Kulit & Kelamin

Biduran

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Biduran
Biduran bisa berupa bentol kemerahan yang gatal pada kulit
Biduran adalah reaksi kulit berupa bentol-bentol kemerahan yang gatal. Kondisi yang juga disebut urtikaria ini dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti reaksi alergi atau gigitan serangga.Ruam biduran dapat membaik dalam beberapa menit hingga beberapa hari. Namun pada beberapa kasus, urtikaria bisa bertahan lama (lebih dari enam minggu) atau sering kambuh dan berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi ini dinamakan urtikaria kronis.Biduran dapat muncul dalam berbagai ukuran dan bentuk yang berbeda, timbul di berbagai bagian tubuh, serta menyerang anak-anak maupun dewasa.Ruam biduran juga terkadang terasa gatal, menusuk-nusuk, atau panas seperti terbakar. Biduran yang parah bahkan dapat mengganggu dan membuat penderita tidak nyaman saat tidur serta beraktivitas.Untuk sebagian penderita orang, obat antihistamin dan obat antigatal dapat membantu dalam meringankan gejala yang ditimbulkan oleh biduran. 
Biduran
Dokter spesialis Kulit
GejalaBentol kemerahan, gatal
Faktor risikoPaparan alergen, riwayat biduran dalam keluarga
Metode diagnosisTes kulit, tes darah
PengobatanPemberian obat
ObatAntihistamin, kortikosteroid
KomplikasiAngioedema, anafilaksis
Kapan harus ke dokter?Biduran yang parah atau berlangsung lama, gejala anafilaksis
Secara umum, gejala biduran meliputi:
  • Bentol kemerahan yang muncul di berbagai bagian tubuh
  • Ukuran dan bentuk bentol bisa bervariasi
  • Gatal-gatal
 

Biduran akut vs biduran kronis

Biduran bisa dikelompokkan menjadi jenis akut dan kronis, tergantung dari durasi kemunculannya. Jika urtikaria berlangsung lebih dari enam minggu dan kambuh selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, kondisi ini disebut biduran kronis.
  • Biduran akut

Urtikaria akut berlangsung lebih cepat, yakni kurang dari sehari hingga enam minggu. Kondisi ini biasanya dipicu oleh reaksi terhadap pemicu alergi (alergen), seperti makanan, bulu hewan, gigitan serangga, lateks, atau serbuk sari.Obat-obatan, suhu panas, stres, olahraga, atau paparan zat kimia tertentu juga bisa memicu urtikaria akut. Semenara pada anak-anak, penyebab urtikaria yang paling sering adalah infeksi virus.Dengan mengidentifikasi dan menghindari paparan alergen, jenis biduran akut dapat dicegah.
  • Biduran kronis

Berbeda dengan jenis akut, biduran kronis terjadi lebih lama. Kebanyakan penderita mengalami gejala hingga lebih dari satu tahun.Penyebab urtikaria kronis juga umumnya tidak diketahui, dan hanya sedikit kasus yang disebabkan oleh reaksi alergi.Baca jawaban dokter: Mengapa biduran bisa terjadi setiap hari? 
Penyebab biduran bisa beragam hal. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Obat-obatan, seperti antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan obat tekanan darah tinggi
  • Gigitan serangga (seperti lebah) atau parasit (misalnya kutu)
  • Infeksi
  • Garukan
  • Suhu panas atau suhu dingin
  • Stres
  • Sinar matahari
  • Olahraga
  • Alkohol atau makanan
  • Tekanan pada kulit, seperti pakaian terlalu ketat
Sementara urtikaria kronis dapat menandakan adanya penyakit lain, seperti gangguan pada kelenjar tiroid. 

Faktor risiko biduran

Pasien dengan beberapa kondisi tertentu lebih berisiko untuk mengalami biduran maupun angiodema. Angiodema adalah reaksi alergi serupa urtikaria yang melibatkan lapisan kulit lebih dalam.Kelompok orang yang berisiko tinggi tersebut meliputi:
  • Pernah mengalami biduran atau angioedema
  • Pernah mengalami reaksi alergi
  • Memiliki anggota keluarga kandung dengan riwayat biduran, angioedema, atau hereditary angioedema (angioedema karena faktor keturunan)
 
Diagnosis biduran umumnya bisa ditentukan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, aktivitas, obat-obatan (termasuk jamu atau suplemen) yang dikonsumsi, pola makan, lokasi biduran, serta durasi muncul dan hilangnya bentol. Begitu juga dengan ada tidaknya pembengkakan di bagian lain tubuh yang menyertai biduran.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengecek bentuk dan ukuran bentol yang muncul di tubuh pasien.Jika pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien menggambarkan bahwa biduran dipicu oleh masalah medis tertentu, dokter bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang berupa:
  • Tes kulit (skin prick test)

Pada skin prick test, dokter akan menguji reaksi kulit pasien terhadap berbagai macam jenis alergen.Jika muncul ruam memerah atau pembengkakan, kondisi ini dapat menandakan adanya reaksi alergi. Meski begitu, tes ini kurang efektif untuk mendeteksi urtikaria kronis.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan mendeteksi antibodi spesifik dalam tubuh pasien. Tubuh membentuk antibodi untuk melawan zat alergen.Antibodi diperlukan sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Namun bila jumlahnya terlalu banyak, kondisi ini dapat menyebabkan reaksi alergi seperti biduran. 
Cara mengobati biduran akan tergantung pada tingkat keparahan biduran serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.Pasien dengan gejala ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan khusus. Pasalnya, bentol biduran sering hilang dengan sendirinya.Pengobatan biduran biasanya lebih diperlukan guna mengurangi gatal-gatal maupun rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas pasien.

1. Penanganan dari dokter

Berikut beberapa jenis obat biduran yang dapat diberikan oleh dokter:
  • Obat antihistamin

Obat-obatan jenis antihistamin dapat digunakan untuk meredakan gatal, bengkak, dan gejala alergi lainnya. Contoh obat ini adalah loratadine dan cetirizine.Namun perlu diingat bahwa sebagian obat antihistamin dapat menimbulkan rasa kantuk. Karena itu, pasien yang mengonsumsinya dilarang berkendara maupun mengoperasikan alat berat.
  • Obat antiradang

Pada kasus biduran yang berat atau angioedema, dokter dapat meresepkan obat antiradang berupa kortikosteroid. Obat ini berfungsi meredakan bengkak, kemerahan, dan gatal. Prednisone adalah salah satu contohnya.
  • Obat untuk menekan sistem imun

Bila antihistamin dan obat antiradang kurang efektif, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat-obatan yang dapat menekan sistem imun. Obat ini disebut imunosupresan.
  • Epinefrin

Penanganan medis darurat diperlukan apabila serangan urtikaria tergolong berat, yakni berupa angioedema. Dokter akan menyuntikkan obat epinefrin untuk meredakan gejala dengan cepat.Pasien dengan serangan alergi berat yang kambuhan bisa dibekali obat suntik epinefrin oleh dokter. Obat ini dapat digunakan secara mandiri di rumah untuk keadaan darurat.

2. Penanganan mandiri di rumah

Untuk mengurangi gejala dan iritasi biduran, pasien juga bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini:
  • Mandi air dingin (bersuhu ruangan)
  • Menempelkan kompres dingin pada bagian tubuh yang mengalami biduran
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan tipis
  • Jangan menggaruk ruam karena dapat memicu luka dan komplikasi berupa infeksi
  • Menggunakan sabun untuk kulit sensitif
 

Komplikasi biduran

Biduran dapat menjadi salah satu gejala reaksi alergi berat yang dinamakan anafilaksis. Kondisi ini perlu penanganan medis secepatnya karena dapat mengancam nyawa penderita.Tanda dan gejala anafilaksis meliputi pusing, kesulitan bernapas, serta pembengkakan pada mulut, kelopak mata dan lidah (angioedema).Biduran kronis juga bisa mengganggu kenyamanan penderita dan memicu stres hingga depresi. Padahal, stres juga termasuk pencetus ruam urtikaria. Karena itu, konsultasi medis dan pengobatan perlu dilakukan dengan saksama.Bila penderita menggaruk ruam biduran, luka gores bisa muncul. Luka ini kemudian dapat mengalami infeksi hingga peradangan.Baca juga: Tanpa Sadar, Alergen Mungkin Ada di Dekat Anda 
Untuk mencegah biduran, beberapa hal yang dapat Anda lakukan meliputi:
  • Menghindari faktor pencetus

Jauhi alergen yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi, termasuk biduran.
  • Mandi dan mengganti pakaian setelah terjadi kontak dengan alergen

Segeralah mandi dan mengganti pakaian setelah mengalami kontak dengan alergen. 
Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:
  • Biduran yang berat
  • Biduran yang terus muncul selama beberapa hari
  • Disertai gejala anafilaksis
  • Pusing
  • Mengik, yakni ada bunyi ‘ngik’ tiap menarik napas
  • Sesak napas
  • Dada terasa kencang
  • Pembengkakan pada lidah, bibir, atau wajah
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait biduran, misalnya alergi?
  • Apakah ada anggota keluarga kandung Anda yang juga mengalami gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis biduran. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hives/
Diakses pada 30 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/video/video-hives-causes-treatment
Diakses pada 30 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-hives/symptoms-causes/syc-20352719
Diakses pada 30 November 2018
American Academy of Allergy Asthma and Immunology. https://www.aaaai.org/Aaaai/media/MediaLibrary/PDF%20Documents/Libraries/EL-hives-patient.pdf
Diakses pada 12 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8630-urticaria-hives-and-angioedema/diagnosis-and-tests
Diakses pada 12 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hives-and-angioedema/symptoms-causes/syc-20354908
Diakses pada 12 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ketahui Cara Mengatasi Gatal dan Bentol Akibat Biduran

Gatal dan bentol akibat biduran pasti sangat mengganggu. Ketahui cara mengobati gatal dan bentol akibat biduran di artikel ini, yuk!
29 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Cara mengatasi gatal dan bentol akibat biduran dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat antihistamin dan antibiotik

Antihistamin adalah Obat Alergi Paling Populer, Bagaimana Cara Kerjanya?

Sering terkena alergi memang mengganggu aktivitas. Untuk mengatasinya, antihistamin bisa menjadi pilihan. Antihistamin adalah obat alergi yang mudah ditemukan dan banyak dipakai untuk meredakan alergi. Berikut ini cara kerja obat tersebut.
03 Feb 2020|Maria Natasha
Baca selengkapnya
Antihistamin adalah obat yang juga bisa meredakan kemerahan pada kulit.

Iritasi Kulit Bikin Gatal-gatal Hingga Ruam? Bisa Jadi 10 Hal Ini Penyebabnya

Iritasi kulit bisa muncul secara tiba-tiba tanpa Anda sadari. Pada kondisi yang ringan, iritasi kulit mungkin tidak berbahaya. Akan tetapi, iritasi kulit yang parah dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Lantas, bagaimana cara mengobatinya?Baca selengkapnya
Iritasi kulit bisa muncul secara tiba-tiba tanpa Anda sadari