logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kandungan

Bercak Darah Sebelum Haid

22 Sep 2021

| Nurul Rafiqua

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Bercak darah sebelum haid menandakan PMS, kehamilan, atau masalah hormon

Bercak darah yang muncul sebelum haid umumnya tidak membahayakan

Pengertian bercak darah sebelum haid

Keluarnya bercak darah sebelum haid adalah hal yang mungkin terjadi di luar masa menstruasi normal.

Bercak darah yang tidak berhubungan dengan haid biasanya keluar dalam jumlah yang amat sedikit, berwarna merah tua atau coklat.

Perdarahan yang terjadi sebelum haid digolongkan sebagai perdarahan tidak normal atau perdarahan intermenstrual. Kondisi ini biasanya tidak membahayakan.

Akan tetapi, jika muncul disertai dengan berbagai gejala lain, bercak darah bisa menjadi penanda kehamilan, perubahan hormon dalam tubuh, ataupun sejumlah kondisi medis lainnya.

Mengetahui penyebabnya adalah langkah utama guna mendapatkan penanganan yang paling tepat. 

Penyebab bercak darah sebelum haid

Berikut penjelasan rinci mengenai berbagai penyebab munculnya bercak darah sebelum haid.

1. Penggunaan alat kontrasepsi

Berbagai alat kontrasepsi mulai dari pil, suntikan, atau implan dapat menyebabkan bercak coklat sebelum haid. Bercak dapat keluar langsung setelah menggunakan alat kontrasepsi untuk pertama kali, atau pada saat-saat berikut ini:

  • Melewatkan dosis penggunaan alat kontrasepsi.
  • Mengganti tipe atau dosis alat kontrasepsi yang digunakan.
  • Telah menggunakan alat kontrasepsi untuk waktu yang lama.

Keluarnya bercak darah merupakan penanda bahwa tubuh sedang menyesuaikan terhadap hormon yang terdapat pada alat kontrasepsi.

2. Ketidakseimbangan hormon

Perubahan hormon  dapat memengaruhi siklus menstruasi seorang wanita. Salah satu tanda yang umum muncul akibat perubahan hormon adalah munculnya bercak darah sebelum menstruasi.

Di samping itu, bercak cokelat juga biasanya muncul sebagai pertanda menarche (haid pertama) pada perempuan yang baru pertama kali mengalami menstruasi.

3. Haid yang terlambat atau tertunda

Bercak darah di luar haid bisa saja adalah darah haid tidak keluar seluruhnya, sehingga sebagian kecil tertinggal di dalam. Gumpalan darah yang tertinggal dapat menetap dan akan dikeluarkan saat mendekati siklus menstruasi berikutnya.

4. Ovulasi

Ada sekitar 3%wanita yang mengalami ovulasi ditandai dengan keluarnya bercak darah dari vagina (ovulation spotting). Perdarahan pada kondisi ini biasanya terlihat sebagai bercak berwarna merah muda pucat yang tidak terlalu banyak.

Hal ini bisa terjadi disebabkan oleh permukaan folikel ovarium yang matang dan pecah akibat proses ovulasi. Proses ini dapat menyebabkan rasa sakit ringan dan sedikit perdarahan.

Selain itu, peningkatan kadar estrogen selama ovulasi juga dapat menyebabkan perdarahan dalam bentuk bercak atau flek. Kebanyakan kasus ovulation spotting terjadi di hari ke-11 hingga 21, terhitung dari hari pertama haid terakhir.

Perdarahan atau bercak darah karena ovulasi umumnya akan terhenti dalam 1-2 hari.

5. Perdarahan implantasi

Sel telur yang sudah dibuahi nantinya akan menempel pada dinding rahim. Proses ini dapat menyebabkan, bercak darah muncul sebelum jadwal menstruasi yang seharusnya.

Perdarahan implantasi biasanya muncul sebagai flek berwarna merah muda atau coklat tua, dan lebih terang dibanding darah haid. Durasinya juga tidak selama menstruasi.

Umumnya, perdarahan ini tidak berbahaya. Calon bayi tidak akan terancam oleh kondisi ini. Tetapi, jika darah keluar dalam jumlah banyak, pertolongan medis mesti segera didapatkan.

6. Perimenopause

Perimenopause merupakan periode ketika tubuh wanita mengalami transisi menuju menopause, yang menandai akhir tahun reproduksi. Saat masa ini terjadi, haid yang dialami akan menjadi semakin tidak teratur, bercak darah dapat bisa saja keluar di luar masa menstruasi.

7. Cedera

Cedera dari benturan atau trauma di vagina atau serviks dapat menyebabkan keluarnya bercak darah. Cedera tersebut bisa disebabkan oleh kekerasan seksual, aktivitas seksual yang bersifat kasar, benda seperti pembalut yang mengiritasi, atau tindakan medis seperti pemeriksaan pada area panggul.

8. Atrofi vagina

Atrofi vagina dapat menyebabkan jaringan vagina tak lagi lembap dan elastis karena perubahan kadar estrogen. Gejala yang paling sering muncul dari kondisi ini adalah adanya flek atau bercak, sensasi terbakar, gatal, hingga sakit saat berhubungan seksual.

9. Penurunan uretra (urethral prolapse)

Uretra merupakan saluran yang menghubungkan kandung kemih ke luar tubuh. Saluran ini berbentuk lubang kecil yang terletak di atas lubang vagina. Sejumlah penyebab dapat mengakibatkan uretra turun dan mencuat keluar lubang kecil. Ketika hal ini terjadi, uretra dapat membengkak, berubah warna dan menyebabkan vagina terasa gatal hingga memicu keluarnya bercak darah.

10. Polip pada rahim atau serviks

Polip rahim atau serviks bisa terjadi ketika terdapat pertumbuhan jaringan yang tidak normal di area tersebut. Kebanyakan polip berukuran kecil serta bersifat jinak (tidak seperti sel kanker). Munculnya polip pada serviks dapat disertai gejala-gejala seperti perdarahan ringan setelah melakukan hubungan seksual, perdarahan ringan sebelum haid, serta keluar cairan yang tak biasa dari vagina.

11. Erosi serviks (ektropion)

Erosi serviks atau ektoprion adalah kondisi sel-sel kelenjar dalam leher rahim tumbuh di luar serviks. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bawaan lahir atau terjadi karena perubahan hormon. Salah satu gejala yang ditimbulkan adalah ruam kemerahan di leher rahim, keputihan, serta keluar flek darah meski tidak sedang haid.

12. Servisitis

Servisitis adalah peradangan yang terjadi pada serviks. Gejala yang umum terjadi adalah keluarnya cairan dari dalam vagina, rasa gatal, nyeri saat berhubungan seksual, serta keluarnya bercak darah.

13. Infeksi menular seksual

Kondisi-kondisi yang tergolong infeksi menular seksual seperti misalnya klamidia atau gonore dapat menyebabkan keluarnya bercak darah sebelum haid.

14. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di indung telur (ovarium). Saat kantung-kantung tadi sobek, dampaknya akan terasa pada bagian panggul bagian bawah dan menimbulkan rasa nyeri, keluarnya bercak darah dari vagina, serta rasa ketidaknyamanan yang hebat.

15. Radang panggul

Radang panggul dapat mengakibatkan perdarahan di luar haid. Kondisi ini terjadi saat bakteri menyebar dari vagina ke area rahim, saluran fallopi, atau ovarium

16. Fibroid rahim

Fibroid rahim yang juga disebut leiomyoma atau myoma, adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan tak normal pada rahim. Penderita kondisi ini dapat mengalami gejala-gejala seperti munculnya flek darah di luar haid, terasa nyeri pada areal panggul, nyeri pada punggung bagian bawah, serta gangguan di saluran kemih.

17. Endometriosis

Endometriosis adalah tumbuhnya jaringan dinding rahim (endometrium) di luar rahim. Gejala yang biasanya dirasakan oleh penderitanya meliputi nyeri haid yang parah, kram perut selama 1-2 minggu, serta adanya darah yang keluar meski pasien tidak sedang menstruasi.

18. PCOS (polycystic ovary syndrome)

Sindrom Polikistik Ovarium atau PCOS adalah gangguan keseimbangan hormon pada wanita yang sudah mencapai usia reproduktif. Wanita dengan PCOS dapat memiliki periode menstruasi yang tidak teratur, berkepanjangan, atau kelebihan hormon androgen (hormon yang banyak pada laki-laki). Karena menstruasi yang tidak teratur ini, penderita PCOS bisa mengalami keluar darah di luar haid.

19. Stres

Stres dapat mengganggu keseimbangan hormon yang bisa mengacaukan siklus menstruasi. Ketika hal ini terjadi, haid jadi tidak teratur atau terlambat, dan menyebabkan munculnya bercak darah di antara siklus haid.

20. Gangguan kelenjar tiroid

Terkadang, kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat menghasilkan bercak coklat muncul sebelum haid atau setelah haid berakhir.

21. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik merupakan komplikasi kehamilan di mana janin terbentuk serta tumbuh di luar rahim. Kondisi ini merupakan kondisi serius dan dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Gejala umum yang dialami penderita dapat meliputi munculnya bercak darah, terasa nyeri di area panggul, nyeri menjalar dari perut hingga ke bahu, serta pingsan.

22. Kanker

Beberapa jenis kanker seperti kanker endometrium atau kanker rahim, kanker serviks, kanker ovarium, serta kanker vagina, juga dapat menghasilkan perdarahan atau bercak darah sebelum haid.

23. Efek samping obat-obatan

Beberapa obat-obatan untuk kondisi tiroid, obat penambah hormon, serta obat pengencer darah bisa menimbulkan efek samping berupa perdarahan, termasuk bercak darah yang mungkin muncul sebelum menstruasi.

Advertisement

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Anda disarankan untuk menemui dokter jika mendapati flek darah atau bercak coklat yang keluar sebelum atau sesudah masa haid. Terlebih jika bercak darah tersebut juga disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Demam.
  • Tercium bau tidak sedap dari vagina.
  • Keluar cairan berwarna putih bercampur darah.
  • Merasa pusing.
  • Terjadi iritasi.
  • Rasa tidak nyaman pada vagina.
  • Kulit mudah terluka.
  • Terasa nyeri pada area perut.
  • Terasa nyeri pada area panggul.
  •  Mengalami perdarahan hebat.

Advertisement

kehamilankanker vaginakista ovarium

Bagikan

Penyakit Terkait

Artikel Terkait

no image

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved