Benda asing dalam vagina bisa masuk karena segaja atau tidak disengaja. Beberapa benda memang dirancang khusus untuk dimasukkan ke vagina, misalnya alat kontrasepsi, tampon, dan obat yang harus dimasukkan lewat vagina.

Meski begitu, terkadang ditemukan benda-benda lain dalam vagina yang masuk secara tidak sengaja. Benda asing dalam vagina lebih sering ditemui pada anak-anak dibandingkan wanita dewasa.

Beberapa gejala yang umum ditemui pada wanita yang memiliki benda asing dalam vaginanya meliputi:

  • Pendarahan ringan dari vagina
  • Rasa gatal pada vagina
  • Vagina berbau tidak sedap
  • Keputihan yang berbau busuk dan berwarna kekuningan, merah muda, atau cokelat
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri saat buang air kecil atau karena iritasi kulit di sekitar vagina
  • Nyeri perut atau panggul akibat masuknya benda asing hingga ke rongga perut
  • Kemerahan pada kulit di skeitar vagina
  • Pembengkakan vagina
  • Ruam di sekitar vagina

Pada anak-anak, benda asing dalam vagina dapat terjadi ketika anak mencoba memasukkan sesuatu ke dalam vaginanya. Misalnya, krayon.

Tak hanya itu, benda lain juga dapat ditemukan karena tidak sengaja masuk ke dalam vagina anak. Contohnya, serpihan bahan pakaian atau benang karpet.

Pada remaja perempuan atau wanita dewasa, benda asing dalam vagina yang sering ditemui mungkin adalah tampon. Salah satu bentuk pembalut ini bisa saja lupa dikeluarkan dan tak sengaja tertinggal dalam vagina.

Selain itu, sisa kondom yang robek saat berhubungan intim pun dapat ditemukan di dalam vagina.

Benda berukuran kecil dapat tetap berada dalam vagina tanpa menimbulkan gejala apapun. Sedangkan benda yang lebih besar bisa menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.

Metode pemeriksaan untuk mendeteksi adanya benda asing dalam vagina bervariasi. Perbedaan ini tergantung pada usia pasien dan sudah berapa lama benda tersebut berada di dalam vagina.

Pada anak-anak, dokter biasanya akan memeriksa vulva dan bukaan vagina dengan memisahkan bibir vagina. Apabila ada benda asing yang ditemukan, dokter akan segera mengeluarkannya.

Sementara pada wanita yang sudah aktif secara seksual, spekulum (cocor bebek) sering digunakan untuk membantu dokter dalam memeriksa bagian dalam vagina serta menemukan benda asing dalam vagina.

Meskipun pemeriksaan fisik biasanya dapat menegakkan diagnosis, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan penunjang. Mulai dari CT Scan, rontgen perut, atau USG guna memastikan letak benda asing dalam tubuh pasien.

Penanganan utama pada benda asing dalam vagina adalah mengeluarkannya dari vagina. Pada anak-anak, dokter mungkin akan melakukan teknik pembilasan dengan air hangat untuk mengeluarkan benda tersebut. Sementara pada pasien dewasa, dokter dapat menggunakan forsep untuk mengambil benda asing dalam vagina.

Apabila benda asing yang tersangkut berukuran terlalu besar dan menimbulkan rasa nyeri, dokter akan melakukan pembiusan. Dengan ini, rasa nyeri bisa berkurang dan otot-otot vagina akan menjadi lebih lemas.

Pada kasus tertentu ketika benda asing dalam vagina masuk ke bagian tubuh lain (seperti rongga perut, kandung kemih, atau rektum), pembedahan mungkin diperlukan untuk mengeluarkan benda asing tersebut.

Setelah benda asing dalam vagina dikeluarkan, dokter akan meresepkan obat antibiotik. Obat ini akan menangani infeksi bakteri yang mungkin dibawa oleh benda tersebut.

Beberapa upaya pencegahan benda asing dalam vagina yang dapat Anda dilakukan meliputi:

  • Ajari anak mengenai pentingnya berkomunikasi dengan orangtua apabila ada sesuatu yang tidak wajar terjadi pada tubuhnya.
  • Ajari anak untuk menjaga kebersihan area vagina sejak dini, misalnya menyeka vagina dari depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi yang berkaitan dengan benda asing dalam vagina.
  • Jangan biarkan benda asing tertinggal di dalam vagina, seperti tampon. Segera ganti tampon setelah digunakan selama enam hingga delapan jam.
  • Hindari aktivitas seksual yang berbahaya, misalnya memasukkan benda-benda yang tidak wajar ke dalam

Segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda:

  • Mengalami keputihan yang tidak normal, seperti berbau busuk atau berwarna kekuningan, merah muda, atau cokelat.
  • Mengalami pendarahan pada vagina di luar siklus menstruasi. Kondisi ini mungkin saja disebabkan oleh benda asing dalam vagina.
  • Menyadari adanya benda asing dalam vagina yang tidak bisa dikeluarkan. Kasus yang sering terjadi adalah tampon yang sulit dikeluarkan, sehingga tertinggal dalam vagina.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda telah berusaha mengeluarkan benda asing tersebut?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Dengan ini, penanganan benda asing dalam vagina bisa diberikan secara tepat.

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/foreign-body-vagina#1
Diakses pada 26 Desember 2019

eMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/foreign_body_vagina/article_em.htm#what_facts_should_i_know_about_vagina_foreign_bodies
Diakses pada 26 Desember 2019

Artikel Terkait