Pernapasan

Batuk di Malam Hari

Diterbitkan: 14 Apr 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Batuk di Malam Hari
Batuk di malam hari bisa sangat mengganggu dan menyebabkan tidur mengalami gangguan. Padahal, batuk sendiri merupakan gejala dan tindakan refleks. Tindakan ini merupakan pertahanan penting guna mengamankan pengeluaran lendir, zat berbahaya, dan infeksi lebih besar di laring, trakea, dan bronkus.Ketiadaan batuk bisa berbahaya dan bahkan fatal untuk penyakit tertentu. Sensitivitas relfelks batuk dan batuk kronis lebih umum terjadi pada perempuan daripada pada kaum laki-laki. Batuk di malam hari bisa terjadi karena berbagai hal mulai dari gaya hidup hingga kondisi tertentu.Untuk mengevaluasi batuk di malam hari, banyak faktor yang harus diperhitungkan. Faktor tersebut antara lain intensitas, keparahan, frekuensi, dan kepekaan. Beberapa hal di bawah ini bisa dijadikan petunjuk untuk mengevaluasinya:
  • Adanya sputum bening
  • Keluar dahak purulen
  • Keluar dahak berdarah
  • Batuk yang jarang
 
Penyebab batuk di malah hari berbagai kondisi yang juga berpengaruh pada durasi. Pada kondisi tertentu, batuk bisa bersifat jangka pendek dan hilang dalam satu atau dua minggu. Sementara di sisi lain, beberapa kondisi bisa menyebabkan batuk di malam hari bersifat jangka panjang.Kondisi umum yang membuat seseorang bisa menderita batuk di malam hari antara lain:
  • Alergi
  • Asma
  • Empisema
  • Bronkitis
  • GERD
  • Pilek
  • Influenza
  • Posnatal drip
  • Iritasi lingkungan
  • Konsumsi ACE inhbitors
  • Batuk rejan
  • Infeksi sinus
  • Merokok
  • Gagal jantung
  • Pneumonia
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Kanker paru
  • Pembekuan darah di paru-paru
 
Umumnya, batuk di malam hari akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika kondisi ini parah mungkin menjadi indikasi ada kondisi serius yang mendasarinya. Jika batuk di malam hari disertai beberapa gejala berikut, segeralah dapatkan bantuan medis:
  • Demam 38 derajat Celcius atau lebih
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Tersedak
  • Bengkak di kaki atau perut
  • Mengalami batuk berbunyi atau mengi
  • Diikuti oleh dahak berwarna hijau, kuning, atau berdarah
  • Batuk berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Batuk disertai darah
  • Nyeri dada
  • Obat ACEI
  • Beta-blocker
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
  • Fibrosik kistik
  • Penyakit paru interstisial
  • Sarcoidosis
  • Tuberkulosis
  • Pembengkakan tonsil kronis
  • Apnea tidur obstruktif
  • Masalah laring
  • Gagal ventrikel kiri
  • Stenosis mitral
  • Infark paru
  • Batuk psikogenik
  • Aritmia jantung
  • Aneurisma aorta
  • Sindrom Tourette
  • Neuropati sensorik
  • Sindrom batuk saluran napas atas
 
Healthline. https://www.healthline.com/health/dry-cough-at-night
Diakses pada 14 April 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532273/
Diakses pada 14 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319498
Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email