Bakteri Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit yang menyerang alveoli (kantung berisi udara di paru-paru). Pneumonia dikenal juga dengan istilah paru-paru basah. Umumnya ada tiga jenis penyebab pneumonia, yaitu bakteri, jamur, dan virus.

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri maka disebut sebagai Pneumonia atau Bakteri Pneumonia.

Penyakit ini membuat kantung udara di paru-paru terisi oleh nanah, sehingga terjadi ganguan pernafasan. Penyakit ini umumnya menyerang balita (bayi di bawah lima tahun), lansia dan orang dengan penyakit sistem imun yang lemah seperti HIV-AIDS.

Pneumonia merupakan penyebab tertinggi kematian pada anak diseluruh dunia sehingga dikategorikan berbahaya. Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2019, 18 % kematian balita disebabkan oleh pneumonia dan diperkirakan telah membunuh 1.4 juta balita setiap tahunnya.

Gejala utama dari gangguan pada paru-paru ini adalah demam tinggi (di atas 38 derajat), batuk berdahak dan sesak nafas. Namun ada juga beberapa keluhan lain yang dapat menyertai penyakit ini, contohnya:

  • Sakit dada terutama ketika napas atau batuk.
  • Penurunan kesadaran (pada penderita di atas 65 tahun).
  • Mual dan muntah.
  • Batuk dengan warna dahak kuning, hijau dan dapat disertai dengan darah.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Jantung berdebar cepat.

Pada balita gejala-gejala di atas tidak begitu menonjol, oleh karena itu balita yang mengalami demam dan kelihatan sulit bernafas harus selalu dicurigai apakah mengalami pneumonia.

Bakteri Pneumonia paling sering disebabkan oleh Streptococcus pneumonia. Bakteri ini sebenarnya umum berada di saluran pernafasan atas (hidung dan tengorokan) dan tidak berbahaya. Namun ketika berada di paru-paru, bakteri Streptococcus pneumonia dapat menyebabkan penyakit

Selain Streptococcus pneumonia ada juga bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mycoplasma Pneumonia.
  • Chlamydophila Pneumoniae.
  • Legionella Pneumonia.
  • Pseudomonas Aeuroginosa.
  • Klebsiella Pneumonia.

Penyakit yang ditimbulkan oleh mereka ini sering disebut sebagai Atypical pneumoniaI atau pneumonia tidak umum. Istilah tersebut diberikan bukan karena bakteri ini tidak umum menyebabkan pneumonia. Namun karena bakteri tersebut memberikan gejala dan tampilan di pemeriksaan X-ray yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya.

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai keluhan Anda. Kemudian memeriksa suara nafas Anda dengan menggunakan stetoskop untuk mendegar adakah bunyi asing yang terdengar di paru-paru Anda ketika bernafas (hal yang umum terjadi pada pneumonia). Jika dokter mencurigai pneumonia, maka dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan darah: pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah Anda mengalami infeksi atau tidak.
  • Foto sinar X dada: jika Anda terkena kondisi gangguan paru-paru ini, umumnya akan terlihat bercak putih pada foto sinar X paru-paru Anda .
  • Pulse Oxymetry: pemeriksaan ini mengunakan alat yang dipasang di salah satu jari tangan Anda. Tujuannya untuk menetukan seberapa parah kondisi yang Anda alami.
  • Tes Sputum: tes Sputum dilakukan untuk memeriksa dahak Anda dan menentukan jenis bakteri apa yang menyebabkan pneumonia.
  • Kultur cairan pleura: Mengambil cairan pleura untuk mengetahui penyebab infeksi
  • CT scan: Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui adakah penyebab lainnya jika pneumonia yang ditangani tidak sembuh setelah diberikan pengobatan yang sesuai.

Salah satu pemeriksaan fisik untuk menentukan diagnosis pada anak balita adalah ditemukan adanya nafas cepat yaitu:

  • Bayi dibawah 2 bulan: pernapasan lebih dari 60 kali per menit
  • 2-11 bulan: lebih dari 50 kali per menit
  • 1-5 tahun: lebih dari 40 kali per menit

Pengobatan terhadap pneumonia disesuaikan dengan infeksi dan komplikasi yang ditimbulkan. Penderita umumnya tidak perlu dirawat di rumah sakit kecuali jika penyakit yang diderita dinilai sangat parah, atau jika ada penyakit lain yang menyertai penyakit Bakteri Pneumonia yang Anda derita.

Pengobatan yang umumnya diberikan adalah:

  • Antibiotik: Antibiotik diberikan bisa dalam bentuk suntikan. Antibitoik diberikan selama 7-14 hari tergantung dari keparahan penyakit.
  • Obat batuk: Obat ini diberikan untuk meringankan gejala batuk yang dialami penderita.
  • Obat demam: Obat ini diberikan selama pasien mengalami demam.

Jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik, maka akan menyebabkan komplikasi berupa:

  • Abses paru, adanya kumpulan nanah pada paru.
  • Efusi pleura atau cairan dalam rongga paru.
  • Bakteremia, bakteri menyebar ke organ lain dan menyebabkan gangguan organ.

Meski berbahaya, untungnya saat ini telah ditemukan vaksin yang dapat mencegah Bacterial Pneumonia yaitu vaksin pneumokokus. Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) vaksin Pneumokokus dan vaksin HIB dapat menurunkan angka kematian bayi akibat Pneumonia sebanyak 50%.

Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan pada bayi di bawah satu tahun dan orang tua di atas 65 tahun. Pada bayi, vaksin ini diberikan sebanyak tiga kali usia 2, 3 dan 4 bulan sedangkan pada orang dewasa vaksin ini diberikan sebanyak dua kali.

Hindari merokok karena selain dapat membahayakan diri sendiri, dapat pula membahayakan orang di sekitar termasuk bayi dan anak-anak. Selalu menjaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi, olah raga teratur, cukup beristirahat, cuci tangan dengan teratur.

Pneumonia umumnya menyerang anak balita dan lansia. Jika Anda memiliki balita atau lansia dengan keluhan berupa demam tinggi, batuk dan sesak nafas, maka segera bawa ke pelayanan kesehatan terdekat untuk diperiksa.

Jika Anda mengalami keluhan yang telah dijelaskan di atas, maka segera kunjungi dokter umum terdekat. Beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum berkonsultasi ke dokter adalah:

  • Ingat kembali sejak kapan penderita mengalami demam.
  • Bawa obat yang telah dikosumsi.
  • Ingat kembali apakah ada yamg membuat keluhan membaik atau memperparah keluhan.

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai penyakit Anda, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan untuk memastikan diagnosis.

Berikut beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan:

  • Apa saja keluhan penderita?
  • Berapa hari Anda telah mengalami keluhan tersebut?
  • Apakah ada yang membuat keluhan yang membuat menjadi lebih baik atau yang memperparah keluhan Anda.
  • Apakah Anda mengkosumsi obat tertentu untuk meringankan keluhan Anda,bagaimana efeknya?
  • Apakah ada orang disekitar Anda dengan keluhan yang serupa?

WebMd. https://www.webmd.com/lung/understanding-pneumonia-basics

Diakses 2 November 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204

Diakses 2 November 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus

Diakses 2 November 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia

Diakses 2 November 2019

Artikel Terkait