Kandungan

Bayi Terlilit Tali Pusar

01 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Bayi Terlilit Tali Pusar
Bayi terlilit tali pusar adalah kondisi yang terjadi ketika leher bayi terlilit dengan tali pusar. Kondisi ini juga sidebut nuchal cord dan dapat terjadi selama kehamilan maupun proses persalinan.Tali pusar merupakan sumber kehidupan janin. Pasalnya, tali ini berfungsi mengalirkan darah, oksigen, dan nutrisi yang dibutuhkan oleh janin.Semua masalah yang berhubungan dengan tali pusar bayi merupakan kondisi yang mengkhawatirkan, namun umum terjadi. Karena bisa membahayakan nyawa calon anak, kondisi ini harus dideteksi secepat mungkin.Kondisi ini bisa berbahaya jika lilitan tali pusar sangat kencang pada leher bayi. Jika ini terjadi, janin berisiko mengalami asidosis dan anemia. 
Bayi Terlilit Tali Pusar
Dokter spesialis Kandungan
GejalaJanin tidak aktif bergerak, detak jantung janin yang abnormal
Faktor risikoHamil kembar, air ketuban terlalu banyak, janin terlalu banyak bergerak
Metode diagnosisUSG
PengobatanOperasi Caesar
KomplikasiKeguguran, kematian janin, kelainan denyut jantung
Kapan harus ke dokter?Janin mengalami perubahan yang mencurigakan
Secara umum, gejala bayi terlilit tali pusar tidak ada sama sekali. Namun jika tali pusar telah memengaruhi pasokan oksigen janin, tanda-tanda di bawah ini bisa muncul:
  • Detak jantung janin yang abnormal
  • Janin yang tidak aktif bergerak
 
Sampai sekarang, penyebab bayi terlilit tali pusar belum diketahui secara jelas. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko bayi terlilit tali pusar tersebut meliputi:
  • Hamil kembar
  • Kelebihan air ketuban
  • Janin sangat aktif atau banyak bergerak
  • Tali pusar terlalu panjang
  • Tali pusar tidak memiliki cukup jeli Wharton yang bermanfaat untuk menjaga tali pusar agar tidak mudah kusut
  • Struktur tali pusar tidak baik
Baca juga: Hamil Kembar, Inilah 13 Hal yang Perlu Anda Ketahui 
Diagnosis bayi terlilit tali pusar dilakukan dengan cara USG. Prosedur ini juga dapat menunjukkan apakah tali pusar bisa memicu risiko bagi bayi Anda.Jika Anda didiagnosis dengan tali pusat di awal kehamilan, penting untuk tidak panik. Tali pusar dapat terlepas sebelum lahir. Jika tidak, bayi Anda masih bisa lahir dengan selamat.Bila dokter mengetahui potensi tali pusat selama persalinan, dokter mungkin menyarankan pemantauan ekstra sehingga dokter dapat langsung mengetahui jika bayi Anda mengalami komplikasi. 
Cara mengobati bayi terlilit tali pusar umumnya tidak bisa dilakukan hingga proses persalinan. Saat persalinan berlangsung, dokter akan memeriksa tali di leher tiap bayi dan akan melepaskannya dengan lembut, sehingga tidak mengencang di leher bayi begitu ia mulai bernapas.Namun, jika janin telah didiagnosis terlilit oleh tali pusar selama kehamilan dan usia janin sudah cukup, dokter akan menyarankan sang ibu untuk menjalani persalinan secepatnya.Bila persalinan terus berlanjut, tapi detak jantung bayi sedikit menurun, dokter akan menggulingkan tubuh sang ibu. Prosedur ini bertujuan mengurangi kompresi atau meningkatkan aliran oksigen ke bayi.Sementara apabila deteksi detak jantung janin terus menurun, dokter akan langsung melakukan operasi Caesar darurat. 

Komplikasi bayi terlilit tali pusar

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi bayi terlilit tali pusar:
  • Ensefalopati hipoksik-iskemik atau cedera otak neonatus yang disebabkan oleh kekurangan oksigen dan aliran darah terbatas ke otak bayi pada atau menjelang waktu kelahiran (yaitu asfiksia lahir).
  • Kematian janin
  • Intrauterine growth restriction (IUGR)
  • Sindrom aspirasi mekonium atau bayi keracunan mekonium (feses)
  • Kelainan denyut jantung janin
  • Kelainan perkembangan saraf
  • Keguguran, jika usia kandungan kurang dari 20 minggu atau 4 bulan
Baca juga: Mengenal Mekonium, Feses Pertama Bayi yang Bisa Berbahaya 
Cara mencegah bayi terlilit tali pusar belum diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga tidak diketahui secara pasti.Namun untuk mengurangi risikonya, pemeriksaan kehamilan rutin perlu dilakukan oleh semua ibu hamil. Dengan ini, gangguan kehamilan dapat terdeteksi sedini mungkin. 
Jika muncul tanda atau gejala yang mengarah pada bayi terlilit tali pusar, segera konsultasikan ke dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait bayi terlilit tali pusar?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis bayi terlilit tali pusar agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Baby & Child Law Centers. https://www.abclawcenters.com/nuchal-cord/
Diakses pada 1 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/nuchal-cord
Diakses pada 1 September 2021
The Bump. https://www.thebump.com/a/nuchal-cord
Diakses pada 1 September 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/does-nuchal-cord-increase-risk-of-stillbirth-2371762
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email