Auditory Processing Disorder

Auditory processing disorder (APD) atau dikenal juga dengan CAPD (central auditory processing disoder) adalah suatu ganguan untuk memahami suara. Ganguan ini berbeda dengan penyakit tuli. Pasien dengan APD dapat mendengar suara namun otak tidak memproses suara tersebut dengan tepat.

Hal ini terjadi karena otak dan telinga tidak berkoordinasi dengan baik. Salah satu contohnya, ketika penderita APD salah memahami kata yang terdengar mirip seperti “katak” dan “kotak”. Penderita APD akan semakin kesulitan mendengar ketika berada di lingkungan yang berisik.

APD umumnya menyerang anak-anak, tetapi penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa.

APD yang terjadi pada anak-anak membuat anak mengalami ganguan dalam intelektual dan interaksi sosial. Berikut ini beberapa gejala pada penderita APD adalah adanya kesulitan terhadap:

  • Memahami kata-kata (terutama pada keadaan berisik atau jika kata-kata tersebut dikatakan dengan cepat.
  • Membedakan kata-kata yang pelafalannya mirip seperti “kotak” dan “katak”.
  • Menikmati musik.
  • Mudah terdistraksi atau tergangu oleh suara keras.
  • Lingkungan yang berisik mengangu penderita.
  • Mengalami ganguan membaca dan menulis.
  • Sulit untuk mengingat perintah.
  • Sulit mencari sumber suara.

Terdapat beberapa jenis APD, yaitu:

  1. Auditory figure-ground problems: Ganguan untuk mendengar jika dalam keadaan ribut.
  2. Auditory memory problems: Anak sulit untuk mengingat informasi.
  3. Auditory discrimination problem: Anak sulit membedakan kata-kata yang pelafalannya mirip.
  4. Auditory cohesion problem: Penderita sulit untuk memahami kata-kata dengan level kesulitan pemahaman yang tinggi, contohnya pantun.

Meski penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti, ada beberapa hal yang dicurigai mempengaruhi terjadinya APD, yaitu:

  • Kotoran telinga yang menumpuk (glue ear).
  • Benturan di kepala.
  • Keracunan timah.
  • Infeksi telinga kronis.
  • Meningitis.
  • Multiple sclerosis.
  • Faktor genetic.
  • Lahir secara premature.
  • Infeksi
  • Penyakit kuning dan berbagai macam mekanisme lainya yang dapat menimbulkan kerusakan pada sistem saraf di otak.

Beberapa pemeriksaan yang bisa digunakan untuk diagnosis APD, ialah:

  • Tes kemampuan mendengar dengan level suara bising yang berbeda – beda.
  • Tes kemampuan mendengar dengan aksen yang berbeda-beda.
  • Tes kemampuan mengenali pola suara.
  • Tes kemampuan mendeteksi perubahan kecil di suara.
  • Tes elektroda: pemeriksaan terhadap respon saraf otak terhadap suara.
  • Tes psikotes.
  • Tes kemampuan bicara dan Bahasa.

Penanganan yang diberikan pada penderita APD adalah:

  • Direct Skill Remediation

    Merupakan suatu terapi mendengar yang menargetkan kemampuan mengenali dan membedakan berbagai suara dan kata.
  • Compensatory Strategies

    Merupakan suatu pelatihan dengan tujuan meminimalisir efek negatif APD terhadap kemampuan penderita dalam berbahasa, fokus, memori, dan intelektual penderita. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam melakukan interaksi sosial dan berbahasa.
  • Enviromental Modification

    Penanganan APD dengan cara memodifikasi lingkungan sekitar penderita seperti mengurangi sumber kebisingan dalam ruang belajar dengan tidak meletakan akuarium di dalam ruangan.

Meski belum ada cara pencegahan yang efektif, penanganan suportif yang dapat dilakukan oleh keluarga jika memiliki sanak saudara dengan APD adalah dengan berbicara yang jelas, gunakan artikulasi yang mudah dipahami, gunakan alat bantu visual untuk menjelaskan suatu hal, memberi semangat serta bersabar jika harus mengulang kalimat, selalu latih dengan memberikan suara baru untuk pengenalan, latihan konsentrasi untuk berkomunikasi pada suasana yang bising, memberikan kalimat-kalimat untuk diingat dan melatih mencari sumber suara.

Perlu diketahui bahwa kemampuan pendengaran anak terbentuk sempurna setelah anak berusia 15 tahun jadi selalu perdengarkan anak dengan kata-kata baru setiap harinya, menyusun kata menjadi kalimat, dan perintah sederhana untuk meningkatkan kemampuan mendengar selama proses pertumbuhan.

Jika anak Anda terlihat memiliki ganguan dalam memahami kata-kata dan juga mengalami keluhan APD yang telah disebutkan di atas segera bawa ke dokter THT.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang penderita rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang penderita alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin penderita konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluarga dengan keluhan yang serupa.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menderita kondisi tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami APD?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?

ASHA. https://www.asha.org/PRPSpecificTopic.aspx?folderid=8589943561&section=Treatment
Diakses 4 November 2019

WebMd. https://www.webmd.com/brain/auditory-processing-disorder#2
Diakses 4 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/auditory-processing-disorder/
Diakses 4 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/auditory-processing-disorder/
Diakses 4 November 2019

Artikel Terkait