Perut

Batu Ginjal

Diterbitkan: 12 May 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Batu Ginjal
Tidak mengonsumsi air yang cukup dan terlalu banyak mengonsumsi garam dapat memicu terbentuknya batu ginjal
Batu ginjal adalah kondisi yang ditandai dengan terbentuknya kristal mineral dan garam sehingga menjadi keras atau menyerupai batu di dalam ginjal. Kondisi yang dikenal juga dengan sebutan renal lithiasis atau nephrolithiasis ini dapat disebabkan oleh banyak hal dan berdampak pada ginjal hingga kandung kemih.Batu ginjal atau dikenal juga sebagai kencing batu dapat ditemukan di satu ginjal ataupun keduanya. Risiko terkena batu ginjal lebih tinggi pada mereka yang berusia 30-60 tahun. Penyakit batu ginjal dikenal dengan istilah medis nefrolitiasis dan apabila menyebabkan sakit dikenal juga dengan kolik renal.Seringkali batu terbentuk ketika konsentrasi mineral di urin (air kencing) terlalu tinggi, sehingga menyebabkan mineral mengkristal dan menyerupai batu. Ketika batu ginjal terbentuk, maka buang air kecil akan menjadi keras dan sakit. Namun biasanya batu ginjal tidak menyebabkan kerusakan permanen apabila dikenali sejak dini.Pada beberapa penderita, kondisi ini hanya membutuhkan obat pereda nyeri dan minum banyak air untuk mengeluarkan batu ginjal melalui saluran kemih.Pada penderita dengan batu ginjal yang telah mengendap di saluran kemih atau menyebabkan infeksi maupun komplikasi lainnya, perlu menjalani operasi untuk membantu mengeluarkan batu ginjal. 
Batu Ginjal
Dokter spesialis Urologi
GejalaSakit pinggang, darah di urine, mual dan muntah
Faktor risikoKeturunan, dehidrasi, diet tinggi protein, gula, dan garam
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes urine, tes pencitraan
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAllopurinol, diuretik, sodium bikarbonat
KomplikasiPembentukan abses, infeksi ginjal serius
Kapan harus ke dokter?Memiliki gejala batu ginjal
Batu ginjal dapat bersifat asimptomatik atau tidak bergejala. Tanda dan gejala batu ginjal baru dirasakan ketika batu mulai bergerak melewati saluran kencing, biasanya di ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih).Gejala pada awalnya terjadi ketika batu berukuran cukup besar sehingga menghalangi saluran kencing, contohnya sumbatan di Ureter atau uretra (saluran pembuangan urine dari tubuh).

Gejala utama

  • Sakit pinggang atau perut bagian bawah

Nyeri dapat berupa nyeri kolik (serangan sakit hebat yang timbul sekonyong-konyong, berlangsung sebentar dan kemudian hilang mendadak dan timbul lagi). Nyeri kolik dapat disertai dengan muntah atau mual, perut kembung dan gerakan usus yang melemah. Nyeri kolik ditemukan pada 89% kasus batu ginjal.Selain itu, nyeri nyeri terus-menerus, rasa panas atau terbakar di pinggang yang dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu juga dapat terjadi.Rasa sakit maupun lokasi dimana terasa sakit dikarenakan batu ginjal bisa berubah karena batu tersebut dapat terdorong aliran urine sepanjang saluran kencing, atau ketika batu bertambah.
  • Darah pada urine

Darah pada urine yang berasal dari ginjal berwarna coklat tua. Keluarnya darah dapat terjadi dengan atau tanpa nyeri kolik.

Gejala lain

  • Pembesaran ginjal, bila terjadi hidronefrosis (penyumbatan saluran kemih)
  • Urine yang keruh dan berbau
  • Buang air kecil keras atau nyeri saatu buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Buang air kecil menjadi lebih sering
  • Demam dan menggigil (apabila terdapat infeksi)
 
Penyebab batu ginjal umumnya adalah menurunnya jumlah urine atau adanya zat pembentuk batu ginjal dalam jumlah yang berlebih. Contoh zat kimia tersebut antara lain adalah kalsium, asam urat, dan oksalat. 

Jenis-jenis batu ginjal

Penyebab batu ginjal tergantung pada jenisnya di bawah ini:
  • Batu kalsium

Kebanyakan batu ginjal terbentuk dari kalsium, biasanya kalsium oksalat. Oksalat adalah zat kimia alami yang terdapat di dalam makanan dan juga dibentuk oleh ginjal. Buah-buahan, sayuran, kacang dan juga coklat mengandung oksalat yang tinggi.Diet makanan, vitamin D dengan dosis yang tinggi, operasi usus dan beberapa penyakit metabolisme (pencernaan) dapat meningkatkan kandungan kalsium atau oksalat di dalam urine.
  • Batu struvite

Batu struvite terbentuk atas respons dari infeksi, seperti infeksi saluran kencing. Batu ini dapat tumbuh dengan cepat dan dengan ukuran yang besar, terkadang tanpa gejala atau peringatan.
  • Batu asam urat

Batu asam urat dapat terbentuk apabila seseorang tidak minum cukup cairan atau kekurangan banyak cairan, mengonsumsi makanan tinggi protein dan memiliki sakit peningkatan kadar asam urat Beberapa faktor keturunan juga meningkatkan faktor terkena batu asam urat
  • Batu sistin

Batu ini terbentuk karena faktor keturunan yang dapat menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak asam amino tertentu (cystinuria). 

Faktor risiko batu ginjal

Faktor risiko batu ginjal dapat berupa:
  • Pernah mengalami batu ginjal

Apabila penderita pernah mengalami penyakit batu ginjal sebelumnya, maka sudah dapat dipastikan bahwa kondisi tersebut dapat berulang.
  • Riwayat batu ginjal daalm keluarga

Jika seseorang memiliki keluarga yang terkena penyakit batu ginjal, maka dapat dipastikan sanak saudara dan keluarganya juga berpotensi terjangkit batu ginjal.
  • Dehidrasi

Tidak mengonsumsi air yang cukup setiap harinya, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal.
  • Tinggal di lingkungan dengan iklim hangat

Orang yang tinggal di iklim yang hangat, dan berlebihan keringat akan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit batu ginjal.
  • Pola makan tertentu

Mengonsumsi makanan yang tinggi akan protein, garam (sodium) dan gula dapat meningkatkan risiko terkena batu ginjal.Terlalu banyak garam dalam diet akan meningkatkan jumlah kalsium yang harus disaring oleh ginjal dan meningkatkan risiko terkena batu ginjal.
  • Obesitas (kelebihan berat badan)

Indeks masa tubuh/ body mass index (BMI) yang tinggi, ukuran pinggang yang lebar dan penambahan berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal.
  • Penyakit pencernaan dan operasi

Pasien dengan inflammatory bowel disease akan lebih rentan mengalami batu ginjal. Selain itu, pasien yang pernah menjalani operasi bypass usus atau operasi perut lainnya juga lebih berisiko mengalami batu ginjal.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat yang dapat meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal antara lain diuretik, antasida yang mengandung zat aktif kalsium, dan obat HIV protease inhibitor (indinavir).
  • Kondisi kesehatan lainnya

Pasien dengan penyakit seperti hiperparatiroid, penyakit ginjal, dan penyakit metabolik keturunan seperti cystinuria dan hyperoxaluria akan lebih rentan mengalami batu ginjal. 
Diagnosis batu ginjal dapat berupa:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko yang dialami oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Hal ini dilakukan untuk mengetahui nyeri kolik di daerah sekitar ginjal.
  • Tes darah

Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat kadar kalsium dan asam urat dalam darah. Pemeriksaan ini baik untuk memonitor kesehatan ginjal dan membantu menentukan jenis batu yang terbentuk dalam ginjal.
  • Tes urine

Urine ditampung selama 24 jam. Uji ini diharapkan dapat menilai adanya peningkatan mineral yang dapat membentuk batu ginjal.
  • USG

USG juga terbukti untuk mendeteksi dan menentukan komplikas yang terkait dengan batu ginjal.
  • Pencitraan lain

Tes pencitraan dapat menunjukkan batu ginjal di dalam saluran kemih. Pilihannya berupa x-ray ginjal yang dapat mengidentifikasi batu ginjal berukuran sedang, hingga CT scan untuk memperlihatkan batu kecil.
  • Analisis batu yang dikeluarkan

Penderita akan diminta untuk mengeluarkan urine melalui saringan untuk menangkap batu yang dikeluarkan. Analisis laboratorium akan membantu dokter dalam menilai apa yang mengakibatkan batu ginjal dan rencana perawatan agar batu ginjal tidak terbentuk lagi. 
Pengobatan batu ginjal dapat bervariasi tergantung pada jenis batu ginjalnya. Minum air putih 6-8 gelas sehari dapat meningkatkan aliran urine. Pasien dengan dehidrasi, mual, dan muntah mungkin membutuhkan cairan infus.Pilihan pengobatan lainnya dapat berupa obat-obatan, lithotripsy, uteroscopy, dan operasi.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan antara lain:
  • Obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri seperti ibuptofen, parasetamol, sampai yang mengandung narkotika dapat diberikan.
  • Antibiotik

Pasien dengan infeksi membutuhkan antibiotik.
  • Alopurinol

Obat alopurinol dapat diberikan untuk mengurangi asam urat pada pasien dnegan batu asam urat.
  • Diuretik

Obat diuretik jenis thiazide dapat diberikan untuk mencegah batu kalsium terbentuk.
  • Sodium bikarbonat atau sodium sitrat

Obat ini diberikan untuk membuat urine lebih tidak asam.
  • Larutan fosfor

Larutan fosfor dapat mencegah batu kalsium terbentuk.

Lithotripsy

Prosedur extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) menggunakan gelombang suara untuk menghancurkan batu ginjal berukuran besar sehingga dapat lebih mudah turun ke saluran kencing dan kandung kemih.Prosedur ini membutuhkan obat bius dosis kecil, dan dapat menyebabkan memar pada perut, punggung, serta perdarahan di sekitar ginjal.

Ureteroscopy

Ketika batu ginjal terjebak di ureter atau kandung kemih, dokter dapat menggunakan alat bernama uteroskop untuk mengangkatnya. Batu ginjal akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

Operasi

Operasi percutaneous nephrolitotomy (tunnel surgery) mungkin dibutuhkan bila:
  • Batu ginjal menyebabkan sumbatan dan infeksi yang merusak ginjal
  • Batu ginjal berukuran terlalu besar untuk lewat ke ureter
  • Nyeri yang tidak bisa ditangani dengan obat pereda nyeri
 

Komplikasi batu ginjal

Komplikasi batu ginjal dapat berupa:
  • Pembentukan abses ginjal
  • Infeksi ginjal serius yang mengganggu fungsi ginjal
  • Pembentukan fistula saluran kemih
  • Bekas luka dan penyempitan saluran kemih
  • Perforasi (kebocoran) saluran kemih
  • Sepsis (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh)
 
Pencegahan batu ginjal dapat dilakukan dengan:
  • Mengonsumsi air putih yang cukup setiap harinya

Setiap orang disarankan untuk minum 8-12 gelas air putih setiap hari. Jika Anda memiliki penyakit ginjal lain dan disarankan untuk membatasi konsumsi cairan. Tanyakan pada dokter Anda jumlah air yang disarankan.
  • Mengurangi jumlah garam dalam makanan

Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi akan garam juga dapat membantu mengurangi resiko terbentuknya batu ginjal.
  • Mengonsumsi kalsium dalam jumlah yang direkomendasikan

Berkonsultasilah tentang kadar kalsium pada makanan yang direkomendasikan dengan dokter. Karena terlalu banyak atau terlalu sedikit kalsium kurang baik bagi kesehatan.
  • Banyak makan buah dan sayur

Buan dan sayur mengandung serat, kalium, antioksidan, dan sitrat yang dapat mencegah batu ginjal terbentuk.
  • Makan makanan rendah oksalat

Hal ini direkomendasikan pada pasien dengan batu ginjal oksalat. Misalnya almond dan bayam.
  • Membatasi konsumsi daging

Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi akan protein hewani juga dapat membantu mengurangi resiko terbentuknya batu ginjal. 
Berkonsultasilah dengan dokter apabila Anda mengalami kondisi berikut:
  • Merasakan sakit yang menyebabkan penderita tidak bisa duduk atau menemukan posisi yang nyaman
  • Rasa sakit yang disertai dengan mual dan muntah
  • Rasa sakit yang disertai dengan demam dan menggigil
  • Terdapat darah dalam urine
  • Mengalami kesulitan buang air kecil
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait batu ginjal?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis batu ginjal. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Departemen Kesehatan (2019). http://www.depkes.go.id/article/print/18030700007/cegah-dan-kendalikan-penyakit-ginjal-dengan-cerdik-dan-patuh.html diakses pada 6 Maret 2019.Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755
Diakses pada 26 September 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/kidney-stones
Diakses pada 26 September 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/154193.php
Diakses pada 30 Agustus 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/kidney_stones/article.htm
Diakses pada 12 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/kidney-stones
Diakses pada 12 Mei 2021
Medscape. https://www.medscape.com/answers/437096-155541/what-are-the-possible-complications-of-nephrolithiasis#qna
Diakses pada 12 Mei 2021
Urology Health Foundation. https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/k/kidney-stones
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email