Kulit & Kelamin

Biang Keringat

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Widiastuti
image Biang Keringat
Biang keringat ringan dapat sembuh dengan sendirinya, sedangkan biang keringat yang lebih berat membutuhkan penanganan medis
Biang keringat dikenal pula sebagai ruam panas, miliaria, heat rash, atau prickly heat. Biang keringat terlihat sebagai ruam berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal dan dapat menyebabkan sensasi menyengat atau perih pada bagian kulit.Biang keringat tidak hanya terjadi pada bayi dan anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Kondisi ini terjadi pada cuaca panas dan lembap, yang memicu keringat berlebih. Biang keringat atau ruam panas disebabkan oleh keringat yang terjebak dan tidak dapat menguap akibat penyumbatan saluran kelenjar keringat di bawah kulit.Biang keringat yang ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Biang keringat yang lebih berat mungkin membutuhkan penanganan medis. Mendinginkan kulit dan mencegah terjadinya keringat adalah salah satu cara terbaik untuk membantu meringankan gejala biang keringat.
Biang Keringat
Dokter spesialis Kulit, Anak
Lokasi munculnya biang keringat umumnya berbeda pada bayi dan orang dewasa. Pada bayi dan anak, ruam biasanya dapat ditemukan pada bagian sekitar leher, dada, dan pundak. Terkadang biang keringat dapat juga ditemukan pada bagian ketiak, lipatan siku, serta selangkangan. Sementara itu pada orang dewasa, biang keringat biasanya muncul pada bagian lipatan kulit yang bergesekan dengan pakaian. Biang keringat memiliki beberapa jenis dengan tanda dan gejala yang bervariasi. Ada empat jenis biang keringat, yaitu miliaria kristalina, miliaria rubra, miliaria pustulosa, dan miliaria profunda.
  • Miliaria kristalina
    Bentuk ruam panas ini merupakan yang paling ringan, dan memengaruhi kelenjar keringat pada kulit bagian atas. Kemunculannya ditandai dengan bintil-bintil kecil berisi cairan jernih yang mudah pecah, tanpa rasa gatal maupun nyeri. Jenis ruam panas ini lebih cenderung dialami oleh bayi dibandingkan oleh orang dewasa.
  • Miliaria Rubra
    Jenis ruam panas atau biang keringat ini menjadi yang paling umum ditemui. Ruam ini muncul karena adanya sumbatan di saluran kelenjar keringat pada lapisan kulit yang lebih dalam. Gejala dari kondisi ini adalah munculnya bintik merah yang disertai dengan gatal yang intens dengan sensasi perih dan menyengat, disertai peradangan akibat keringat yang tidak bisa keluar dari permukaan kulit.
  • Miliaria Pustulosa
    Perkembangan dari miliaria rubra, ketika bintil-bintil tersebut mengalami peradangan dan berisi nanah.
  • Miliaria Profunda
    Ini merupakan bentuk ruam panas yang paling jarang ditemukan dan menjadi bentuk terparah dari biang keringat. Biang keringat ini terjadi pada dermis, yaitu lapisan kulit yang lebih dalam. Kondisi ini biasanya timbul ketika seseorang melakukan aktivitas fisik yang mengeluarkan banyak keringat. Akibatnya, muncul bintik merah dengan ukuran lebih besar dan keras seperti kondisi kulit ketika merinding.
Ruam panas biasanya disebabkan oleh sumbatan pada saluran kelenjar keringat. Akibatnya, bagian kulit yang tidak dapat mengeluarkan keringat sehingga terjadi peradangan dan timbul ruam. Berikut ini adalah beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya sumbatan pada kelenjar keringat.
  • Kelenjar keringat yang belum berkembang dengan baik, terutama pada bayi, sehingga keringat tertahan di bawah kulit. Kondisi ini dapat terjadi pada minggu pertama kehidupan, terutama ketika bayi sedang dihangatkan dalam inkubator, dengan pakaian tebal dan panas, maupun sedang mengalami demam.
  • Iklim tropis. Iklim yang panas dan lembap merupakan salah satu pemicu biang keringat.
  • Kegiatan fisik seperti olahraga, atau pekerjaan yang memerlukan aktivitas fisik yang berat hingga mengeluarkan keringat yang banyak
  • Kepanasan, misalnya akibat mengenakan pakaian yang terlalu tebal, atau tidur dengan menggunakan selimut berlebihan
  • Bed rest dalam waktu yang lama. Risiko timbulnya biang keringat cukup tinggi pada pasien yang sedang menjalani bed rest dalam waktu lama, terutama jika pasien mengalami demam.
Diagnosis biang keringat tidak membutuhkan tes. Dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan penampilan kulit pasien.
Langkah utama yang dapat dilakukan adalah menjaga kulit tetap dingin sehingga tidak berkeringat dan tidak menyebabkan iritasi lebih berat, serta menghindari paparan panas yang menyebabkan biang keringat. Anda bisa mengatasi biang keringat sendiri di rumah dengan langkah-langkah sederhana berikut ini:
  • Kenakan pakaian dari bahan katun.
  • Hindari pakaian ketat yang membuat kulit sulit bernapas.
  • Pastikan kamar tidur mempunyai ventilasi yang baik, sehingga udara tidak panas. Gunakan peralatan tidur yang sesuai dengan cuaca saat itu sehingga Anda tidak kepanasan.
  • Mandi dengan air dingin
Untuk mengatasi gatal atau rasa tertusuk pada kulit, Anda bisa melakukan cara-cara berikut ini.
  • Gunakan kain basah yang dingin, atau kompres es (yang dilapisi kain), tidak lebih dari 20 menit
  • Hindari menggaruk ruam. Jika gatal, usap dengan lembut.
  • Hindari penggunaan sabun mandi atau krim dengan parfum (pewangi)
  • Oleskan losion Calamine, untuk meredakan rasa gatal pada kulit.
Biang keringat biasanya sembuh jika Anda melakukan langkah-langkah untuk mendinginkan kulit dan melindunginya dari panas. Segera temui dokter jika kondisi-kondisi berikut ini terjadi.
  • Anda telah mencoba langkah-langkah untuk mengatasi biang keringat tersebut, tapi belum berhasil.
  • Setelah 3-4 hari, ruam tidak menghilang, atau malah bertambah parah.
    Muncul tanda-tanda infeksi (demam menggigil, rasa sakit bertambah, nanah pada bintil atau ruam, pembengkakan kelenjar getah bening leher, ketiak, maupun selangkangan)
  • Sakit yang meningkat, bengkak, rasa panas atau kemerahan di sekitar area yang terinfeksi
  • Nanah mengalir dari lesi
  • Kelenjar getah bening yang bengkak pada daerah ketiak, leher atau pangkal paha
  • Demam atau menggigil
Konsultasi dengan dokter biasanya tidak diperlukan untuk kasus biang keringat. Namun, jika kondisi biang keringat semakin parah, Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk memastikan kondisinya. Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang bisa Anda ajukan kepada dokter.
  • Apa penyebab ruam ini?
  • Bagaimana cara mengobatinya?
  • Apakah saya harus membatasi aktivitas sampai ruam menghilang?
  • Bagaimana cara mencegahnya timbul kembali?
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-rash/symptoms-causes/syc-20373276Diakses pada 18 Oktober 2018NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heat-rash-prickly-heat/Diakses pada 18 Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

6 Penyebab Bercak Merah pada Kulit Anak Serta Penanganannya

Kenali penyebab bercak merah pada kulit anak seperti dermatitis kontak ini agar tahu kapan harus menemui dokter dan mencegah penyakit yang lebih serius
17 Jul 2019|Grace Ratnasari
Baca selengkapnya
Bercak merah pada kulit anak bisa lebih sering muncul karena kulit mereka lebih sensitif dari orang dewasa

Berbagai Tips Merawat Kecantikan di Pagi Hari

Mencuci muka saja tidaklah cukup untuk mebantu membuat kulit wajah segar dan sehat. Untuk merawat kecantikan di pagi hari, Anda dapat berolahraga secara rutin, melakukan eksfoliasi, menghindari pemakaian makeup berlebihan, dan rajin menghidrasi kulit.
13 May 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Merawat kecantikan di pagi hari dapat dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya adalah minum air putih

Jangan Sampai Salah, Ini Cara Menggunakan Sunscreen dengan Tepat!

Penelitian terbaru dari AS menemukan bahwa ada kandungan sunscreen yang bisa terkumpul dan terserap tubuh. Tapi tenang, ini bukan berarti anda harus berhenti total menggunakan sunscreen dan bagaimanapun, manfaat dari penggunaan sunscreen masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan ‘ancaman’ yang menghantui.
20 May 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Beberapa kandungan dalam sunscreen memang berbahaya namun tetap lebih banyak manfaatnya