Infeksi

Benjolan di Leher

Diterbitkan: 25 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Benjolan di Leher
Benjolan di leher muncul karena adanya penumpukan cairan, infeksi, atau pembengkakan
Benjolan di leher adalah massa abnormal yang terbentuk di area leher. Terkadang benjolan di leher terlihat sebagai pembengkakan. Benjolan bisa terbentuk di atas permukaan kulit atau dari struktur di bawahnya.Benjolan di leher adalah hal yang umum terjadi dengan beragam penyebab. Ukurannya pun bermacam-macam, mulai dari yang sangat kecil hingga yang besar. Umumnya, benjolan di leher adalah massa abnormal yang jinak dan tidak bersifat kanker.Sebagian besar benjolan muncul karena penumpukan cairan, infeksi, atau pembengkakan pada kulit atau pembuluh darah di leher. Akan tetapi pada kasus yang lebih parah, benjolan di leher juga dapat menjadi pertanda kanker.Karakteristik tiap benjolan dapat menunjukkan tingkat keparahannya. Misalnya, benjolan di leher yang terasa lembut dan berukuran kecil biasanya tidak membahayakan. Sementara itu, benjolan yang berwarna merah dengan tekstur yang sangat lembut, bisa jadi pertanda infeksi yang membutuhkan antibiotik.Benjolan yang perlu diwaspadai biasanya terasa sangat keras, padat. dengan tekstur tidak rata, dan secara bertahap akan tumbuh membesar dalam beberapa minggu.Selain ciri benjolannya, area  benjolan muncul dapat membantu menentukan penyebabnya. Leher adalah bagian tubuh yang dibangun dari banyak otot, jaringan dan organ di sekitarnya. Oleh karena itu, area munculnya benjolan di leher pun dapat sangat bervariasi.Benjolan umumnya muncul dari berbagai area berikut ini:
  • Kelenjar getah bening
  • Kelenjar tiroid
  • Kelenjar paratiroid, yaitu empat kelenjar kecil di belakang kelenjar tiroid
  • Saraf laring berulang, yang memungkinkan pergerakan pita suara
  • Otot leher
  • Trakea atau batang tenggorokan
  • Laring atau kotak suara
  • Vertebra serviks
  • Saraf simpatis dan parasimpatis
  • Pleksus brakialis, yakni rangkaian saraf yang memasok tungkai atas dan otot trapezius
  • Kelenjar ludah
  • Berbagai benjolan akibat arteri dan vena
Meski demikian, hanya dokter yang dapat menentukan penyebab atau pun tingkat keparahan benjolan di leher melalui berbagai pemeriksaan terkait.
Hubungi dokter apabila Anda memiliki benjolan di leher yang tidak kunjung hilang setelah beberapa hari, terutama jika mengalami gejala lain, seperti:
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Perubahan pada suara (seperti suara serak) selama lebih dari tiga minggu
  • Berkeringat saat malam hari
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk berdarah
  • Kelelahan terus-menerus
  • Memar yang muncul secara tiba-tiba
  • Sesak napas
  • Tidak dapat mengonsumsi makan sama sekali karena merasa nyeri atau akibat sumbatan
Pemeriksaan oleh dokter dapat menentukan penyebab munculnya benjolan di leher. Diagnosis tepat dari dokter akan membantu Anda mendapatkan perawatan yang sesuai.
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/ear,-nose,-and-throat-disorders/symptoms-of-nose-and-throat-disorders/neck-lump
Diakses pada 26 Januari 2021
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/003098.htm#
Diakses pada 26 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/neck-lump#associated-symptoms
Diakses pada 26 Januari 2021
Patientinfo. https://patient.info/signs-symptoms/neck-lumps-and-bumps-leaflet
Diakses pada 26 Januari 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324866
Diakses pada 26 Januari 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/lumps-bumps-body-worry/
Diakses pada 26 Januari 2021
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2015/0515/p698.html
Diakses pada 26 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email