Kanker

Astrocytoma

22 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Astrocytoma
Astrositoma atau astrocytoma adalah jenis kanker yang dapat terbentuk di otak atau sumsum tulang belakang. Kondisi ini dimulai di sel astrosit yang berfungsi mendukung sel saraf.Tanda dan gejala astrositoma tergantung pada lokasi tumor. Jika tumbuh di otak, gejalanya bisa berupa kejang, sakit kepala, dan mual.Sedangkan astrositoma pada sumsum tulang belakang dapat menyebabkan kelemahan dan kecacatan pada daerah yang terkena tumor. Kanker ini bisa berupa tumor yang tumbuh lambat atau kanker agresif yang berkembang dengan cepat.Jika mengalami gejala astrocytoma, segera periksakan diri ke dokter saraf. Dokter akan menentukkan prognosis dan pilihan pengobatan berdasarkan agresivitas (tingkat pertumbuhan) astrositoma yang dialami oleh paisen. 
Astrocytoma
Dokter spesialis Saraf, Onkologi
GejalaSakit kepala yang parah, kejang, penglihatan kabur
Faktor risikoMutasi DNA yang diturunkan dari keluarga, paparan radiasi, stres
Metode diagnosisPemeriksaan neurologis, tes pencitraan, dan biopsi
PengobatanOperasi, terapi radiasi, kemoterapi
KomplikasiInfertilitas, kerusakan sistem saraf, masalah belajar
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala astrocytoma
Secara umum, gejala astrocytoma meliputi:
  • Sakit kepala terus-menerus
  • Sakit kepala yang memburuk di pagi hari atau menyebabkan terbangun dari tidur
  • Penglihatan ganda atau kabur
  • Kesulitan berbicara
  • Kemampuan kognitif yang menurun
  • Kelemahan pada anggota badan
  • Kejang-kejang
 
Sampai sekarang, penyebab astrocytoma belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko astrocytoma tersebut meliputi:

Sindrom herediter (mutasi DNA yang diturunkan dari keluarga)

  • Li-Fraumeni, yakni mutasi pada gen supresor tumor p53
  • Turcot, yakni mutasi pada beberapa gen supresor tumor, termasuk APC dan MMR
  • Neurofibromatosis tipe 1
  • Tuberous sclerosis, yakni kelainan genetik langka yang terkait dengan keterbelakangan mental dan onset dini astrositoma sel raksasa subependymal (SEGA)

Faktor lingkungan

Beberapa faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko kanker ini meliputi paparan radiasi pengion, bahan tertentu yang dijadikan senjata kimmia, serta radiasi ponsel. Tak hanya itu, paparan sinar ultraviolet, kelainan imunologi, dan stres bisa menjadi faktor risikonya. 
Diagnosis astrocytoma dilakukan dengan cara pemeriksaan neurologis, tes pencitraan, dan biopsi. Berikut penjelasannya.
  • Pemeriksaan neurologis

Selama pemeriksaan neurologis, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami oleh pasien. Dokter juga mungkin akan memeriksa penglihatan, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan refleks pasien.Masalah pada satu atau lebih area tersebut dapat memberikan petunjuk tentang bagian otak pasien yang mungkin dipengaruhi oleh tumor otak.
  • Tes pencitraan

Tes pencitraan dapat membantu dokter dalam menentukan lokasi dan ukuran tumor otak. Pemeriksaan ini biasanya berupa MRI.  Dokter juga mungkin akan menggunakan MRI khusus, seperti MRI fungsional, MRI perfusi, dan spektroskopi resonansi magnetik. Jika dibutuhkan, CT scan dan PET scan pun bisa direkomendasikan.
  • Biopsi

Biopsi dapat dilakukan sebelum atau selama operasi pengangkatan astrositoma. Hal ini tergantung pada kondisi dan lokasi tumor.Sampel jaringan kemudian dianalisis di laboratorium untuk menentukan jenis sel kanker dan tingkat agresivitasnya. 

Stadium astrocytoma

Kanker ini juga memiliki empat stadium atau tingkatan (grade) berikut:
  • Stadium 1

Tumor tumbuh lambat dan biasanya tidak meluas ke jaringan sekitarnya.  
  • Stadium 2

Tumor berkembang perlahan-lahan, tapi dapat berkembang ke jaringan di sekitarnya dan tumbuh lebih cepat dari waktu ke waktu.
  • Stadium 3

Tumor tumbuh lebih cepat daripada stadium 2.
  • Stadium 4

Tumor tumbuh paling cepat dan paling agresif. Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang yang berumur di atas 60 tahun. 
Cara mengobati astrocytoma umumnya akan tergantung dari stadium penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan dari dokter meliputi:
  • Operasi

Dokter spesialis bedah otak dapat melakukan operasi untuk mengangkat astrositoma sebanyak mungkin. Tetapi kanker ini terkadang berada di dekat jaringan otak yang sensitif, sehingga terlalu berisiko untuk diangkat seluruhnya.Pada sebagian pasien, pembedahan mungkin menjadi satu-satunya penanganan yang diperlukan. Sementara bagi sebagian pasien lain, perawatan tambahan mungkin direkomendasikan untuk membunuh sel kanker yang tersisa dan mengurangi risiko kambuhnya kanker.
  • Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar X atau proton, guna membunuh sel-sel kanker. Selama terapi ini, pasien akan berbaring di atas meja dan mesin akan bergerak di sekitarnya, untuk mengarahkan sinar ke titik yang tepat di otak pasien.Radoiterapi mungkin disarankan setelah operasi jika kanker tidak diangkat seluruhnya atau ada risiko kambuhnya kanker.Prosedur iin sering dikombinasikan dengan kemoterapi untuk menangani kanker yang agresif. Bagi orang yang tidak dapat menjalani operasi, kombinasi ini dapat digunakan sebagai pengobatan utama.
  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat ini dapat diminum dalam bentuk pil atau berupa infus.Kemoterapi sering digunakan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa. Ini dapat dikombinasikan dengan terapi radiasi untuk kanker agresif. 

Komplikasi astrocytoma

Jika tidak ditangani dengan benar, kanker ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Kerusakan pada otak atau sistem saraf yang menyebabkan masalah dengan koordinasi, kekuatan otot, bicara, atau penglihatan
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang tertunda
  • Gangguan belajar
  • Infertilitas
  • Kambuhnya kanker
  • Pertumbuhan kanker lainnya
 
Cara mencegah astrocytoma tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada XX. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait astrocytoma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis astrocytoma agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Association of Neurological Surgeons. https://www.aans.org/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Astrocytoma-Tumors
Diakses pada 22 September 2021
National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/astrocytoma/
Diakses pada 22 September 2021
Stanford health care. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/brain-and-nerves/astrocytoma/about-this-condition/stages.html
Diakses pada 22 September 2021
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=160&contentid=15
Diakses pada 22 September 2021
Mayo clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/astrocytoma/cdc-20350132
Diakses pada 22 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email