Pernapasan

Bersin

19 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bersin
Bersin dapat terjadi akibat saraf trigeminal yang meradang
Bersin adalah mekanisme yang digunakan tubuh untuk membersihkan hidung atau tenggorokan. Bentuknya berupa semburan udara yang kuat, terjadi secara tiba-tiba dan tidak terkendali yang dikeluarkan melalui hidung dan mulut.Bersin dapat terjadi akibat meradangnya suatu saraf di hidung yang disebut saraf trigeminal. Peradangan tersebut dapat disebabkan oleh bermacam hal, misalnya zat yang mengiritasi (iritan) atau memicu alergi (alergen). Masuknya iritan dan alergen dapat mengiritasi selaput lendir hidung dan tenggorokan. Akibatnya secara refleks, tubuh menciptakan bersin untuk menyingkirkan penyebab iritasi tersebut.Mekanisme bersin berhubungan dengan saraf yang terhubung dengan suatu bagian otak yang disebut pusat bersin. Ketika iritan seperti kuman, debu atau serbuk sari masuk ke hidung atau tenggorokan, saraf akan mengirim pesan ke pusat bersin. Pusat bersin nantinya akan mengirimkan sinyal ke bagian tubuh yang perlu diperlukan seperti otot dada, diafragma, perut, pita suara, dan otot di belakang tenggorokan agar bersin dapat terjadi. Meski umumnya tidak berbahaya, bersin dapat menjadi gejala atau tanda dari berbagai penyakit dan kondisi kesehatan lainnya. Selain itu, bersin dapat menjadi jalur penularan penyakit seperti flu karena melalui bersin, mikroba bisa terbawa.Mengetahui penyebab bersin dapat membantu seseorang untuk mendapatkan perawatan yang tepat, agar bersin tidak terus terjadi serta dapat menghentikan kemungkinan penularan penyakit melalui bersin. 
Sejumlah kondisi berikut dapat memicu munculnya bersin, yakni:

Faktor lingkungan

  • Alergen atau iritan seperti:
  • Kebiasaan menyentuh bagian dalam hidung
  • Fase berhenti menggunakan obat-obatan tertentu (drug withdrawal)
  • Penggunaan inhalasi obat yang mengandung kortikosteroid melalui semprotan hidung

Penyakit

  • Alergi, sebagai respons tubuh terhadap organisme asing yang masuk ke dalam tubuh. Jika Anda memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh biasanya mengidentifikasi organisme yang tidak berbahaya sebagai ancaman. Akibatnya, bersin dapat terjadi sebagai usaha tubuh dalam mengeluarkan organisme tersebut.
  • Infeksi virus seperti pilek atau flu/influenza. Pilek atau flu dapat menyebabkan produksi lendir yang merangsang berbagai saraf di dalam selaput lendir hidung sehingga memicu terjadinya bersin.
  • Sinusitis, sebagai peradangan atau pembengkakan pada sinus (kantong udara sekitar hidung). Peradangan di area sinus dapat menyebabkan bersin.
  • Polip hidung, yang ditandai dengan munculnya peradangan kronis pada saluran hidung dan sinus. Salah satu gejala polip hidung adalah bersin-bersin.
  • Rinitis, sebagai peradangan di dalam rongga hidung yang ditandai dengan gejala berupa pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.
  • Rinitis alergi, yaitu kondisi hidung tersumbat atau berair karena alergi. Bersin adalah gejala yang paling khas dari rhinitis alergi.
  • Rinitis vasomotor, yang disebut juga rhinitis non-alergi, yaitu peradangan membran dalam hidung yang membuat seseorang bersin-bersin. Pada rhinitis jenis ini, pemicu bersin bukanlah alergi.
  • Deviasi septum nasal, yaitu bengkoknya tulang pemisah yang ada di dalam hidung sehingga menimbulkan berbagai gejala seperti tersumbatnya lubang hidung, bersin-bersin hingga kesulitan bernapas
  • Radang amandel (tonsilitis), yaitu iritasi serta pembengkakan pada amandel yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Pembengkakan tersebut dapat memicu bersin.
  • Adenoiditis, yaitu pembengkakan kelenjar adenoid yang terletak pada langit-langit mulut sebelah dalam di belakang rongga hidung. Kelenjar adenoid termasuk kelenjar getah bening yang berperan sebagai pertahanan tubuh dalam melawan infeksi. Membengkaknya kelenjar ini dapat memicu bersin.
Bersin umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat sangat menganggu, terutama jika Anda mengalaminya setiap musim alergi, ketika suhu terlalu dingin atau kering.Beberapa orang dengan kondisi tertentu mungkin mengalami gejala tambahan atau bahkan mengalami komplikasi jika bersin terlalu sering. Misalnya, orang yang sering mimisan dapat mengalami perdarahan lebih banyak ketika bersin saat mimisan terjadi.Selain itu, penderita migrain mungkin mengalami rasa sangat tidak nyaman apabila bersin terjadi saat migrain kambuh.Oleh karena itu, hubungi dokter apabila Anda memiliki kondisi berikut ini.
  • Bersin terus-menerus
  • Bersin tanpa penyebab yang jelas.
  • Memiliki kondisi kesehatan lain yang terasa parah ketika bersin terjadi
  • Bersin sudah mengganggu kualitas hidup.
Dalam beberapa kasus, bersin dapat terjadi bersamaan dengan gejala lain, misalnya demam tinggi yang mungkin menunjukkan kondisi serius, seperti infeksi parah. Perawatan darurat medis diperlukan bagi kondisi tersebut. 
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/003060.htm
Diakses pada 19 Januari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/sneezing
Diakses pada 19 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-we-sneeze#when-to-see-your-doctor
Diakses pada 19 Januari 2021
Verwellhealth. https://www.verywellhealth.com/sneezing-causes-treatments-83144
Diakses pada 19 Januari 2021
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/ear-nose-and-throat/sneezing
Diakses pada 19 Januari 2021
Journals Sagepub. https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/1753465809340571
Diakses pada 19 Januari 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email