Batuk pilek adalah penyakit pernapasan yang paling menular dan juga paling populer. Disebut populer karena hampir semua orang pernah terkena penyakit ini, terlebih ketika kelelahan atau terlalu lama terguyur hujan. Oleh karena itu dalam Bahasa Inggris penyakit ini disebut common cold.

Penyebab utama dari batuk pilek adalah virus influenza. Virus ini menyerang hidung dan tenggorokan sehinga menimbulkan gejala berupa batuk dan hidung berair (pilek).

Batuk pilek punya gejala yang umum dan khas. Gejala tersebut adalah:

  • Demam.
  • Bersin.
  • Badan lemas.
  • Sakit tengorokan.
  • Gatal tenggorokan.
  • Batuk.
  • Hidung berair (pilek).
  • Hidung tersumbat.
  • Mata berair dan merah.
  • Suara serak.
  • Terasa tidak enak badan
  • Pegal pada otot
  • Nafsu makan menurun

Penyakit ini disebabkan oleh berbagai jenis virus, namun di samping dari influenza, virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV), coronavirus, adenovirus dan human parainfluenza virus (HPIV).

Virus ini menyebar melalui bersin dan batuk. Masa inkubasi (waktu yang dibutuhkan untuk virus berkembang hingga menimbulkan penyakit) adalah antara satu hingga empat hari.

Diagnosis penyakit ini bisa dipastikan hanya melalui tanya jawab terhadap keluhan dan pemeriksaan fisik. Tujuannya untuk memastikan bahwa penyakit tersebut memang benar batuk pilek dan bukan penyakit lain.

Salah satu penyakit dengan keluhan yang mirip adalah strep throat, namun berbeda dengan common cold penyakit ini disebabkan bakteri sehingga membutuhkan antibiotik.

Pada dasarnya sistem kekebalan tubuh manusia bisa melawan virus dan menyembuhkan dirinya sendiri dari batuk pilek. Karena itu dokter akan menyarankan untuk beristirahat yang cukup, menghindari orang merokok dan konsumsi air mineral 2 liter per hari.

Namun dokter dapat memberikan obat untuk meredakan gejala yang tidak nyaman.

Obat yang diberikan bisa berupa:

  • Penurun panas: Obat ini diberikan jika suhu diatas 37o Salah satu jenis obat penurun panas adalah parasetamol.
  • Dekongestan: Obat ini diberikan untuk membantu meredakan gejala hidung berair (pilek). Salah satu jenis obat dekongestan adalah p
  • Vitamin C: Vitamin diberikan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Penghangat tubuh seperti balsam atau minyak.

Hal yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini adalah dengan menjaga sistem kekebalan tubuh dengan makan dan tidur dengan cukup. Penyakit ini juga dapat dihindari dengan cara:

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah makan dan setelah dari kamar mandi.
  • Gunakan tisu untuk melap hidung.
  • Hindari berada di dekat penderita.
  • Gunakan masker untuk menghindari penularan.
  • Jangan minum dari gelas yang sama dengan penderita.

 Anda dianjurkan untuk pergi ke pelayanan kesehatan jika ada keluhan:

  • Demam lebih dari 38oC (terutama pada bayi).
  • Sesak nafas.
  • Sakit telinga (terutama pada anak-anak).

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami abses paru?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605
Diakses: 3 November 2019

Rhinoviruses. https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
Diakeses 3 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/understanding-common-cold-basics
Diakses: 3 November 2019

Medi Line Plus. https://www.medlineplus.gov/commoncold.html

Diakses: 3 November 2019

Artikel Terkait