Batu Ginjal

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Pemicu batu ginjal adalah faktor genetik, tidak mengonsumsi air yang cukup, terlalu banyak mengonsumsi garam, obesitas, penyakit pencernaan dan operasi
Tidak mengonsumsi air yang cukup dan terlalu banyak mengonsumsi garam dapat memicu terbentuknya batu ginjal

Pengertian Batu Ginjal

Batu Ginjal (renal lithiasis, nephrolithiasis) ialah terjadinya pengkristalan mineral dan garam sehingga menjadi keras/membatu di dalam ginjal. Batu ginjal dapat disebabkan oleh banyak hal dan berdampak terhadap bagian dari sistem perkemihan, yaitu mulai dari ginjal hingga kandung kemih. Seringkali batu terbentuk ketika konsentrasi mineral di urin (air kencing) menjadi terlalu tinggi, sehingga menyebabkan mineral mengkristal dan menjadi satu. Ketika batu ginjal terbentuk, maka proses batu ginjal tersebut keluar dari tubuh melalui saluran kemih secara alami akan cukup menyakitkan. Tetapi, biasanya batu ginjal tidak menyebabkan kerusakan permanen apabila dikenali sejak dini. Tergantung pada kondisi seseorang, penderita batu ginjal hanya membutuhkan obat pengurang rasa sakit dan minum banyak air untuk mengeluarkan batu ginjal melalui saluran kemih. Dalam kasus lain, jika batu ginjal telah mengendap di saluran kemih, atau menyebabkan infeksi maupun komplikasi lainnya, maka penderita perlu menjalani prosedur atau operasi untuk membantu mengeluarkan batu ginjal tersebut. 

Batu ginjal atau dikenal juga sebagai kencing batu dapat ditemukan di satu ginjal ataupun keduanya. Risiko terkena batu ginjal lebih tinggi pada mereka yang berusia 30-60 tahun. Tiga dari 20 pria dan 2 dari 20 wanita mengidap penyakit batu ginjal. Walaupun bukan dalam jumlah yang besar, tetapi penyakit batu ginjal cukup sering ditemukan. Penyakit batu ginjal dikenal dengan istilah medis nefrolitiasis dan apabila menyebabkan sakit dikenal juga dengan kolik renal.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Batu ginjal dapat bersifat asimptomatik atau tidak bergejala. Tanda dan gejala bisa baru dirasakan ketika batu mulai bergerak melewati saluran kemih, biasanya di ureter (sebuah saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih). Tanda pertama terjadi ketika batu berukuran cukup besar sehingga menghalangi saluran sistem perkemihan, contohnya sumbatan di:

  • Ureter/saluran kemih: saluran antara ginjal dan kandung kemih
  • Uretra: saluran pembuangan urine dari tubuh

Gejala klasik dari batu ginjal ialah nyeri dan adanya darah dalam urine. Gejala lain yang biasa dikeluhkan penderita antara lain:

  • Nyeri Pinggang atau Perut
    • Kolik, serangan sakit hebat yang timbul sekonyong-konyong, berlangsung sebentar dan kemudian hilang mendadak dan timbul lagi. Nadi cepat, pucat berkeringat dingin dan tekanan darah turun. Biasanya diikuti muntah atau mual, perut kembung (meteorismus) dan gerakan usus yang melemah. Gejala ini ditemukan pada 89% kasus batu ginjal
    • Nyeri terus-menerus, rasa panas atau terbakar di pinggang yang dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu
  • Darah di urine ditemukan pada 100% kasus penderita batu ginjal. Darah dari ginjal berwarna coklat tua. Dapat terjadi dengan atau tanpa kolik.
  • Bila terjadi hidronefrosis (penyumbatan saluran kemih), dapat diraba pembesaran ginjal
  • Urine yang keruh dan berbau
  • Sakit saat mengeluarkan urine
  • Mual dan muntah
  • Frekuensi berkemih meningkat
  • Demam dan menggigil (apabila terdapat infeksi)

Rasa sakit maupun lokasi dimana terasa sakit dikarenakan batu ginjal bisa berubah karena batu tersebut dapat terdorong aliran urine sepanjang saluran perkemihan, atau ketika batu bertambah.

Penyebab

Penyakit batu ginjal seringkali tidak memiliki penyebab yang pasti, meskipun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal. Batu ginjal terbentuk ketika kandungan zat kimia yang dapat membentuk menjadi kristal terlalu tinggi, sehingga tidak dapat dilarutkan urine. Contoh zat kimia tersebut antara lain adalah kalsium, asam urat, dan oksalat. Di waktu yang sama, urine yang kekurangan zat kimia yang mencegah peng-kristalan, menciptakan lingkungan yang menunjang terbentuknya batu ginjal.

Tipe batu ginjal

  • Batu Kalsium. Kebanyakan batu ginjal terbentuk dari kalsium, biasanya kalsium oksalat. Oksalat adalah zat kimia alami yang terdapat di dalam makanan dan juga dibentuk oleh ginjal. Buah-buahan, sayuran, kacang dan juga coklat mengandung oksalat yang tinggi.
    Diet makanan, vitamin D dengan dosis yang tinggi, operasi usus dan beberapa penyakit metabolisme (pencernaan) dapat meningkatkan kandungan kalsium atau oksalat di dalam urine.
    Batu kalsium juga terjadi akibat pembentukan kalsium fosfat.   
  • Batu Struvite. Batu struvite terbentuk atas respons dari infeksi, seperti infeksi saluran kencing. Batu ini dapat tumbuh dengan cepat dan dengan ukuran yang besar, terkadang tanpa gejala atau peringatan.
  • Batu Asam Urat. Batu asam urat dapat terbentuk apabila seseorang tidak minum cukup cairan atau kekurangan banyak cairan, mengonsumsi makanan tinggi protein dan memiliki sakit peningkatan kadar asam urat Beberapa faktor genetika juga meningkatkan faktor terkena batu asam urat
  • Batu Sistin. Batu ini terbentuk karena penyakit turun temurun yang dapat menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak asam amino tertentu (cystinuria).

Faktor-faktor yang memicu penyakit Batu Ginjal

  • Sejarah/ keturunan batu ginjal dari keluarga atau penderita. Jika seseorang memiliki keluarga yang terkena penyakit batu ginjal, maka dapat dipastikan sanak saudara dan keluarganya juga berpotensi terjangkit batu ginjal. Apabila penderita pernah mengalami penyakit batu ginjal sebelumnya, maka sudah dapat dipastikan bahwa kondisi tersebut dapat berulang.
  • Tidak mengonsumsi air yang cukup setiap harinya, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal. Orang yang tinggal di iklim yang hangat, dan berlebihan keringat akan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit batu ginjal.
  • Diet Tertentu. Mengonsumsi makanan yang tinggi akan protein, garam (sodium) dan gula dapat meningkatkan risiko terkena batu ginjal. Terlalu banyak garam dalam diet akan meningkatkan jumlah kalsium yang harus disaring oleh ginjal dan meningkatkan risiko terkena batu ginjal.
  • Obesitas (Kelebihan Berat). Indeks masa tubuh/ body mass index (BMI) yang tinggi, ukuran pinggang yang lebar dan penambahan berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal.
  • Penyakit pencernaan dan operasi
  • Kondisi kesehatan lain

Diagnosis

  • Tes darah. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat kadar kalsium dan asam urat dalam darah. Pemeriksaan ini baik untuk memonitor kesehatan ginjal dan membantu menentukan jenis batu yang terbentuk dalam ginjal.
  • Tes urine. Urine ditampung selama 24 jam. Uji ini diharapkan dapat menilai adanya peningkatan mineral yang dapat membentuk batu ginjal.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan dapat menunjukkan batu ginjal di dalam saluran kemih. Pilihannya beragam mulai dari x-ray ginjal yang simpel yang dapat mengidentifikasi batu ginjal berukuran sedang, sampai tes menggunakan CT scan yang menggunakan kecepatan tinggi atau energi ganda sehingga dapat memperlihatkan batu yang kecil sekalipun.
  • Analisis batu yang dikeluarkan. Penderita akan diminta untuk mengeluarkan urine melalui saringan untuk menangkap batu yang dikeluarkan. Analisis laboratorium akan membantu dokter dalam menilai apa yang mengakibatkan batu ginjal dan rencana perawatan agar batu ginjal tidak terbentuk lagi.

Pengobatan

Kebanyakan batu ginjal memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, sehingga dapat dengan mudah keluar sewaktu membuang air kecil dan sangat memungkinkan untuk mengobati gejala tersebut dengan perawatan di rumah. Batu yang lebih besar dapat dihancurkan dengan menggunakan ultrasound atau laser. Adakalanya operasi pengangkutan batu ginjal diperlukan untuk dapat menghilangkan batu ginjal secara langsung. Orang yang pernah mengalami batu ginjal mempunyai risiko yang tinggi mengalami hal yang sama dalam 5 tahun kedepan. Untuk mencegah terkena penyakit batu ginjal, pastikan untuk selalu minum cukup air setiap harinya, sehingga tidak dehidrasi. Hal mudah untuk mengetahui apakah seseorang sudah cukup minum adalah dengan menjaga urine tetap bening, agar mencegah zat-zat yang tidak tersaring membentuk batu ginjal.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah terbentuknya batu ginjal adalah dengan mengonsumsi air putih yang cukup setiap harinya. Setiap orang disarankan untuk minum 8-12 gelas air putih setiap hari. Jika Anda memiliki penyakit ginjal lain dan disarankan untuk membatasi konsumsi cairan. Tanyakan pada dokter Anda jumlah air yang disarankan. Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi akan sodium dan protein hewani juga dapat membantu mengurangi resiko terbentuknya batu ginjal.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Merasakan sakit yang menyebabkan penderita tidak bisa duduk atau menemukan posisi yang nyaman
  • Rasa sakit yang disertai dengan mual dan muntah
  • Rasa sakit yang disertai dengan demam dan menggigil
  • Terdapat darah dalam urine
  • Mengalami kesulitan saat membuang urine

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tanyakan apabila ada hal yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum bertemu dokter dan melakukan tes
  • Tuliskan gejala, termasuk yang tidak berhubungan dengan batu ginjal
  • Simpanlah catatan berapa banyak konsumsi air minum dan urinasi selama 24 jam
  • Tuliskan obat-obatan, vitamin atau suplemen yang dikonsumsi
  • Mintalah teman atau anggota keluarga untuk menemani dan membantu mengingat hal yang penting
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

  • Kapan gejala Anda dimulai?
  • Apakah gejala yang dialami berlanjut atau pada saat tertentu?
  • Seberapa parah gejala yang dialami?
  • Apakah ada sesuatu yang meringankan gejala?
  • Apakah ada sesuatu yang memperburuk gejala?
  • Apakah ada yang pernah mengalami batu ginjal?

 

Referensi

Departemen Kesehatan (2019). http://www.depkes.go.id/article/print/18030700007/cegah-dan-kendalikan-penyakit-ginjal-dengan-cerdik-dan-patuh.html diakses pada 6 Maret 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755
Diakses pada 26 September 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/kidney-stones
Diakses pada 26 September 2018

Back to Top