Bidai tulang kering adalah nama untuk sakit pada tulang kering (tulang tibia), atau sakit pada bagian depan kaki bawah, yang biasanya disebabkan karena berolahraga.  

Penyakit ini umum terjadi pada orang yang sering berlari atau melakukan aktivitas lain, dengan melibatkan terlalu banyak beban pada kaki, seperti pemain tenis, basket, penari dan anggota militer.

Kondisi ini sering terjadi pada atlet yang mengubah atau memperberat rutinitas latihan secara cepat. Sebab, perubahan aktivitas ini akan menyebabkan otot, tendon dan jaringan tulang bekerja secara berlebihan.  

Penyakit ini biasanya tidak serius, tetapi dapat membuat penderitanya kesulitan berolahraga, dan akan memburuk jika tidak diobati. Selama mengalami bidai tulang kering, Anda disarankan untuk tidak melakukan aktivitas fisik berat. 

Kondisi ini biasanya dapat diobati di rumah dengan beristirahat, serta mengompres kaki dengan es. Dengan cara-cara tersebut, bidai tulang kering bisa pulih dalam beberapa minggu.

Gejala utama pada shin splints atau bidai tulang kering adalah rasa nyeri dan sakit jika tulang kering diraba. Selain itu, pembengkakan ringan bisa terjadi pada kaki bagian bawah. 

Berikut ini gejala yang dapat dialami oleh orang dengan shin splints.

  • Nyeri akan bermula dengan sakit tumpul atau pegal pada bagian depan kaki bawah, tapi akan meningkat menjadi rasa sakit yang tajam atau berat, dan menyulitkan untuk berolahraga. 
  • Sakit yang berkembang segera, saat beraktivitas atau berolahraga 
  • Sakit pada kedua sisi tulang kering
  • Rasa sakit akan membaik secara bertahap ketika beristirahat, dan terkadang rasa sakit dapat menghilang ketika sedang berolahraga. Namun pada akhirnya, rasa sakit akan menetap dan terus berlangsung, walaupun telah beristirahat. 
  • Otot terasa sakit 
  • Rasa sakit pada bagian dalam dari kaki bawah
  • Rasa nyeri yang diperburuk ketika bagian dalam kaki bawah diraba 
  • Pembengkakan pada kaki bagian bawah
  • Kesemutan dan kelemahan pada kaki

Secara umum, bidai tulang kering disebabkan oleh tekanan berulang pada tulang kering dan jaringan pengikat yang menghubungkan otot ke tulang. Kondisi ini akan menyebabkan peradangan dan pembengkakan dari jaringan di sekitar tulang kering. 

Beberapa kondisi ini dapat meningkatkan peluang terkena bidai tulang kering.

  • Perubahan mendadak dari aktivitas fisik. Perubahan ini dapat terjadi, misalnya saat terjadi peningkatan intensitas berolahraga dalam sepekan, perubahan durasi dan target latihan.
  • Berlari pada permukaan yang keras dan tidak rata
  • Mengenakan sepatu latihan yang tidak pas (tanpa bantalan atau tidak bisa menyokong kaki dengan baik) 
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Mempunyai tapak kaki yang datar (flat feet) atau telapak kaki yang mengarah ke dalam
  • Memiliki otot betis yang tegang, pergelangan kaki yang lemah atau tendon Achilles yang tegang. 

Bidai tulang kering biasanya didiagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Pada beberapa kasus, foto rontgen dapat membantu mengidentifikasi penyebab dari sakit, seperti retak pada tulang karena tekanan.

Sebagian besar kasus bidai tulang kering dapat ditangani dengan perawatan sendiri yang sederhana, seperti:

  • Beristirahat
  • Menggunakan kompres es. Gunakan kompres es pada tulang yang terkena selama  15-20 menit, 4-8 kali dalam beberapa hari. Hindari kontak langsung es dengan kulit. Gunakan pembungkus seperti handuk tipis. 
  • Memakai bebat kompresi yang elastis
  • Menjaga agar kaki tetap terangkat tinggi 
  • Menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas 
  • Melakukan latihan kelenturan dengan meregangkan otot kaki bagian bawah.
  • Mengenakan sepatu yang menyokong, dengan bantalan memadai, ketika melakukan aktivitas sehari-hari 
  • Menggunakan sepatu orthotics (untuk orang dengan tapak kaki datar atau yang mengalami bidai tulang kering berulang)

Operasi

Operasi atau pembedahan jarang dilakukan untuk mengobati bidai tulang kering. Namun, apabila bidai tulang kering menyebabkan rasa sakit yang berat dan gejala berlangsung lebih dari beberapa bulan, maka dokter akan menyarankan pembedahan. 

  • Menganalisis pergerakan. Analisis video yang menunjukkan teknik berlari dengan benar, untuk membantu mengidentifikasi pola pergerakan yang dapat berkontribusi pada bidai tulang kering. 
  • Hindari melakukan aktivitas yang membebani kaki secara berlebihan. Berlari atau melakukan aktivitas dengan dampak tinggi (aktivitas berat) dalam durasi atau intensitas tinggi, meningkatkan terjadinya  bidai tulang kering.
  • Pilihlah sepatu yang tepat. Seorang pelari harus mengganti sepatunya setiap 560-800 kilometer. 
  • Gunakan penyokong lengkungan telapak kaki. Penggunaan penyokong lengkungan telapak kaki  dapat membantu mencegah sakit pada tulang kering, terutama pada orang dengan tapak kaki yang datar.  
  • Gunakan sol sepatu bagian dalam, yang dapat menyerap guncangan atau getaran.  
  • Tambahkan latihan kekuatan dalam olahraga. Olahraga untuk menguatkan dan menstabilkan kaki, pergelangan kaki, pinggul dan batang tubuh, dapat membantu menyiapkan kaki berhadapan dengan olahraga dengan dampak tinggi.
  • Lakukan pemanasan dan peregangan yang benar, sebelum memulai suatu latihan atau olahraga dan pendinginan, setelah latihan berakhir. 
  • Hindari berolahraga pada permukaan keras, miring, atau medan yang tidak rata. 

Konsultasikan dengan dokter jika beristirahat, pemakaian kompres es dan penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas, tidak dapat menghilangkan sakit pada tulang kering.

Anda bisa menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk dokter, misalnya:

  • Bagaimana cara mengetahui adanya bidai tulang kering atau cedera kaki bagian bawah?
  • Apa yang dapat saya lakukan jika saya mengalami cedera bidai tulang kering yang kronis?

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/shin-splints/
Diakses pada 4 September 2019

Healhtline. https://www.healthline.com/health/shin-splints#symptoms
Diakses pada 4 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shin-splints/diagnosis-treatment/drc-20354110
Diakses pada 4 September 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/shin-splints/
Diakses pada 4 September 2019

OrthoInfo. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/shin-splints
Diakses pada 4 September 2019

Artikel Terkait