Kulit & Kelamin

Biang Keringat

Diterbitkan: 10 Feb 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Biang Keringat
Biang keringat adalah kondisi ruam kemerahan akibat cuaca panas dan lembap
Biang keringat adalah ruam kemerahan yang terjadi karena penyumbatan pada pori-pori atau saluran keringat di bawah permukaan kulit. Kondisi yang juga disebut miliaria ini lebih sering dialami oleh anak-anak. Tapi orang dewasa juga bisa terkena, khususnya saat cuaca lembap dan panas.Kemunculan biang keringat umumnya karena gesekan pada permukaan kulit. Orang dewasa biasanya mengalami ruam ini pada bagian tubuh yang sering bergesekan, seperti paha dalam atau di bawah lengan. Sementara bayi sering mengalaminya di leher, ketiak, lengan, dan paha.Umumnya, biang keringat bisa reda dengan sendirinya. Namun biang keringat yang parah mungkin memerlukan perawatan medis. 
Biang Keringat
Dokter spesialis Kulit
GejalaRuam kemerahan, gatal, sensasi perih di kulit
Faktor risikoKeringat, suhu panas, usia
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanPenanganan mandiri, obat oles
ObatLosion kalamin, anhydrous lanolin, dan steroid oles
KomplikasiPeradangan, infeksi
Kapan harus ke dokter?Ruam tak kunjung hilang setelah 3-4 hari, muncul tanda-tanda infeksi, demam
Secara umum, gejala biang keringat meliputi:
  • Bintik-bintik kecil kemerahan pada kulit
  • Ruam terasa gatal
  • Ruam sedikit bengkak
Biang keringat juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh. Namun kondisi ini tidak akan menular pada orang lain. 

Jenis-jenis biang keringat

Biang keringat dikategorikan dalam beberapa jenis berdasarkan seberapa dalam penyumbatan pada saluran keringat. Apa sajakah jenisnya?

1. Miliaria kristalina

Miliaria kristalina merupakan jenis biang keringat paling ringan dan terjadi pada kelenjar keringat di kulit bagian atas. Kemunculannya ditandai dengan bintil-bintil kecil berisi cairan jernih yang mudah pecah, tanpa rasa gatal maupun nyeri.Jenis biang keringat ini lebih sering dialami oleh bayi daripada orang dewasa.

2. Miliaria rubra

Miliaria rubra paling sering muncul akibat sumbatan pada kelenjar keringat epidermis. Kondisi ini ditandai dengan:
  • Bintik merah disertai dengan rasa gatal intens
  • Sensasi perih dan menyengat
  • Peradangan akibat keringat yang tidak bisa keluar dari permukaan kulit
  • Kurangnya keringat pada area terdampak

3. Miliaria pustulosa

Miliaria pustulosa lebih jarang terjadi, dan muncul sebagai perkembangan dari miliaria rubra. Biang keringat ini berupa bintil-bintil yang mengalami peradangan dan berisi nanah.

4. Miliaria profunda

Miliaria profunda ditandai dengan munculnya bintik merah berukuran lebih besar dan keras seperti kondisi kulit ketika merinding. Jenis biang keringat yang terparah dan paling jarang terjadi ini muncul pada dermis atau lapisan kulit yang lebih dalam.Biang keringat ini biasanya timbul ketika seseorang melakukan aktivitas fisik yang mengeluarkan banyak keringat. Keringat yang tidak dapat keluar dari kulit lalu menyebabkan mual dan pusing. 
Penyebab biang keringat adalah sumbatan pada saluran kelenjar keringat. Akibatnya, terjadi peradangan dan ruam kemerahan pada bagian kulit yang tidak dapat mengeluarkan keringat tersebut. Kondisi ini lebih sering terjadi saat panas dan lembap. 

Faktor risiko biang keringat

Penyebab di balik tersumbatnya kelenjar keringat belum dapat diketahui secara pasti. Tetapi beberapa faktor risiko di bawah ini mungkin berperan:
  • Kelenjar keringat yang belum berkembang dengan baik

Kondisi ini dapat terjadi pada minggu pertama kehidupan bayi, terutama ketika bayi sedang berada dalam inkubator, mengenakan pakaian tebal dan panas, maupun demam.
  • Iklim tropis

Iklim yang panas dan lembap seperti di negara tropis, merupakan salah satu pemicu biang keringat.
  • Kegiatan fisik

Aktivitas fisik bisa memengaruhi risiko kemunculan biang keringat, misalnya olahraga berat yang membuat tubuh banyak berkeringat.
  • Kepanasan

Kondisi kepanasan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena biang keringat. Misalnya saat mengenakan baju yang terlalu tebal atau tidur menggunakan selimut tebal.
  • Bed rest untuk waktu yang lama

Risiko timbulnya biang keringat cukup tinggi pada pasien yang sedang menjalani tirah baring (bed rest) dalam waktu lama, terutama bila ia juga mengalami demam. 
Untuk memastikan diagnosis biang keringat, pemeriksaan fisik saja umumnya sudah cukup. Misalnya dengan mencermati lokasi terjadinya biang keringat dan mengamati bentuk bintik-bintik yang muncul. Langkah ini dapat dilakukan secara mandiri atau oleh dokter.Agar lebih akurat, dokter juga bisa memeriksa gejala lain sebelum membuat diagnosis. 
Tujuan utama dalam penanganan biang keringat adalah menjaga kulit tetap sejuk dan terhindar dari paparan panas. Dengan ini, pasien tidak akan berkeringat dan iritasi kulit tidak makin parah.Pasien bisa melakukan beberapa cara mengobati biang keringat sederhana berikut ini:
  • Mengenakan pakaian longgar dan terbuat dari bahan lembut yang menyerap keringat, misalnya kain katun
  • Sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan yang sejuk
  • Menghindari pakaian ketat yang membuat kulit sulit bernapas
  • Memastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara terjaga
  • Memilih selimut dan alas tidur dengan bahan yang sesuai suhu udara
  • Mandi dengan air dingin dan sabun yang mengandung pelembap
  • Menempelkan kain basah yang dingin atau kompres air es selama maksimal 20 menit
  • Jangan menggaruk ruam
  • Jika biang keringat terasa gatal, usap ruam dengan lembut
Biang keringat yang lebih parah dapat ditangani dengan obat oles dari dokter. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko komplikasi.Contoh obat oles yang mungkin diberikan oleh dokter meliputi losion kalamin, anhydrous lanolin, kortikosteroid, dan krim yang mengandung minyak mineral atau petroleum. 
Anda bisa menerapkan sederet cara mencegah biang keringat berikut ini:
  • Tidak mengenakan pakaian ketat karena dapat menyebabkan kulit susah bernapas
  • Menghindari losion atau krim tebal yang dapat menyumbat pori-pori kulit
  • Jangan menggunakan sabun mandi atau krim yang mengandung parfum (pewangi)
 
Biang keringat biasanya dapat sembuh sendiri dengan penanganan mandiri. Namun segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami kondisi-kondisi di bawah ini:
  • Pengobatan tidak memberikan hasil yang efektif
  • Biang keringat tidak kunjung hilang atau justru bertambah parah setelah 3-4 hari
  • Muncul tanda-tanda infeksi, seperti demam, menggigil, rasa sakit bertambah, serta nanah pada bintil atau ruam
  • Ruam bengkak, terasa panas saat disentuh, atau muncul kemerahan di sekitar area yang terinfeksi
  • Ada nanah yang keluar dari ruam
  • Kelenjar getah bening membengkak di ketiak, leher, atau pangkal paha
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait biang keringat?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis biang keringat agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-rash/symptoms-causes/syc-20373276
Diakses pada 18 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heat-rash-prickly-heat/
Diakses pada 18 Oktober 2018
Healthine. https://www.healthline.com/health/heat-rash-pictures-remedies
Diakses pada 10 Februari 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/heat_rash/article.htm#how_is_heat_rash_diagnosed
Diakses pada 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email