Perut

BAB Berdarah

14 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image BAB Berdarah
BAB berdarah bisa disertai sakit perut
Buang air besar (BAB) berdarah atau BAB berdarah adalah suatu kondisi ketika tinja bercampur dengan darah. Kondisi ini dapat bervariasi dari yang ringan hingga serius. Pada kondisi yang serius kondisi ini juga bisa menandakan adanya kanker kolorektal (kanker usus besar) yang mungkin Anda derita.Jika Anda mengalami buang air besar berdarah, Anda mungkin melihat darah dalam beberapa cara berbeda, misalnya di kertas toilet saat Anda mengelap, air di toilet, atau darah di tinja.Warnanya darahnya juga bisa berbeda, mulai dari merah terang hingga merah marun gelap maupun hitam. Warna darah yang Anda lihat sebenarnya dapat menunjukkan dari mana pendarahan itu berasal, misalnya:
  • Darah merah cerah biasanya berarti pendarahan yang rendah di usus besar atau rektum.
  • Darah merah tua atau merah marun bisa berarti Anda mengalami pendarahan yang lebih tinggi di usus besar atau di usus kecil.
  • Melena (tinja berwarna gelap dan seperti tar) sering menunjukkan pendarahan di perut, seperti pendarahan dari bisul.
Terkadang, buang air besar (BAB) berdarah tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya bisa dilihat melalui mikroskop. Jenis perdarahan ini biasanya ditemukan selama tes laboratorium sampel tinja.Oleh karena itu, jika Anda melihat adanya darah setelah buang air besar, ada baiknya Anda segera memeriksakan kondisi ke dokter. Hal ini bermanfaat agar dokter bisa memberikan penanganan yang tepat. 
BAB Berdarah
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit perut, diare, tubuh lemah
Faktor risikoTukak lambung, polip usus, fisura ani
Metode diagnosisTanya jawab, angiografi, kolonoskopi
PengobatanObat-obatan, cukupi kebutuhan cairan, konsumsi makanan berserat
ObatAntibiotik
KomplikasiSyok, kerusakan organ tubuh
Kapan harus ke dokter?Mengalami BAB berdarah
Secara umum, gejala BAB berdarah meliputi:
Dalam beberapa kasus yang sangat parah, BAB berdarah dapat menyebabkan syok. Jika Anda mengalami gejala syok, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Gejala syok dapat meliputi:
  • Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba
  • Detak jantung yang cepat
  • Tidak bisa buang air kecil
 
Penyebab utama BAB berdarah adalah divertikulitis. Divertikulitis merupakan tonjolan kecil, yang disebut divertikula, pada dinding usus besar.Divertikula umum terjadi dan biasanya tidak menimbulkan masalah, tetapi terkadang dapat menonjol melalui dinding usus dan menyebabkan perdarahan atau infeksi. 

Faktor risiko BAB berdarah

Beberapa faktor risiko BAB berdarah meliputi:
  • Fisura ani

Fisura ani adalah potongan kecil atau robekan pada jaringan yang melapisi anus mirip dengan retakan yang terjadi pada bibir pecah-pecah atau potongan kertas. Robekan kecil disebabkan oleh buang air besar yang keras dan bisa menyakitkan.
  • Angiodisplasia

Angiodisplasia adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah yang rapuh dan abnormal menyebabkan pendarahan
  • Tukak lambung

Tukak lambung merupakan luka terbuka di lapisan lambung atau duodenum, ujung atas usus kecil. Tukak lambung umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori).Penggunaan jangka panjang atau obat antiinflamasi dosis tinggi seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen juga dapat menyebabkan tukak lambung.
  • Polip usus atau kanker usus

Polip usus adalah pertumbuhan jinak yang bisa tumbuh, berdarah, dan menyebabkan kanker. Kanker kolorektal sering menyebabkan pendarahan yang tidak terlihat dengan mata telanjang.
  • Masalah kerongkongan

Varises kerongkongan atau robekan di kerongkongan dapat menyebabkan kehilangan darah yang parah dan memicu BAB berdarah.
  • Penyakit radang usus

Penyakit radang usus adalah pembengkakan usus kecil atau besar. Ada dua jenis penyakit radang usus, yaitu penyakit crohn dan kolitis. Penyakit Crohn adalah suatu kondisi ketika terdapat pembengkakan di saluran pencernaan. Pada kolitis, pembengkakan terjadi di usus besar.Orang dengan penyakit radang usus mungkin mengalami demam, diare, sakit perut, kram, usus, penyumbatan, dan perdarahan rektal. 
Diagnosis BAB berdarah dilakukan dengan cara tanya jawab dan beberapa tes tambahan. Berikut penjelasannya.

Tanya jawab

Hal pertama yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis adalah dengan melakukan tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang mungkin diajukan dokter adalah:Beberapa pertanyaan mungkin termasuk:
  • Kapan BAB berdarah dimulai?
  • Apa yang Anda makan sehari sebelum melihat BAB berdarah?
  • Seberapa sering Anda buang air besar?
  • Apakah Anda pernah sembelit?
  • Apakah Anda mengejan saat buang air besar?
  • Apakah Anda merasa sakit saat mengalami BAB berdarah ?
  • Apakah ada darah di tinja Anda (dan seperti apa bentuknya), atau saat Anda menyeka?
  • Apakah Anda memiliki wasir?
  • Apakah Anda memiliki kondisi radang usus?
  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal?
Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu dokter mempersempit kemungkinan penyebab BAB berdarah. Ada juga tes yang dapat dilakukan penyedia Anda untuk membantu menentukan penyebabnya.

Tes tambahan

Untuk melakukan diagnosis dokter juga akan menyarankan Anda melakukan beberapa tes tambahan, seperti:
  • Kolonoskopi

Salah satu tes yang disarankan dokter adalah kolonoskopi. Kolonoskopi merupakan prosedur yang dilakukan dengan cara memasukkan tabung panjang dan fleksibel dengan kamera kecil di ujungnya ke dalam rektum. Hal ini memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam seluruh usus besar dan mencari kelainan apa pun.
  • Sigmoidoskopi

Sigmoidoskopi adalah tabung fleksibel dengan lampu dan kamera yang digunakan dokter untuk melihat bagian bawah usus besar dan rektum Anda. Tes ini dapat membantu mendiagnosis gangguan usus dan kanker.
  • Tes darah samar tinja

Tes samar tinja merupakan tes laboratorium untuk mendeteksi darah tersembunyi dalam tinja. Tes ini dapat dilakukan dengan beberapa cara berbeda, baik dengan mengumpulkan sampel tinja dari pasien dan mengembalikannya ke laboratorium atau menggunakan pembalut atau tisu yang bisa berubah warna saat ada darah.
  • Angiografi

Prosedur yang dilakukan dengan menyuntikan pewarna khusus ke dalam vena yang membuat pembuluh darah terlihat pada X-ray atau computerized tomography (CT) scan. Prosedur ini mendeteksi pendarahan saat pewarna bocor dari pembuluh darah di tempat pendarahan.
  • Laparotomi

Tes ini merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan membuka dan memeriksa perut. Laparotomi mungkin diperlukan jika tes lain gagal tidak bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit. 
Cara mengobati BAB berdarah umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan penyebabnya.Namun ada beberapa pilihan cara mengobati BAB berdarah yang biasanya disarankan dokter, yaitu:
  • Obat-obatan seperti antibiotik untuk menekan asam di lambung, atau obat anti-inflamasi untuk
  • Pembedahan untuk menghilangkan polip atau bagian usus besar yang rusak akibat kanker, divertikulitis, atau penyakit radang usus.
  • Mengonsumsi makanan berserat tinggi untuk meredakan sembelit
  • Mengoleskan salep untuk mengobati fisura ani
  • Mencukupi kebutuhan cairan
 

Komplikasi BAB berdarah

Jika tidak ditangani dengan optimal, BAB berdarah dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Syok, yakni kondisi tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, sehingga bisa mengancam jiwa
  • Kerusakan organ tubuh
 
Pencegahan terhadap BAB berdarah berbeda-beda tergantung dari penyakit penyebabnya.  Namun umumnya, penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat seperti:
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang
  • Selalu konsumsi sayur
  • Hindari makanan dan minuman yang meningkatkan produksi asam lambung seperti pedas, asam dan bersoda
  • Menjaga berat badan ideal
  • Minum air putih 2 liter per hari
  • Tidak mengejan terlalu keras saat BAB
  • Tidak menahan keinginan untuk BAB
  • Tidak terlalu lama duduk di alas yang keras
 
Adanya darah di BAB tidak selalu menandakan adanya penyakit berbahaya, walaupun begitu penderita tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri jika mengalami keluhan BAB berdarah. 
Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila dokter mencurigai kondisi yang Anda alami adalah penyakit yang serius, dokter umum tersebut akan merujuk ke dokter penyakit dalam. Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluarga lain dengan keluhan yang sama.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami abses paru?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis BAB berdarah agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Webmd. https://www.webmd.com/digestive-disorders/blood-in-stool#3
Diakses pada 6 November 2019
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gastrointestinal-bleeding-or-blood-in-the-stool.
Diakses pada 6 November 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bleeding-from-the-bottom-rectal-bleeding/
Diakses pada 6 November 2019
Cleveland clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/14612-rectal-bleeding
Diakses pada 14 Juli 2021
Everyday health. https://www.everydayhealth.com/rectal-bleeding/guide/
Diakses pada 14 Juli 2021
Medicine net. https://www.medicinenet.com/blood_in_the_stool_rectal_bleeding/article.htm
Diakses pada 14 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email