Avaskular Nekrosis

Ditinjau dr. Widiastuti
Risiko avaskular nekrosis meningkat pada orang usia 30-50 yang mengonsumsi steroid atau alkohol.

Pengertian Avaskular Nekrosis

Avaskular nekrosis adalah kematian dari jaringan tulang karena kekurangan suplai darah. Hal ini juga disebut osteonekrosis, yang dapat menuju pada terjadinya pecahan kecil pada tulang dan jaringan tulang akan mati dan rapuh. Tulang yang patah atau sendi yang bergeser dapat menghalangi aliran darah kebagian tulang tertentu.

Avaskular nekrosis juga terkait dengan penggunaan obat steroid  jangka panjang dan dosis yang tinggi, serta mengonsumsi banyak alkohol. Setiap orang dapat menderita hal ini, tetapi kondisi ini sering terjadi pada orang dengan usia antara 30-50 tahun.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Pada tahap awal, avaskular nekrosis biasanya tidak menyebabkan gejala, namun ketika penyakit berkembang atau memburuk akan menimbulkan rasa sakit.

Saat pertama, penderita akan mengalami sakit ketika meletakkan tekanan pada tulang yang terkena. Kemudian sakit akan menjadi lebih konstan. Jika penyakit semakin berkembang, dan tulang serta sendi disekitarnya menjadi rapuh dan rusak, penderita akan mengalami sakit yang parah yang mengganggu kemampuan untuk menggunakan sendi.

Rasa sakit dapat meningkat secara intensitas karena terdapat pecahan-pecahan (patahan) kecil dari tulang (microfractures), yang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh. Pada akhirnya, sendi dapat mengalami kerusakan dan menyebabkan arthritis.

Waktu diantara gejala pertama dan rapuhnya  tulang dapat bervariasi dari beberapa bulan sampai lebih dari setahun. Dan gejala dapat terjadi pada kedua sisi tubuh.

Avaskular nekrosis dapat terjadi pada tulang manapun didalam tubuh. tetapi paling sering pada:

  • Tulang paha. 
  • Tulang lengan bagian atas.
  • Tulang panggul.
  • Sendi lutut.
  • Sendi bahu.
  • Sendi pergelangan kaki.

Penyebab

Avaskular nekrosis terjadi ketika jaringan tulang tidak mendapat atau kekurangan suplai darah. Kekurangan suplai darah dapat disebabkan oleh:

  • Trauma sendi atau tulang. Cedera seperti dislokasi sendi dapat merusak pembuluh darah di sekitarnya. Perawatan kanker yang melibatkan radiasi juga dapat melemahkan tulang dan membahayakan pembuluh darah.
  • Penyimpanan lemak pada pembuluh darah. Lemak dapat menyumbat pembuluh darah kecil, mengurangi aliran darah yang memberikan nutrisi pada tulang
  • Penyakit tertentu. Kondisi medis seperti anemia sel sabit dan penyakit gaucher juga dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah pada tulang.

Terkadang, avaskular nekrosis dapat terjadi pada orang sehat tanpa faktor risiko, dan tanpa penyebab yang jelas.

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena avaskular nekrosis, antara lain:

  • Riwayat trauma. Cedera seperti dislokasi sendi panggul atau patah tulang, dapat merusak pembuluh darah terdekat dan mengurangi aliran darah ke tulang.
  • Penggunaan steroid. Penggunaan dosis tinggi kortikosteroid seperti prednisone merupakan penyebab umum dari avaskular nekrosis. Alasannya tidak diketahui, tetapi ada dugaan yang menyatakan bahwa kortikosteroid dapat meningkatkan kadar lemak didalam pembuluh darah yang dapat menyumbat pembuluh darah sehingga menurunkan aliran darah.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan. Konsumsi minuman beralkohol beberapa gelas dalam sehari untuk beberapa tahun dapat menyebabkan deposit lemak didalam pembuluh darah.
  • Penggunaan bifosfonat. Seperti Zoledronate atau asam zoledronic atau pamidronate untuk pengobatan kanker pada tulang. Obat – obatan ini berhubungan dengan avaskular nekrosis yang jarang terjadi.
  • Sindrom dekompresi – penyakit Caisson (the bends). Merupakan kondisi yang disebabkan oleh pelepasan nitrogen secara cepat ke dalam darah.
  • Pengobatan medis tertentu. Terapi radiasi atau kemoterapi untuk kanker dapat melemahkan tulang. Transplantasi organ, terutama transplantasi ginjal juga berhubungan dengan avaskular nekrosis.
  • Merokok
  • Kondisi medis lainnya, seperti: pankreatitis, diabetes, HIV/AIDS, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), penyakit Gaucher, anemia sel sabit, kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi, penyakit Legg-Calve-Perthes, dan gangguan pembekuan darah.

Avaskular nekrosis lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita, kecuali bila penyebabnya adalah SLE atau cedera.

Diagnosis

Saat pemeriksaan fisik dokter akan memberi tekanan di sekitar sendi, untuk memeriksa rasa nyeri pada sentuhan. Dokter juga akan menggerakkan sendi ke berbagai posisi untuk melihat jumlah gerakan yang terbatasi karena penyakit ini.

Pemeriksaan Pencitraan :

  • X-ray (foto rontgen). Foto rontgen dapat memperlihatkan perubahan tulang yang dapat terjadi pada tahap berikutnya dari avaskular nek Pada tahap awal biasanya akan menunjukkan hasil yang normal.
  • MRI dan CT scan. Pemeriksaan ini memproduksi gambar yang detail yang dapat menunjukan perubahan awal pada tulang yang dapat mengindikasikan terjadinya avaskular nekrosis.
  • Scan tulang. Sejumlah kecil material radioaktif yang disuntikan ke pembuluh darah. Penanda ini akan berjalan menuju bagian dari tulang yang cedera atau sedang mengalami penyembuhan dan akan muncul sebagai titik yang terang pada hasil scan.
  • Pemeriksaan fungsi tulang (functional bone test). Jika dokter masih mencurigai adanya avaskular nekrosis walaupun hasil foto rontgen. MRI atau CT Scan dan scan tulang normal, maka disarankan untuk menjalani pemeriksaan tekanan di dalam tulang yang mengalami rasa sakit. Pemeriksaan ini memerlukan pembedahan.

Pengobatan

Tujuan utama dari pengobatan ini adalah untuk meningkatkan atau memastikan fungsi dari sendi yang terkena, menghentikan kerusakan atau kerapuhan tulang dan mengurangi sakit. Pengobatan terbaik tergantung dari faktor berikut:

  • Usia.
  • Tahap penyakit.
  • Lokasi dan jumlah kerusakan tulang.
  • Penyebab dari avaskular nekrosis.

Jika penyebab dari avaskular nekrosis teridentifikasi, pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengontrol kondisi yang mendasarinya. Sebagai contohnya, jika avaskular nekrosis disebabkan karena gumpalan darah, dokter akan meresepkan obat untuk menghancurkan gumpalan darah. Jika peradangan dari arteri yang menyebabkan avaskular nekrosis, dokter akan meresepkan obat anti radang.

Jika avaskular nekrosis terdeteksi secara dini, pengobatan akan meliputi obat-obatan untuk meredakan rasa sakit atau membatasi penggunaan dari area yang terkena. Jika sendi panggul atau sendi lutut yang terkena, maka penopang akan diperlukan untuk melepaskan beban dari sendi yang rusak. Pengobatan secara non-bedah dapat memperlambat perkembangan dari avaskular nekrosis, tetapi pada kebanyakan orang pada akhirnya membutuhkan pembedahan.

Pencegahan

Untuk mengurangi risiko terkena avaskular nekrosis dan memperbaiki kesehatan secara umum, maka :

  • Hindari minum terlalu banyak alkohol.
  • Hindari dan berhenti merokok.
  • Jika membutuhkan kortikosteroid untuk membantu menangani penyakit kronik, konsultasikan kepada dokter mengenai dosis dan rentang waktu yang dibutuhkan untuk mengonsumsi kortikosteroid.
  • Mempertahankan kadar kolesterol tetap rendah.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika merasakan sakit persisten pada sendi. Carilah pertolongan medis jika merasa mengalami patah tulang atau pergeseran sendi.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan gejala meskipun yang tidak berhubungan dengan alasan menemui dokter.
  • Tuliskan informasi pribadi, termasuk kondisi yang dialami dan riwayat cedera dari sendi yang sakit.
  • Semua obat, vitamin dan suplemen lain yang dikonsumsi, termasuk dosisnya.
  • Pertanyaan yang akan diajukan pada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

  • Dimana Anda merasakan sakit?
  • Apakah posisi sendi tertentu membuat Anda sakitnya semakin memburuk atau membaik?
  • Apakah pernah mengonsumsi kortikosteroid seperti prednisone?
  • Seberapa banyak Anda mengonsumsi alkohol?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/avascular-necrosis-osteonecrosis#treatment
Diakses pada 6 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/avascular-necrosis/diagnosis-treatment/drc-20369863
Diakses pada 6 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/arthritis/avascular-necrosis-osteonecrosis-symptoms-treatments#2-4
Diakses pada 6 Desember 2018

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/007260.htm
Diakses pada 6 Desember 2018

Rarediseases. https://rarediseases.org/rare-diseases/osteonecrosis/
Diakses pada 6 Desember 2018

https://www.niams.nih.gov/health-topics/osteonecrosis
Diakses pada 6 Desember 2018

Back to Top