Kulit & Kelamin

Balanitis

Diterbitkan: 14 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Balanitis
Peradangan yang disebabkan balanitis dapat terjadi pada semua usia.
Balanitis merupakan peradangan yang terjadi di kelenjar atau kepala penis. Kondisi ini umum terjadi pada anak laki-laki di bawah 4 tahun atau pada pria yang tidak disunat.Balanitis biasanya terjadi karena infeksi jamur, meski dapat juga disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus (termasuk virus yang menyebabkan PMS seperti gonore). Akan tetapi, balanitis bukanlah infeksi menular seksual, bahkan penyakit ini tidak menular.Terdapat beberapa tipe balanitis berdasarkan gejala dan penyebabnya. Umumnya, balanitis akan menimbulkan gejala berupa perasaan tidak nyaman dan nyeri pada area infeksi.  Balanitis biasanya tidak menyebabkan hal yang serius. Kondisi ini ini dapat diobati dengan krim antijamur, antibiotik, penyesuaian gaya hidup, dan di beberapa kasus dengan menjalani sunat/khitan.
Balanitis
Dokter spesialis Urologi
GejalaSakit saat buang air kecil, penis gatal, nyeri dan berbau
Faktor risikoMemiliki kulup, obesitas, diabetes
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, sampel cairan penis, tes glukosa
PengobatanObat-obatan dan tindakan medis
ObatMikonazol, penisilin, eritromisin
KomplikasiJaringan parut pada bukaan penis, pasokan tidak memadai, fimosis
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala terutama jika menderita infeksi menular seksual
Berdasarkan gejalanya, balanitis dibagi ke dalam tiga tipe, yakni:
  • Zoon's balanitis, ditandai dengan munculnya peradangan pada kepala penis dan kulup. Kondisi ini biasanya menyerang pria paruh baya yang belum disunat.
  • Circinate balanitis, biasanya terjadi akibat artritis reaktif
  • Keratotik pseudoepitheliomatous dan micaceous balanitis, yang ditandai dengan munculnya lesi kulit bersisik seperti kutil di kepala penis
Secara umum, gejala lainnya yang ditimbulkan oleh balanitis adalah:
  • Sakit pada saat buang air kecil
  • Penis yang terasa sakit, gatal, dan berbau
  • Penumpukan cairan kental pada penis
  • Penis yang berwarna kemerahan dan bengkak
Penderita balanitis biasanya datang ke dokter dengan keluhan sebagai berikut:
  • Kesulitan buang air kecil atau tidak dapat menahan buang air kecil
  • Ketidakmampuan untuk memasukkan kateter Foley
  • Muncul bercak kemrahan (eritema) pada kelenjar penis
  • Demam dan mual (jarang terjadi)
Balanitis dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti:
  • Infeksi bakteri
  • Sariawan
  • Kebersihan yang buruk, dan mengarah pada penumpukan smegma (cairan putih di penis)
  • Iritasi kulit karena sabun atau gel mandi
  • Iritasi di bawah kulup akibat buang air kecil
  • Gangguan kulit seperti eksim, lichen sclerosus, dan psoriasis
  • Kebiasaan memainkan kulup (biasanya pada anak-anak)
  • Artritis reaktif
  • Infeksi menular seksual

Faktor Risiko Balanitis:

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjadinya balanitis:
  • Memilik kulup (belum disunat)
  • Kelebihan berat badan (obesitas morbid)
  • Diabetes (terutama pria dengan diabetes yang tidak terkontrol), kemungkinan karena glukosa yang terdapat di kulit penderita diabetes dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan jamur
  • Lingkungan panti jompo
  • Penggunaan kateter kondom
  • Kepekaan terhadap iritan kimiawi seperti sabun atau pelumas
  • Kondisi edema seperti CHF atau nephrosis
Baca juga: Hati-hati, Penis Belum Sunat Bisa Sebabkan Balanitis
Pada saat konsultasi, dokter biasanya akan melakukan beberapa hal untuk mendiagnosis Anda, seperti:
  • Pemeriksaan fisik untuk melihat gejala balanitis
  • Tes lab untuk mendeteksi infeksi menular seksual
  • Pemeriksaan cairan dari penis untuk mengetahui penyebab infeksi 
  • Tes glukosa untuk mendeteksi diabetes
Baca jawaban dokter: Mengapa selangkangan Saya nyeri dan penis bengkak setelah bersepeda?
Dokter biasanya akan meresepkan berbagai obat untuk meringankan gejala balanitis, antara lain:
  • Krim anti jamur, contohnya seperti clotrimazole atau miconazole, jika balanitis disebabkan oleh candida,
  • Krim steroid seperti hidrokortison untuk meringankan penyakit balanitis akibat reaksi alergi atau penyakit kulit
  • Antibiotik misalnya erythromycin atau penisilin untuk balanitis yang disebabkan oleh bakteri
  • Sunat, jika gejala semakin memburuk
  • Terapi pengelolaan diabetes. Jika Anda menderita diabetes, dokter akan merawat diabetes gar balanitis tidak kembali terjadi.
  • Menjaga kebersihan dengan sering membasuh dan mengeringkan kulup bagian bawah untuk mengurangi risiko balanitis kembali.
Baca juga: Mengenal Beragam Jenis Sunat Modern yang Kian Populer 

Komplikasi

Pada beberapa kasus, balanitis dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Jaringan parut pada bukaan penis
  • Pasokan darah yang tidak memadai menuju penis
  • Fimosis yakni kondisi yang menyebabkan kulup terlalu kencang untuk ditarik kembali ke atas penis
Anda dapat mencegah ataupun mengurangi risiko terkena balanitis dengan melakukan beberapa hal, seperti:
  • Menggunakan pengganti sabun seperti emolien
  • Menjaga kebersihan penis
  • Menghindari sabun keras dan iritasi kulit lainnya
  • Menggunakan kondom bebas lateks jika memiliki alergi terhadap lateks
  • Melakukan aktivitas seksual yang aman untuk menghindari infeksi menular seksual.
Konsultasikan dengan dokter jika merasa memiliki gejala balanitis untuk memastikan tidak terkena penyakit serius lainnya seperti infeksi menular seksual. Dokter akan membantu Anda mendiagnosis dengan tepat.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap balanitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis balanitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/balanitis/
Diakses pada 12 Januari 2021
 
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/777026-overview#a1
Diakses pada 3 Januari 2019
 
Webmd. https://www.webmd.com/men/penis-disorder-balanitis
Diakses pada 3 Januari 2019
 
Dermnetnz. https://dermnetnz.org/topics/balanitis/
Diakses pada 12 Januari 2021
 
Medicalnewstoday, https://www.medicalnewstoday.com/articles/184715#
Diakses pada 12 Januari 2021
 
Mycleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21186-balanitis
Diakses pada 12 Januari 2021
 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537143/
Diakses pada 12 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email