
  • Apakah penderita rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah penderita pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang dusah dicoba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gangguan bipolar agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-disorder/symptoms-causes/syc-20355955
Diakses pada 13 Desember 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/bipolar-disorder
Diakses pada 13 Desember 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324463
Diakses pada 13 Desember 2020

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/bipolar-disorder/bipolar-disorder-signs-and-symptoms.htm
Diakses pada 13 Desember 2020

Artikel Terkait