Psikologi

Bad Mood

13 Jan 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bad Mood
Bad mood biasanya menggambarkan perubahan suasana hati atau emosi secara cepat dan intens. Seseorang yang mengalami kondisi ini bisa berubah dengan cepat dari senang menuju sedih.Jangan heran jika mereka kadang bisa berubah dari suasana hati yang baik-baik saja jadi mudah tersinggung atau marah. Bahkan, beberapa penderitanya bisa mengalami perubahan suasana hati hingga menuju ke tahap depresi.Beberapa hal bisa menjadi pemicu munculnya bad mood pada seseorang. Tekanan di tempat kerja mungkin menjadi sebab yang paling umum. Namun ada juga yang mengalami kondisi ini tanpa alasan yang jelas. Munculnya bad mood juga bisa jadi karena ada kondisi mental yang melatarbelakanginya.Jika bad mood hanya muncul sesekali dalam kehidupan seseorang, maka hal tersebut dianggap wajar. Namun jika kondisi ini muncul berulang makan sebaiknya hal itu diwaspadai. Apalagi jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau kehidupan secara keseluruhan. 
Penyebab bad mood tidak hadir serta merta namun biasanya dipicu oleh berbagai hal yang terjadi dalam tubuh penderitanya. Ada penjelasan masuk akal kenapa seseorang bisa secara mendadak mengalami perubahan perasaan.Penyebab umum kenapa seseorang bisa mengalami bad mood antara lain:
  • Kurang tidur
  • Lapar
  • Terlalu banyak konsumsi kafein
  • Sedang datang bulan
Beberapa kondisi terkait kesehatan mental seseorang juga bisa menyebabkan bad mood. Masalah mental yang dikaitkan dengan bad mood antara lain:
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan siklotimik
  • Gangguan depresi mayor
  • Distimia atau gangguan depresi persisten
  • Gangguan kepribadian
  • Gangguan disregulasi suasana hati
  • Skizoprenia
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Depresi
  • Gangguan kepribadian ambang
Penyakit tertentu juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami bad mood, seperti:
  • Demensia
  • Gegar otak
  • Stroke
  • Diabetes
  • Multiple sclerosis
  • Penyakit Parkinson
  • Tidur
  • Kelainan kelenjar tiroid
  • Alergi
  • Gangguan pada sistem kardiovaskular
  • Masalah pada paru-paru
  • Masalah pada sistem saraf pusat
Penyebab lain dan faktor risiko yang mungkin bisa menyebabkan munculnya bad mood antara lain:
  • Perubahan kadar hormon dalam tubuh
  • Pola makan
  • Pola tidur
  • Penyalahgunaan obat terlarang
  • Menjalani pengobatan tertentu
 
Berkonsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan jika perubahan emosi tersebut tidak terkendali. Selain itu, perubahan emosi yang bisa membahayakan juga wajib untuk ditangani dokter.Jangan tunda berkunjung ke dokter jika beberapa kondisi di bawah ini dialami penderita bad mood:
  • Terlalu bersemangat atau tidak bisa mengendalikan diri saat menghabiskan uang
  • Tidak bisa mengendalikan emosi saat berhadapan dengan orang lain
  • Perilaku tidak terkendali sehingga berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain
  • Memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri
  • Bad mood membuat seseorang jadi penyendiri, tidak cukup tidur, enggan bekerja, atau bahkan bangkit dari tempat tidur
  
Healthline. https://www.healthline.com/health/rapid-mood-swings
Diakses pada 13 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/science-of-being-cranky
Diakses pada 13 Januari 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-are-mood-swings-1067178
Diakses pada 4 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email