BAB Berdarah

BAB berdarah merupakan gejala yang menandakan adanya pendarahan di saluran pencernaan. Lokasi pendarahan dapat ditentukan dari karakteristik darah yang ada di tinja.

Darah tersebut dapat merah terang, ataupun merah gelap. Keduanya menunjukkan penyakit yang berbeda.

Begitu juga dengan konsistensi darah, darah tersebut dapat berupa tetesan darah, BAB kehitaman ataupun darah yang terlihat namun menyatu dengan tinja. Ketiga jenis darah tersebut bisa menunjukkan penyakit yang berbeda.  

BAB berdarah memiliki berbagai tipe dan setiap tipenya disebabkan oleh penyakit yang berbeda. Tipe dari BAB berdarah umumnya adalah:

  • Darah merah terang yang menetes dari dubur.
  • Darah di tinja yang disertai dengan lendir atau diare.
  • Darah di tinja yang menyebabkan tinja bewarna sangat hitam.

Di samping itu ada juga beberapa keluhan lain yang dapat menyertai keluhan BAB berdarah. Keluhan lain ini penting untuk mengidentifikasi penyebab BAB berdarah. Beberapa keluhan lain tersebut adalah:

  • Nyeri perut.
  • Perubahan konsistensi tinja.
  • Kesulitan BAB.
  • Penurunan berat badan.
  • Lemas.
  • Mual dan muntah.
  • Muntah darah.
  • Dada berdebar.

Penyakit yang menyebabkan BAB berdarah dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristik darah di tinja. Kelompok penyakit beserta contohnya adalah:

Darah merah terang yang menetes dari dubur

Tipe ini disebabkan oleh pendarahan atau luka di saluran pencernaan bagian bawah seperti anus (dubur) atau rektum. Beberapa contoh penyakit yang masuk dalam kelompok ini adalah:

  1. Wasir (Hemorrhoid).
  2. Anal fissure.
  3. Penyakit menular seksual seperti kutil di anus.
  4. Angiodysplasia.

Darah di tinja yang disertai dengan lendir atau diare

Tipe ini menandakan terganggunya proses pencernaan makanan. Beberapa contoh penyakit yang masuk dalam kelompok ini adalah:

  1. Anal fistula.
  2. Gastroenteritis.
  3. Inflammatory bowel disease.
  4. Bowel polyp.

Darah di tinja yang menyebabkan tinja bewarna sangat hitam

Tipe ini disebabkan oleh pendarahan atau luka di saluran pencernaan bagian atas seperti lambung. Beberapa contoh penyakit yang masuk dalam kelompok ini adalah:

  1. Stomach ulcer.
  2. Diverticulitis.

Penyakit penyebab dari keluhan BAB berdarah harus ditentukan. Dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang penting untuk memastikan lokasi pendarahan.

Pemeriksaan penunjang yang disarankan tergantung dari kecurigaan akan penyakit penyebab keluhan BAB berdarah. Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin akan dokter sarankan adalah:

  • Pemeriksaan darah.
  • Esophagogastroduodenoscopy (EGD).
  • Colonoscopy.
  • Enteroscopy.
  • Nasogastric lavage.
  • Barium x-ray.
  • Radionuclide scanning.
  • Laparotomi.

Pengobatan terhadap keluhan BAB berdarah tergantung dari penyakit yang menyebabkan keluhan. Pengobatan yang diberikan dapat berupa obat-obatan atau operasi.

Pengobatan berdasarkan berapa banyak darah yang keluar, karena pada kondisi BAB berdarah juga bisa menyebabkan tekanan darah rendah, pucat, hingga syok. Jika hal tersebut terjadi maka harus segera diberikan cairan dari infus serta transfusi darah.

Obat-obatan juga akan diberikan sesuai dengan penyebab BAB berdarah, dokter kemungkinan akan memberikan obat penurun asam lambung, antibiotik bahkan obat kemoterapi dan imunosupresif.

Jika BAB berdarah disebabkan oleh kanker maka dokter juga akan merencanakan untuk melakukan radioterapi dan kolostomi.

Pencegahan terhadap BAB berdarah berbeda-beda tergantung dari penyakit penyebabnya.  Namun umumnya, penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat seperti:

  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang.
  • Selalu konsumsi sayur.
  • Hindari makanan dan minuman yang meningkatkan produksi asam lambung seperti pedas, asam dan bersoda.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Minum air putih 2 liter perhari.
  • Tidak mengejan terlalu keras saat BAB.
  • Tidak menahan keinginan untuk BAB.
  • Tidak terlalu lama duduk di alas yang keras.

Adanya darah di BAB tidak selalu menandakan adanya penyakit berbahaya, walaupun begitu penderita tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri jika mengalami keluhan BAB berdarah.

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila dokter mencurigai kondisi yang Anda alami adalah penyakit yang serius, dokter umum tersebut akan merujuk ke dokter penyakit dalam. Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluarga lain dengan keluhan yang sama.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami abses paru?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.

Webmd. https://www.webmd.com/digestive-disorders/blood-in-stool#3
Diakses 6 November 2019

John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gastrointestinal-bleeding-or-blood-in-the-stool.
Diakses 6 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bleeding-from-the-bottom-rectal-bleeding/
Diakses 6 November 2019

Artikel Terkait