Saraf

Ataksia

Diterbitkan: 07 Nov 2019 | dr. Reisia Palmina BrahmanaDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Ataksia
Ataksia bukanlah suatu penyakit melainkan sebuah kondisi di mana penderitanya mengalami gangguan terhadap koordinasi dan kontrol atas gerakan yang dilakukan secara sadar, seperti berjalan atau mengambil benda.Terdapat berbagai macam penyakit dengan keluhan berupa ataksia. Gejala ini sering terjadi pada penyakit yang menyebabkan kerusakan pada sistem saraf di otak. 
Ataksia
Dokter spesialis Saraf
Ataksia dapat muncul tiba-tiba atau secara perlahan. Beberapa gejala ataksia adalah
  • Ketidakmampuan untuk berjalan secara stabil dan mudah terjatuh.
  • Kesulitan untuk melakukan aktivitas yang mengunakan otot yang kecil seperti makan, menulis dan mengancingkan baju.
  • Kesulitan menelan.
  • Kesulitan dalam berbicara.
  • Pergerakan mata tidak normal.
 
Ataksia dapat terjadi ketika terdapat kerusakan saraf di otak terutama bagian cerebellum atau otak kecil, namun kerusakan saraf di bagian lain, seperti saraf di sumsum tulang belakang, juga dapat menyebabkan kondisi ini.Ada banyak macam penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan saraf di cerebellum yang akhirnya menyebabkan ataksia. Beberapa diantaranya ialah:
  • Cerebral palsy.
  • Multiple sclerosis.
  • Tumor di otak.
  • Meningitis.
  • Benturan di kepala.
  • Stroke.
  • Encephalitis.
  • Penyakit ataksia yang disebabkan oleh genetik seperti: Friedreich's ataxia, Ataxia-telangiectasia.
 
Dokter akan melakukan tanya jawab dan pemeriksaan untuk menentukan apakah Anda mengalami ataksia dan mengidentifikasi penyebab dari ataksia Anda. Pemeriksaan penunjang juga dilakukan jika dinilai penting untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan yang akan dilakukan adalah:

1. Pemeriksaan genetik

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menentukan apakah ataksia yang Anda alami adalah jenis ataksia yang diturunkan melalui gen atau bukan. Caranya lewat cek darah.

2. Scan Otak

Pemeriksaan ini adalah berguna untuk melihat apakah ada kerusakan di otak Anda. Scan otak ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti:

3. Tes lain

Dokter akan meminta beberapa tes lain jika dinilai dapat membantu memastikan diagnosis penyakit Anda. Tes tersebut berbeda-beda tergantung dari penyakit Anda. Beberapa tes yang mungkin diminta ialah:
  • Lumbar puncture.
  • Echocardiogram.
  • ECG.
  • EMG
  • Nerve conduction studies.
 
Untuk mengobati kondisi ataksia, penyakit penyebabnya harus disembuhkan terlebih dahulu. Namun ada beberapa terapi yang bisa digunakan untuk mengurangi efek ataksia, yaitu:
  • Terapi bicara.
  • Terapi okupasi, yaitu terapi yang dilakukan berdasarkan area aktivitas sehari-hari.
  • Fisioterapi.
  • Obat untuk mengatasi kram otot.
Ataksia tidak dapat dicegah terlebih dahulu, karena kondisi ini timbul dari penyakit lain. Untuk mencegahnya berarti harus mencegah penyakit penyebab ataksia.
Segeralah mencari pertolongan medis bila Anda mengalami gejala ataksia seperti yang telah disebutkan.
Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter umum terlebih dahulu. Bila dokter tersebut mencurigai kondisi yang Anda alami adalah Ataksia, ia akan merujuk Anda ke dokter spesialis saraf.Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Selain pertanyaan, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik. Jika Anda mengunjungi dokter umum maka dokter tersebut akan merujuk ke dokter spesialis saraf.
Mayoclinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ataxia/symptoms-causes/syc-20355652Diakses 5 November 2019 NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ataxia/causes/Diakses 5 November 2019 NAF. https://ataxia.org/what-is-ataxia/Diakses 5 November 2019 Webmd. https://www.webmd.com/brain/ataxia-types-brain-and-nervous-system#1Diakses 5 November 2019 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Sederet Obat Kejang dari Dokter yang Membantu Pasien Epilepsi

Obat kejang dapat diberikan dokter untuk membantu menangani pasien epilepsi. Walau tidak bisa menyembuhkan secara total, pemberian obat-obatan bisa membantu mengontrol kejang pada 70-80% penderitanya. Seperti obat penyakit lain, semua jenis obat kejang juga dapat menimbulkan efek samping tertentu.
17 Jun 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Obat kejang membantu mengontrol episode kejang pada pasien penderita epilepsi

Telinga Berdengung Terus, Salah Satu Gejala Tumor Neuroma Akustik

Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh di saraf yang menghubungkan telinga ke otak. Walaupun langka, tumor ini dapat menyerang siapa saja, termasuk pada lansia. Neuroma akustik memiliki gejala berupa telinga berdengung terus-menerus, vertigo, dan kehilangan pendengaran sebelah.
10 Jul 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
73% penderita neuroma akustik dilaporkan mengalami gejala telinga berdengung terus-menerus

Hantaman Keras di Kepala Bisa Sebabkan Cedera Otak Traumatik, Waspadai Gejalanya

Cedera otak traumatik terjadi akibat hantaman keras atau tiba-tiba di kepala. Kondisi ini bisa menyebabkan terganggunya fungsi normal otak bahkan kecacatan hingga kematian.
10 Jul 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Cedera otak traumatik umumnya terjadi akibat hantaman keras di kepala