Batuk kering tidak menghasilkan dahak dan dapat diatasi dengan mengonsumsi dekongestan.

Batuk adalah sebuah refleks normal tubuh untuk membersihkan iritan atau zat asing di saluran napas.

Terdapat dua jenis batuk, yaitu batuk produktif merupakan batuk yang menghasilkan dahak atau lendir, biasanya dikenal dengan batuk berdahak dan batuk tidak produktif yaitu batuk yang tidak menghasilkan dahak dikenal dengan batuk kering.

Batuk kering dapat disebabkan oleh berbagai hal mulai dari alergi sampai dengan reflux (aliran balik) asam lambung ke kerongkongan.

Gejala batuk kering dari tiap-tiap penyebab dapat disertai gejala-gejala lainnya, misalnya:

  • Pada asma, terdapat gejala napas mengi, sesak, rasa berat di dada, kesulitan tidur karena sesak dan batuk, dan mengeluarkan suara seperti bersiul saat menghembuskan napas.
  • Pada refluks gastroesofagus (GERD), terdapat gejala rasa terbakar di perut, sakit dada, memuntahkan cairan pahit, terasa seperti ada benjolan di tenggorokan, batuk kronis, sakit tenggorokan kronis, suara serak dan kesulitan menelan.
  • Pada postnasal dripterdapat gejala sakit tenggorokan, terasa seperti ada benjolan di tenggorokan, sulit menelan, pilek dan batuk terutama saat malam hari. 

Penyebab batuk kering yang paling umum yaitu:

  • Asma, adalah suatu kondisi dimana saluran udara membengkak dan menjadi sempit. Sehingga dapat menimbulkan batuk berdahak maupun batuk kering. Selain itu, batuk merupakan gejala umum dari asma meskipun bukan gejala utama. Akan tetapi terdapat jenis asma yang dikenal dengan cough-variant asthma (CVA) dimana batuk kering kronis merupakan gejala utamanya.
  • Penyakit refluks gastroesofagus (GERD) merupakan penyakit kronis (terjadi untuk waktu yang lama). GERD merupakan gangguan dimana asam di lambung terdorong ke kerongkongan, dikarenakan katup yang memisahkan perut dengan kerongkongan tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga dapat mengakibatkan batuk.
  • Postnasal drip, yaitu saat hidung tersumbat, lendir dari hidung akan turun ke tenggorokan dan menyebabkan batuk.
  • Infeksi virus, yang menyebabkan flu, biasanya mengakibatkan batuk berdahak pada tahap awal dan dilanjutkan dengan batuk kering setelah sembuh.

Selain penyebab di atas, ada penyebab lain dari batuk kering yang lebih jarang terjadi:

  • Iritasi karena lingkungan sekitar seperti asap rokok, polusi, debu, dan serbuk sari dapat menyebabkan batuk
  • ACE inhibitor, merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Salah satu efek sampingnya adalah batuk kering.
  • Batuk rejan
  • Gagal hati
  • Kanker paru-paru

Batuk kering biasanya merupakan salah satu gejala dari suatu penyakit tertentu. Untuk mengetahui penyakit atau kondisi penyebab batuk kering, dokter akan melakukan wawancara dan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien.

Selain itu, ada pemeriksaan penunjang yang juga dibutuhkan untk menentukan diagnosis. 

  • Foto rongent
  • Tes alergi
  • Tes darah

Batuk kering dapat diobati dengan cara seperti berikut:

  • Obat-obatan, yaitu dengan mengonsumsi obat yang dapat menekan batuk.
  • Minum air hangat ditambah dengan madu.
  • Jika batuk kering disebabkan oleh penyakit lain maka pengobatan dapat dilakukan sesuai dengan resep dokter.
  • Menggunakan salep yang mengandung camphor dan mentol kemudian dioleskan ke dada atau leher.
  • Menghirup pelega tenggorokan.
  • Mengonsumsi kombinasi obat seperti antihistamin, dekongestan, dan pereda nyeri.

Untuk mencegah terkenanya batuk kering adalah dengan tidak merokok, menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi, dan menghindari asap atau polusi, serta iritasi lainnya.

Berkonsultasilah ke dokter jika Anda memiliki batuk kering yang berkelanjutan dan parah.

Healthline. https://www.healthline.com/health/dry-cough
Diakses pada 11 Januari 2019

Mayoclinic.  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/in-depth/cold-remedies/art-20046403
Diakses pada 11 Januari 2019

WebMD.  https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/cough-syrup-cough-medicine
Diakses pada 11 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/features/cough-relief-how-lose-bad-cough#1
Diakses pada 11 Januari 2019

Artikel Terkait