Infeksi

Bakteremia

Diterbitkan: 23 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bakteremia
Bakteremia adalah penyakit yang menyebabkan bakteri hidup di dalam darah
Bakteremia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika terdapat bakteri hidup di dalam aliran pembuluh darah. Bakteremia dapat muncul akibat terbentuknya luka yang menjadi pintu masuk bakteri. Kegiatan sehari-hari seperti menggosok gigi atau prosedur medis dapat menjadi penyebab terbentuknya luka.Pada kekebalan tubuh yang normal, infeksi bersifat sementara dan tidak menimbulkan gejala. Namun, ketika mekanisme respons imun gagal, bakteremia dapat berkembang menjadi infeksi serius yang dikenal sebagai sepsis.Pada tingkat keparahan tertentu, Bakteremia membutuhkan penanganan cepat dan tepat dengan antibiotik. Jika pengobatan ditunda, risiko komplikasi dan kematian akan semakin tinggi. 
Bakteremia
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, detak jantung yang cepat, peningkatan sel darah putih
Faktor risikoDirawat di rumah sakit, menjalani prosedur medis, penggunaan alat suntik yang tidak steril
Metode diagnosisKultur darah, tes darah, foto rontgen
PengobatanObat-obatan
ObatAntibiotik
KomplikasiPneumonia, endokarditis, meningitis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala bekteremia, terutama memiliki faktor risiko
Bakteremia yang disebabkan oleh aktivitas sehari-hari pada orang sehat umumnya tidak menimbulkan gejala. Bakteremia atau infeksi lain yang memicu respons serius di seluruh tubuh dikenal sebagai sepsis. Gejala umum sepsis meliputi demam, kelemahan, detak jantung cepat, pernapasan cepat, dan peningkatan jumlah sel darah putih.Syok sepsis adalah fase terakhir dari sepsis yang menyebabkan turunnya tekanan darah secara drastis, detak jantung yang cepat, pernapasan yang cepat, hilangnya kesadaran, kegagalan organ lain, dan kematian. 
Bakteremia terjadi akibat terbentuknya luka pada kulit atau membran mukosa yang menjadi pintu masuk bakteri. Beberapa penyebab yang sering terjadi meliputi:
  • Aktivitas sehari-hari, seperti menggosok gigi terlalu kuat yang sering menyebabkan bakteremia pada orang sehat. Ketika menggosok gigi terlalu kuat, akan terjadi trauma mikro pada gusi sehingga permukaannya menjadi tidak utuh. Kondisi ini merupakan tempat masuknya kuman yang berada hingga ke pembuluh darah.
  • Prosedur medis minor, seperti mencabut gigi, pemasangan selang kateter ke dalam saluran kemih, dan prosedur bedah minor.
  • Infeksi bakteri, seperti infeksi paru-paru. Bakteri yang masuk lewat saluran napas menuju ke paru dapat masuk ke pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh.
  • Penyuntikan obat-obatan dengan jarum yang tidak steril atau tidak didahului pembersihan kulit yang akan disuntik.
  • Kondisi lain, seperti luka bakar, luka terbuka, dan proses penuaan.
Pada pasien rumah sakit, bakteremia sering disebabkan oleh alat medis. Contohnya, selang yang dimasukkan ke saluran napas, saluran kemih, maupun ke dalam vena besar tubuh. Pada bakteremia yang didapatkan dari lingkungan sekitar, infeksi saluran kemih dan infeksi paru (pneumonia) merupakan penyebab terbanyak.Secara umum, bakteri yang menjadi penyebab terbanyak dari bakteremia adalah Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumonia, dan Salmonella. Keempat bakteri ini biasanya menyebabkan bakteremia ringan yang dapat sembuh sendiri. 
Diagnosis dilakukan dengan mengidentifikasi gejala yang terjadi, pemeriksaan sampel darah dan menentukan sumber infeksi. Pemeriksaan darah dilakukan untuk memberikan konfirmasi adanya infeksi.Bakteri penyebab dapat diidentifikasi dengan kultur darah, melalui pengambilan sampel darah dan memeriksa bakteri di dalamnya yang ditumbuhkan di laboratorium mikrobiologi. Selain dari darah, bakteri penyebab juga mungkin didapatkan pada dahak, urine, tinja, dan cairan otak.Sumber infeksi bakteri dapat berasal dari seluruh bagian tubuh. Mulai dari gigi, telinga, saluran napas, kulit, tulang, sendi, dan lain-lain. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dalam menentukan sumber infeksi, misalnya, foto rontgen dada yang dapat menunjukkan infeksi paru.Baca juga: Syok Septik, Penyebab Kematian pada Penderita Sepsis 
Bakteremia membutuhkan penanganan cepat dan tepat dengan antibiotik.Baca juga: Bagaimana Mekanisme Kerja Antibiotik Agar Ampuh Lawan Bakteri?  

Komplikasi

Jika pengobatan ditunda, risiko komplikasi dan kematian akan lebih tinggi. Contoh komplikasi bakteremia meliputi:
  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Endokarditis dan perikarditis (infeksi jantung)
  • Artritis septik (infeksi sendi)
  • Osteomyelitis (infeksi tulang dan sumsum tulang)
  • Selulitis (infeksi jaringan di bawah kulit)
  • Meningitis (infeksi pada selaput otak)
  • Sepsis
  • Syok sepsis
  • Kegagalan organ multipel
  • Kematian
  
Orang yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami komplikasi bakteremia sebaiknya menerima antibiotik sebelum menjalani setiap tindakan prosedur medis. Antibiotik diberikan dengan tujuan mencegah infeksi.Baca jawaban dokter: Dapatkah tisu basah bersihkan tangan dari bakteri dan virus? 
Jika Anda baru saja menjalani prosedur medis, memiliki luka yang mengalami infeksi, atau baru saja menjalani perawatan di rumah sakit, dan mengalami gejala seperti demam serta menggigil, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter. 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap bakteremia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis bakteremia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441979/
Diakses pada 16 Desember 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/961169-overview
Diakses pada 15 Maret 2019
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/infections/bacteremia,-sepsis,-and-septic-shock/bacteremia
Diakses pada 15 Maret 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/blood-poisoning/expert-answers/faq-20058534
Diakses pada 15 Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-poisoning
Diakses pada 15 Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/septic-shock
Diakses pada 16 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email