Kulit & Kelamin

Bibir Bersisik

Diterbitkan: 17 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bibir Bersisik
Bibir bersisik dalam dunia medis biasa dinamakan dengan istilah aktinik cheilitis. Kondisi ini biasanya muncul sebagai akibat bibir mengalami kekeringan. Kekeringan tersebut biasanya menyebar atau tidak merata dan penebalan bervariasi pada vermilion bibir bawah.Kulit bibir bersisik terutama menyerang orang dewasa berkulit putih yang tinggal di daerah tropis atau subtropic. Mereka terkena ketika melakukan pekerjaan di luar ruangan. Pada umumnya, kondisi ini biasanya terjadi berulang alias bisa kambuh.Selain di bibir, kondisi ini bisa terjadi di area lain di dalam tubuh. Kleratosis aktinik yang terkait sinar matahari bisa terjadi di kulit kepala, telinga, wajah, dan tangan. Gangguan ini biasanya lebih berisiko diderita laki-laki dibandingkan perempuan. Bahkan, risikonya tiga kali lipat lebih tinggi.Aktinik cheilitis merupakan kondisi prakanker yang disebabkan karena adanya kerusakan epitel bibir. Epitel bibir ini merupakan lapisan jaringan paling luar. Kondisi itu sendiri tidak dianggap sebagai masalah kesehatan yang serius, tetapi meningkatkan risiko kanker kulit.Kondisi ini sering juga disebut dengan nama lain. Adapun nama lain yang sering digunakan antara lain:
  • Cheilitis matahari
  • Aktinik cheilosis
  • Aktinik cheilitis dengan atipia histologis
  • Keratosis aktinik pada bibir
  • Bibir pelaut atau bibir petani
 
Penyebab bibir berkerak adalah karena bagian ini kurang berpigmen dan lebih tipis dibandingkan lapisan kulit seperti wajah. Hal tersebut membuat bibir menjadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat paparan sinar matahari.Paparan sinar UV-B gelombang pendek yang terlalu sering atau terus-menerus bisa merusak sel DNA yang berada di bibir. Kerusakan sel DNA tersbut berpotensi menimbulkan kelainan. Salah satu kelainan yang bisa muncul adalah bibir bersisik di area tepi bibir.Beberapa faktor risiko di bawah ini memperbesar peluang seseorang mengalami kondisi ini:
  • Paparan sinar matahari kronis
  • Kulit terbakar parah
  • Pria
  • Ras kulit putih
  • Lingkungan tropis, subtropis, atau gurun
  • Pekerjaan di luar ruangan
  • Usia dewasa
  • Merokok
  • Prurigo aktinik
  • Penggunaan alkohol berlebih
  • Human papillomavirus onkogenik
  • Gangguan kekebalan
  • Konsumsi obat penekan kekebalan
  • Bibir bawah melengkung
  • Albinisme
  • Memiliki riwayat kanker kulit
 
Gangguan aktinik cheilosis kemungkinan bisa berkembang menjadi kanker kulit. Karena itu, sebaiknya kunjungi dokter jika mengalami gejala atau punya risiko terhadap bibir bersisik. Meski gangguan pada bibir ini bisa disembuhkan dengan melakukan perawatan, pencegahan juga sebaiknya dilakukan.Penting sekali membatasi diri agar tidak terpapar sinar matahari secara berlebihan. Selain itu, waspadai juga setiap ada perubahan pada kulit dan bibir. Hal ini perlu dilakukan agar ketika terkena bibir bersisik bisa dilakukan pengobatan secara dini.Bibir bersisik umumnya tidak membahayakan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa gejala yang dianggap tanda bahwa kondisi ini bisa memiliki kemungkinan berkembang menjadi kanker. Adapun gejala yang harus diwaspadai antara lain:
  • Nyeri atau nyeri yang ekstrim
  • Maag yang tidak kunjung sembuh
  • Bercak kulit terus-menerus membesar
 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319133
Diakses pada 17 Maret 2021
DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/actinic-cheilitis/
Diakses pada 17 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/actinic-cheilitis
Diakses pada 17 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email